<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250</id><updated>2012-01-29T19:12:19.629-08:00</updated><category term='Idul Fitri 1429 H'/><category term='Apakah Publisis Itu?'/><category term='Menyelamatkan Kehidupan'/><category term='Titik Balik Dalam Kehidupan Tingka Adiati'/><category term='Anif Punto Utomo'/><category term='Menulis Mimpi'/><category term='Media Indonesia'/><category term='Publisitas'/><category term='Upaya Editor Menghindari Frustrasi'/><category term='Workshop Buku ‘5 in One’'/><category term='Yang Lebih Diri'/><category term='Aib Lurie'/><category term='An Evening with Dream Theater and Octavarium (Double CD)'/><category term='Kompetisi menulis'/><category term='A. Fuadi'/><category term='String Quartet yang Hebat dan Akrab'/><category term='Katakanlah Sejujurnya'/><category term='Tere-Liye'/><category term='smart happiness on the road'/><category term='[OBITER DICTA]'/><category term='Meluangkan Waktu dan Mencurahkan Energi untuk Menulis'/><category term='BUKU INCARAN'/><category term='Pergolakan Spiritual Empat Orang Mualaf'/><category term='MENEMUKAN CICERO BARU'/><category term='Musik'/><category term='Empat Buku Tari Irawati'/><category term='Berita'/><category term='Jeda agak lama tentang kehidupan'/><category term='Apa Perjalanan Mengubah Dirimu'/><category term='Membayangkan Kita Sebagai Orang Lain'/><category term='Ramadhan'/><category term='Alfathri Adlin'/><category term='TIME 85 Years of Great Writing'/><category term='Jurnal Harian'/><category term='Puasaku'/><category term='Kami Memburu Naskah Potensial yang Bisa Dijual'/><category term='Luapan Emosi Terpendam Jiwa Manusia'/><category term='Pelajaran dari Sekolah dan Kehidupan'/><category term='Norah Jones'/><category term='Buat Apa'/><category term='ARVAN PRADIANSYAH BLOG COMPETITION 2011'/><category term='Pemberontak Sastra Jepang'/><category term='Eugenio Fontes'/><category term='Dan Brown'/><category term='Kepentingan Penerbit'/><category term='Lisa Lukman'/><category term='Mark Salter'/><category term='Keinginan Peresensi'/><category term='Nyi Vinon'/><category term='Membangun dan Meruntuhkan Mimpi'/><category term='Bicara Filsafat Dalam Bahasa Semua Orang'/><category term='...Featuring Norah Jones'/><category term='Muhammad'/><category term='Ultimus'/><category term='Warisan Literer Bernama Tetralogi Laskar Pelangi'/><category term='WORLD BOOK DAY 2009'/><category term='The Ninth'/><category term='musik heavy metal'/><category term='Conflict is Blessing'/><category term='album musik'/><category term='Upaya Menaklukkan Kekakuan Sejarah Nabi'/><category term='personal essay'/><category term='mimpi awal tahun 2010'/><category term='Penulis Juga'/><category term='Efek Rumah Kaca'/><category term='Kegagalan Mencolok Tahun 2009'/><category term='buku puisi'/><category term='Lebih dari Impian Paling Liar'/><category term='REVIEW PRODUK'/><category term='PENGUMUMAN'/><category term='Review'/><category term='Menjalani Karakter Sesuai Takdir'/><category term='buku tahunan'/><category term='Penulis The Ninth'/><category term='Menjelang Ramadhan Bersama Luna Maya'/><category term='Tenang'/><category term='Betapa sulit saya memahami puisi Nirwan Dewanto'/><category term='Apa yang Membuat Tempat Berarti?'/><category term='dan Sebungkus Nasi Padang'/><category term='Diaspora Orang Indonesia di Amerika Serikat'/><category term='Butuh Berapa Orang untuk Menerbitkan Sebuah Buku'/><category term='Norman Satya'/><category term='Miracle of the Brain'/><category term='Laku Seribu atau Sepuluh Ribu'/><category term='Elitis'/><category term='Jakartabeat Music Writing Contest I'/><category term='Lelaki Berumah Tangga Nginap di Hotel'/><category term='Mengembalikan Hakikat Kemanusiaan'/><category term='Budi Warsito'/><category term='Lian Gouw'/><category term='penulisan'/><category term='Adenita'/><category term='katarsis'/><category term='Imaji Religius dari Gerak Rumputan; Ahmadun Yosi Herfanda'/><category term='publisis'/><category term='Garut'/><category term='Dian Kuswandini'/><category term='Buku Pintar Seorang Creative Junkies'/><category term='Kesulitan'/><category term='Rasul Zaman Kita'/><category term='Menjaga Api Semangat Menulis; Selisik'/><category term='Penulis sebagai Petani'/><category term='Doa dan Masalah dengan Tuhan'/><category term='Queen'/><category term='Saya dan Barack Obama'/><category term='Sembilan Elemen Jurnalisme'/><category term='Cut Tari'/><category term='Mata Staedtler 0.3'/><category term='Jurnal Ilmiah Arsitektur'/><category term='Catatan-catatan Seorang Penyair'/><category term='Bagaimana Menghargai Tulisan Sendiri'/><category term='problema'/><category term='Dicaci-maki dan Dipuji-puji'/><category term='John Kotter dan Holger Rathgeber'/><category term='Republika'/><category term='proses kreatif'/><category term='lima keyakinan yang membuat kamu tidak bahagia'/><category term='Esai: Tulisan untuk Mengenali Diri Sendiri'/><category term='in memoriam'/><category term='The Ghost Writer'/><category term='The 7 Laws of Happiness'/><category term='What the Dog Saw'/><category term='Andrea Hirata'/><category term='kanak-kanak'/><category term='Akmal Nasry Basral on writing'/><category term='AYAH'/><category term='Warisan Orang Tionghoa di Indonesia'/><category term='A Sort of Homecoming'/><category term='Nadhira Khalid'/><category term='Freeing the Writer Within'/><category term='Adakah Rahasia Atas Terbitnya The Lost Symbol?'/><category term='Anwar Holid'/><category term='Kebaikan'/><category term='The Cosmos Rocks'/><category term='Fiksi dan Semiotika Umberto Eco'/><category term='Melawan PKI adalah bagian penting dari kreativitas'/><category term='Mereka Sudah Dewasa dan Kita Hanya Beruntung'/><category term='Kelabakan Menatap Esok Hari'/><category term='Peundeuy'/><category term='DJava String Quartet'/><category term='Ilalang di Spice Fest'/><category term='&apos;Hidden Gems&apos; Lima Album Pertama Queen'/><category term='Kepenulisan.'/><category term='freelance'/><category term='You Shone Like the Sun'/><category term='Kesehatan'/><category term='Jak TV'/><category term='Planet Sains'/><category term='Menuju Jurnalisme Berkualitas'/><category term='buku puisi. goethe-institut jakarta'/><category term='Jean-Dominique Bauby'/><category term='Gawang Emosi yang Bobol'/><category term='210 butir kapsul habbatussauda'/><category term='Menjala Keemasan Masa Kanak-Kanak'/><category term='Indeks yang Ngaco'/><category term='Kreatiflah dengan Alasan Kuat'/><category term='Tuhan Selalu di Sekitar Kita'/><category term='Mengomentari Editan The Ninth'/><category term='Turiya'/><category term='Miles Davis'/><category term='Oh My Goodness'/><category term='copy editor'/><category term='John McCain'/><category term='Dreams from My Father'/><category term='Omuniuum'/><category term='10 BUKU INDONESIA 2009 LAYAK PERHATIAN'/><category term='editing'/><category term='resensi'/><category term='Harapan Atas Terbitnya Keep Your Hand Moving'/><category term='SMU 3'/><category term='Wayan Diananto'/><category term='How to Save PDS HB Jassin'/><category term='penulisan fiksi'/><category term='Kesuksesan dan Keluarga'/><category term='MP Book Point'/><category term='seri rumah ide (sri)'/><category term='Bagus Takwin'/><category term='Detektif Ekonomi'/><category term='Celana pendek sejengkal'/><category term='Mantra Maira'/><category term='Keep Your Mind Thinking'/><category term='saduran'/><category term='Cahaya Lilin yang Menerangi Sekeliling'/><category term='Pertarungan Musik dan Hati John Mayer'/><category term='pendidikan'/><category term='Perjalanan yang Penuh Muatan'/><category term='Pat Metheny'/><category term='ÉRICO Lopes Veríssimo'/><category term='Seru'/><category term='Apa Balasan Kalau Aku Mencoblos Kamu?'/><category term='Bekal Hidup Bahagia'/><category term='Seeking Truth Finding Islam'/><category term='IMELDA AKMAL ARCHITECTURAL WRITER STUDIO'/><category term='Baca-Baca Bookmart'/><category term='politik'/><category term='Abdul Hadi W.M.'/><category term='Farid Gaban'/><category term='Tentukan Sendiri Makna Pekerjaanmu'/><category term='ICR-FP550 Sanyo'/><category term='Arvan Pradiansyah'/><category term='kepribadian'/><category term='Kompetensi Seorang Editor'/><category term='Slash'/><category term='Buku yang Membuat Saya Malas Membacanya'/><category term='My New Favourite Thing'/><category term='dan Petualangan-Petualangan Lainnya'/><category term='happiness'/><category term='Linkin Park'/><category term='Proofreader'/><category term='Simple work but high income'/><category term='Bentang Pustaka'/><category term='Hetih Rusli'/><category term='Sofie Dewayani'/><category term='Menegangkan'/><category term='luna maya'/><category term='Muslim'/><category term='classical music'/><category term='Kocak'/><category term='Sebundel Karya Jurnalistik Bermutu'/><category term='Selisik'/><category term='Kaifa'/><category term='Kartu Efek Domino Lalang'/><category term='RUMAH MURAH'/><category term='Malcolm Gladwell'/><category term='2010'/><category term='[halaman ganjil]'/><category term='Rumah Buku'/><category term='Sedikit Bantu-bantu Ultimus Pindahan'/><category term='FPI'/><category term='Pamungkas Tetralogi Laskar Pelangi'/><category term='sastra Internet'/><category term='M. Iqbal Dawami'/><category term='Kehidupan'/><category term='dan Kekhawatiran'/><category term='Asma Nadia'/><category term='Editan'/><category term='Jeli'/><category term='Keep Your Hand Moving'/><category term='AKU BAHAGIA KARENA TELAH MENULIS BUKU'/><category term='Pukat'/><category term='Joe Satriani'/><category term='Lebaran'/><category term='DEAR PROBLEMS'/><category term='Merasakan Kehadiran Tuhan Demi Meraih Kebahagiaan'/><category term='Bagaimana Cara Supaya Novel Saya Bisa Tembus ke GPU?'/><category term='Ulfi Nugraha'/><category term='Bobbi DePorter'/><category term='Stroke'/><category term='Bersama-sama Mengupayakan Keluarga Bahagia'/><category term='jakartabeat.net'/><category term='Wajah Musik Indonesia'/><category term='Kepompong'/><category term='Pasanggrahan Baranang Siang (PBS)'/><category term='Agus Suwage'/><category term='Irawati Durban Ardjo'/><category term='wirausaha'/><category term='Raksasa Bedah Saraf dari Klaten'/><category term='I Listen To DJava String Quartet'/><category term='Tetralogi Laskar Pelangi'/><category term='Mantra Maira (Kumpulan Cerita Pendek)'/><category term='Balepustaka'/><category term='Nirwan Dewanto'/><category term='Matabaca'/><category term='The 7 Laws of Happiness at Work'/><category term='Tim Harford'/><category term='Dead Poets Society'/><category term='Menara Penopang Asa'/><category term='rock instrumental'/><category term='Khazanah'/><category term='Menunggu'/><category term='Islamic Book Fair (IBF) 2009'/><category term='outsource'/><category term='Cicero'/><category term='Omega Constellation'/><category term='Pencuri Gokil'/><category term='Agus Kurniawan'/><category term='Robert Harris'/><category term='kreatif'/><category term='Buku yang Menolong Pembaca Menemukan Lentera Jiwa'/><category term='Jujur Saja'/><category term='wawancara'/><category term='Ketika Cinta Tak Mau Pergi'/><category term='Seeking Truth Finding Islam di Kamisan FLP Bandung'/><category term='Kami Ingin Menjadi Pemakmur Bumi'/><category term='Queen + Paul Rodgers'/><category term='Cara Cepat Menghakimi Buku'/><category term='Pengajar Iya'/><category term='Impian akan Seorang Ayah'/><category term='Esai'/><category term='Apa yang Paling Penting dalam Perkawinan'/><category term='SITES FOR WRITERS'/><category term='Rini Nurul Badariah'/><category term='Salah Eja atau Salah Pikir?'/><category term='SMART HAPPINESS'/><category term='ATAU MEMBERI KEJUTAN'/><category term='Deep Cuts'/><category term='dan Keajaiban'/><category term='Maryamah Karpov'/><category term='Si Miskin yang Kaya'/><category term='You Are Not Alone'/><category term='The Guru Behind the Axe'/><category term='Pengikat Surga'/><category term='Merayakan Keragaman di Hari Buku Dunia'/><category term='Ketika Cinta Menaklukkan Segalanya'/><category term='Peranakan Tionghoa Indonesia'/><category term='Pessoa'/><category term='Taufiq Rahman'/><category term='frustrasi'/><category term='Haji Backpacker'/><category term='Kamisan FLP Bandung'/><category term='Teguran Tengah Tahun untuk Anwar Holid'/><category term='Esensi Beragama'/><category term='Our Iceberg is Melting'/><category term='Dream Theater'/><category term='Editor itu ialah Diplomat yang Ramah'/><category term='masjid salman itb'/><category term='Mula Harahap'/><category term='Dee'/><category term='Nasi Goreng à la Wartax atau Upaya Jadi Ayah yang Baik'/><category term='Tariq Ramadan'/><category term='Wawancara dengan Ferenc Barnas'/><category term='Tingka Adiati'/><category term='Sedih'/><category term='apresiasi-sastra_at_yahoogroups.com'/><category term='Mahadewa Gitar yang Pernah Ada'/><category term='NOVEL YANG MEMENANGI SELERA MASSA'/><category term='Happiness Booster'/><category term='Badabadu dan Martin Amis'/><category term='Bekerja Keras Sampai Mati'/><category term='The Story of Philosophy (Bryan Magee)'/><category term='Rolling Stone Indonesia'/><category term='daftar situs'/><category term='Baru Sukses'/><category term='Mizan'/><category term='Taslima Nasrin; Lajja resensi'/><category term='Psikologi Positif'/><category term='Sederhana Seperti Apa?'/><category term='Martin E.P. Seligman'/><category term='Foto'/><category term='propaganda'/><category term='Sembilan Hari Lagi Kiamat'/><category term='Kita Juga Bangsa yang Rajin'/><category term='Quantum Writer'/><category term='no pity for me (usaha relaks sempurna)'/><category term='Energi Menulis: Dari Mana Datangnya?'/><category term='Habiburrahman El-Shirazy'/><category term='The Diving Bell and the Butterfly'/><category term='Birth of the Cool'/><category term='Berubah atau Mati'/><category term='GPU'/><category term='The Fall'/><category term='Limpahan Energi Seorang Dewa Gitar'/><category term='Sifat Bunglon dalam Diri Norah Jones'/><category term='Hisani Bent Soe'/><category term='kisah'/><category term='Surat Cintamu Seperti Apa?'/><category term='ucapan selamat'/><category term='Yes'/><category term='sastra pasca-aksara'/><category term='Heru Hikayat'/><category term='Indonesia'/><category term='Septina Ferniati'/><category term='Memang Aku Ini Selaknat Apa'/><category term='Haruki Murakami'/><category term='Eugenio dan Veríssimo'/><category term='Ignatius Haryanto'/><category term='Hari Utomo'/><category term='hartono ye'/><category term='Akmal Nasery Basral'/><category term='Mengajarkan (Kembali) Pancasila'/><category term='ITB'/><category term='Tamparan untuk Sikap Beragama Bangsa Indonesia'/><category term='travelling'/><category term='[SPAMBOT]'/><category term='Yoris Sebastian'/><category term='MY GOD IS BIGGER THAN YOU'/><category term='Septina Ferniati; Be A Writer'/><category term='Bahagia Dulu'/><category term='Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1431 H'/><category term='Jendela Ide'/><category term='Volume 1 (1973-1976)'/><category term='Elex Media'/><category term='puisi'/><category term='Opini'/><category term='Stiker Forever Lupus'/><category term='Jingga'/><category term='LEBIH CEPAT'/><category term='Lembaga Studi Pers dan Pembangunan (LSPP)'/><category term='Life is Beautiful'/><category term='kematian'/><category term='Obat Demam &quot;Obama Mania&quot;'/><category term='Membius'/><category term='Black Swans and Wormhole Wizards'/><category term='Kanisius'/><category term='Sidik Nugroho'/><category term='Perayaan Kecil Cerpen Indonesia'/><category term='Aku Seorang Pendendam'/><category term='Pink Floyd'/><category term='Auggie Rose'/><category term='belajar'/><category term='Battle Studies'/><category term='9 Matahari'/><category term='Kaya dan Pintar'/><category term='Menanti Langkah Baru'/><category term='cerpen'/><category term='Malcolm Gladwell yang Penasaran'/><category term='Menuntaskan Keriaan Ulang Tahun'/><category term='penerbutan'/><category term='Pay It Forward'/><category term='Iwan Setyawan'/><category term='Barack Obama'/><category term='Natalie Goldberg'/><category term='Bambang Joko Susilo'/><category term='BOB MARLEY dan 11 Cerpen Pilihan Sriti.com 0809'/><category term='Ferenc Barnás'/><category term='Sind3ntosca'/><category term='Rileks Karena Buku'/><category term='digital voice recorder'/><category term='media'/><category term='Tulis-menulis'/><category term='Rumah Kecil nan Memikat'/><category term='Trisna'/><category term='AKU MAU BELI WAKTU AYAH'/><category term='Like This'/><category term='Ke'/><category term='Si Kaya yang Miskin'/><category term='Perampokan yang Gagal'/><category term='Eka J. Wahjoepramono'/><category term='proposal penulisan'/><category term='Volume 2 (1977-1982)'/><category term='9 Summers 10 Autumns'/><category term='Ketika Hati Harus Memilih'/><category term='Caryn Mirriam-Goldberg'/><category term='Vinondini Indriati'/><category term='profil'/><category term='Biografi'/><category term='The Jakarta Post'/><category term='Konser Diam-diam Efek Rumah Kaca'/><category term='Lima Biji Kurma'/><category term='Langkah Berani Norah Jones'/><category term='The Lost Symbol'/><category term='bedah saraf'/><category term='Irisan Tajam dari Lima Album Queen Periode Kedua'/><category term='Bintang Indonesia'/><category term='Buku Islam yang Bagaimana?'/><category term='Islam'/><category term='Cinta di Balik Jeruji'/><category term='Benarkah Hidup Ini Absurd dan Sia-Sia?'/><category term='Berbagi Ilmu Penulisan'/><category term='Maradilla Syachridar'/><category term='Barack Hussein Obama'/><category term='media buku'/><category term='Kejujuran Itu Bukan Simon Cowell'/><category term='Bertaruh Nyawa untuk Menerbitkan Memoar'/><category term='Menanam Benih-Benih Kebahagiaan'/><category term='Menginstall Kemampuan Menulis'/><category term='Ulat yang Ingin Jadi Kupu-Kupu'/><category term='Spiritualitas'/><category term='Segelas Teh Panas'/><category term='Jakartabeat'/><category term='konflik'/><category term='motivasional'/><category term='Menari-nari di Atas Bangkai Reputasi'/><category term='Small Houses'/><category term='Halaman Ganjil'/><category term='Authentic Happiness'/><category term='KALAU KAMU INGIN MELANJUTKAN'/><category term='Crazy Diamonds'/><category term='A Thousand Suns: Album Politis Linkin Park'/><category term='The Nobility of Teaching'/><category term='Penulis Spektakuler'/><category term='Sisa Pikiran dan Imajinasi Mantan Lelaki Sempurna'/><category term='Hari Vinyl Pertamaku'/><category term='Marina S. Kusumawardhani'/><title type='text'>[HALAMAN GANJIL]</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>313</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-2164016597968605138</id><published>2012-01-23T20:51:00.000-08:00</published><updated>2012-01-23T20:51:38.619-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-_FVLmOEE5Ns/Tx42T5gE_CI/AAAAAAAABA4/wFuWdDRGEiY/s1600/_57989117_h1000535-part_of_a_clock_face_of_a_wall-clock_showing_7_45_4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-_FVLmOEE5Ns/Tx42T5gE_CI/AAAAAAAABA4/wFuWdDRGEiY/s1600/_57989117_h1000535-part_of_a_clock_face_of_a_wall-clock_showing_7_45_4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;AYO BUNG! GERAK LEBIH CEPAT. BELANDA SUDAH DEKAT!&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;--Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Hei bung, kamu bikin resolusi apa tahun 2012 ini? Aku gak bikin, soalnya banyak resolusi tahun lalu yang gak kecapai.&lt;/span&gt; Begitu sms yang aku dapat dari seorang kawan waktu sedang liburan ke Sukabumi di awal tahun 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku balas: aku mau beli jam tangan Omega, laptop, dan menerbitkan buku baru. Tapi yang ada di dalam kepalaku di antaranya ialah: aku mau renovasi rumah, bayar sertifikat tanah, beli emas, beli ranjang untuk anakku, beberapa alat dapur, lebih ramah ke orang, lebih sering mengunjungi keluarga, kawan-kawan dekat, juga kerabat. Dan di atas semua itu: aku mau memperbaiki kinerja dan rasanya aku mau meningkatkan penghasilan. Wah, daftar resolusiku bisa panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi untuk apa meningkatkan penghasilan? Aku hampir kehilangan alasan, dan mungkin karena itu aku belum berubah drastik. Yang sempat terpikirkan hanyalah bahwa penghasilan cukup bisa membuat aku lebih lega belanja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2011 lalu aku merasa bernasib seperti Carlos Tevez, tentu saja bukan secara finansial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum satu musim bergabung dengan sebuah perusahaan, aku resign dan harus mencari klub lain dengan status bebas transfer, dan akhirnya kembali jadi tentara bayaran. Karena gagal bersinar dan menunjukkan prestasi di kantor kurang dari satu tahun, aku merasa tahun 2011 adalah tahun terburukku dalam menjalani karir. Yang melegakan adalah dukungan sejumlah kawan dekat, yang salah satunya bilang begini: Karir lain-lainnya sudah menunggu kok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa aku enggak punya mimpi lebih gila dari ingin punya jam tangan &lt;a href="http://halamanganjil.blogspot.com/2011/12/my-new-favourite-thing-omega.html"&gt;Omega&lt;/a&gt;, seperti beli mobil, berpenghasilan 39 juta sebulan, atau memecahkan rekor versi On The Spot?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah. Aku tahu persis dalam beberapa hal aku sudah kehilangan keinginan. Mungkin dalam hal ini aku punya mekanisme menahan diri. Contoh sederhana ialah rasanya keinginanku untuk beli kaset atau cd sudah habis. Tapi karena pergaulan, dari hasrat yang paling halus, mungkin kini timbul keinginan untuk punya turntable dan mendengarkan album-album hebat dari vinyl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum selesai dengan urusan resolusi, aku menerima email dari kawan lain dengan subjek: Hidup seperti apa yang kamu inginkan di tahun 2012?&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-37ML1loJkUg/Tx42eJkCPyI/AAAAAAAABBA/vM7iTtkVATk/s1600/vintagewatches_omega_constellation.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-37ML1loJkUg/Tx42eJkCPyI/AAAAAAAABBA/vM7iTtkVATk/s320/vintagewatches_omega_constellation.jpg" width="290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr align="left"&gt;&lt;td class="tr-caption"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Salah satu obsesiku di tahun 2012.&lt;/span&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menjaga harapan dan kepercayaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terang: aku malas menginginkan sesuatu yang abstrak seperti kebahagiaan, perdamaian, iman, melayani, bahkan kesederhanaan. Ratu kecantikan, duta ini-itu, rockstar dan bintang film, motivator, pemimpin negara, juga imam agama sudah kerap membahas hal-hal itu tapi hasilnya klise semua. Aku menginginkan yang nyata, yang benar-benar bisa dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kamu benar-benar mau melayani, panggillah gelandangan yang butuh tempat berteduh. Dia kelihatan hanya punya payung dan beberapa kantong keresek entah berisi apa. Jangan layani rekan bisnis atau klien kamu, karena mereka sudah bisa melakukannya. Berbisnis saja dengan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kamu mau mengirim kebahagiaan, kirimkan itu pada orang sengsara, lemah, atau kalah. Jangan kirim kepada orang yang mau membeli produk kamu, karena mereka tidak butuh kebahagiaan. Yang mereka butuhkan adalah imbalan setimpal atas uang yang mereka keluarkan. Ekspektasinya sebesar harga yang mereka bayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu jangan bilang ingin melayani padahal targetmu adalah profit atau repeat order dengan jumlah nominal lebih besar. Itu terdengar seperti politisi yang bikin iklan besar-besaran bilang berpihak pada rakyat atau menyuarakan aspirasi kaum jelata, padahal yang dia inginkan adalah menggenggam kekuasaan dan mengendalikan proyek yang bisa dibuat lewat surat perintah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, dari dasar diriku, yang benar-benar aku inginkan ialah mengamankan perasaan diri sendiri. Seorang kawan bilang aku gampang sinis, mudah gelisah, suka membocorkan sikap apatis, kuatir berbagai hal. Mungkin itu mempengaruhiku tidak mencurahkan energi maksimal untuk melakukan sesuatu, gampang pecah konsentrasi, terkesan suka meremehkan sesuatu. Itu bisa menghalangiku berbuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbuat. Berbuat. Ah, iya, berbuat! Mungkin resolusi ini yang mestinya aku jadikan spirit di tahun ini. Lebih semangat mengerjakan sesuatu. Menggarap order. Menyelesaikan janji. Mewujudkan resolusi. Mencicil keinginan agar pelan-pelan jadi kenyataan. Lebih disiplin. Menjaga harapan dan peringatan dari orang-orang yang memberiku kepercayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Ajo boeng! Gerak lebih tjepat! Belanda makin dekat!&lt;/b&gt;[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar Holid, penulis &lt;i&gt;Keep Your Hand Moving&lt;/i&gt; (GPU, 2010). &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-2164016597968605138?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/2164016597968605138/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=2164016597968605138' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/2164016597968605138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/2164016597968605138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2012/01/ayo-bung-gerak-lebih-cepat.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-_FVLmOEE5Ns/Tx42T5gE_CI/AAAAAAAABA4/wFuWdDRGEiY/s72-c/_57989117_h1000535-part_of_a_clock_face_of_a_wall-clock_showing_7_45_4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-8577837064470516782</id><published>2011-12-21T23:55:00.000-08:00</published><updated>2011-12-21T23:55:45.284-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='personal essay'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My New Favourite Thing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Omega Constellation'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[halaman ganjil]'/><title type='text'>My New Favourite Thing: Omega Constellation</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-QLnStUt95GY/TvLg7mmXsSI/AAAAAAAABAk/J4sL60HJ1eU/s1600/anwar+holid%252C+omega+constellation.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="239" src="http://1.bp.blogspot.com/-QLnStUt95GY/TvLg7mmXsSI/AAAAAAAABAk/J4sL60HJ1eU/s320/anwar+holid%252C+omega+constellation.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;My New Favourite Thing: Omega Constellation&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Aku bukan orang yang fashionable. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga bukan orang yang punya selera tertentu terhadap asesoris. Aku enggak terbiasa mengenakan asesoris dan tumbuh dengan kesadaran begitu. Satu-satunya asesoris yang terus menempel di badanku sejak kuliah semester 3 ialah kacamata, itu kalau mau menganggap bahwa mata minus bukanlah cacat, melainkan kesempatan untuk sedikit bisa bergaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bukan fashionista dan buta asesoris, enggak pernah aku pakai gelang, cincin, jam, apalagi anting, tato, atau tindik. Dulu ada kawan sekelasku dapat hadiah ulang tahun arloji Mido dari ayahnya dan aku enggak ngerti kok bisa dia begitu heboh terhadap benda itu. Di tahun 1990-an aku suka banget pakai baju flanel, tapi entah ke mana sekarang baju flanel terakhir favoritku berada. Mungkin tersesat di suatu alamat palsu atau sudah aku sumbangkan waktu ada kesempatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sudah beberapa hari ini kebiasaanku soal asesoris berubah. Itu terjadi sejak aku mengenakan arloji Omega seri Constellation. Ceritanya, setelah ayah mertuaku meninggal pada awal November 2011, anak-anaknya pada mengambil pernak-pernik barang personalnya, baik baju, topi, kacamata, pipa, sampai pisau lipat. Aku sendiri dapat sepatu bot kulit, yang ukurannya sedikit kegedean. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam tangan Omega itu salah satu yang diambil Ilalang. Kondisinya sudah mati, kusam, dan dua pointer jamnya lepas. Fenfen bilang Omega itu adalah hadiah dari menantu mertuaku yang orang Australia. Aku bilang ke Fenfen, "Sini nanti aku bawa ke Rani biar direparasi." Rani adalah pemilik &lt;a href="http://garasiopa.wordpress.com/"&gt;&lt;u style="color: blue;"&gt;garasiopa.wordpress.com&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;, toko online yang menjual barang-barang vintage, termasuk jam. Salah satu jam yang baru pertama kali aku lihat dan sangat unik di toko itu ialah arloji 24 jam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku blank soal jam, jadi enggak punya anggapan apa pun soal Omega. Aku pikir semua jam sama, kecuali image dan tingkat kemewahannya. Waktu diserahkan ke Rani, aku tanya, "Ini jam bagus enggak, Ran?" Maksudku, kalau itu jam murahan, buat apa direparasi? Dia menjawab, "Bagus kok. Lumayanlah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-7d4BFipiRAo/TvLhOZjGVxI/AAAAAAAABAw/PkawPKeYH7o/s1600/Time+Marches+on.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="250" src="http://3.bp.blogspot.com/-7d4BFipiRAo/TvLhOZjGVxI/AAAAAAAABAw/PkawPKeYH7o/s320/Time+Marches+on.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Benda asesoris favorit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa hari di tangan Rani, aku sangat takjub melihat jam itu kembali dalam kondisi sangat cantik. Bukan saja pulih, ia juga tampak mulus, bersih, elegan. Begitu melingkar di lengan, aku langsung suka dan janji mau terus mengenakannya. Ia kelihatan simpel, gaya, dan keren. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu aku penasaran pada Omega Constellation. Baru tahu aku ternyata Omega adalah perusahaan pembuat jam legendaris yang ada sejak 1848, salah satu merk paling dikenal di dunia. (Ini bukti bahwa aku kuper dan enggak fashionable.) Saingan terberatnya ialah Rolex. Mereka berani menyebut 7 dari 10 orang pernah dengar jam Omega. Aku juga baru kali ini ngeh sama Omega, dan jadi ingat pada iklan-iklannya di Time. Urban legend yang fanatik pakai Omega adalah.... James Bond. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Constellation merupakan seri unggulan Omega; mungkin untuk pasar umum, bukan high-end. Seri ini tampaknya salah satu jam paling collectible dan karena itu banyak dipalsukan. Ini bisa disimpulkan dari sekilas baca-baca laman soal jam vintage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Constellation ini dari Australia, jadi kepikiran apa ia asli, replika, palsu, atau KW-XXX? Yang paling meragukan, di permukaannya memang tidak ada tulisan AUTOMATIC CHRONOMETER ditambah OFFICIALLY CERTIFIED. Sementara di plat dalam tertulis JEWELS SWISS MADE. Dari browsing aku juga mendapati Constellation yang polos. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ah peduli amir dengan keragu-raguan itu! Omega Constellation ini fungsional, cantik, berguna. Selesai. Buatku yang paling penting ialah menghargai kenangan pada mertua. Sisanya, ia adalah benda asesoris kehidupan seperti halnya rapido dan album-album Queen.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar Holid, penulis &lt;i&gt;Keep Your Hand Moving&lt;/i&gt; (GPU, 2010). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs terkait:&lt;br /&gt;http://garasiopa.wordpress.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-8577837064470516782?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/8577837064470516782/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=8577837064470516782' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/8577837064470516782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/8577837064470516782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/12/my-new-favourite-thing-omega.html' title='My New Favourite Thing: Omega Constellation'/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-QLnStUt95GY/TvLg7mmXsSI/AAAAAAAABAk/J4sL60HJ1eU/s72-c/anwar+holid%252C+omega+constellation.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-5862750219557378058</id><published>2011-12-15T00:15:00.000-08:00</published><updated>2011-12-15T00:24:02.408-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='personal essay'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memang Aku Ini Selaknat Apa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[halaman ganjil]'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Rc9LRRFni38/Tumqo1RMmRI/AAAAAAAABAI/vMF0lD8o2_c/s1600/sickHAEZER.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="271" src="http://2.bp.blogspot.com/-Rc9LRRFni38/Tumqo1RMmRI/AAAAAAAABAI/vMF0lD8o2_c/s320/sickHAEZER.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Memang Aku Ini Selaknat Apa?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Apa cap terlaknat yang pernah kamu terima?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang bilang bahwa aku keras kepala, kaku, pilih-pilih pekerjaan dan malas bantu orang lain, tidak kreatif, membangkang, tanpa inisiatif, mengabaikan orang lain, makan gaji kegedean, ditambah meremehkan orang lain dan berani menyepelekan atasan. Yang paling gawat, aku pernah dicap tidak beriman. Tidak beriman kan sama dengan kafir!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang tidak pernah ke pelacuran, bersih dari rokok, minuman beralkohol dan narkoba, masih berusaha beribadah, takut masuk neraka dan belum pernah masuk night club, secara umum punya niat berbuat baik, bukan kriminal, bersih dari KKN, berniat jadi orang sederhana, setia pada pasangan dan keluarga, tidak selingkuh, tidak terlibat dengan organisasi separatis maupun teroris, berusaha rendah hati, bukan bagian dari sekte ekstrem dan dianggap sesat, mengaku masih terus mau belajar, berusaha memahami kehidupan, bahkan suka menggantungkan doa, ratapan, dan bertanya-tanya tentang Tuhan itu apa, cap seperti itu merupakan skandal besar. Keterlaluan. Memang aku ini selaknat apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari daftar pendek itu kalau mau kamu bisa bayangkan betapa baik dan terpuji sebenarnya aku. Tapi apa klaim itu nendang? Hah, bukan sombong! &lt;span style="color: red;"&gt;Aku mau menunjukkan betapa kebaikan ternyata tidak ada apa-apanya!&lt;/span&gt; Ralat: bukan tidak ada apa-apanya, tapi masih kurang. Jauh dari cukup. Sifat-sifat itu baru jadi syarat minimal, hingga orang tertentu menuntut lebih dari sifat tersebut. Padahal mungkin tidak semua orang memiliki kualitas sehebat itu. Buktinya kejahatan terjadi setiap saat tanpa henti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkanlah kalau aku terkenal suka berzina, selingkuh, mabuk-mabukan, ketagihan narkoba, penipu, pencuri, korupsi triliunan rupiah, rantai dari mafia perjudian dan perdagangan narkoba, menyandera anak kecil untuk minta tebusan atau menculik gadis perawan, jadi kriminal, jadi buronan Interpol, dicokok aparat negara gara-gara memperkosa atau jadi otak pembunuhan serial... wah, tentu makin busuk saja diriku. Tambah laknat. Tak terbayang lagi bahwa aku pernah menerjemahkan, mengedit, menulis, suka mempromosikan kebaikan, dan berusaha terus waras menghabiskan sisa umur. &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Q_6ADmj2LHY/Tumroow25_I/AAAAAAAABAQ/U8MmTkOb5tI/s1600/JG-photo-1280x960-hard-life-578x433.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="239" src="http://3.bp.blogspot.com/-Q_6ADmj2LHY/Tumroow25_I/AAAAAAAABAQ/U8MmTkOb5tI/s320/JG-photo-1280x960-hard-life-578x433.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Drama orang beda-beda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Soalnya, ada fakta aneh di dunia ini: Kita saksikan ada banyak orang yang terbukti bangsat raksasa, otak bajingan, merugikan negara atau masyarakat, sangat berbahaya, ternyata masih dibela-bela, dilindungi, disebut-sebut jasa, upaya, dan keberaniannya, baik oleh para ahli maupun orang bayaran. Ini gawat banget. Kenapa orang sungkan atau takut melaknat penjahat dan cenderung baru berani kalau banyakan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, nasib orang bisa sangat aneh. Puluhan tahun berniat jadi orang baik hanya berujung menerima berbagai cap yang merontokkan mental dan moral. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sulit mengetahui niat orang lain terhadap kita, maka mereka bisa memberi cap atau berprasangka apa pun. Lebih menyebalkan lagi ketika cap busuk itu terlontar di zaman "talent management" yang bermaksud memaksimalkan kemampuan terhebat dalam diri seseorang, sehingga otomatis kekurangan dirinya terkubur dan dirinya bisa fokus mengembangkan kreativitas terbaiknya. Contoh gampangan: bakat dan kemampuan terbaik Brian May ialah jadi musisi, bukan fisikawan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya talent management tidak terjadi pada setiap orang dan itulah yang membuat nasib orang beda-beda dengan drama sendiri-sendiri. Bayangkan ada striker produktif yang pada suatu periode mandul sampai membuat dirinya seperti bakal tak becus lagi melesakkan gol. Awalnya orang prihatin sambil bertanya-tanya apa yang salah. Tapi lama-lama mereka mencemooh dan mencaci-maki. Ada apa sebenarnya? Apa strategi kesebelasan, gagal beradaptasi, chemistry dalam tim, persaingan negatif, atau masalahnya terjadi di luar lapangan, mungkin karena gaya hidupnya kacrut, dia bermasalah dengan pasangan dan keluarga, atau disuap, dililit utang luar biasa besar, dan mendapat ancaman pembunuhan. Dia sendiri kesulitan mengungkapkan inti masalah yang membuatnya jadi buruk dan gagal segera membuktikan lagi bahwa ia sehebat dulu. Sementara orang lain hanya mau tahu dia membobol gawang. Kalau gagal menyelesaikan masalah, lama-lama dia frustrasi, dan gagal bangkit lagi.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-akzxcahnUDc/TumshCL_d_I/AAAAAAAABAY/TYwnkAwPW2Y/s1600/bad-broken-good-hard-life-Favim.com-209598_large.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-akzxcahnUDc/TumshCL_d_I/AAAAAAAABAY/TYwnkAwPW2Y/s320/bad-broken-good-hard-life-Favim.com-209598_large.jpg" width="258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Orang bisa memberi cap apa saja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain bisa jadi seseorang mengutuk karena merasa berhak disertai alasan kuat. Mereka punya kepentingan dan sering hanya bisa melihat dari sudut pandang sendiri. Pendapat mereka mengandung kebenaran. Mungkin mereka tidak sepenuhnya salah. Parahnya, mereka membombardir titik terlemah kita, membuat limbung dan kalap. Sebagian orang diumpat dengan nama-nama binatang, diancam, atau diserang secara fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar itu, mungkin persoalannya memang sungguh berat, taruhannya amat besar, menyangkut kepentingan banyak orang, sehingga mereka merasa berhak menuntut dan minta bagian. Sayang, chemistry maupun sinergi sudah buruk. Gaya kepemimpinan tidak cocok, tingkat kepercayaan rendah. Inti masalah sulit ditemukan. Semua mampet. Ketidakpuasan menggelegak, kecurigaan membludak, konflik meledak. Yang tadinya kawan jadi lawan, yang tadinya percaya jadi curiga, yang tadinya ramah bawaannya jadi marah, yang dulu baik kini jadi menuduh, yang dulu utuh kini jadi pecah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sudah separah itu, tinggal kita lihat cara orang menyelesaikan persoalan. Apa tetap berusaha baik-baik atau dengan merentetkan laknat dan makian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah masalah baru bisa disadari sebabnya setelah sekian lama jadi misteri padahal kondisinya sudah parah. Begitu sadar, orang pelan-pelan paham, berusaha memperbaiki, mencoba bangkit, dan menyelesaikan baik-baik. Mereka berjuang, punya niat baik, tidak gampang mengeluh, berani berisiko, bertanggung jawab, tahu konsekuensi dari pilihan dan tindakannya. Tapi bisa jadi rekan kerjanya sudah kehabisan kesabaran, penanam modal tidak percaya lagi, bos tidak paham dan bosan dengan janji, mitra menghentikan kerja sama, pelanggan pergi dan komplain, sementara kawan menghindar dan cepat-cepat mau cuci tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sudah segawat itu, tinggal kita lihat cara orang menyelesaikan masalah. Apa dia akan sukses dan akhirnya berbalik dipuja-puja atau berakhir hancur-hancuran dan jadi bahan cemoohan. Atau lebih parah lagi: jadi contoh buruk, dianggap kriminal, dan mendapat cap selaknat-laknatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang bilang orang tidak butuh kisah sukses. Tapi kayaknya orang dan dunia masih butuh pahlawan. Pahlawan tidak selalu sukses kan? Buktinya ada antihero. Boleh jadi di situlah pentingnya perjuangan, konsistensi, pendirian, prinsip, adaptasi, termasuk mau menerima atau mau berubah. Orang lain silakan mencap semau mereka, seburuk apa pun. Biarkan saja mereka dengan keinginannya. Itu hanya menunjukkan karakter mereka sendiri. Yang lebih penting ialah cap oleh kita sendiri. Sebenarnya kita menganggap diri sendiri seperti apa. Toh orang hidup dengan cara dan takdir masing-masing. Mau berusaha tetap waras atau lama-lama kalap. Sebagian besar dari kita juga tidak tahu cerita diri kita akan berakhir sampai di mana. Sebab hidup kadang-kadang hanya merupakan peralihan dari satu periode ke periode lain.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Gambar dari searching di Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar Holid, penulis &lt;i&gt;Keep Your Hand Moving&lt;/i&gt; (GPU, 2010). Belum pernah bersumpah dengan cap jempol darah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-5862750219557378058?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/5862750219557378058/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=5862750219557378058' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/5862750219557378058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/5862750219557378058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/12/memang-aku-ini-selaknat-apa-anwar-holid.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Rc9LRRFni38/Tumqo1RMmRI/AAAAAAAABAI/vMF0lD8o2_c/s72-c/sickHAEZER.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-4001029644083188990</id><published>2011-11-08T04:44:00.000-08:00</published><updated>2011-11-08T04:52:45.037-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Queen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menuntaskan Keriaan Ulang Tahun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Deep Cuts'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Bqgw_np7_2s/TrJ5BkZpLZI/AAAAAAAAA_8/CnPmaOIwJF8/s1600/Deep_Cuts_3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-Bqgw_np7_2s/TrJ5BkZpLZI/AAAAAAAAA_8/CnPmaOIwJF8/s1600/Deep_Cuts_3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;Menuntaskan Keriaan Ulang Tahun&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Deep Cuts, Volume 3 (1984–1995)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Band: Queen&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Jenis: album kompilasi&lt;br /&gt;Rilis: 5 September 2011&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Rekaman: 1984–1995&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Genre: Rock&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Durasi: 57:01&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Label: Universal Music, Island Records&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Deep Cuts, Volume 3 (1984–1995)&lt;/i&gt; adalah paket ketiga seri kompilasi seleksi lagu-lagu minor dari lima album studio terakhir dalam karir Queen, yaitu &lt;i&gt;The Works&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;A Kind of Magic&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;The Miracle&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Innuendo&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;Made in Heaven&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada periode ini sejumlah kritik menyatakan bahwa Queen sebenarnya sudah lelah dan habis. Meski begitu faktanya Queen tetap masih mampu menciptakan sejumlah hits lepas betapa di sepanjang periode ini karir mereka naik-turun. Buku panduan &lt;i&gt;1001 Albums You Must Hear Before You Die&lt;/i&gt; dengan tega menyatakan bahwa kelima album Queen tersebut tak ada yang pantas didengarkan untuk sepanjang dekade '80 - '90-an. Pendapat ini mungkin ada benarnya. Tahun 80-an adalah milik Michael Jackson, sementara tahun 90-an dilanda gerakan grunge dan alternatif rock. Band-band seangkatan Queen menjadi dinosaurus: besar, bagian dari klangenan generasi tua dan mapan, tapi menjelang punah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Queen juga berpikir ulang menimbang karir mereka: bagaimana agar tetap bisa berpengaruh dalam skala besar. Apa mereka harus merevitalisasi ciri khas grandeur, berlapis-lapis, dan rumit di awal karir atau menjadi band rock yang langsung dan simpel? Hasilnya beragam: &lt;i&gt;The Works&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;A Kind of Magic&lt;/i&gt; bisa dibilang &lt;i&gt;straight&lt;/i&gt; rock, sementara &lt;i&gt;The Miracle&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Innuendo&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;Made in Heaven&lt;/i&gt; kembali terasa agung, dihiasi banyak elemen bernuansa orkestra dan harmoni berlapis-lapis. Di luar segi musikal, mereka menciptakan rekor baik sebagai band yang mampu mengumpulkan penonton paling banyak ataupun rekaman mereka paling banyak dikoleksi para &lt;i&gt;audiophile&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apa kompilasi ini bisa diabaikan?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Deep Cuts, Volume 3&lt;/i&gt; secara aneh gagal menghasilkan kesan kuat sebagaimana dua &lt;i&gt;Deep Cuts&lt;/i&gt; sebelumnya. Bisa jadi karena pilihan tracknya terasa begitu tipikal dan seragam sehingga menghasilkan nuansa yang nyaris sama dengan kompilasi &lt;i&gt;Greatest Hits III&lt;/i&gt; atau kompilasi komersil Queen lainnya. Lagu minor dan big hits jadi terdengar tidak relevan dan sulit dibedakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu yang distingtif dalam kompilasi ini bisa jadi hanya Is This The World We Created...?, Don't Try So Hard, One Year of Love, dan Bijou. Keempatnya lagu slow yang kontemplatif. "Bijou" membuktikan bahwa ketika zaman rock menilai solo gitar sudah usang, Brian May masih bisa menciptakan &lt;i&gt;lick&lt;/i&gt; yang mencuri perhatian dan menyadarkan orang betapa hebat band ini secara keseluruhan. Namun lagu seperti I Was Born To Love You membuat kompilasi ini jadi parah. Ini adalah lagu pop cengeng yang diaransemen ulang setelah Freddie Mercury meninggal dunia agar terdengar jadi hard rock khas Queen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat bahwa di dekade '80 - '90-an Queen sudah kepayahan mungkin ada benarnya, meski berkat pengalaman dan pendukung yang kuat, band ini tetap mampu mengolah formula untuk menciptakan lagu sukses. Karena itu kenapa tidak sekalian memasukkan lagu yang bernuansa sangat beda, seperti Rain Must Fall yang berirama Karibia, Pain Is So Close To Pleasure yang memperlihatkan kekuatan vokal falseto Freddie, atau Delilah yang lucu. Mungkin itulah cara mendengar Queen dari sudut pandang lain. Walhasil, kompilasi &lt;i&gt;Deep Cuts, Volume 3 (1984–1995)&lt;/i&gt; ini seperti sekadar melunasi formalitas untuk merayakan ulang tahun ke-40 karir mereka mewarnai musik rock.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link terkait:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Deep_Cuts,_Volume_3_%281984%E2%80%931995%29"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Deep_Cuts,_Volume_3_(1984%E2%80%931995)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-4001029644083188990?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/4001029644083188990/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=4001029644083188990' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/4001029644083188990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/4001029644083188990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/11/menuntaskan-keriaan-ulang-tahun-anwar.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Bqgw_np7_2s/TrJ5BkZpLZI/AAAAAAAAA_8/CnPmaOIwJF8/s72-c/Deep_Cuts_3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-4378157270432437631</id><published>2011-10-19T05:09:00.000-07:00</published><updated>2011-10-19T05:09:24.379-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Tragedi buah apel!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mungkin memang enggak relevan, tapi teuteup ajah menarik untuk dibandingkan. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-aI2vywZCpFk/Tp69ATwok4I/AAAAAAAAA_0/UV-o82GkDhw/s1600/1+person+dies.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://3.bp.blogspot.com/-aI2vywZCpFk/Tp69ATwok4I/AAAAAAAAA_0/UV-o82GkDhw/s320/1+person+dies.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dapat fotonya dari dowload di Facebook.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-4378157270432437631?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/4378157270432437631/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=4378157270432437631' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/4378157270432437631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/4378157270432437631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/10/tragedi-buah-apel-mungkin-memang-enggak.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-aI2vywZCpFk/Tp69ATwok4I/AAAAAAAAA_0/UV-o82GkDhw/s72-c/1+person+dies.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-86830276190982483</id><published>2011-10-06T19:48:00.000-07:00</published><updated>2011-10-06T19:48:34.599-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konflik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arvan Pradiansyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SMART HAPPINESS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Conflict is Blessing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Publisitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-BBi38u2Lhic/To5oLdArqmI/AAAAAAAAA_w/jbWr7ZAGCh0/s1600/conflict.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-BBi38u2Lhic/To5oLdArqmI/AAAAAAAAA_w/jbWr7ZAGCh0/s1600/conflict.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Arvan Pradiansyah: Conflict is Blessing&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;RINGKASAN SMART HAPPINESS, SmartFM Network Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Jumat, 7 Oktober 2011&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;br /&gt;Konflik sering disalahpahami oleh banyak orang, sehingga orang lebih suka menghindari atau tidak memunculkannya ke permukaan. Padahal konflik merupakan hukum alam (&lt;i&gt;natural law&lt;/i&gt;), bagian dari keseharian manusia, sehingga tidak mungkin manusia hidup tanpa konflik. Konflik terjadi ketika keinginan atau kepentingan seseorang berbeda dengan orang lain. Demikian Arvan Pradiansyah mengawali talkshow yang populer di SmartFM Network Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan memberi label buruk pada konflik. &lt;i&gt;Conflict is blessing&lt;/i&gt;," kata motivator yang dijuluki "The Happiness Inspirator" itu. Dia bahkan menyatakan hubungan yang tanpa konflik tidak sehat. Menurut Arvan, konflik itu netral, namun tergantung orang bisa membuatnya jadi positif atau negatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangani konflik dengan baik akan mampu membuat kualitas hubungan seseorang semakin baik. Hasilnya ialah berupa "mutual understanding" (pemahaman bersama), kita jadi lebih baik dalam memahami orang lain. Arvan mencontohkan, customer loyal justru berasal dari customer yang pernah punya konflik dengan penyedia jasa. Setelah ada konflik kedua belah pihak jadi tahu lebih baik mengenai keinginan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara terbaik menyelesaikan konflik ialah dengan fokus pada masalah (sumber konflik) dan berkolaborasi bersama-sama untuk menyelesaikannya. Pihak yang berkonflik harus terbuka. Sayang orang kerap beralih pada individu. Bias tersebut membuat hubungan jadi tidak sehat, sementara masalah tidak kunjung selesai. Kunci dari upaya menyelesaikan konflik terletak pada komunikasi yang baik. Tanpa kemampuan komunikasi yang baik, niat tersebut malah bisa disalahpahami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir talkshow, Managing Director Insitute for Leadership and Life Management (ILM) dan penulis buku best-seller &lt;i&gt;The 7 Laws of Happiness&lt;/i&gt; yang dijadwalkan akan mengisi acara &lt;b&gt;Smart Happiness on the Road pada Sabtu, 15 Oktober 2011 di Gedung BPPT, Jakarta&lt;/b&gt; ini menyatakan bahwa menangani konflik dengan sehat pasti berbuah pada tingkat kepercayaan yang lebih tinggi pada orang lain.[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-86830276190982483?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/86830276190982483/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=86830276190982483' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/86830276190982483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/86830276190982483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/10/arvan-pradiansyah-conflict-is-blessing.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-BBi38u2Lhic/To5oLdArqmI/AAAAAAAAA_w/jbWr7ZAGCh0/s72-c/conflict.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-1135782924455955042</id><published>2011-10-04T17:25:00.000-07:00</published><updated>2011-10-04T17:25:44.550-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gawang Emosi yang Bobol'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[halaman ganjil]'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-kb9zLHiKHMI/TokH0mB-VMI/AAAAAAAAA_s/fJJWOMtcqG4/s1600/blurred+face.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-kb9zLHiKHMI/TokH0mB-VMI/AAAAAAAAA_s/fJJWOMtcqG4/s320/blurred+face.JPG" width="254" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Gawang Emosi yang Bobol&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesedihan utamaku setelah berumur tiga puluh delapan ialah ternyata penghasilanku masih jauh di bawah Rp.38.000.000,- per bulan. Rasanya baru kemarin aku baca gaji seorang pemain bola di English Premier League bisa mencapai lebih dari satu milyar rupiah per minggu. Seorang penyanyi seusiaku berani mematok harga tiket konsernya Rp.1.800.000,- per orang. Bayangkan pemasukannya ketika konser itu ditonton 38000 orang. Di lain waktu aku mendengar bahwa tarif bicara seseorang konsultan harganya Rp.78.000.000,- per jam, sampai membuat temanku malah tidak percaya ada pihak yang mau bayar senilai itu untuk mendengarkan kicauan atau berkonsultasi dengannya. Dia enggak tahu betapa para kompetitornya mencari akal untuk bisa menyaingi tarif itu, baik dengan menekan kolega seorganisasi dan kalau perlu menggunakan intelijen bisnis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan seperti itu ada kalanya membuat aku gemetaran, merasa ciut, inferior, dan tanpa daya. Persis karena penghasilan mereka gigantis dan aku hanya kelas serangga. Benar-benar dalam arti harfiah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih menyakitkan lagi rasanya ketika aku sadar betapa dari dulu yang aku anggap mulia dalam hidup itu ialah kebaikan, ketulusan, kesederhanaan, penerimaan, rendah hati. Aku membayangkan saat Mahatma Gandhi berkampanye tentang kesederhanaan maupun kemandirian apakah dia dibayar seratus juta rupee per jam oleh para pendukungnya? Ketika Isa Al-Masih mengampanyekan tentang kasih, melakukan pelayanan (service) di pasar, bertemu pelacur, apa tarifnya US$86,400 per jam? Siapakah yang mengundang dia bicara di depan orang-orang? Bukankah waktu itu belum ada perusahaan multinasional? Bahkan dia ditolak raja di negerinya? Waktu Muhammad menasihati orang-orang agar bersedekah apakah setelah itu dia menerima amplop atau transfer sebesar sembilan puluh sembilan juta dinar ke rekeningnya? Apa Malcolm X dibayar puluhan juta dolar AS ketika mengobarkan kesetaraan sipil sebagaimana Rage Against the Machine yang mendapat spirit dari keyakinannya? Apa kekayaan orang-orang itu bertambah banyak setelah memberi pelayanan (service) atau mereka justru mengorbankan habis-habisan kekayaannya untuk kelangsungan layanan yang mereka yakini? Kalau iya, aku memang terkelabui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan ini membuat aku lesu. Betapa kemampuanku mencari penghasilan buruknya setengah mati. Aku lemas karena dari dulu yakin bahwa orang tidak dinilai dari penghasilannya, tapi ternyata baru sadar betapa semua orang bangga dan merasa hebat kalau penghasilannya benar-benar fantastik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu kaget ya baru tahu bahwa penghasilanku segitu?" kata seseorang kepada temannya dengan nada percaya diri yang kukuh. Wah, ke mana saja aku selama ini, sampai salah mengejar target? Aku pikir selama ini aku mengejar kebaikan atau kemuliaan, tapi ternyata nilai yang aku usung itu terdengar seperti layang-layang putus. Sejak awal aku terpesona oleh ide-ide tentang kesederhanaan, tapi akhirnya tahu bahwa itu tricky. Yang enggak tricky itu ialah kalau kamu bisa membuat para pengkritikmu melongo. Rasanya aku sudah mati langkah dan hanya bisa lemas tanpa daya melihat sebuah bola membobol gawang emosiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa benar aku pantas sedih gara-gara berpenghasilan di bawah standar? Beberapa orang mengecam bahwa sedih seperti itu hanya akan membuat aku tidak bersyukur atas semua kepemilikan dan menolak fakta betapa ada orang lain yang kondisinya di bawahku. Pendapat ini menurutku cengeng. Ada di atas dan di bawah itu mirip harga murah dan mahal. Nah, harga jualku ini murah, meski kemarin seseorang malah bilang aku enggak pantas dipatok dengan harga sekian. Kemahalan. Tapi apa karena harga murah kita pantas sedih? Mungkin tidak. Harga permen berbeda satu sama lain, dan pamali untuk dibanding-bandingkan dengan barang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang lebih menyedihkan dari penghasilan nyungsep barangkali ialah menjadi palsu. "Menjadi palsu itu memuakkan," kata Holden Caulfield. Aku tidak memalsu lama-lama jadi grogi dan takut salah karena pekerjaanku tak terpakai. Berarti energi dan waktu yang aku gunakan sia-sia. Membuat penghasilanku jauh di bawah Rp.38.000.000,- per bulan. Benar-benar pukulan maut setelah aku berumur 38 tahun.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar Holid, penulis &lt;i&gt;Keep Your Hand Moving&lt;/i&gt;, twitter @anwarholid&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-1135782924455955042?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/1135782924455955042/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=1135782924455955042' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/1135782924455955042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/1135782924455955042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/10/gawang-emosi-yang-bobol-anwar-holid.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-kb9zLHiKHMI/TokH0mB-VMI/AAAAAAAAA_s/fJJWOMtcqG4/s72-c/blurred+face.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-2577860995319325326</id><published>2011-09-29T16:47:00.000-07:00</published><updated>2011-09-29T16:47:03.422-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arvan Pradiansyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Publisitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='smart happiness on the road'/><title type='text'></title><content type='html'>[info, iklan] &lt;br /&gt;&lt;div style="color: red; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Smart Happiness on the Road&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-wuuk3CuBEYQ/ToUC5BguT8I/AAAAAAAAA_o/cugJ48POqng/s1600/smart+happiness+on+the+road%252C+posting.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-wuuk3CuBEYQ/ToUC5BguT8I/AAAAAAAAA_o/cugJ48POqng/s320/smart+happiness+on+the+road%252C+posting.jpg" width="226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-2577860995319325326?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/2577860995319325326/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=2577860995319325326' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/2577860995319325326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/2577860995319325326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/09/info-iklan-smart-happiness-on-road.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-wuuk3CuBEYQ/ToUC5BguT8I/AAAAAAAAA_o/cugJ48POqng/s72-c/smart+happiness+on+the+road%252C+posting.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-25844562341753619</id><published>2011-09-22T19:00:00.000-07:00</published><updated>2011-09-22T19:00:34.890-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arvan Pradiansyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SMART HAPPINESS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Happiness Booster'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="color: blue; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Temukan Sendiri Happiness Booster Anda!&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Happiness Booster&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;RINGKASAN SMART HAPPINESS, SmartFMNetwork&lt;br /&gt;Jumat, 23 September 2011&lt;br /&gt;Narasumber: Arvan Pradiansyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Happiness Booster adalah kegiatan dan aktivitas yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan atau menciptakan kebahagiaan. Alat ini bisa kita ciptakan sendiri, tujuannya ialah untuk menghasilkan perasaan yang bahagia. Kenapa kita butuh Happiness Booster, karena happiness itu ada kalanya sulit didapat, padahal manusia itu selalu ingin menemukan happiness. Bila happiness sulit ditemukan, itu artinya ada yang salah dengan diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua hal yang bisa membuat kita sulit bahagia, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;1. Khawatir (worry), kita ingat pada masa depan, padahal hal itu belum terjadi&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;2. Menyesal (sorry), kita ingat masa lalu, padahal itu sudah berlalu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dengan happiness booster, kita bisa mengusahakan happiness setiap saat. Happiness booster bisa dihasilkan dari dalam diri kita (inner happiness) maupun luar diri kita (outer happiness). Idealnya setiap orang memiliki happiness booster sendiri-sendiri, bahkan kalau perlu "mematenkan" cara tersebut, agar setiap kali dirundung kemalangan bisa dengan mudah memulihkan perasaan bahagia dan mendapat semangat dan optimisme. Orang yang bahagia ialah orang yang lebih baik dalam mengembalikan keadaan puas dan bahagia, hidup di saat sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Happiness booster orang bisa sangat beragam, ada yang lewat gerakan fisik (beraktivitas, olahraga, jalan-jalan menikmati alam), meditasi, menikmati sesuatu (lagu, film, makan yang sehat), termasuk kegiatan spiritual (misalnya berdoa sampai menangis), menjalankan hobi, berinteraksi dengan orang lain dengan kasih sayang (dengan keluarga, kawan dekat, kerabat yang berprestasi.) Berimajinasi juga bisa membuat orang bahagia, baik mengenang pengalaman yang sudah terjadi atau membayangkan sesuatu yang belum atau tidak kita alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang yang punya happiness booster dari nonton wayang kulit, karena dari sana selain mendapat hiburan, di situ dia juga mendapat filosofi kehidupan, tampilan visual, juga sastra. Dengan melakukan meditasi secara rutin, prefrontal cortext dalam otak kita jadi tumbuh. Syarat itulah yang berperan dalam menumbuhkan rasa bahagia. Mendengar musik yang bikin bahagia membuat otak menghasilkan dopamin, enzim yang menyebabkan kita senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbelanja juga bisa membuat orang bahagia, tapi kita tetap harus waspada. Belanja barang hanya membuat perasaan bahagia sebentar. Ada belanja yang bisa menghasilkan perasaan bahagia lebih lama, yaitu "belanja pengalaman" (experience) yang menghasilkan kenangan indah dan "pro-social spending" seperti beramal (charity), mentraktir teman baik, dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentukan sendiri happiness booster Anda! Orang yang bahagia akan lebih mudah meraih kesuksesan. Hidup kita ini sebentar, jangan sia-siakan berlalu tanpa happiness di dalamnya.[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-25844562341753619?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/25844562341753619/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=25844562341753619' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/25844562341753619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/25844562341753619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/09/temukan-sendiri-happiness-booster-anda.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-3954542040638301276</id><published>2011-09-18T17:46:00.000-07:00</published><updated>2011-09-18T17:46:27.184-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taufiq Rahman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hari Vinyl Pertamaku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jakartabeat'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-iW77tRYsw6M/TnaQJH3O1UI/AAAAAAAAA_c/SCId7cYb9Qc/s1600/led+zeppelin+iv+vinyl.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-iW77tRYsw6M/TnaQJH3O1UI/AAAAAAAAA_c/SCId7cYb9Qc/s320/led+zeppelin+iv+vinyl.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Hari Vinyl Pertamaku&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai menyaksikan Arvan Pradiansyah memotivasi sembilan ribu orang di Istora Senayan, Jakarta, aku secepatnya ke stasiun Palmerah menuju stasiun Rawa Buntu, Tangerang. Hari itu aku juga semangat dengan keramahan Taufiq Rahman mengajak ke rumahnya untuk mendengarkan vinyl. Taufiq adalah co-founder Jakartabeat.net, sebuah situs yang secara virtual menjadi komunitas penggemar musik dan ide-ide humaniora pada umumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dijemput di stasiun, dan begitu membuka pintu mobilnya, terdengar gelegar band AKA yang bernyanyi dalam bahasa Inggris. "Tiap merilis album, minimal mereka menciptakan dua lagu berbahasa Inggris, dan anehnya lagu itu pasti lebih bagus dari lagu Melayu mereka yang menya-menye," terang Taufiq. "Ada sekitar empat belas lagu Inggris ciptaan mereka. Itu cukup untuk bikin kompilasi yang bisa diterbitkan di luar negeri." Lebih informatif lagi cerita dia, AKA juga merilis album berbahasa Jawa maupun irama kasidah---yang sekarang dengan gampang dinilai sebagai "musik religius", benar-benar kontras dengan citra mereka sebagai rocker yang brutal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah AKA, Led Zeppelin segera muncul. "Kompilasi apa nih?" tanyaku karena urutan lagunya rada aneh. "Ah, ini cd bajakan," kata. Aku ngakak dengar jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pertama kali bertemu Taufiq waktu jadi juri "Jakartabeat Music Writing Contest 2011" yang menghasilkan banyak tulisan menarik tentang kondisi musik Indonesia. Tapi ini pertemuan pertamaku untuk melihat-lihat dan menyimak koleksinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku audiofil kere. Tidak terbayangkan bahwa suatu saat aku punya turntable sekalian dengan vinylnya. Meski sekarang kenal tiga-empat orang yang fanatik vinyl, aku belum punya pengalaman mendengar vinyl secara komprehensif. Aku tumbuh dengan mengoleksi kaset, dulu jumlahnya sampai ratusan, dan setelah itu aku menganggap cd lebih hebat, karena kemasannya memang lebih mewah dan sleevenya bisa berbentuk buku. Aku juga sempat punya puluhan cd yang aku anggap benar-benar istimewa, tapi sekarang bersisa belasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama pengalamanku mendengar musik, vinyl bukan pilihan. Aku mengganggap vinyl kuno dan ribet. Tapi barangkali yang lebih tepat ialah aku tidak punya akses dan tidak punya turntable. Aku pikir cd merupakan teknologi tertinggi dalam industri musik, paling tinggi derajat dan kualitasnya. Orang seperti Taufiq bisa membantah pendapat ini secara sophisticated apa kelebihan vinyl dibandingkan kaset, cd, maupun mp3 lossless. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenalanku dengan orang sejenis Taufiq membuat aku tahu dunia vinyl membentuk komunitas fanatik yang punya banyak cerita menarik. Seorang kawanku punya vinyl amat langka dengan nilai kolektibel tinggi: cetakan pertama debut album Dara Puspita. Lainnya bilang, waktu pertama kali tergila-gila pada vinyl, dirinya bisa menghabiskan dua juta rupiah per bulan untuk beli piringan hitam. Untung dia segera waras, kalau enggak bisa segera kere. Harga vinyl album Guruh Gypsy bisa mencapai satu juta rupiah. Dengan uang segitu kamu bisa tenggelam dalam segunung cd mp3 bajakan dengan kualitas mengerikan sambil mabuk. Demi Tuhan, jangan lakukan itu!&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-wJAtzfBUYAM/TnaQcBt2wYI/AAAAAAAAA_k/f6wqKvtgQbA/s1600/cat_soundgarden-box.jpg" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="269" width="400" src="http://3.bp.blogspot.com/-wJAtzfBUYAM/TnaQcBt2wYI/AAAAAAAAA_k/f6wqKvtgQbA/s400/cat_soundgarden-box.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;br style="color: red;" /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Memang apa istimewanya mendengar musik via vinyl?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu juga pertanyaan terbesarku ketika pertama kali kenal dengan Taufiq beserta kefanatikannya pada vinyl. Aku dari dulu curiga bahwa segala yang berbau fanatisme pasti bersifat fetish. Taufiq tidak menyangkal itu. Dia cerita, sewaktu kuliah S2 di Northern Illinois University, Amerika Serikat, dia dan Philips Vermonte---sang founder Jakartabeat.net---sering dengan antusias mengunjungi toko rekaman yang ada di dekat kampus mereka. Meski tahu bahwa koleksi toko itu tidak setiap hari berubah dan mereka pun hanya bisa beli kalau lagi mampu, toh mereka suka melihat-lihat koleksinya, membicarakan berbagai aspek albumnya, atau mendadak menemukan album legendaris yang sudah lama diincar dengan harga miring. Rasanya seperti orang beragama mengunjungi tempat ibadah. Mungkin memang ada kebutuhan spiritual tertentu yang terpenuhi dengan mendatangi tempat seperti itu. Mirip seorang temanku yang sudah punya ribuan koleksi album---terutama cd dan sekarang beranjak pula ke vinyl---namun masih juga menyempatkan pinjam atau lihat-lihat koleksi musik di Kineruku, Bandung. Mungkin yang ingin dia temui ialah justru sesama kawan yang antusias, nuansa atau scene yang hidup di tempat seperti, bukan semata-mata menambah atau mendengar koleksi lain. Dengan mengunjungi tempat seperti itu hatinya jadi senang dan ada sesuatu dalam dirinya yang terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu alasan paling indah sekaligus telak ialah konon vinyl merupakan media yang bisa menyimpan rekaman suara mendekati aslinya. Barangkali benar. Pendapat itu disahkan ensiklopedia. Pengalamanku sekitar lima jam mendengar, membuka-buka, melihat-lihat, dan mencoba-coba berbagai album, apalagi boleh dibilang semuanya merupakan album magnum opus atau notable dan dinilai "critically acclaim" oleh kritikus paling tega sekalipun, lantas diputar dengan volume memadai, rasanya para musisi itu langsung main di tempat. Suara dari vinyl memberi pengalaman spasial (meruang) yang hebat dan mengagumkan. Musisi seolah-olah persis ada di depan kita. Rasanya sungguh lain bila dibandingkan mendengar album itu dari versi mp3 dengan bitrate tinggi sekalipun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang paling aku ingat kemarin ialah mendengar Refused, sebuah band punk yang punya visi bahwa suatu ketika genre itu akan menjadi "hardcore." Begitu diputar, album The Shape of Punk to Come benar-benar nendang, apalagi virtuositas mereka rapi sekali. Begitu selesai, aku langsung janji: "Aku harus punya versi mp3nya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufiq bukan "banci koleksi", tapi dia sangat selektif. Kebanyakan koleksinya berstatus "cult", seperti halnya Jakartabeat mampu mengenalkan musik yang dinilai di luar jangkauan radar industri musik populer. Jakartabeat sukses membuat menulis musik menjadi hal penting. Tapi yang lebih ambisius lagi ialah Jakartabeat berusaha meruntuhkan ikonoklasme dalam jurnalisme musik. Itu sudah terbukti dari lomba yang mereka buat dan di buku Like This yang banyak direview.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman pertama mendengar vinyl hari itu benar-benar mengesankan. Piringan hitan dan jarum itu membuatku bergetar, apalagi aku sudah lama sekali tak mengalami ketakjuban terhadap album sebagai benda seni atau karya utuh yang wujudnya bisa raba dan dirasa-rasa. Like this![]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar Holid, penulis buku &lt;i&gt;Keep Your Hand Moving&lt;/i&gt; (GPU, 2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SITUS TERKAIT&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jakartabeat.net/"&gt;http://jakartabeat.net&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://twitter.com/jakartabeat"&gt;http://twitter.com/jakartabeat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=857175555"&gt;http://www.facebook.com/profile.php?id=857175555&lt;/a&gt; &amp;lt;--Facebook Taufiq&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-3954542040638301276?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/3954542040638301276/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=3954542040638301276' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/3954542040638301276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/3954542040638301276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/09/hari-vinyl-pertamaku-anwar-holid.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-iW77tRYsw6M/TnaQJH3O1UI/AAAAAAAAA_c/SCId7cYb9Qc/s72-c/led+zeppelin+iv+vinyl.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-6210729768712649231</id><published>2011-09-15T16:59:00.000-07:00</published><updated>2011-09-15T16:59:45.233-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='saduran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ulat yang Ingin Jadi Kupu-Kupu'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ODQ4frzZU-4/TnKQ9wnrILI/AAAAAAAAA_Y/r1Z5QBx6PJ8/s1600/An+Ugly+Caterpillar.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-ODQ4frzZU-4/TnKQ9wnrILI/AAAAAAAAA_Y/r1Z5QBx6PJ8/s1600/An+Ugly+Caterpillar.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;[KISAH]&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;Ulat yang Ingin Jadi Kupu-Kupu&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apakah cukup menjadi diri sendiri? &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seekor ulat bermimpi ingin jadi kupu-kupu yang cantik, tapi kawan-kawannya menyarankan agar dia tetap menjadi diri sendiri. Suatu hari dia ketemu semut merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku ingin jadi kupu-kupu," ujar ulat itu.&lt;br /&gt;"Kenapa kamu mau jadi kupu-kupu?"&lt;br /&gt;"Aku ingin membuat taman jadi lebih indah. Aku juga mau membantu penyerbukan tanaman ke tanaman lain. Itu akan membuat mereka menghasilkan biji, dan akhirnya jadi tanaman baru. Aku ingin terbang. Aku akan mempercantik taman ini dan orang-orang senang melihatku."&lt;br /&gt;"Ah, kamu bercanda. Kamu ini binatang melata. Takdirmu merayap. Jadilah diri sendiri! Jangan mimpi dan tunggu sampai kamu dipatuk burung," kata semut merah sambil tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulat kecewa dengan jawaban semut merah, kemudian dia pergi ke tempat lain dan ketemu dengan ulat belang. Dia mengutarakan lagi keinginannya untuk jadi kupu-kupu. Temannya berkata, "Jadilah diri sendiri. Keinginanmu itu akan mengecewakanmu. Jangan mencoba macam-macam. Enggak usah berusaha terbang. Kamu bukan kupu-kupu. Terlalu keras berusaha akan membuat kamu kecewa. Jadi diri sendiri saja. Jangan mengubah apa pun!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban itu juga tidak memuaskan dirinya. Jadi dia terus berkelana ke sela-sela daun lain, merenung, dan masih sedih. Dia bermimpi jadi kupu-kupu, tapi saat melihat dirinya sendiri sekarang, dia adalah ulat. Saran temannya membuat dia berpikir bahwa menjadi kupu-kupu berarti tidak menjadi diri sendiri. Dia ingin berkembang dengan tetap menjadi diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seekor kupu-kupu yang terbang melintas di situ melihat dia dan penasaran kenapa ulat ini kelihatan sangat sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa kamu kelihatan sedih begitu?" tanya kupu-kupu.&lt;br /&gt;"Aku ingin jadi kupu-kupu seperti kamu," jawab ulat.&lt;br /&gt;"Memang kenapa kamu ingin jadi kupu-kupu?"&lt;br /&gt;Ulat kembali mengutarakan alasan ingin jadi kupu-kupu, namun teman-temannya menasihati agar dia "jadi diri sendiri." Pendapat itu membuatnya bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Teman-teman kamu benar, tapi jadi ulat saja tidak cukup. Kamu memang harus jadi diri sendiri, tapi jangan membunuh mimpi-mimpimu. Jangan tolak kesempatan untuk berkembang. Tidak berbuat apa-apa dan bersikap pasif bukanlah menjadi diri sendiri," demikian kata ulat.&lt;br /&gt;"Jadi aku bisa jadi kupu-kupu yang cantik seperti kamu?"&lt;br /&gt;"Tahu enggak, dulu aku pun seekor ulat, tapi sekarang aku sudah jadi kupu-kupu. Kamu punya kesempatan untuk jadi kupu-kupu. Teruslah merayap sambil makan yang cukup dan bagus. Cari tempat yang aman untuk membuat kepompong dan melindungi dirimu dari pemangsa dan setelah itu tunggu prosesnya. Percayalah kamu bakal bisa jadi kupu-kupu. Jadilah yang terbaik untuk dirimu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan itu memberi harapan bagi sang ulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tumbuhlah lebih baik. Jadilah yang terbaik untuk dirimu!" dukung kupu-kupu sambil terbang untuk menunaikan tugas lain pada hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari setelah itu sang ulat terus merayap dan makan daun. Dia berusaha keras melindungi diri agar tidak dipatuk burung maupun predator lain. Sampai saatnya dia siap bertransformasi, bisa membuat kepompong yang kuat, dan di dalam kepompong itu dia pelan-pelan berubah jadi kupu-kupu yang cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi ulat jadi kenyataan. Dia bisa terbang. Dia membuat taman lebih cantik. Dan dia masih tetap menjadi diri sendiri, menjadi yang terbaik untuk dirinya sendiri.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadur oleh Wartax dari "Butterfly’s Story: Is It Enough to be Your Self?" Sumber: &lt;a href="http://authspot.com/short-stories/butterflys-story-is-it-enough-to-be-your-self/?1247472"&gt;http://authspot.com/short-stories/butterflys-story-is-it-enough-to-be-your-self/?1247472&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar dari Internet.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-6210729768712649231?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/6210729768712649231/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=6210729768712649231' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/6210729768712649231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/6210729768712649231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/09/kisah-ulat-yang-ingin-jadi-kupu-kupu.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ODQ4frzZU-4/TnKQ9wnrILI/AAAAAAAAA_Y/r1Z5QBx6PJ8/s72-c/An+Ugly+Caterpillar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-1308940998239688269</id><published>2011-09-11T18:44:00.000-07:00</published><updated>2011-09-11T18:52:57.209-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arvan Pradiansyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARVAN PRADIANSYAH BLOG COMPETITION 2011'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; text-transform: uppercase;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://apblogcom.blogspot.com/"&gt;&lt;img border="0" height="102" src="http://3.bp.blogspot.com/-dM-RR1ep3zA/Tm1iEzOuAWI/AAAAAAAAA_M/AgIcfQRDDtE/s320/Banner-APBlog2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: red; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; text-transform: uppercase;"&gt;ARVAN PRADIANSYAH BLOG COMPETITION 2011&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apa yang sesungguhnya kita cari di dunia ini? &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kesuksesan atau kebahagiaan?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Arvan Pradiansyah, penulis buku-buku best-seller di bidang pengembangan diri dan motivasi yakin bahwa kita sebenarnya sangat ingin menemukan kebahagiaan dibandingkan kesuksesan. Keyakinan itu secara konsisten dia utarakan di setiap kesempatan, misalnya ketika melayani konsultasi di berbagai perusahaan, menyelenggarakan training, mengisi sesi motivasi, bahkan sebagai narasumber talkshow "Smart Happiness" para pendengar tak segan menyebut dia sebagai "Guru Kebahagiaan."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Untuk mengintensifkan dan makin memassifkan keyakinan tersebut, ILM (Institute for Leadership and Life Management) mengundang seluruh blogger Indonesia untuk mengikuti lomba menulis di blog (&lt;i&gt;blog competition&lt;/i&gt;) yang selaras dengan ide-ide pemikiran tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;APA YANG BISA DITULIS?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Peserta bisa mengeksplorasi gagasan pemikiran Arvan Pradiansyah, terutama di area &lt;b style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;leadership&lt;/i&gt; (kepemimpinan), &lt;i&gt;happiness&lt;/i&gt; (kebahagiaan), dan &lt;i&gt;life management&lt;/i&gt; (manajemen kehidupan)&lt;/b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Agar bisa memahami pemikiran Arvan Pradiansyah secara komprehensif dan mengetahui layanan yang dia berikan kepada klien, peserta sangat disarankan untuk membaca karya-karyanya baik berupa buku dan &lt;i&gt;audio book&lt;/i&gt;, browsing di &lt;a href="http://ilm.co.id/"&gt;http://ilm.co.id&lt;/a&gt;, termasuk &amp;nbsp;mendengarkan talkshow "Smart Happiness" pada setiap hari Jumat, pukul 07.00 - 08.00 di Smart FM 95.9 FM Jakarta dan &lt;i&gt;live streaming&lt;/i&gt; di &lt;a href="http://radiosmartfm.com/"&gt;http://radiosmartfm.com&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Buku dan &lt;i&gt;audio book&lt;/i&gt; karya Arvan Pradiansyah ialah: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 28.4pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* &lt;i&gt;You Are a Leader!&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 28.4pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* &lt;i&gt;Life is Beautiful&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 28.4pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* &lt;i&gt;Cherish Every Moment &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 28.4pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* &lt;i&gt;The 7 Laws of Happiness&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 28.4pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* &lt;i&gt;You Are Not Alone&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 28.4pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* &lt;i&gt;Inspirasi Happiness 1&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 28.4pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* &lt;i&gt;Inspirasi Happiness 2&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;TEMA KOMPETISI&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 28.4pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Leadership and Happiness with Arvan Pradiansyah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;KEYWORDS TARGET DALAM LOMBA INI IALAH:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 28.4pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Arvan Pradiansyah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 28.4pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* &lt;i&gt;leadership&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 28.4pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* &lt;i&gt;happiness&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 28.4pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* kebahagiaan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 28.4pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* &lt;i&gt;life management&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 28.4pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* seminar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 28.4pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* motivator&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 28.4pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* training motivasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 28.4pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* &lt;i&gt;public speaker&lt;/i&gt; (pembicara publik)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="text-transform: uppercase;"&gt;KETENTUAN KONTES DAN TEMA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Kontes dimulai pada 19 September 2011, pukul 08.00 WIB dan berakhir pada 21 Oktober 2011, pukul 24.00 WIB (waktu up load posting).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Pemenang akan diumumkan di &lt;a href="http://apblogcom.blogspot.com/"&gt;http://apblogcom.blogspot.com&lt;/a&gt; pada Senin, 31 Oktober 2011. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. Peserta adalah blogger berkewarganegaraan Indonesia, terbuka untuk siapa saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;4. Peserta hanya boleh mengirimkan satu tulisan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;5. Panjang tulisan maksimal dua halaman (kurang-lebih 880 kata).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;6. Tulisan harus bebas dari unsur pornografi dan SARA.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;7. Tulisan harus di posting di blog pribadi, forum komunitas, maupun notes jejaring sosial.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;8. Tulisan harus atas nama pribadi dan orisinal, bukan atas nama orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;9. Posting lomba harus menyertakan link back dengan tulisan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 28.4pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Situs terkait: http://ilm.co.id&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;10. Posting tulisan &lt;b&gt;harus menyertakan banner logo lomba kompetisi&lt;/b&gt; yang bisa didapat di http://apblogcom.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;11. Posting tulisan wajib didaftarkan (diregistrasi) ke email blogcompetition@ilm.co.id&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 28.4pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Subject: &lt;span style="text-transform: uppercase;"&gt;AP BLOG COMPETITION 2011&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 28.4pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Informasi berisi: laman tempat posting dan data singkat penulis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;13. Keputusan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="text-transform: uppercase;"&gt;HADIAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tiga pemenang akan diumumkan di http://apblogcom.blogspot.com, pada Senin, 31 Oktober 2011.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Juara I&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* uang Rp.1.500.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* paket berisi lima buku + 2 audio book Arvan Pradiansyah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* free 2 sesi public seminar dengan total nilai Rp.750.000,- dari ILM&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Juara II&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* uang Rp.1.000.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* paket berisi lima buku + 2 audio book Arvan Pradiansyah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* free 2 sesi public seminar dengan total nilai Rp.750.000,- dari ILM&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Juara III&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* uang Rp.500.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* paket berisi lima buku + 2 audio book Arvan Pradiansyah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* free 2 sesi public seminar dengan total nilai Rp.750.000,- dari ILM&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Hadiah hiburan untuk 5 pemenang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* paket berisi lima buku + 2 audio book Arvan Pradiansyah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* free 2 sesi public seminar dengan total nilai Rp.750.000,- dari ILM&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-1308940998239688269?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/1308940998239688269/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=1308940998239688269' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/1308940998239688269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/1308940998239688269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/09/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-dM-RR1ep3zA/Tm1iEzOuAWI/AAAAAAAAA_M/AgIcfQRDDtE/s72-c/Banner-APBlog2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-8775895791444327128</id><published>2011-08-14T22:17:00.000-07:00</published><updated>2011-08-14T22:54:52.999-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='9 Summers 10 Autumns'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lebih dari Impian Paling Liar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Publisitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iwan Setyawan'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-fCqxQqLjw0Q/TkirUX_rq2I/AAAAAAAAA_I/D8FGfrgS9Xw/s1600/9-summers-19-autumns%252C+bestseller.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-fCqxQqLjw0Q/TkirUX_rq2I/AAAAAAAAA_I/D8FGfrgS9Xw/s320/9-summers-19-autumns%252C+bestseller.jpg" width="212" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Lebih dari Impian Paling Liar&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;9 Summers 10 Autumns &lt;/i&gt;Penulis: Iwan Setyawan&lt;br /&gt;Penerbit: GPU, Februari 2011&lt;br /&gt;Tebal: 238 halaman&lt;br /&gt;Harga: Rp. 47.000,- &lt;br /&gt;ISBN: 978-979-22-6766-2&lt;br /&gt;Jenis: Fiksi, novel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah orang miskin menaklukkan ujian dan kesulitan demi menjadi manusia yang lebih berkualitas baik secara moral maupun finansial kerap membius pembaca. Masyarakat kota terus-menerus memproduksi cerita seperti itu menjadi urban legend, baik sebagai motivasi maupun bukti bahwa keajaiban memang bisa terjadi. Bahkan ada pendapat itu merupakan bentuk keadilan bagi orang miskin, yaitu dia bisa mengapitalisasi kisah masa lalu untuk glorifikasi diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kemiskinan juga membentuk mental yang tipikal. Umumnya orang miskin rendah diri dengan kondisinya, bahkan bisa mengarati mentalnya jadi kerdil. Miskin itu traumatik. Mereka berusaha menyembunyikannya, dan baru mau cerita kalau sudah mampu menguburnya. Ada banyak cerita dengan tokoh yang rendah diri karena miskin. Lihat Fachri, tokoh di &lt;i&gt;Ayat-Ayat Cinta&lt;/i&gt;. Dia rendah diri mendekati perempuan karena dirinya adalah anak tukang tape. Di dalam &lt;i&gt;Ketika Hati Harus Memilih&lt;/i&gt;, keluarga yang amat miskin dan rumah mirip kandang babi membuat jiwa Eugenio jadi sakit. Semua berawal karena ayahnya adalah tukang jahit. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Berpotensi Mengangkat Moral Bangsa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah seorang anak sopir angkot di kota Batu, Malang, Jawa Timur di dalam &lt;i&gt;9 Summers 10 Autumns&lt;/i&gt; di satu sisi merupakan 'rags to riches story' biasa. Namun di sisi lain dia tampak menyembunyikan trauma yang sulit disembuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berasal dari keluarga besar pas-pasan dengan rumah terlalu sempit, terlalu sering mengalami kesulitan keuangan, kerap membatin menahan perasaan baik karena minder atau karena tidak punya ini-itu, Iwan mengandalkan otak untuk meraih satu demi satu sukses dalam perjalanan hidupnya. Dengan ketabahan, ketekunan, dan kecerdasan, dia langganan juara kelas, kuliah di universitas terkemuka, dan selepas kuliah menjadi profesional di bilangan jalan Sudirman, Jakarta. Dari sana dia kemudian meniti karir selama satu dasa warsa di Nielsen Consumer Research, New York City, Amerika Serikat dengan jabatan terakhir Direktur Internal Client Management. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar inspirasional? &lt;a href="http://berbagi-mimpi.info/"&gt;Wawan Eko Yulianto&lt;/a&gt; menilai kesuksesan sebagai profesional di luar negeri membuat novel ini mengungguli novel sejenis bertema kisah seseorang menggapai mimpi. "Iwan menjadi orang Indonesia yang bukan saja tidak mendapatkan keunggulan kinerja dari ajaran Barat, bahkan sampai menjadi orang yang dituju kalau orang Barat itu butuh tambahan ilmu. Ini poin plus, (dan) sangat berpotensi mengangkat moral bangsa," begitu komentarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan bukan saja mampu mengangkat status ekonomi dan reputasi keluarga, melainkan membuat mereka mampu sejajar dengan keluarga kelas menengah Indonesia pada umumnya. Tapi setelah mampu mencapai semuanya, jiwa Iwan tetap gelisah. Bahkan meditasi yoga yang rutin dia lakukan pun gagal membuatnya tenang. Ujungnya, dia memutuskan tetirah, kembali ke kota masa kecil, pada keluarga yang membentuknya menjadi demikian. Apa motifnya? Inilah yang harus dicermati betul oleh pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi yang membuatnya gelisah ialah karena dirinya secara emosial ditolak New York. Di kota ini dia bukan merupakan bagian dari komunitas tertentu, pernah ditodong, dan cintanya kepada perempuan kandas dua kali. Otomatis dirinya merasa tak punya makna terhadap lingkungan. Sejak berkarir, yang dia urus hanya kerja, deadline, dan klien. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Kasih Kepada Alter Ego&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan terasing dan kesepian itu tambah berkarat manakala sisa-sisa mental miskinnya muncul dan menimbulkan rasa bersalah bahwa dirinya tak pantas menikmati jerih payah untuk mendapatkan berbagai fasilitas yang tersedia di kota, kebutuhan sehari-hari, demi tuntutan gaya hidup, maupun travelling. Di kota ini dia terasa seperti pelancong yang cuma menceritakan berbagai land mark, restoran, konser, festival, maupun kehidupan kota di setiap perubahan musim. Kehilangan kasih dan kehampaan membuatnya mencurahkan perhatian kepada alter ego yang sosoknya digambarkan sebagai bocah laki-laki. Kepadanyalah Iwan bercerita, mengungkapkan melankolia, kenangan, kerinduan maupun kekhawatiran, serta memperlakukannya penuh kasih. Alter ego inilah yang menemani dan melindungi dalam segala situasi, menguatkan karakter Iwan, terutama kala dirinya galau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan menggunakan kosakata yang sangat intim---seperti &lt;i&gt;love&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;dearest&lt;/i&gt;---untuk mengungkapkan rasa kasih kepada alter ego ini. Dia juga menunjukkannya lewat aktivitas mulai dari mencium pipi, kening, bergandengan tangan, mengelus rambut, merebahkan badan di dada, dan puncaknya ialah pengakuan di ujung novel: "Aku bisa mengerti dia, seperti aku mengerti diriku sendiri." Keintiman ini mencuatkan kesan bahwa novel ini memperlihatkan cinta homoseksual (homoerotisisme) yang kuat, meskipun penulis mampu membungkusnya secara cantik dan lembut. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Simpel &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari kesan &lt;i&gt;self-centered&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;9 Summers 10 Autumns&lt;/i&gt; secara simplistik menceritakan seisi keluarga Iwan, ditambah orang-orang yang dianggap penting dalam perjalanan kehidupannya. Setelah semua terkuak, barulah sang protagonis mengakhiri dengan pengakuan dan penerimaan seseorang terhadap diri sendiri secara lega. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penuturan yang simpel membuat novel ini terkesan permukaan, namun juga lebih mudah diterima pembaca, melahirkan kesan positif hingga mampu membuat status buku ini jadi hip. Situs today.co.id melaporkan novel debut ini laku 15000 kopi dalam tiga minggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pembaca lain berkomentar, "Novel ini membuat aku ingin datang ke New York," kata dia. Ini ironik. Ketika sang protagonis memutuskan pulang untuk mencari makna dan kebahagiaan, bahkan mengampanyekan kisah kehidupannya di tanah kelahiran, efek yang terjadi malah sebaliknya: membuat pembaca takjub pada luar negeri, bukan menumbuhkan kecintaan pada tanah air sendiri, minimal di lingkungan setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Iwan merupakan bukti dari kebenaran nasihat umum orangtua Indonesia dalam memotivasi anak: pendidikan adalah kunci sukses dan alat terbaik untuk mengangkat harkat martabat seseorang. Bagi keluarga sederhana, itulah satu-satunya cara paling masuk akal untuk memperbaiki kehidupan. Pendidikan mengajari orang memaksimalkan bakat yang bisa dimanfaatkan, menanamkan keyakinan bahwa segala sesuatu tumbuh setahap demi setahap. Kesuksesan Iwan sudah melebihi impian paling liar keluarga kelas bawah Indonesia manapun.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar Holid, penulis &lt;i&gt;Keep Your Hand Moving&lt;/i&gt; (GPU, 2010). &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-8775895791444327128?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/8775895791444327128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=8775895791444327128' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/8775895791444327128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/8775895791444327128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/08/lebih-dari-impian-paling-liar-anwar.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-fCqxQqLjw0Q/TkirUX_rq2I/AAAAAAAAA_I/D8FGfrgS9Xw/s72-c/9-summers-19-autumns%252C+bestseller.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-6119337711839855237</id><published>2011-08-09T03:00:00.000-07:00</published><updated>2011-08-09T03:00:32.140-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Segelas Teh Panas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lima Biji Kurma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puasaku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dan Sebungkus Nasi Padang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[halaman ganjil]'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Lima Biji Kurma, Segelas Teh Panas,&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;dan Sebungkus Nasi Padang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadinya aku sangka akan rada-rada sedih karena harus buka sendirian, tidak bareng keluarga batihku. Tapi ternyata di hari pertama puasa Ramadhan 2011 ini aku mengalami kejadian menyenangkan bersama orang-orang tak kukenal yang buka bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pekerjaan, puasa tahun 2011 ini praktis akan banyak aku lalui jauh dari keluarga. Terpisah dari istri dan kedua anakku. Di sahur pertama saja aku harus pergi pada jam 03.00 dan meninggalkan mereka masih dalam keadaan terlelap. Apalagi anak bungsuku lagi sakit---gejalanya diare. Keadaan itu membuat aku tambah berat melangkah meninggalkan rumah. Sebenarnya waktu diperiksa dokter, dia tampak makin baikan, bahkan dokter kesulitan mendiagnosis dia sebenarnya sakit apa. Awalnya dokter yakin bahwa dia sakit tiphus; tapi setelah memeriksa darahnya, dokter sendiri kebingungan. "Enggak jelas nih dia sakit apa. Semoga baik-baik saja. Teruskan saja perawatannya," kata dia kepada kami sambil menyerahkan resep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama puasa pun berlangsung kurang nyaman. Aku ngantuk habis pada jam-jam pertama kerja. Di kantor bosku bertanya, "Apa kabar?" Aku jawab jujur saja, "Ngantuk berat mas!" Dia tertawa, "Kurang tidur ya?" Dia paham bahwa aku menempuh perjalanan yang lama untuk sampai ke tempat kerja. Sorenya aku harus datang ke pool sebuah travel agar dapat nomor antrean awal, karena mereka tidak membolehkan orang pesan nomor antrean via telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melewati jalan yang dipenuhi penjual menu buka puasa, aku sampai ke tempat travel beberapa puluh menit menjelang buka. Karena merasa istimewa dengan hari pertama puasa dan sekali-kali ingin makan lebih mewah dari biasa, tadinya aku sudah niat mau buka di sebuah restoran mi terkenal yang ada di dekat situ, tapi begitu ada di dekatnya aku langsung membatin. "Perlu gitu aku buka di tempat itu? Mungkin lebih baik kalo aku berhemat." Tapi membayangkan alternatif makan sendirian di restoran fast food yang ada di depan situ rasanya juga hanya akan menambah kesepianku. Aku memutuskan cari pusat jajanan pekerja di dekat-dekat sana. Semoga di sana banyak pilihan. Lingkungan penduduk di sekitar pusat perkantoran selalu membentuk pusat kuliner bagi kebutuhan banyak pekerja. &lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-inn3THKoG54/TkEC-oZ46oI/AAAAAAAAA_A/nb_DTA_jslY/s1600/alhikmah+thamrim.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-inn3THKoG54/TkEC-oZ46oI/AAAAAAAAA_A/nb_DTA_jslY/s1600/alhikmah+thamrim.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: black; font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Akhirnya aku ikuti rombongan karyawan yang bertolak ke belakang gedung Teater Jakarta XXI. Benar, di situ banyak warung makan. Mulai dari mi hingga warung nasi padang. Tapi yang membuatku lebih mengejutkan ialah ternyata di situ pun ada masjid. "Santai aja deh kalo gitu. Aku makan sehabis magrib aja." &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Begitu melangkah ke tempat wudhu di bagian sayap kanan masjid itu, aku melihat petugas masjid lagi menyiapkan makanan untuk buka di dua lajur karpet panjang. Orang-orang sudah berjajar bersila di depan karpet itu. Kebanyakan para pekerja yang mengenakan seragam t-shirt hitam dengan tulisan SALE mencolok. "Ah kebetulan," aku pikir. "Aku mau minta izin buka di sini aja," kataku sebelum wudhu. Begitu selesai wudhu, aku hampiri seorang petugas. "Pak, ikut buka di sini ya?" "Ayo, silakan! Ini memang untuk jamaah kok," jawab dia antusias. Ya sudah, akhirnya aku duduk di salah satu paket makanan. Ada lima biji kurma, segelas teh panas, dan sebungkus nasi. Ini sudah lebih dari cukup untuk buka puasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Begitu terdengar azan dari dalam masjid, kami buka bareng. Aku pikir orang-orang akan seragam hanya minum dan makan kurma, lantas segera masuk ke dalam masjid untuk shalat berjamaah. Ternyata tidak. Ternyata banyak sekali yang begitu buka langsung menarik karet pengikat nasi bungkus dan segera menyantap isinya. Aku pikir mereka mungkin sudah sangat kelaparan. Karena enggak kelaparan, aku ikut shalat magrib dulu. Setelah itu baru makan dengan santai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku makan di tempat tadi berbuka. Tinggal satu-dua orang yang makan di situ. Begitu membuka bungkusan... surprise! Isinya nasi padang dengan semur daging, sayur nangka, dan sambel. Ini sudah melebihi harapanku. Petugas tadi menghampiriku. Kini dia beres-beres bekas makan orang. "Mau tambah mas, atau mau dibawa pulang aja?" tawar dia. Aku tertawa. "Makasih pak, ini sudah cukup kok." Rupanya masih ada beberapa bungkus yang tersisa. Dia menawarkan pada orang-orang yang baru datang mau shalat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Masjid apa nih? batinku setelah mau pulang. Minimal aku ingin memastikan ingat namanya karena membuat hari pertama puasaku jadi mengesankan dan gembira, bebas dari kesepian dan jauh dari nelangsa. Aku lihat-lihat sebentar papan pengumuman. Masjid Al-Hikmah Sarinah Thamrin. Di plang besar jalan masuknya ada info bahwa masjid ini didirikan pada 1968 oleh para pekerja di gedung Sarinah. Sebelum benar-benar meninggalkan masjid ini, aku memandangi bangunan, halaman, juga menaranya. Aku bersyukur sempat memasuki masjid ini, shalat di dalamnya, bahkan mendapat rezeki dari sana.[] 8/9/11&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Gambar dapat dari Internet&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Anwar Holid, a natural born muslim. Blogger @ http://halamanganjil..blogspot.com. Kontak:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;wartax@yahoo.com &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Link terkait:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://alhikmahthamrin.blogspot.com/"&gt;http://alhikmahthamrin.blogspot.com&lt;/a&gt; - sejarah dan pengurus masjid Al-Hikmah Sarinah Thamrin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-6119337711839855237?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/6119337711839855237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=6119337711839855237' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/6119337711839855237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/6119337711839855237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/08/lima-biji-kurma-segelas-teh-panas-dan.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-inn3THKoG54/TkEC-oZ46oI/AAAAAAAAA_A/nb_DTA_jslY/s72-c/alhikmah+thamrim.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-3617184102487250794</id><published>2011-08-04T17:49:00.000-07:00</published><updated>2011-08-04T17:49:30.979-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Volume 2 (1977-1982)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Queen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Deep Cuts'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Irisan Tajam dari Lima Album Queen Periode Kedua'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-exxYb6sMEek/Tjs6MTCbLmI/AAAAAAAAA-4/PRMSPS5npgg/s1600/queen+-+deep+cuts+2+dapat+4+bintang+dari+mojo.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-nM92JpPZxKI/Tjs6NwB5zvI/AAAAAAAAA-8/PE6XcAj9N10/s1600/queen+deep+cuts+2+cover.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-nM92JpPZxKI/Tjs6NwB5zvI/AAAAAAAAA-8/PE6XcAj9N10/s320/queen+deep+cuts+2+cover.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;[Review Album]&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Irisan Tajam dari Lima Album Queen Periode Kedua &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Deep Cuts, Volume 2 (1977-1982)&amp;nbsp;&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;Musisi: Queen&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Jenis: album kompilasi&lt;br /&gt;Rilis: 27 Juni 2011&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Rekaman: 1977–1982&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Genre: Rock, hard rock&lt;br /&gt;Durasi: 52:09&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Label: Universal Music, Island Records&lt;br /&gt;Rating: 5/5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan &lt;i&gt;Deep Cuts, Volume 1&lt;/i&gt; yang terkesan tengah mencari-cari bentuk inovasi dan menonjolkan eksperimen, &lt;i&gt;Deep Cuts, Volume 2&lt;/i&gt; secara gila-gilaan sukses menampilkan Queen sebagai band rock yang benar-benar nendang. Kompilasi ini berisi musik rock kelas berat yang langsung bersarang ke dalam sensasi musikal dan terus membombardir telinga dengan tenaga yang sangat kuat, variatif, dan penuh vitalitas. Irisan seleksi di album ini benar-benar mampu menampilkan permata lagu-lagu Queen dari lima album periode kedua karir mereka, yaitu &lt;i&gt;News of the World, Jazz, The Game, Flash Gordon, &lt;/i&gt;dan&lt;i&gt; Hot Space&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompilasi dibuka dengan "Mustapha", lagu rock sensasional beraroma kasidah yang intro lenguhan Freddie Mercury di situ bisa mengingatkan pendengar pada lolongan Robert Plant dalam "Immigrant Song." Bagi kita orang Indonesia, "Mustapha" terdengar sangat unik, memorable, menggugah untuk disimak, seperti gampang akrab, apalagi liriknya banyak mengandung kosakata Arab yang terdengar familiar. Track dilanjutkan dengan "Sheer Heart Attack" yang sangat ngebut, ugal-ugalan, dan bertegangan tinggi. Lagu-lagu hard rock bertempo cepat mendominasi kompilasi ini. Hanya empat lagu berjenis &lt;i&gt;power ballads&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;slow rock&lt;/i&gt;) yang terpilih seolah-olah menandakan Queen ingin mengesankan sebagai band yang macho, matang, sekaligus terus inovatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada fase 1977–1982 Queen sudah menjadi band adidaya. Mereka merupakan pasukan rocker yang sangat diperhitungkan berkat album best-selling dengan daya jelajah luas terhadap berbagai unsur musik namun tetap dalam balutan rock yang kuat dan lagu-lagunya mampu menggerakkan seluruh pendengar untuk berkoar bersama-sama. Fase ini ditandai dengan makin jauhnya mereka meninggalkan kesan progresif-eksperimental yang cukup rumit dan penuh perhitungan di lima album pertama, beralih ke rock yang lebih "langsung" dan spontan. Pengalaman mengajarkan mereka menjadi tambah luwes dalam mengadon dan mematangkan berbagai unsur musik nonrock untuk menjadi karya yang segera terdengar sangat Queen. Contoh &lt;i&gt;News of the World&lt;/i&gt; (1977) yang disebut-sebut sebagai album paling keras mereka, hanya menyisakan tiga lagu bernada Hawaiian ("Who Needs You" ), balada ("All Dead, All Dead" ), dan jazz ("My Melancholy Blues").&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir era ini, yaitu ketika menggarap &lt;i&gt;The Game&lt;/i&gt; (1980), Queen memasuki babak baru dengan sepakat untuk menggunakan synthesizers, terlibat dalam proyek soundtrack, dan mengubah image penampilan jadi lebih simpel, menghapus make up tebal dan jauh dari kesan glamor, meski tetap atraktif dengan poros berpusat pada aksi Freddie Mercury. &lt;i&gt;The Game&lt;/i&gt; melahirkan hits bercorak baru sebagai penambah hits lama yang komposisinya senantiasa grandeur dan sangat rapi. Lagu seperti "Another One Bites the Dust" dan "Crazy Little Thing Called Love" terdengar sangat simpel dan ringan, namun mampu memantapkan posisi mereka sebagai band berstatus superstar. &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-JiffWViRDFg/Tjs6LUTRw3I/AAAAAAAAA-w/sRGZnmkQcnM/s1600/queen+press+conference.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="152" src="http://2.bp.blogspot.com/-JiffWViRDFg/Tjs6LUTRw3I/AAAAAAAAA-w/sRGZnmkQcnM/s320/queen+press+conference.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Untuk &lt;i&gt;Deep Cuts, Volume 2&lt;/i&gt;, Queen mengiris empat belas lagu minor yang atraktif dan powerful untuk ditatah sebagai paket yang rasanya terdengar sebagai album studio utuh, begitu padu dan kukuh. Lagu-lagu yang bertumpu pada permainan gitar Brian May memang terdengar dominan, karena dia menyumbang tujuh lagu dalam kompilasi ini, namun John Deacon (bass) dan Roger Taylor (drums, perkusi, dan vokal) juga mampu tampil secara maksimal. Chemistry itu begitu terasa dalam "Dragon Attack", ketika dentuman bass dan pukulan drum berkejar-kejaran sejak awal, diselingi raungan &lt;i&gt;riff&lt;/i&gt; dan lengkingan gitar, kemudian sebentar memberi kesempatan untuk pamer solo, sehingga membentuk karya yang energetik dan rancak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Deep Cuts, Volume 2&lt;/i&gt; juga menandai Queen bersikap lebih lunak terhadap “kegagalan” &lt;i&gt;Hot Space&lt;/i&gt;, dengan menempatkan tiga lagu ke dalam kompilasi, melebihi &lt;i&gt;Greatest Hits&lt;/i&gt; (1981) yang cuma mengizinkan satu hit untuk disertakan, itu pun merupakan buah kerja sama dengan David Bowie.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hanya penggemar ngeyel yang akan meributkan kenapa lagu-lagu tertentu sampai tega disingkirkan ke dalam kompilasi ini. Di forum Queen Online, banyak orang heran kenapa bukan "Life Is Real (Song For Lennon)", "Let Me Entertain You", maupun "If You Can't Beat Them" yang dipilih. Lagu-lagu tersebut dinilai lebih jelas mewarisi tradisi Queen misal dibandingkan "Staying Power" yang terdengar seperti lagu disko tanggung. Di luar perdebatan yang meramaikan suasana, sungguh sulit mencari cacat &lt;i&gt;Deep Cuts, Volume 2&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibilang kompilasi ini merupakan &lt;i&gt;greatest minor songs&lt;/i&gt; bila dibandingkan &lt;i&gt;Greatest Hits&lt;/i&gt;, sekaligus merupakan kado sempurna untuk merayakan 40 tahun karir Queen.[]&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-exxYb6sMEek/Tjs6MTCbLmI/AAAAAAAAA-4/PRMSPS5npgg/s1600/queen+-+deep+cuts+2+dapat+4+bintang+dari+mojo.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="267" src="http://3.bp.blogspot.com/-exxYb6sMEek/Tjs6MTCbLmI/AAAAAAAAA-4/PRMSPS5npgg/s320/queen+-+deep+cuts+2+dapat+4+bintang+dari+mojo.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link terkait:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/%5BReview%20Album%5D%20Irisan%20Tajam%20dari%20Lima%20Album%20Queen%20Periode%20Kedua%20%20%20Deep%20Cuts,%20Volume%202%20%281977-1982%29%20%20%20Musisi:%20Queen%20%20%20Jenis:%20album%20kompilasi%20Rilis:%2027%20Juni%202011%20%20%20Rekaman:%201977%E2%80%931982%20%20%20Genre:%20Rock,%20hard%20rock%20Durasi:%2052:09%20%20%20Label:%20Universal%20Music,%20Island%20Records%20Rating:%205/5%20%20Dibandingkan%20Deep%20Cuts,%20Volume%201%20yang%20terkesan%20tengah%20mencari-cari%20bentuk%20inovasi%20dan%20menonjolkan%20eksperimen,%20Deep%20Cuts,%20Volume%202%20secara%20gila-gilaan%20sukses%20menampilkan%20Queen%20sebagai%20band%20rock%20yang%20benar-benar%20nendang.%20Kompilasi%20ini%20berisi%20musik%20rock%20kelas%20berat%20yang%20langsung%20bersarang%20ke%20dalam%20sensasi%20musikal%20dan%20terus%20membombardir%20telinga%20dengan%20tenaga%20yang%20sangat%20kuat,%20variatif,%20dan%20penuh%20vitalitas.%20Irisan%20seleksi%20di%20album%20ini%20benar-benar%20mampu%20menampilkan%20permata%20lagu-lagu%20Queen%20dari%20lima%20album%20periode%20kedua%20karir%20mereka,%20yaitu%20News%20of%20the%20World,%20Jazz,%20The%20Game,%20Flash%20Gordon,%20dan%20Hot%20Space.%20%20Kompilasi%20dibuka%20dengan%20%22Mustapha%22,%20lagu%20rock%20sensasional%20beraroma%20kasidah%20yang%20intro%20lenguhan%20Freddie%20Mercury%20di%20situ%20bisa%20mengingatkan%20pendengar%20pada%20lolongan%20Robert%20Plant%20dalam%20%22Immigrant%20Song.%22%20Bagi%20kita%20orang%20Indonesia,%20%22Mustapha%22%20terdengar%20sangat%20unik,%20memorable,%20menggugah%20untuk%20disimak,%20seperti%20gampang%20akrab,%20apalagi%20liriknya%20banyak%20mengandung%20kosakata%20Arab%20yang%20terdengar%20familiar.%20Track%20dilanjutkan%20dengan%20%22Sheer%20Heart%20Attack%22%20yang%20sangat%20ngebut,%20ugal-ugalan,%20dan%20bertegangan%20tinggi.%20Lagu-lagu%20hard%20rock%20bertempo%20cepat%20mendominasi%20kompilasi%20ini.%20Hanya%20empat%20lagu%20berjenis%20power%20ballads%20%28slow%20rock%29%20yang%20terpilih%20seolah-olah%20menandakan%20Queen%20ingin%20mengesankan%20sebagai%20band%20yang%20macho,%20matang,%20sekaligus%20terus%20inovatif.%20%20%20Pada%20fase%201977%E2%80%931982%20Queen%20sudah%20menjadi%20band%20adidaya.%20Mereka%20merupakan%20pasukan%20rocker%20yang%20sangat%20diperhitungkan%20berkat%20album%20best-selling%20dengan%20daya%20jelajah%20luas%20terhadap%20berbagai%20unsur%20musik%20namun%20tetap%20dalam%20balutan%20rock%20yang%20kuat%20dan%20lagu-lagunya%20mampu%20menggerakkan%20seluruh%20pendengar%20untuk%20berkoar%20bersama-sama.%20Fase%20ini%20ditandai%20dengan%20makin%20jauhnya%20mereka%20meninggalkan%20kesan%20progresif-eksperimental%20yang%20cukup%20rumit%20dan%20penuh%20perhitungan%20di%20lima%20album%20pertama,%20beralih%20ke%20rock%20yang%20lebih%20%22langsung%22%20dan%20spontan.%20Pengalaman%20mengajarkan%20mereka%20menjadi%20tambah%20luwes%20dalam%20mengadon%20dan%20mematangkan%20berbagai%20unsur%20musik%20nonrock%20untuk%20menjadi%20karya%20yang%20segera%20terdengar%20sangat%20Queen.%20Contoh%20News%20of%20the%20World%20%281977%29%20yang%20disebut-sebut%20sebagai%20album%20paling%20keras%20mereka,%20hanya%20menyisakan%20tiga%20lagu%20bernada%20Hawaiian%20%28%22Who%20Needs%20You%22%20%29,%20balada%20%28%22All%20Dead,%20All%20Dead%22%20%29,%20dan%20jazz%20%28%22My%20Melancholy%20Blues%22%29.%20%20Di%20akhir%20era%20ini,%20yaitu%20ketika%20menggarap%20The%20Game%20%281980%29,%20Queen%20memasuki%20babak%20baru%20dengan%20sepakat%20untuk%20menggunakan%20synthesizers,%20terlibat%20dalam%20proyek%20soundtrack,%20dan%20mengubah%20image%20penampilan%20jadi%20lebih%20simpel,%20menghapus%20make%20up%20tebal%20dan%20jauh%20dari%20kesan%20glamor,%20meski%20tetap%20atraktif%20dengan%20poros%20berpusat%20pada%20aksi%20Freddie%20Mercury.%20The%20Game%20melahirkan%20hits%20bercorak%20baru%20sebagai%20penambah%20hits%20lama%20yang%20komposisinya%20senantiasa%20grandeur%20dan%20sangat%20rapi.%20Lagu%20seperti%20%22Another%20One%20Bites%20the%20Dust%22%20dan%20%22Crazy%20Little%20Thing%20Called%20Love%22%20terdengar%20sangat%20simpel%20dan%20ringan,%20namun%20mampu%20memantapkan%20posisi%20mereka%20sebagai%20band%20berstatus%20superstar.%20%20%20Untuk%20Deep%20Cuts,%20Volume%202,%20Queen%20mengiris%20empat%20belas%20lagu%20minor%20yang%20atraktif%20dan%20powerful%20untuk%20ditatah%20sebagai%20paket%20yang%20rasanya%20terdengar%20sebagai%20album%20studio%20utuh,%20begitu%20padu%20dan%20kukuh.%20Lagu-lagu%20yang%20bertumpu%20pada%20permainan%20gitar%20Brian%20May%20memang%20terdengar%20dominan,%20karena%20dia%20menyumbang%20tujuh%20lagu%20dalam%20kompilasi%20ini,%20namun%20John%20Deacon%20%28bass%29%20dan%20Roger%20Taylor%20%28drums,%20perkusi,%20dan%20vokal%29%20juga%20mampu%20tampil%20secara%20maksimal.%20Chemistry%20itu%20begitu%20terasa%20dalam%20%22Dragon%20Attack%22,%20ketika%20dentuman%20bass%20dan%20pukulan%20drum%20berkejar-kejaran%20sejak%20awal,%20diselingi%20raungan%20riff%20dan%20lengkingan%20gitar,%20kemudian%20sebentar%20memberi%20kesempatan%20untuk%20pamer%20solo,%20sehingga%20membentuk%20karya%20yang%20energetik%20dan%20rancak.%20%20Deep%20Cuts,%20Volume%202%20juga%20menandai%20Queen%20bersikap%20lebih%20lunak%20terhadap%20%E2%80%9Ckegagalan%E2%80%9D%20Hot%20Space,%20dengan%20menempatkan%20tiga%20lagu%20ke%20dalam%20kompilasi,%20melebihi%20Greatest%20Hits%20%281981%29%20yang%20cuma%20mengizinkan%20satu%20hit%20untuk%20disertakan,%20itu%20pun%20merupakan%20buah%20kerja%20sama%20dengan%20David%20Bowie.%20%20%20%20Mungkin%20hanya%20penggemar%20ngeyel%20yang%20akan%20meributkan%20kenapa%20lagu-lagu%20tertentu%20sampai%20tega%20disingkirkan%20ke%20dalam%20kompilasi%20ini.%20Di%20forum%20Queen%20Online,%20banyak%20orang%20heran%20kenapa%20bukan%20%22Life%20Is%20Real%20%28Song%20For%20Lennon%29%22,%20%22Let%20Me%20Entertain%20You%22,%20maupun%20%22If%20You%20Can%27t%20Beat%20Them%22%20yang%20dipilih.%20Lagu-lagu%20tersebut%20dinilai%20lebih%20jelas%20mewarisi%20tradisi%20Queen%20misal%20dibandingkan%20%22Staying%20Power%22%20yang%20terdengar%20seperti%20lagu%20disko%20tanggung.%20Di%20luar%20perdebatan%20yang%20meramaikan%20suasana,%20sungguh%20sulit%20mencari%20cacat%20Deep%20Cuts,%20Volume%202.%20%20%20Bisa%20dibilang%20kompilasi%20ini%20merupakan%20greatest%20minor%20songs%20bila%20dibandingkan%20Greatest%20Hits,%20sekaligus%20merupakan%20kado%20sempurna%20untuk%20merayakan%2040%20tahun%20karir%20Queen.%5B%5D%20%20Link%20terkait:%20http://en.wikipedia.org/wiki/Deep_Cuts,_Volume_2_%281977%E2%80%931982%29%20"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Deep_Cuts,_Volume_2_(1977%E2%80%931982) &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-3617184102487250794?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/3617184102487250794/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=3617184102487250794' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/3617184102487250794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/3617184102487250794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/08/review-album-irisan-tajam-dari-lima.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-nM92JpPZxKI/Tjs6NwB5zvI/AAAAAAAAA-8/PE6XcAj9N10/s72-c/queen+deep+cuts+2+cover.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-8761123112733425974</id><published>2011-07-26T18:24:00.000-07:00</published><updated>2011-07-26T18:24:57.393-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arvan Pradiansyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The 7 Laws of Happiness at Work'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='happiness'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The 7 Laws of Happiness'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Baru Sukses'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahagia Dulu'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-KHljOxpW9UY/Ti9mwvYSweI/AAAAAAAAA-s/BCBfrSxWjlg/s1600/7laws+presentasi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="253" src="http://1.bp.blogspot.com/-KHljOxpW9UY/Ti9mwvYSweI/AAAAAAAAA-s/BCBfrSxWjlg/s320/7laws+presentasi.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Bahagia Dulu, Baru Sukses&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepenting apa pengaruh kebahagiaan terhadap dunia kerja dan bisnis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2007 Badenoch &amp;amp; Clark---sebuah lembaga konsultan rekrutmen di Inggris---merilis survei bahwa satu dari empat karyawan tidak puas dengan pekerjaan kantor mereka. Berbagai penelitian sejenis mengungkap hasil serupa, di antaranya ialah adanya temuan hubungan positif antara kepuasan kerja dan kepuasan hidup. Penemuan terbaru di bidang psikologi pun membuktikan bahwa kebahagiaan merupakan dasar kesuksesan. Kebahagiaan adalah sebab, harus ada sebelum kesuksesan, bukan hasil dari kesuksesan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, kebanyakan orang beranggapan sebaliknya. Mereka yakin bahwa kebahagiaan akan terjadi dengan sendirinya sebagai akibat dari kesuksesan. Jika kita bekerja keras, kita akan tambah sukses. Dan kalau sukses, baru kita akan bahagia. Anggapan ini keliru. Fakta menunjukkan betapa sering kita mendapati orang sukses yang depresif, menyalahgunakan kekuasaan (&lt;i&gt;abusive&lt;/i&gt;), bahkan sampai korupsi, melanggar hukum, dan bunuh diri. Semua itu membuktikan bahwa kesuksesan tidak identik dengan kebahagiaan, apalagi kalau seseorang merasa hidup maupun karirnya belum berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Public Program ILM The 7 Laws of Happiness @ Work di Intercontinental Hotel beberapa waktu lalu, Arvan Pradiansyah menyatakan, "Orang yang bahagia di tempat kerja pasti punya lebih banyak ide untuk pekerjaannya, lebih mampu menyenangkan customer dan orang lain, sebab inti pekerjaan ialah melayani." Di workshop dua hari yang diikuti para profesional mulai level staf junior hingga direktur dari berbagai perusahaan tersebut dia menyatakan bahwa kuncinya ialah bahagia dulu, baru sukses. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Sukses Tanpa Mengorbankan Kebahagiaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus dilakukan agar seseorang bahagia di tempat kerja? Arvan mengajarkan tujuh prinsip kebahagiaan dari buku best-sellernya &lt;i&gt;The 7 Laws of Happiness&lt;/i&gt; yang telah disesuaikan untuk dunia kerja dan para profesional. Dia mengungkapkan berbagai skills dan tools yang dibutuhkan para profesional agar sukses tanpa mengorbankan kebahagiaan di tempat kerja, misal "Mind Booster" dan "Teknik 5 Kotak" agar orang segera mampu menciptakan pikiran positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada prinsipnya The 7 Laws of Happiness ialah paradigma cara mengenali cara kerja pikiran, mengelolanya, lantas memilih tindakan. Sabar (&lt;i&gt;patience&lt;/i&gt;) misalnya, yang merupakan prinsip pertama The 7 Laws of Happiness, rasanya terdengar klise, namun Arvan memberi muatan baru yang bersifat sangat aktif. "Sabar itu bukan mengelus dada, melainkan melakukan pekerjaan dengan senang hati. Orang sabar punya keyakinan bahwa segala sesuatu mungkin untuk dilakukan." &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-F70JEu37Ouw/Ti9mwBlILZI/AAAAAAAAA-o/JRMgxRiYmW0/s1600/7laws+role+playing.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="253" src="http://3.bp.blogspot.com/-F70JEu37Ouw/Ti9mwBlILZI/AAAAAAAAA-o/JRMgxRiYmW0/s320/7laws+role+playing.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Arvan memadukan pendekatan &lt;i&gt;leadership&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;life management&lt;/i&gt; untuk menyeimbangkan kehidupan profesional dan personal. Contoh dalam motivasi kerja. Banyak orang terjebak motif jangka pendek dalam bekerja, terutama karena uang. "Orang yang bekerja karena uang hanya mampu bertahan (&lt;i&gt;survive&lt;/i&gt;) di dalam kehidupan, tapi kalau orang bekerja untuk melayani, yang dia dapat ialah kebahagiaan---uang hanya menjadi bonus." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di workshop tersebut Arvan berfungsi sebagai "personal inspirator", ini membuat para peserta tergerak untuk mengenali misi kehidupan sekaligus antusias berkarya. Semua orang tampak setuju bahwa kehidupan personal amat mempengaruhi kinerja profesional. Mana mungkin kerja memuaskan muncul dari seseorang yang sakit atau mendendam? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arvan mengungkapkan ada penelitian bahwa 54 % pekerja tidak terikat perusahaan, mereka cuma sibuk dan mengerjakan rutinitas. Sisanya, 17 % &lt;i&gt;actively disengaged&lt;/i&gt;---mereka inilah virus kantor, kerjanya merongrong, membuat situasi jadi tidak tenang. Mereka jelas bukan orang yang bahagia. Karyawan yang terikat dan bahagia dengan perusahaan baru 29 %. Persentase inilah yang harus diperbesar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kebahagiaan tidak bisa didelegasikan, ia harus dialami sendiri," ujar Arvan. Salah satu cara mendapat kebahagiaan ialah lewat pengalaman kerja dan hidup yang kaya. Bila interaksi di tempat kerja berlangsung secara adil dan komunikasinya bagaus, orang-orang akan merasa lebih bahagia, dan dengan sendirinya mereka akan terdorong berusaha lebih baik.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link terkait:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ilm.co.id/"&gt;http://www.ilm.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-8761123112733425974?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/8761123112733425974/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=8761123112733425974' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/8761123112733425974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/8761123112733425974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/07/bahagia-dulu-baru-sukses-anwar-holid.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-KHljOxpW9UY/Ti9mwvYSweI/AAAAAAAAA-s/BCBfrSxWjlg/s72-c/7laws+presentasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-1540664441668185934</id><published>2011-07-25T23:08:00.000-07:00</published><updated>2011-07-25T23:08:44.805-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arvan Pradiansyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Publisitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mengembalikan Hakikat Kemanusiaan'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-RlcZbLiYlhY/Ti5Zg54PSYI/AAAAAAAAA-g/1-MmLEcl-v0/s1600/arvanprupeserta.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-RlcZbLiYlhY/Ti5Zg54PSYI/AAAAAAAAA-g/1-MmLEcl-v0/s320/arvanprupeserta.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Mengembalikan Hakikat Kemanusiaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - "Bulan puasa merupakan sebuah perubahan di dalam hidup kita, karena itu kita harus bisa menghadapinya dengan maksimal," demikian kata Arvan Pradiansyah di hadapan lebih dari tiga ratus karyawan Prudential, di Jakarta, pada Senin, 25 Juli 2011. Salah satu perusahaan asuransi jiwa terbesar di dunia ini mengundang pembicara publik dan penulis best-seller buku-buku motivasional tersebut dalam &lt;i&gt;luncheon talk&lt;/i&gt; menjelang puasa Ramadhan 2011 (1432 H). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Arvan? "Pendekatan Arvan spiritualitas, cocok untuk teman-teman di sini," kata Fancy Ong, Senor Executive Corporate Training Prudential. Banyak karyawan perusahaan tersebut telah menikmati buku-buku Arvan dan familiar dengan talk show "Smart Happiness." Memanfaatkan konsep leadership dan life management, Arvan mengelaborasi spirit puasa menjadi kontekstual dengan etos bisnis dan profesionalisme. Dia membongkar mitos bahwa bekerja di bulan puasa itu tidak efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lima Kekuatan Puasa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Arvan menyebut bahwa puasa memiliki lima kekuatan, yaitu pikiran, sabar, syukur, cinta, dan kekuatan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Esensi kemanusiaan itu ialah bahwa pikiran harus ada di atas. Kalau kita bisa memanfaatkan pikiran, hambatan fisik pasti bisa diatasi. Puasa mengembalikan hakikat tersebut," jelas Arvan saat memaparkan the power of mind (kekuatan pikiran). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar (&lt;i&gt;the power of patience&lt;/i&gt;) ialah menunda kenikmatan jangka pendek untuk kenikmatan jangka panjang. "Sabar itu bukan mengelus dada, melainkan menikmati proses dan berusaha sampai berhasil." Definisi baru sabar ini sebenarnya banyak dipraktikkan di dunia bisnis, bahkan menjadi ciri yang sangat menonjol, misal dalam hal inovasi dan keteguhan menaklukkan pasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan syukur (&lt;i&gt;the power of gratitude&lt;/i&gt;) membuat orang mampu mensyukuri miliknya, sekecil apa pun. Bersyukur merupakan salah satu ciri orang bahagia, ia mampu menghargai apa pun yang ada dalam dirinya, bukan mencari-cari sesuatu yang di luar dirinya, apa lagi tidak dia miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;The power of love&lt;/i&gt; (cinta) memungkinkan orang melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain. Ia bisa melakukan trading places, tukar tempat. Cinta memungkinkan profesional memahami posisi klien, keinginan customer, maupun harapan atasan dan kolega. Begitu juga dengan salah satu ciri puasa yang menonjol seperti lapar. "Pengalaman lapar tidak bisa diceritakan secara persis kepada orang lain, tapi harus dialami sendiri." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncaknya ialah &lt;i&gt;the power of God&lt;/i&gt;, merasakan kekuatan Tuhan sekaligus perasaan bahwa Ia dekat. "Kalau kita jauh dari Tuhan, kita akan merasa sendiri. Kalau kita dekat dengan Tuhan, kita akan merasa betapa Tuhan senantiasa bersama kita, dan itu otomatis bisa mencegah kita dari berbuat dosa," terang Arvan. Dia menyebut bahwa konsep tersebut dia jabarkan panjang lebar dalam buku terbarunya &lt;i&gt;You Are Not Alone &lt;/i&gt;(2010).&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-fTnhg2U-xCg/Ti5ZitaenEI/AAAAAAAAA-k/CyQiBa0Un8g/s1600/arvanpru.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-fTnhg2U-xCg/Ti5ZitaenEI/AAAAAAAAA-k/CyQiBa0Un8g/s320/arvanpru.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Selain memompa semangat, sesi yang berlangsung akrab dan interaktif itu menawarkan cara pandang segar untuk menghadapi puasa dengan optimistik.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link terkait:&lt;br /&gt;http://ilm.co.id/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-1540664441668185934?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/1540664441668185934/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=1540664441668185934' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/1540664441668185934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/1540664441668185934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/07/mengembalikan-hakikat-kemanusiaan-anwar.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-RlcZbLiYlhY/Ti5Zg54PSYI/AAAAAAAAA-g/1-MmLEcl-v0/s72-c/arvanprupeserta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-2900429942307807174</id><published>2011-07-18T17:48:00.000-07:00</published><updated>2011-07-18T17:48:50.457-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='album musik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Volume 1 (1973-1976)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='&apos;Hidden Gems&apos; Lima Album Pertama Queen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Queen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Deep Cuts'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-WekrtorIsHE/TiTTLSDGSlI/AAAAAAAAA-c/qG-Wu7s1WQk/s1600/Queen+-+Deep+Cuts.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-WekrtorIsHE/TiTTLSDGSlI/AAAAAAAAA-c/qG-Wu7s1WQk/s320/Queen+-+Deep+Cuts.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr align="right"&gt;&lt;td class="tr-caption"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: xx-small;"&gt;Foto: Budi Warsito&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;'Hidden Gems' Lima Album Pertama Queen&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Deep Cuts, Volume 1 (1973-1976)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Musisi: Queen&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Jenis: album kompilasi&lt;br /&gt;Rilis: 14 Maret 2011&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Rekaman: 1972–1976&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Genre: Rock&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Durasi: 50:01&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Label: Universal Music, Island Records&lt;br /&gt;Rating: 4/5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk merayakan ulang tahun ke-40, Queen merilis album kompilasi berisi 'hidden gems' dari lima album pertama mereka. Maksud 'hidden gems' ialah lagu-lagu minor yang dinilai membentuk karakter dan mewujudkan visi mereka dalam bermusik. Lagu-lagu ini jelas kurang dikenal oleh masyarakat luas, tapi bagi penggemar Queen maupun penggemar rock, bisa mewakili kreativitas terhebat mereka. Contoh "Stone Cold Crazy" yang pernah dibawakan lagi oleh Metallica. Ketika mereka meraih Hadiah Grammy atas lagu tersebut, orang sadar bahwa Queen bukanlah grup paduan suara yang menghasilkan satu hit berjudul "Bohemian Rhapsody."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Queen adalah sebuah band album. Mereka tidak mengandalkan satu lagu tertentu untuk menunjang kesuksesan sebuah album, tetapi mengerahkan semua lagu agar bisa diterima massa. Hanya tuntutan industri dan produser yang membuat mereka harus memilih 1-2 dua lagu untuk dilempar ke pasar, dengan kompromi semoga itu merupakan lagu paling komersil yang bakal mungkin menjadi "radio friendly." Karakter sebagai band album tampak jelas dari penempatan urutan lagu yang jarang menaruh single mereka di urutan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, pilihan terhadap 'hidden gems' tadi menjadi rada dilematik, apalagi Queen kini hanya tinggal Brian May dan Roger Taylor, setelah Freddie Mercury meninggal dunia dan John Deacon pensiun. &lt;i&gt;Deep Cuts, Volume 1 &lt;/i&gt;secara personal dipilih oleh dua anggota tersisa, ditambah saran Taylor Hawkins, drummer Foo Fighters, yang ternyata seorang pengagum berat Queen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi, pilihan tiga orang tersebut bisa dibilang sukses. Empat belas lagu ini memperlihatkan betapa sejak awal Queen telah memperlihatkan kompleksitas dalam lagu-lagunya, namun sekaligus membuktikan daya jelajah mereka yang sangat luas untuk memperkaya musik rock. Mereka berhasil memaksimalkan kreativitas demi menciptakan lagu dengan beragam sentuhan, mulai dari klasik hingga balada dan folk. Semua itu didukung oleh virtuositas para anggotanya yang di atas rata-rata. &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-B-M5p7kGzAg/TiTTDsQ5SsI/AAAAAAAAA-Y/n5-u_LpBkZ8/s1600/Queen+lila+46-47.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="303" src="http://3.bp.blogspot.com/-B-M5p7kGzAg/TiTTDsQ5SsI/AAAAAAAAA-Y/n5-u_LpBkZ8/s320/Queen+lila+46-47.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Band Pionir dan Inspirator&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta ini akan tampak lebih heroik lagi jika dikaitkan dengan cerita betapa teknologi rekaman dan musik zaman itu belum mampu mengakomodasi daya kreasi mereka, dan terlebih-lebih di tiga album pertama Queen hanyalah sebuah band rock biasa yang masih kesulitan uang, sedang susah payah menaklukkan panggung, dan mencoba menawarkan kebaruan, terutama dari segi penampilan. Penampilan mereka dalam sejarah musik rock disebut-sebut merupakan pionir dan inspirasi yang melahirkan genre &lt;i&gt;glam-rock&lt;/i&gt;, sementara sejumlah lagu mereka menjadi contoh terbaik bentuk &lt;i&gt;stadium rock&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singel pertama mereka, "Keep Yourself Alive", yang ditolak sejumlah radio di Inggris, secara ironik menyemangati empat sekawan ini agar terus bertahan dan mengembangkan sayap. Mereka sempat bangkrut karena ditipu manajer dan baru bisa rekaman di kala jam-jam kosong studio demi menghemat pengeluaran. Hanya kegigihan dan keyakinan yang membuat mereka terus bertahan bekerja keras. Pada saatnya nanti semua akan berubah drastik setelah mereka mengeluarkan album &lt;i&gt;A Night at the Opera&lt;/i&gt;, yang lagu pertamanya dipersembahkan untuk mengumpat mantan manajer sialan itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Track demi track dalam &lt;i&gt;Deep Cuts, Volume 1&lt;/i&gt; mampu memancarkan pesona 'hidden gems' dengan baik, namun pilihan itu tetap bisa menimbulkan keheranan. Sangat aneh betapa "Love of My Life" tidak masuk hitungan sebagai sebuah permata mahakarya, padahal mungkin semua orang juga tahu lagu ini merupakan salah lagu paling populer Queen, mudah dinyanyikan, termasuk paling banyak di-cover musisi lain, dan menjadi standar dalam "power ballads." Begitu juga dengan "The Prophet's Song", sebuah lagu terpanjang mereka dengan komposisi yang sangat kompleks---bahkan sebagian fans fanatik menganggapnya lebih hebat dari "Bohemian Rhapsody." Mengabaikan lagu yang bisa menarik minat massa luas sangat berpotensi membuat album kompilasi ini jatuh jadi sekadar membuat semangat para penggemar berat Queen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca album studio terakhir &lt;i&gt;Made in Heaven&lt;/i&gt; (1995), sebagian penggemar mengkritik bahwa Queen sudah kebanyakan mengeluarkan kompilasi dalam beragam variasi, dan salah-salah secara sinis dianggap sebagai cara murahan untuk mencari uang. Tapi untuk &lt;i&gt;Deep Cuts, Volume 1&lt;/i&gt;, ceritanya agak lain. Kompilasi ini digarap dan disiapkan dengan serius, termasuk dengan melakukan &lt;i&gt;remastered&lt;/i&gt;. Apalagi komentar atas track demi track dari Rhys Thomas sangat informatif dan memperkaya latar belakang Queen di era tersebut. Kompilasi ini selain mempertontonkan kreativitas, karakter, dan chemistry sebuah band yang kuat, juga membuktikan betapa menarik hiruk pikuk musik rock tahun 1970-an. &lt;span style="color: blue; font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;God save the Queen!&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-2900429942307807174?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/2900429942307807174/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=2900429942307807174' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/2900429942307807174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/2900429942307807174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/07/foto-budi-warsito-hidden-gems-lima.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-WekrtorIsHE/TiTTLSDGSlI/AAAAAAAAA-c/qG-Wu7s1WQk/s72-c/Queen+-+Deep+Cuts.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-7874376046763997061</id><published>2011-06-30T17:06:00.000-07:00</published><updated>2011-06-30T17:34:35.881-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Turiya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Membangun dan Meruntuhkan Mimpi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Publisitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maradilla Syachridar'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-CMGhoAi-BZU/Tg0OOwFcF0I/AAAAAAAAA-U/q59-AigDGpk/s1600/Turiya%252C+cover%252C+maradilla.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-CMGhoAi-BZU/Tg0OOwFcF0I/AAAAAAAAA-U/q59-AigDGpk/s320/Turiya%252C+cover%252C+maradilla.jpg" width="249" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Membangun dan Meruntuhkan Mimpi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Turiya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Maradilla Syachridar&lt;br /&gt;Penerbit: Else-Press, 2011&lt;br /&gt;Tebal: 166 hal.&lt;br /&gt;Jenis: Fiksi&lt;br /&gt;ISBN: 978-602-99145-8-0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pertama kali lihat novel ini, yang langsung terlintas dalam benakku ialah: "Wah, indah sekali kemasan buku ini!" Dicetak hard cover dengan lay out yang sangat nyaman untuk pembacaan, ditambah ilustrasi menawan, novel ini dalam sekilas pandang saja langsung bikin ngiler orang untuk membacanya, atau minimal untuk mengelus dan membuka-bukanya. Penerbit tampak menyiapkan novel ini dengan matang, memanfaatkan selera seni yang tinggi. Bisa jadi karena seni pula yang menjadi subjek sekunder dalam kisah ini, yaitu musik, seni lukis, dan seni menikmati anggur. Cover gelas bersulang secara terbalik bisa secara persuasif mencerminkan adanya sesuatu yang tumpah, tercecer berantakan. Apa yang berantakan? Mimpi, harapan, cinta, sekaligus persahabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subjek primer Turiya sebenarnya sederhana: cinta. Maradilla berusaha mengutarakannya dengan cara yang rada rumit untuk menghindari klise, namun upaya itu di awal-awal tampak agak kurang hidup karena beberapa faktor. Yang utama ialah dia ingin menciptakan dunia mimpi yang bisa mempertemukan dua hasrat terpendam, tapi unsur pembentuknya kurang distingtif, meskipun sudah coba diperpekat dengan unsur yang dekat dengan dunia mimpi, yaitu surealisme, dan memperkuatnya dengan setting yang berlokasi di sebuah kota imajiner yang terkesan fantastik. Kesan yang muncul justru adanya persoalan komunikasi, dalam hal ini tiadanya keberanian menyatakan maksud dengan jelas dan keragu-raguan dalam memutuskan sesuatu. Persoalan komunikasi ini menjadi lebih sulit ketika para tokohnya dibiarkan tidak memiliki karakter yang cukup kuat agar cerita berkembang lebih dramatik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dwayne, seorang gadis yang sangat terpengaruh oleh mimpi, memendam rasa kepada Millo, seorang pelukis yang menyandarkan proses kreatifnya pada impuls bawah sadar maupun tekanan batin. Hubungan itu jadi serba salah karena di tengah-tengah mereka ada King, seorang pengusaha anggur, yang adalah kawan karib Millo dan justru menginginkan Dwayne. Ketiganya berkawan dekat, sangat kerap menghabiskan waktu maupun aktivitas bersama, namun situasi itu justru membuat mereka kesulitan membedakan apa arti sahabat dan cinta. Mereka takut bila memilih salah satu kedua hal itu justru saling menghancurkan. Mereka sungkan mengungkapkan perasaan secara tegas, apalagi Millo dan King juga memiliki persoalan pribadi yang belum selesai. Awalnya, hasrat Dwayne dan Millo bisa tersalurkan lewat mimpi maupun dunia maya, bahkan mampu memberi energi kreatif kepada Millo untuk mengekspresikannya ke dalam lukisan surealistik. Namun toh mereka akhirnya sadar bahwa di dalam kenyataan, mereka seperti tidak punya keberanian atau peluang untuk menegaskan hubungan terhadap King. Akibatnya, bahkan di dalam dunia imajiner yang sangat lembut, rahasia, dan merupakan satu-satunya tempat mencari rasa aman pun mereka tetap dikejar-kejar rasa bersalah. Mereka baru tahu betapa mahal persahabatan dan cinta ketika terpaksa harus meruntuhkan keduanya dan harus mencari solusi sendiri-sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesulitan komunikasi dan keragu-raguan dalam memilih atau mengambil tindakan &lt;br /&gt;mengingatkanku pada novel &lt;i&gt;Perahu Kertas&lt;/i&gt; (Dee), apalagi salah satu tokohnya juga pelukis. Cuma teknik cara bercerita Maradilla jauh berbeda dengan dibandingkan Dee. Dia tampak berambisi menciptakan novelnya sebagai karya serius, bukan kisah cinta gampangan. Ambisi itu diperlihatkan lewat plot yang rada berlapis, ditambah cerita tentang surealisme, musik psikedelik, seni menikmati anggur, juga menggali betapa orang kerap kesulitan menemukan kebahagiaan, apa lagi Maradilla masih sempat-sempatnya menyerempet isu aborsi---sesuatu yang sekadar jadi bumbu cerita, tapi tidak memperkuat selera tema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turiya adalah sejenis novel yang memperlihatkan bahwa pertumbuhan menuju dewasa pada suatu fase tertentu bisa jadi menyakitkan, tapi di sisi lain setelah melalui fase tersebut kita bisa lebih sadar atas pilihan maupun keputusan sendiri.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar Holid, penulis &lt;i&gt;Keep Your Hand Moving&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik ini bila mau review &lt;a href="http://halamanganjil.blogspot.com/2009/10/katakanlah-sejujurnya-anwar-holid.html"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;u&gt;Perahu Kertas&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt; (Dee).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: Turiya diterbitkan secara &lt;i&gt;print on demand&lt;/i&gt;, tidak tersedia di toko buku umum. Anda bisa memesannya via:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Turiya-by-Maradilla-Syachridar/201125776575919"&gt;http://www.facebook.com/pages/Turiya-by-Maradilla-Syachridar/201125776575919&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.brainmelosa.blogspot.com/"&gt;http://www.brainmelosa.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://maradillasyachridar.com/"&gt;http://maradillasyachridar.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Twitter: @maradilla&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-7874376046763997061?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/7874376046763997061/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=7874376046763997061' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/7874376046763997061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/7874376046763997061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/06/membangun-dan-meruntuhkan-mimpi-anwar.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-CMGhoAi-BZU/Tg0OOwFcF0I/AAAAAAAAA-U/q59-AigDGpk/s72-c/Turiya%252C+cover%252C+maradilla.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-2043393415118160484</id><published>2011-06-23T20:30:00.000-07:00</published><updated>2011-06-23T20:30:14.768-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arvan Pradiansyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SMART HAPPINESS'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Relationship&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;RINGKASAN SMART HAPPINESS, JUMAT, 24 JUNI 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berkomunikasi, kita melakukan dua hal, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;ada pesan (&lt;i&gt;message&lt;/i&gt;), bersifat eksplisit, bisa dianalisis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ada &lt;i&gt;relationship&lt;/i&gt;, bersifat implisit, memperlihatkan apa hubungan kita dengan pihak yang diajak berkomunikasi itu baik atau buruk.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Hubungan yang indah terjadi berkat adanya kepercayaan, bukan kepentingan. Kebahagiaan bergantung pada adanya hubungan, karena kita adalah makhluk sosial. Kondisi dan situasi seseorang membuat hubungan jadi dinamik. Jadi tergantung apa secara rutin disirami atau tidak, terutama dengan "tabungan emosi", dipupuk dengan hal-hal kecil, perhatian, dan terus menerus disegarkan. Hubungan yang baik baru teruji kalau sedang ada masalah. Bila hubungan baik karena tidak ada atau belum ada masalah, hubungan itu rapuh, sebab belum membuktikan bahwa kedua pihak saling memahami. Karena itu adanya konflik atau konfrontasi dalam hubungan justru bagus, asal pemahaman kedua belah pihak terhadap orang tersebut lebih baik. Sebaliknya, kalau ada masalah, selesaikanlah relasi maupun hubungannya dengan orang bersangkutan. Selain memperlihatkan kualitas hubungan, sumber masalah merupakan sumber jawaban itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-LU0cLpe13GQ/TgQEN5RX4BI/AAAAAAAAA-Q/Gcz7IdMyCz4/s1600/image002.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-LU0cLpe13GQ/TgQEN5RX4BI/AAAAAAAAA-Q/Gcz7IdMyCz4/s320/image002.jpg" width="210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jangan hanya berhubungan ketika ada masalah, karena itu bisa membuat orang lain jadi merasa dimanfaatkan, bukan bermanfaat. Hanya berhubungan ketika ada masalah, apalagi dalam hubungan yang tidak dipupuk, akan membuat kondisi itu jadi &lt;span style="color: red;"&gt;MINTA TOLONG&lt;/span&gt;. Karena itu, untuk memupuk hubungan, gunakan media yang ada, baik dengan telepon, sosial media, aplikasi komunikasi, sapaan, bahkan kejutan-kejutan kecil. Jangan ada agenda ketika sedang berkomunikasi, tidak berdasar kepentingan tertentu. Bukalah relasi dengan orang lain, karena kita bisa mendapat pengalaman hidup maupun pengalaman kerja dari orang bersangkutan, dan itu akan membuka berbagai kemungkinan, termasuk memperpanjang rezeki dan umur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang memiliki hubungan baik besar kemungkinan akan lebih bersemangat, terlibat (&lt;i&gt;engage&lt;/i&gt;), memiliki &lt;i&gt;passion&lt;/i&gt;---baik dalam kehidupan personal maupun di tempat kerja.[]wartax, 24 juni 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-2043393415118160484?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/2043393415118160484/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=2043393415118160484' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/2043393415118160484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/2043393415118160484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/06/relationship-ringkasan-smart-happiness.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-LU0cLpe13GQ/TgQEN5RX4BI/AAAAAAAAA-Q/Gcz7IdMyCz4/s72-c/image002.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-3304966652507033640</id><published>2011-06-23T17:00:00.000-07:00</published><updated>2011-06-29T17:40:25.813-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi Positif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kepribadian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aku Seorang Pendendam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[halaman ganjil]'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Waduh, Aku Seorang Pendendam!&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi pagi aku menjawab survei sewaktu ikut workshop untuk mengukur indeks kemampuan memaafkan. Hasilnya? Wah, ternyata aku ini seorang pendendam! Ini susah aku percayai sendiri bila mengingat keyakinan yang selama ini aku pegang bahwa aku orang yang gampang memaafkan atau iktikad kebaikan yang aku tanamkan dalam menjalani kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survei itu sederhana saja. Pertama-tama, &lt;span style="color: blue;"&gt;tetapkan orang yang pernah paling menyakiti diri kita&lt;/span&gt;. Bagaimana perasaan Anda terhadap orang itu sekarang? Meski pengalaman pahit itu telah berlalu bertahun-tahun lalu, ketika Anda mengingatnya sekarang, di luar dugaan hasilnya bisa mengejutkan. Mungkin Anda merasa telah memaafkan atau berusaha berdamai, tapi ternyata sakit hati sukar disembuhkan, membuat memaafkan itu harganya mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendapat skor 22 untuk hal-hal yang mengungkapkan penghindaran, misalnya:&lt;br /&gt;* sepakat berusaha menjaga jarak dari orang yang pernah menyakiti sejauh mungkin&lt;br /&gt;* menolak menganggap bahwa orang tersebut tidak ada&lt;br /&gt;* sepakat bahwa aku tidak percaya kepadanya&lt;br /&gt;* menolak bila menilai bahwa aku sulit bersikap hangat kepadanya&lt;br /&gt;* bersikap netral untuk menghindari dia&lt;br /&gt;* bersikap netral bila memutuskan hubungan dengan dia&lt;br /&gt;* sepakat menarik diri darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAWAT, GAWAT! Batinku waktu membaca petunjuk penilaian itu. Skor 22 hanya berselisih 0,8 poin dari nilai tertinggi kelompok yang menghindari orang yang pernah menyakiti diri kita. Kelompok ini HARUS berlatih memaafkan. Skor rata-rata orang Amerika Serikat dewasa menurut survei ini adalah 12,6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja aku berusaha MENYANGKAL. Iya dong! Bagaimana mungkin aku berpotensi jadi seorang pendendam bila dari dulu yakin bahwa waktu pasti menyembuhkan (&lt;i&gt;time does heal&lt;/i&gt;). Ketika mengingat orang-orang yang aku nilai pernah bermasalah cukup serius dengan aku, aku selalu bilang dan yakin bahwa kami sekarang sudah baikan. Hubungan kami sekarang baik. Apa indikasinya? Aku bisa berkomunikasi dengan normal kepadanya, bisa bercanda, bahkan dari sisi bisnis, misalnya, kami menjalin kerja sama, dan kerja sama itu sampai ada repeat order. Mungkinkah ada dendam dari orang yang melakukan repeat order? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu untuk pernyataan yang mengungkapkan pembalasan, aku mendapat skor 11, masuk dalam kelompok sepertiga orang yang paling pendendam. Kembali, aku HARUS berlatih memaafkan. Skor tertinggi kelompok orang pendendam ialah 13,2; padahal nilai kelompok rata-ratanya ialah 7,7---asumsinya ialah orang-orang yang paling memaafkan. Inilah lima poin yang mengungkapkan pembalasan:&lt;br /&gt;* aku bersikap netral bila suatu saat berniat membuatnya dihukum karena perbuatan yang membuat aku sakit&lt;br /&gt;* aku sangat menolak bila dia ditimpa sesuatu yang buruk --&amp;gt; &lt;span style="color: red;"&gt;seolah-olah memperlihatkan betapa baik diriku!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;* aku menolak bila orang itu mendapat balasan yang setimpal&lt;br /&gt;* aku sangat menolak bila akan membalas perbuatannya&lt;br /&gt;* menolak bahwa aku ingin melihatnya terluka dan merasakan sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya dari poin-poin itu aku cukup murah hati dan baik. Tapi kalau dilihat dari cara penilaian, hasilnya rada mengejutkan dan tampak ada sesuatu yang salah, entah dari metode survei atau di dalam diriku. Survei itu langsung mengingatkan aku pada kemarahan terakhir, yang menunjukkan bahwa aku masih reaktif dan kurang bisa menunda atau menahan respons.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-7Jv4uldGxW8/TgPT7mZwNTI/AAAAAAAAA-M/yEu84EDwitI/s1600/Anwar+Holid+-+Pasfoto+pendendam.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-7Jv4uldGxW8/TgPT7mZwNTI/AAAAAAAAA-M/yEu84EDwitI/s320/Anwar+Holid+-+Pasfoto+pendendam.jpg" width="228" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Nah, apa aku percaya survei? Hasil survei itu dengan tegas memerintahkan bahwa aku harus BERLATIH MEMAAFKAN. Tentu sekalian diawali dengan kebiasaan MEMINTA MAAF. Iya tidak? Baiklah. Kawan-kawan, aku minta maaf atas kelakuan burukku. Apa pun bentuknya. Terlalu banyak hal ada perbuatan yang bisa membuat orang lain tersinggung atau marah, dan itu mungkin menumbuhkan dendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akan berdamai dengan diri sendiri dulu, setelah itu berusaha menghapus dendam.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar Holid, masih bermasalah dengan kehidupan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-3304966652507033640?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/3304966652507033640/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=3304966652507033640' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/3304966652507033640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/3304966652507033640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/06/waduh-aku-seorang-pendendam-anwar-holid.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-7Jv4uldGxW8/TgPT7mZwNTI/AAAAAAAAA-M/yEu84EDwitI/s72-c/Anwar+Holid+-+Pasfoto+pendendam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-3617581299976909577</id><published>2011-06-16T16:59:00.000-07:00</published><updated>2011-06-16T17:51:11.317-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='personal essay'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Benarkah Hidup Ini Absurd dan Sia-Sia?'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[halaman ganjil]'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Benarkah Hidup Ini Absurd dan Sia-Sia?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini berawal dari obrolan dengan seorang sopir angkot. Kami hanya bicara selama perjalanan sebentar searah itu berkat kebiasaanku yang suka duduk di depan karena rasanya lebih nyaman. Entah bagaimana mulainya, mengingat aku bukan tipe orang yang gampang menyapa dan lebih sering merespons terhadap sesuatu. Tapi ke sananya toh kami ngobrol soal keluarga, anak, sekolah, dan akhirnya masuk ke soal pekerjaan. Obrolan berlangsung dalam bahasa Sunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yah, kecil-kecil juga lumayan ada penghasilan," kata pak sopir.&lt;br /&gt;"Bener pak, kata orang mah yang penting bisa bersyukur," timpalku.&lt;br /&gt;"Iya. Enggak kayak teman saya. Kasihan."&lt;br /&gt;"Memang dia kenapa pak?"&lt;br /&gt;"Dia itu teman saya dari kecil. Tetanggaan malah. Cuman bedanya dia mah pintar, sementara saya akhirnya jadi sopir angkot. Teman saya ini sekolahnya di ITB, jadi dosen di situ dan di PTS lain, S2 juga di luar negeri. Tapi apa yang terjadi sekarang? Dia kena stroke. Ngajogrok aja enggak bisa apa-apa. Tergeletak begitu aja. Jadi beban keluarga. Nah, mending saya kan? Masih bisa usaha, bisa menghidupi keluarga. Ada manfaatnya gini-gini juga."&lt;br /&gt;"Kenapa dia kena stroke pak?" Aku begidik membayangkan penyakit mengerikan seperti itu menyerang seseorang. Di sisi lain, ada sesuatu yang mulai runtuh.&lt;br /&gt;"Enggak tahu sih persisnya. Cuman kata keluarganya dia dulu terlalu kerja keras. Akibatnya baru kerasa sekarang. Semua yang sudah dia lakukan kayaknya sia-sia. Sakitnya kan nguras harta keluarga. Lama. Enggak sembuh aja. Ngabisin biaya. Memberatkan semua orang di rumahnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bingung dengan fakta begini. Benarkah orang yang kena stroke ini sia-sia atas semua usaha dan pencapaian yang pernah dia lakukan? Apa artinya ketekunan, kepintaran, kerja keras, juga penghasilan dia di kala baik-baik saja langsung sia-sia? Sayang sekali enggak ada cerita apa dia punya asuransi. Sementara orang kayak aku, yang penghasilannya kacrut, suka megap-megap karena lemas menghadapi kesulitan mapun masalah, terlilit obsesi kabur tentang kehidupan, dan pak sopir ini---yang mengaku hidupnya juga pas-pasan---jadi lebih berharga? Aku takut menjawab. Jujur, itu membuat hidup jadi terlihat absurd persis di depan hidung. Aku takut jadi orang sombong, padahal tiada hak bagiku. Enggak pantas. &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-_wrlCtPqykE/TfqYDDTsITI/AAAAAAAAA-I/UvhHfLcoyGM/s1600/wayang+kulit.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://3.bp.blogspot.com/-_wrlCtPqykE/TfqYDDTsITI/AAAAAAAAA-I/UvhHfLcoyGM/s320/wayang+kulit.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hidup bisa absurd, ironik, kejam, di luar nalar. Aku suka masih merasa sia-sia bersyukur padahal hatinya gelap dan luka parah sebab ada banyak kekurangan yang terasa sulit dibiarkan begitu saja. Ingin sederhana, tapi biaya tetap wajib dibayar. Ingin senang-senang, tapi sejumlah kerja belum beres dan kesulitan menggugah diri sendiri menghalau kemalasan. Kamu juga pasti mustahil hidup tanpa penghasilan. Coba hidupmu tanpa listrik selama lebih dari 24 jam. Kamu bisa kaku mati gaya dan emosimu langsung terkuras banyak. Baru kaku dan sebal, belum stroke. Itu membuat hidup jadi kompleks dan misterius. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu aku baca konsultasi seorang bujang lapuk sarjana S2 yang terus kesulitan dapat kerja tetap, dan yang baru dia bisa dapat ialah jadi pengajar les privat dengan penghasilan pas-pasan. Jodoh mah boro-boro. Di Jakarta pernah ada kejadian seorang penjahat pembobol rumah kosong padahal dia lulusan S2 universitas di Australia. Lihat sejumlah orang berpendidikan, dari kalangan sosialitas kelas atas dan berkuasa, dan perhatikan tuduhan atas kejahatan yang mereka lakukan. Memalukan. Sementara orang lain lagi masih ribut soal penghasilan, nama baik, motivasi, sertifikasi, album baru, buku bestseller, rekor kelas coro, travelling, operasi plastik, pemilu. Oh, apa ini juga hina? Di sisi lain, silakan baca kisah &lt;a href="http://www.kopimaya.com/forum/showthread.php?1698-Dora-Indrayanti-Trimurni-Perempuan-Perkasa" style="color: blue;"&gt;Dora Indrayanti Trimurni&lt;/a&gt; yang terpaksa harus menyamar jadi laki-laki biar tetap aman jadi tukang ojek, satpam, sekalian petugas kebersihan gedung demi membiayai hidup, kuliah, dan sekolah adik-adiknya. Dan apa yang terjadi? Di suatu hari nahas, tubuhnya yang kurang istirahat dan asupan gizi tersungkur, tahu-tahu mengidap sakit parah yang langka. Beruntunglah sejumlah orang kini bersimpati akan nasibnya dan siap membantu dia sekeluarga. Aku pernah dengar cerita tentang seorang dokter spesialis saraf sombong yang tertimpa masalah sampai membuatnya stres. Dia merasa bahwa dirinya adalah kepanjangan tangan Tuhan yang bisa menentukan hidup-mati seseorang. Karena itu dia tidak butuh bantuan orang lain. Tapi faktanya dia disuruh ikut terapi dan konsultasi psikologi. Waktu dengar cerita itu, aku dengan nada kasar bilang, "Kalau dia ngerasa jadi kepercayaan Tuhan, kenapa dia enggak minta Tuhan menyembuhkan stres atau kesombongannya?" Wah, aku paling malas menghakimi orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hei dalang! Betapa kolosal drama yang terjadi pada manusia. Alangkah absurd jalan ceritanya. Sampai aku mau menangis pingsan menonton dan ikut menjalaninya![]&lt;br /&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;Anwar Holid, dapat peran figuran di berbagai acara kehidupan.&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-3617581299976909577?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/3617581299976909577/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=3617581299976909577' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/3617581299976909577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/3617581299976909577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/06/benarkah-hidup-ini-absurd-dan-sia-sia.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-_wrlCtPqykE/TfqYDDTsITI/AAAAAAAAA-I/UvhHfLcoyGM/s72-c/wayang+kulit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-738635363596855138</id><published>2011-06-09T17:07:00.000-07:00</published><updated>2011-06-09T17:34:10.738-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teguran Tengah Tahun untuk Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[halaman ganjil]'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Teguran Tengah Tahun untuk Anwar Holid&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Aku takut bahwa aku kurang bersyukur. Sudah 168 hari tahun 2011 berjalan. Sudah dua puluh empat minggu berlalu. Namun rasanya sedikit sekali yang sudah aku nikmati.Aku masih gagal memaksimal kemampuan dan mengerjakan dengan baik janji-janji yang mestinya aku penuhi. Ini menyedihkan, tapi rasanya keterlaluan kalau aku terus mengeluh karena gagal mengalahkan diri sendiri. Dari dulu aku yakin bahwa pergulatan terberat manusia terjadi di dalam diri sendiri, dan sekarang aku harus bilang aku tengah terjungkal, kesulitan bangkit, dan rasanya terus lunglai sampai mau tewas. Yang bisa aku lakukan hanya hal-hal kecil dan terlalu sering merasa mendapat ironi untuk menyenangkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironi terbesar yang paling aku rasakan sekarang ialah sindrom sukses. Rasanya aku kini terlalu sering dengar berita tentang kesuksesan spektakuler, sampai aku kesulitan memaknai apa gagal itu haram dan berusaha cuma omong kosong? Sindrom ini rasanya membuat aku tambah gampang sinis dan apatis, mematahkan semangat minimal untuk berbuat standar. Kesuksesan membuat aku curiga bahwa ada rahasia yang tidak diceritakan oleh para orang sukses tentang perbuatannya. Tapi curiga hanya membuat kebahagiaanku tergerogoti. Aku tampaknya lagi gelisah dan sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya aneh setengah tahun 2011 ini terus berjalan tapi waktu rasanya terus membuatku tersudut menghadapi dunia. Namun, lepas dari berbagai kekurangan, krisis emosi, finansial, wanprestasi, juga iman menurut pendapat beberapa orang, dalam enam bulan terakhir ini aku merasa sedikit lebih puas---tapi apa artinya pernyataan ini kalau ternyata setelah diukur dengan parameter tertentu malah minus. Ada empat hal paling krusial yang sulit aku kalahkan:&lt;br /&gt;* kerjaku lamban (lelet)&lt;br /&gt;* kurang bekerja dengan cerdas (work smart)&lt;br /&gt;* masih pasif (kurang agresif)&lt;br /&gt;* gampang berpuas diri&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-vIUWrnQpDE0/TfFf4QWVycI/AAAAAAAAA-E/RF40CcbdWpE/s1600/anwar+holid%252C+ceplokbusa+tahun+baru+2011.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="262" src="http://1.bp.blogspot.com/-vIUWrnQpDE0/TfFf4QWVycI/AAAAAAAAA-E/RF40CcbdWpE/s320/anwar+holid%252C+ceplokbusa+tahun+baru+2011.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Aku masih kerap berdebat soal uang atau upaya menghargai profesionalisme dan waktu kerja. Sebagian orang bilang santai saja kalau kita gagal dan enggak ada uang, tapi apa jadinya kalau aku benar-benar kesulitan uang, terdesak oleh berbagai kebutuhan, tapi malas minjam. Orang bilang uang bukan segalanya, tapi kalau kamu tetap kesulitan memenuhi banyak kebutuhan karena keuanganmu minim atau nyaris bangkrut, maka kamu hanya bisa manyun. Aku bicara kebutuhan loh, bukan keinginan. Aku sudah kehabisan keinginan untuk beli cd, film, jalan-jalan, atau rumah baru dengan halaman luas dan tanah yang subur; tapi aku butuh asuransi untuk anakku, perlu membunuh kekhawatiran yang kadang-kadang muncul dalam diriku. Aku pernah diutangi oleh orang yang sama-sama kehabisan uang, termasuk didatangi orang yang butuh uang, bahkan menggunakan dalih akibat pindah agama segala. Beberapa orang mengira aku sudah memasuki fase "bebas finansial", padahal sesekali aku masih harus pinjam ke orang lain yang lebih sukses. Jadinya aku merasa absurd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku baca ada orang yang ingin membangun Indonesia, tapi aku lihat para pemulung banting urat dan otot hingga bertonjolan di Tanah Abang tetap kelihatan telanjang, kumuh, kotor, keringat mengucuri perut telanjangnya yang buncit. Mereka luput dari sasaran program dan slogan CSR dari perusahan ataupun pribadi yang kelihatan mulia. Anjing! Aku tahu pemilik program itu hanya menyasar segolongan pasar yang dinilai sejalan dengan kelas dan pemikirannya. Kalau tidak, lewat. Aku sempat baca bahwa pemerintah mengaku kesulitan mengentaskan jumlah kemiskinan karena menurut pengamat, mereka miskin terobosan. Aku masih dengar korupsi adalah kucing-kucingan, sejenis petak umpet dengan biaya luar biasa tinggi. Ha ha ha... Aku malas terbuai kata-kata. Kamu percaya ada orang yang mau membangun negeri? Fuck. Aku enggak. Aku lebih percaya bahwa aku ingin fokus pada diri sendiri dan aku tahu itu susah sekali---terutama untuk meningkatkan penghasilan atau mengembangkan karir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sporadis aku berkomentar hidup itu berat (life is hard). Mungkin itu bentuk ngotot yang negatif. Kalau kamu hanya punya beberapa ribu rupiah, akankah kamu merasa sukses? Kalau kamu Gayus, akankah kamu harus merasa gagal? Yang kelihatan adalah Gayus banyak uang dan kamu enggak bisa beli barang. Yang enggak kelihatan, itu urusan kamu dengan Tuhan---atau tekanan yang harus kamu tanggung. Kalau kamu Nunun Nurbaeti, apa kamu akan mengaku salah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara kasar, aku menilai diriku masih punya sebentuk keberhasilan. Aku punya karir, kerjaan, keluarga, sedikit impian, teman, keyakinan, pendapat, sikap, bebas. Aku bukan pengangguran. Aku berinteraksi dengan orang banyak dan aku berani jujur. &lt;span style="background-color: blue;"&gt;Tapi apa itu cukup?&lt;/span&gt; Tidak. Itu sebabnya aku masih merasa hidup itu aneh, lepas bahwa aku berusaha ikhlas atau berusaha menumbuhkan sikap kreatif dalam diriku. Kata Sting, "Be yourself no matter what they say." Rasanya aku sudah jadi be myself---lepas dari fakta bahwa aku mungkin menggelepar-gelepar kesulitan mengalahkan kemalasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul rata, aku bahagia dengan pekerjaan dan karir, juga dengan hidupku. Tapi aku masih merasa ada sesuatu yang kurang dan itu perlu ditingkatkan. Aku merasa masih ada sesuatu yang salah, tapi kadang-kadang aku ragu atau takut menjelaskan apa persisnya. Mungkin kekuranganku, sikap individualistik dan abai. Juga karena rentan terhadap amarah dan kesabaran. Aku suka belajar, tapi sulit melakukan nilai itu. Aku berprasangka orang menyembunyikan sesuatu dari dirinya, pamrih, dan enggan bilang yang terburuk dari dirinya atau sebenarnya mereka berencana menyikat kamu. Tapi apa guna prasangka itu? Aku mungkin paranoid. Aku nyaris curiga para segala sesuatu. Mungkin aku sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh sederhana dari prasangkaku: Kalau sebagian orang percaya bahwa Soeharto itu Bapak Pembangunan Indonesia, kenapa setelah dia jatuh sebuah badan antikorupsi PBB berani menetapkan bahwa dia adalah koruptor terbesar yang pernah ada? Kenapa PBB takut mendakwa begitu ketika dia masih jadi presiden? Bahkan yang paling absurd, dulu PBB memberi penghargaan untuk pencapaian ini-itu kepada dirinya. Sungguh sia-sia upaya itu. Kalau kamu yakin Soekarno ingin membangun negerinya, aku yakin mestinya dia sudah lupa untuk beristri banyak. Itu kan menambah pengeluaran pribadi atas nama negara. Aku meragukan integritasnya. Aku menyangsikan niatnya. Sebab dari fakta, mereka meninggalkan ceceran kotoran yang terlalu busuk. Tapi apa dengan begitu aku harus mati-matian menolaknya? Apa manfaatnya buatku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sering melihat kontras dan kesulitan menyeimbangkannya. Lama-lama aku menganggap itu omong kosong, menilai itu sebagai sesuatu yang harus dihadapi orang secara pribadi. Kalau aku kekurangan uang, hadapi saja. Berdamai atau atasi. Sejumlah hal sulit aku pahami. Terus belajar atau abaikan---mungkin itu bukan urusanmu. Kalau bukan urusanmu, tinggalkan. Perhatikan urusanmu sendiri. Urusanmu sendiri banyak dan belum beres. Bantu orang lain demi kebaikan dan alasan kemanusiaan. Hanya kamu yang tahu apa kamu menjalani hidup yang jujur atau palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berlalu tanpa pandang bulu. Harusnya sejak awal tahun kamu kehabisan alasan untuk berdalih atau mengeluh. Ayo Anwar, gugah diri sendiri. Jaga dirimu baik-baik. Miliki hidup yang hebat---minimal untuk kamu sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartax, &lt;br /&gt;alter egomu.&lt;br /&gt;Cipunegara, 10 Juni 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-738635363596855138?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/738635363596855138/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=738635363596855138' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/738635363596855138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/738635363596855138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/06/teguran-tengah-tahun-untuk-anwar-holid.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-vIUWrnQpDE0/TfFf4QWVycI/AAAAAAAAA-E/RF40CcbdWpE/s72-c/anwar+holid%252C+ceplokbusa+tahun+baru+2011.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-2161951317084851752</id><published>2011-05-26T02:58:00.000-07:00</published><updated>2011-05-26T03:16:57.087-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arvan Pradiansyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lima keyakinan yang membuat kamu tidak bahagia'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_1362188347" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="270" src="http://2.bp.blogspot.com/-fIwAwHG8LJU/Td4j9uNCaAI/AAAAAAAAA-A/CbV-tPeZ1SU/s320/happiness1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr align="left"&gt;&lt;td class="tr-caption"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Ada lima keyakinan yang membuat kamu tidak bahagia:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;1/ kamu lebih memusatkan perhatian pada sesuatu yang tidak kamu miliki, bukan pada apa yang kamu miliki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2/ kamu percaya bahwa kebahagiaan ada di masa depan. kamu membuat "daftar tunggu" terlalu banyak untuk bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3/ kamu selalu membanding-bandingkan dirimu dengan orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4/ kamu percaya bahwa kebahagiaan baru datang kalau berhasil mengubah situasi dan orang-orang di sekitarmu. padahal yang perlu kamu ubah adalah diri sendiri, hati, dan cara pandang kamu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5/ kamu yakin baru akan bahagia kalau semua keinginanmu terpenuhi&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;---sedikit mengubah dari tulisan &lt;a href="http://www.ilm.co.id/?vw="&gt;&lt;b&gt;arvan pradiansyah&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Foto dari &lt;a href="http://www.flickr.com/photos/eole/2651276638/"&gt;http://www.flickr.com/photos/eole/2651276638/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-2161951317084851752?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/2161951317084851752/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=2161951317084851752' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/2161951317084851752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/2161951317084851752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/05/ada-lima-keyakinan-yang-membuat-kamu.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-fIwAwHG8LJU/Td4j9uNCaAI/AAAAAAAAA-A/CbV-tPeZ1SU/s72-c/happiness1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-3076576035460397381</id><published>2011-05-22T17:43:00.000-07:00</published><updated>2011-05-22T17:43:23.499-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Eugenio dan Veríssimo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Selisik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Eugenio Fontes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ÉRICO Lopes Veríssimo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ketika Hati Harus Memilih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Republika'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-oIaVm7XdXF4/TdmrsDxi1fI/AAAAAAAAA94/IR7bJZdrl44/s1600/ericoverissimo%252C+ketika+harus+memilih.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-oIaVm7XdXF4/TdmrsDxi1fI/AAAAAAAAA94/IR7bJZdrl44/s320/ericoverissimo%252C+ketika+harus+memilih.jpg" width="212" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Eugenio dan Veríssimo&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAYA bertemu dengan dia di Jalan Dewi Sartika, di antara lapak penjual buku dan majalah loak. Waktu itu saya sedang istirahat kantor dan ingin jalan-jalan agak lama karena penat. Memang kadang-kadang pertemuan memang terjadi karena kebetulan. Dia ada di antara buku-buku yang kebanyakan sudah lecek dan sampulnya sudah terlipat-lipat. Awalnya dia juga diam saja waktu saya sedang memilih-milih buku. Tapi akhirnya kami berkenalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya Eugenio Fontes, panggilannya Genoca. Dia protagonis dalam &lt;i&gt;Ketika Hati Harus Memilih&lt;/i&gt; (GPU, 1990) karya Érico Veríssimo, terjemahan Masri Maris. Batin saya waktu itu: siapa yang tahu dia? Harus diakui pada tahun 2000-an penulis Brasil yang paling terkenal adalah Paulo Coelho, dan di Indonesia hak terjemahannya paling banyak dipegang Gramedia. Kini saya tahu ada nama lain sebelum Coelho, dan karyanya jauh lebih awal diperkenalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung ada &lt;i&gt;Merriam-Webster's Encyclopedia of Literature&lt;/i&gt; yang dulu pernah saya ceritakan. Betul dia salah satu penulis paling penting dalam khazanah sastra Brasil. Informasi tentang dia bisa juga ditelusuri lewat Internet. Di sana ketahuan bahwa buku-buku dia sudah termasuk golongan 'antiquarian' dan harus pesan dulu bila ingin beli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ÉRICO Lopes Veríssimo lahir di Rio Grande do Sul, pada 17 Desember 1905, meninggal di Porto Alegre pada 28 November 1975. Sebelum bekerja di penerbit Editora Globo dia sempat bekerja di sebuah apotek. Di penerbit itu mula-mula dia menerjemahkan serta menerbitkan karya penulis antara lain Aldous Huxley. Ketika berusia 28 tahun dia menulis novel pertamanya, &lt;i&gt;Clarissa&lt;/i&gt;, yang ternyata diterima dengan baik oleh pembaca, kemudian diikuti rangkaian novel laris &lt;i&gt;Caminhos Cruzados&lt;/i&gt; (1935), &lt;i&gt;Olhai os Lírios do Campo&lt;/i&gt; (1938), &lt;i&gt;O Resto É Silêncio&lt;/i&gt; (1943). &lt;i&gt;Olhai os Lírios do Campo&lt;/i&gt; adalah judul asli &lt;i&gt;Ketika Hati Harus Memilih&lt;/i&gt;, yang diterjemahkan Jean Karnoff sebagai &lt;i&gt;Consider the Lilies of the Field&lt;/i&gt; (Macmillan, 1947) dan pada 28 November 1969 diterbitkan ulang Greenwood Publishing Group. Siapa sangka pada tanggal itu, enam tahun kemudian dia wafat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-oDPQKjqECtU/Tdmr1IHWlLI/AAAAAAAAA98/Ed1DJoHp10E/s1600/Erico_Verissimo%252C+ilustrasi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-oDPQKjqECtU/Tdmr1IHWlLI/AAAAAAAAA98/Ed1DJoHp10E/s1600/Erico_Verissimo%252C+ilustrasi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Veríssimo juga seorang ahli sejarah sastra dan kritik; mampu dengan baik pula menulis dalam bahasa Inggris, berjasa mengenalkan sastra Brasil ke seluruh dunia, termasuk tentang kondisi sosial dan warisan budayanya. Karena fasih berbahasa Inggris, pada Perang Dunia II dia pergi ke Amerika Serikat, mengajar sebentar di University of California (UCLA) di Berkeley; hasilnya dia menerbitkan &lt;i&gt;History of Brazilian Literature: an Outline&lt;/i&gt; (1945). Dalam karirnya dia menjadi direktur Departemen Urusan Budaya Uni Pan-Amerika (1953-56).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia penulis subur. Selain lima buku itu dia menerbitkan sejumlah novel lain, cerita pendek, buku kanak-kanak, juga esai perjalanan, belum termasuk trilogi yang merupakan adikaryanya, &lt;i&gt;O Tempo e o Vento&lt;/i&gt; (1949-62), terdiri dari &lt;i&gt;O Continente, O Retrato, &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;O Arquipélago&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUNGGUH kejutan menyenangkan saya menemukan buku bagus tanpa pernah memikirkannya. Ceritanya tentang anak pintar yang lahir dari keluarga miskin. Ayahnya seorang penjahit, tapi dia bahkan tidak bisa menyediakan celana layak buat anaknya. Sementara ibunya bekerja sebagai pencuci di sebuah akademi. Rumah mereka menurutnya mirip kandang babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sebenarnya lebih mengesankan karena ada Eugenio itu. Sebenarnya dia mirip bocah lelaki Brasil lain, suka main bola. Tapi sayang, karena miskin dia hanya bisa menendang bola dari buntalan kain rombeng. Dia pernah berdoa agar Tuhan memberi dia bola plastik saja; tapi tak dikabul, akibatnya waktu mahasiswa dia tidak ingin percaya pada Tuhan. Kata dia, 'Andaikata Tuhan ada, maka berarti Dia telah melupakan dunia, seperti seorang sastrawan yang sengaja melupakan buku karangannya yang membuatnya malu.' Tapi kadang-kadang keyakinan itu goyah, karena sebenarnya dia halus budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelambanan main bola dan keminderan karena miskin dia bayar dengan kepintaran dan pengetahuan. Dia beralih pada buku dan pelajaran, sampai dia pintar dan masuk fakultas kedokteran, awalnya lebih didorong karena dia ingin menolong orang yang sakit-sakitan, seperti ayah dan ibunya. Sayang harapan itu kandas, sebab ayahnya meninggal sebelum dia diwisuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu miskin, hingga waktu SD celananya bolong-bolong di pantat dan dia dicemooh oleh seluruh teman sekelasnya. Kemiskinan yang traumatik mengikis habis mental dan percaya diri, sampai tak sadar psikisnya sakit, membuatnya mudah sekali curiga bahkan kepada orang baik. Apa mereka baik karena kasihan, karena dia miskin, seakan-akan berderajat lebih rendah dan hadir menjadi hamba demi mengaminikan ucapan tuan. Dia merasa tak patut dikasihani. Kemiskinan memenjarakan pikiran dan mentalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengira kebahagiaan ada dalam harta dan status sosial, membuat dia rela 'menjual' diri menikahi Eunice Cintra, putri tunggal seorang pemilik perusahaan raksasa, mengkhianati cintanya pada Olivia Miranda, teman kuliahnya yang bukan saja mencintainya pula, melainkan ikhlas. Tanpa pernah dia sangka, kencannya dulu dengan Olivia menghasilkan seorang anak, yang baru dia tahu menjelang Olivia meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking miskin dan malu, pernah waktu kumpul bareng teman-teman kuliahnya, dan tampak ayahnya di seberang jalan membawa jahitan, dia merasa hina bila ayahnya sampai berpapasan dan menyapa di tengah kawan-kawannya, khawatir atas pandangan hina mereka. Peristiwa itu membuatnya merasa sangat bersalah; kenapa aku harus malu, padahal dia adalah ayahku, orang jujur, sangat baik, yang banting tulang menyekolahkan aku, sesal dia. Akhirnya Eugenio mengejar, tapi dia sudah menghilang di balik gang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyaksikan Eugenio saya harus bilang anak bisa begitu mudah kecewa dengan kenyataan orangtuanya. Padahal orangtuanya baik, mengupayakan yang terbaik, merawat, tidak menganiaya, meninggalkan, atau menelantarkan mereka. Tapi anak kadang-kadang memang naif dan sembrono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENAMATKAN buku ini memang sangat sentimental dan membuat tersayat, tapi saya puas dengan keindahan bahasa dan kemampuan tulisan Veríssimo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya sesali, ternyata tujuh halaman buku ini kosong. Untuk ini saya tak bisa apa-apa. Buku lama, beli bekas, dan waktu beli tak diperiksa. Tak ada celah untuk mengeluh. Kata teman sekantor, 'Wah, ini buku cacat ya?' Memang, barangkali. Tapi mau apa lagi? Saya harus mau menerima hal ini sebagai biasa. Saya tak akan rewel hanya untuk hal ini.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar Holid, editor dan penulis.&lt;br /&gt;Esai ini awalnya dimuat di &lt;i&gt;Republika&lt;/i&gt;, Minggu, 11 Desember 2005.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-3076576035460397381?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/3076576035460397381/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=3076576035460397381' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/3076576035460397381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/3076576035460397381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/05/eugenio-dan-verissimo-anwar-holid-saya.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-oIaVm7XdXF4/TdmrsDxi1fI/AAAAAAAAA94/IR7bJZdrl44/s72-c/ericoverissimo%252C+ketika+harus+memilih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-1382987192650493678</id><published>2011-05-22T17:27:00.000-07:00</published><updated>2011-05-22T17:27:10.969-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dan Kekhawatiran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kematian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[halaman ganjil]'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-xb8qWnRUzGw/TdmpAFDMiwI/AAAAAAAAA90/IoSSSKG3EFY/s1600/Angel_Of_Death_by_aaillustrations.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-xb8qWnRUzGw/TdmpAFDMiwI/AAAAAAAAA90/IoSSSKG3EFY/s320/Angel_Of_Death_by_aaillustrations.jpg" width="233" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr align="left"&gt;&lt;td class="tr-caption"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: xx-small;"&gt;Gambaran paling klise tentang Malaikat Maut&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Kehidupan, Kematian, dan Kekhawatiran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenanganku soal kematian amat buruk. Padahal ia terjadi di sampingku. Waktu aku kelas 3 dan kakakku kelas 6 SD, kami sakit muntaber (diare), sampai merenggut nyawa kakakku. Kenangan paling jernih dari peristiwa ini ialah aku sebentar-sebentar minum oralit (yang rasanya sangat aneh) atau air kelapa, tapi itu pun gagal mencegah kami dari sebentar-sebentar terbirit-birit ke kakus, dan sebelum sampai ke sana aku atau kakakku sudah keburu jongkok di lantai dan pantatku basah oleh kotoran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sama-sama kritis, aku enggak tahu bagaimana kakakku meninggal. Apa aku juga sekarat atau kejang-kejang, hanya orangtua kami yang tahu, tapi tentang itu pun ayah atau ibuku tidak pernah cerita. Yang jelas ialah aku hidup dan kakakku meninggal. Mendadak rumah kami penuh orang, ibuku menangis, dan beberapa orang menyiapkan patok. Patok itu rupanya tanda nisan kuburan kakakku. Ketika ayahku untuk pertama kali mengajak aku ziarah ke kuburan kakakku, yang terlintas dalam pikiranku ialah: oh, kuburannya kecil sekali. Ayahku sengaja membiarkan kuburan itu apa adanya. Setiap kali ziarah, dia hanya mencabuti rumput yang tumbuh di gundukan tanah itu. Lama-lama kuburan itu rata dengan tanah, dan nisan kayunya pun hancur. Sejak itu setiap kali aku ingin mengajak ziarah, ayah menolak, karena letak kuburannya pun sudah hilang. Agaknya dia sudah melupakan kematian anak sulungya dengan sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melewatkan pemakaman kakek dari pihak ibu dan nenek dari pihak ayah. Aku kehilangan alasan kenapa bisa melewatkan prosesi kematian orang-orang dekat dengan diriku. Apa aku terlalu abai atau sibuk hingga tak menyempatkan diri melawat orang di hari terakhirnya? Entahlah. Begitu juga ketika adik iparku meninggal, dan ketika baru-baru ini satu-dua kawan baik lama mendahuluiku berangkat ke alam baka. Memang waktu dan jarak telah memisahkan kami; tapi kabar kematiannya yang aku dengar dari kawan baik lain tak membuatku berjanji untuk melayat ke rumah duka. Aku kuatir lama-lama kehilangan rasa kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian membuat aku bingung. Jelas ini karena aku buta pada kematian, dan aku juga enggak akrab-akrab banget dengan dirinya. Kematian hanya sekali terjadi, namun setiap kali terjadi, dia menghenyakkan. Dia membuat jeda sebentar dengan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dulu aku punya keinginan romantik terhadap kematian: aku ingin mati muda, mati dalam keadaan sehat, dan makamku tak usah dikasih nisan. Aku malas membayangkan bila ada orang kerepotan mengurus aku bila berlama-lama menghadapi kematian dalam kondisi payah atau tanpa daya. Aku ingin makamku segera rata, ditumbuhi tanaman, dan tubuhku lengket melebur bersama tanah. Aku cukup berharap dapat doa keselamatan. Aku enggak tahu apa keinginan sejenis itu normal atau muluk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, dengan umur sekarang sudah 37, aku jelas bakal mati tua. Dengan umur segitu, apalagi punya anak, tak akan ada orang yang bilang bahwa aku masih muda. Mati muda itu kalau orang belum berumur 27, apalagi kalau dia masih bujangan. Beberapa temanku mati muda. Waktu kemarin reuni dengan teman SMA, salah satu yang membuat aku sangat terharu ialah ada sekitar lima orang sebaya kami yang telah berangkat duluan ke alam baka dengan berbagai alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Per hari ini aku merasa sehat. Tapi karena aku tahu kematian terus memburu, ia bisa datang kapan saja. Kematian tidak ada hubungannya dengan kesehatan atau kebiasaan baik memelihara kehidupan. Ada banyak orang dengan gaya hidup sehat mati setelah berolahraga atau minum suplemen demi stamina. Ada orang yang minum alkohol tiap hari, pecandu rokok dan narkoba, main cewek gonta-ganti, sampai tua hidup baik-baik saja dan jaya. Tapi itu juga jangan sampai membuat kamu berpikir kelakuan begitu patut dicontoh dan tanpa risiko. Itu hanya membuktikan kematian tak ada hubungannya dengan cara hidup.&amp;nbsp; Kalau kamu jemput paksa jadi dosa. Dia hanya datang tepat waktu yang mungkin tak disangka-sangka. Jadi siap-siap saja. Malaikat maut hanya perlu mendapat perintah Tuhan kapan harus mencabut nyawa, dan begitu datang, orang itu mustahil bilang, "Tunggu dulu, aku belum siap." Dia menolak meladeni permintaanmu seolah-olah bilang, "Tidak bisa." Dan... krasss. Nyawa kamu putus. Lepas dari tubuh. Dibawa ke alam kubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama menanti kematian yang enggak jelas jadwal kedatangannya, kita bisa berusaha mengisi kehidupan dengan kegiatan bermanfaat. Namun, di sela-sela energi positif, semangat, kebahagiaan, dan kebaikan, kehidupan ternyata juga bisa membuat kita kuatir, sengsara, dan sulit. Sebagian orang pernah menilai aku dalam keadaan putus asa, tertekan, depresif, atau bahkan malas sama sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa depan bisa membuat kita kuatir. Di sela-sela rasa syukur dan puas, kadang-kadang masih saja timbul penyesalan atas utang yang belum terbayar, asuransi yang belum terjangkau, benda yang belum dimiliki, biaya yang masih membebani, penghasilan yang masih kurang. Apa dong arti rasa syukur? batinku. Aku berusaha senantiasa bersyukur, tapi itu masih gagal membuatku mengakui kekurangan faktual atas banyak hal. Berbagai pertanyaan tentang hidup kadang-kadang hanya berakhir jadi gumpalan kegelisahan yang membuat pikiran dan hati jadi kacau. Coba-coba menjawab sering membuat aku tambah sinis dan skeptis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergumul dengan hidup butuh stamina dan kewarasan tinggi. Sebagian orang malah berani mengambil risiko tinggi dengan harapan mendapat kehidupan lebih baik secara gila-gilaan. Mungkin itu yang membuat hidup jadi sangat berharga, tiada tara ternilai, dan jauh lebih menarik daripada kematian. Demi hidup, orang mau terpaksa menghabiskan harta untuk transplantasi organ tubuh, ikut asuransi jiwa atau kesehatan untuk mengantisipasi keadaan, atau menukar kekayaan demi mendapatkan kembali kehidupan atau kesehatan agar pulih normal. Apa ini tanda di bawah sadar kita enggan menghadapi maut karena terlalu misterius dan menakutkan untuk mengetahui sosoknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, secara alamiah hidup juga menciptakan persoalan, ujian, bahkan tantangannya bisa luar biasa pelik. Semua itu kerap membuat manusia lapuk dan tanpa daya. Dan hanya manusia hebat yang mampu berkompromi atau mengatasinya dengan baik. Bila sudah begitu, dia lulus ujian, dan silakan mati, bagaimanapun caranya. Sebagian orang hebat mati ditebas lehernya, disalib, dan mati mengenaskan dengan berbagai sebab lain, tapi itu tidak mengurangi kualitas hidup yang mereka jalani. Bila sudah selesai urusan di dunia, kematian hanya tahap berikutnya dalam kehidupan manusia. Perhatikanlah: ternyata urusan manusia belum selesai waktu mati, padahal secara fisik kita tak bisa melakukan apa pun. Hidup ada lanjutannya. Bagaimana memahami hal itu? Kita hanya perlu jadi orang beriman; sebab bagi orang ateis, pernyataan tadi nonsens dan terdengar bohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi harapanku tentang kematian: aku ingin hidupku berakhir baik. Aku berharap itu bukan cuma spekulasi, melainkan menjadi kekuatan dan kunci untuk menjalani kehidupan sekaligus menghadapi kematian.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar Holid, hidup sejak 1973. Masih bekerja sebagai editor dan penulis.&lt;br /&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;LINK TERKAIT:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://halamanganjil.blogspot.com/2010/12/heru-hikayat-dari-belakang.html"&gt;Yang Lebih Diri, oleh Heru Hikayat&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Death"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Death&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-1382987192650493678?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/1382987192650493678/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=1382987192650493678' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/1382987192650493678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/1382987192650493678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/05/gambaran-paling-klise-tentang-malaikat.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-xb8qWnRUzGw/TdmpAFDMiwI/AAAAAAAAA90/IoSSSKG3EFY/s72-c/Angel_Of_Death_by_aaillustrations.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-2188139386614662938</id><published>2011-05-18T17:41:00.000-07:00</published><updated>2011-05-18T17:41:05.775-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Membius'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jeli'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Like This'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jakartabeat.net'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Elitis'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-sJGlXflh43o/TdRmTgVR44I/AAAAAAAAA9w/KSSZgA1LuYA/s1600/jakartabeatlikethis+cover.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-sJGlXflh43o/TdRmTgVR44I/AAAAAAAAA9w/KSSZgA1LuYA/s320/jakartabeatlikethis+cover.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;[Resensi Buku]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: blue; color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: white;"&gt;Jeli, Elitis, Membius&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: blue; color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: white;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;___________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;DETIL BUKU&lt;/span&gt;&lt;br style="color: red;" /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Like This, Kumpulan Tulisan Pilihan 2009-2010 jakartabeat.net&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Penyunting: Yus Ariyanto&lt;br /&gt;Penerbit: Multimedia Jakartabeat.net, 2011&lt;br /&gt;Tebal: 438 hal.&lt;br /&gt;ISBN: 978-602-9149-02-09&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa dilihat dari sebuah buku berwajah dua berisi subjek yang sangat beragam? Pertama-tama ialah bagaimana para penulis (kontributor) mengutarakan isi subjek tersebut. Kedua, seberapa penting atau menarik subjek tersebut sehingga pantas diangkat. Dua alasan itu tampaknya cukup untuk segera membuat pembaca mengamini untuk menyukai buku ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah pertama buku setebal 438 halaman ini ialah soal musik, sementara wajah keduanya berisi soal berbagai aspek humaniora. Jelas kedua wajah ini mustahil bisa bersua bila tidak ada jembatan yang mampu menghubungkannya, baik itu kepentingan ekonomi, sosial-politik, maupun hasrat libido. Meski sepertinya sisi musik dan humaniora itu tampak cerai alias enggak nyambung dan dipaksa kawin dalam satu ikatan buku, ada satu hal yang mampu menyatukan mereka, yaitu keunggulan para penulis mengungkapkan gagasannya dengan kemampuan bertutur yang hebat, ditambah kejelian memilih detil yang boleh dibilang mengagumkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil contoh detil soal sejarah dan nasionalisme dari pengamatan Dandhy Dwi Laksono. Dia bilang, jargon nasionalisme itu omong kosong. Buktinya: para mantan presiden Indonesia ternyata pada menolak melaksanakan upacara 17 Agustus di Istana Negara setelah mereka turun jabatan, entah karena dipaksa atau kalah dalam pemilihan umum. Lihat saja misalnya B.J. Habibie: sejak dipecat MPR pada 1999, di memilih tinggal di Eropa alih-alih menghadiri upacara 17 Agustus di Istana Negara yang pernah jadi kantornya. Soeharto, Gus Dur, dan Megawati berperilaku serupa. Mari kita lihat apa nanti Susilo Bambang Yudhoyono bertabiat sama dengan mereka bila sudah berhenti jadi presiden. Kalau begitu pantas saja siswa-siswa sekolah juga sebenarnya malas banget kalau disuruh jadi petugas upacara. Contoh detil dari satu subjek itu saja sudah cukup untuk membius pembaca agar ketagihan terus menuntaskan bab demi bab isi buku ini, bahkan secara acak sekalipun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejelian itu tampak bahwa para kontributor memang menulis dengan gairah (&lt;i&gt;passion&lt;/i&gt;) yang amat tinggi terhadap pilihan subjeknya. Inilah yang agaknya membuat jakartabeat.net bisa menjadi pelabuhan yang riuh tempat penulis melemparkan ide-idenya dan segera menjadi bandar kolektif yang ramai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri menonjol lain yang muncul dari buku ini ialah membentuk wajah jakartabeat.net yang elitis. Istilah elitis ini bisa jadi dilematik, seperti seolah-olah menolak atau meledek orang kebanyakan yang punya selera pasaran (&lt;i&gt;mainstream&lt;/i&gt;) sekaligus menyodorkan dan memperlihatkan pilihan tertentu yang dianggap sedikit lebih berkualitas. Tapi semoga anggapan itu muncul sekadar dari sinisme dan semangat untuk memperkenalkan dan mempertahankan argumen atas sesuatu yang dinilai lebih bagus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari selera musik, misalnya, jakartabeat.net memperkenalkan nama-nama yang baru terkenal di tingkat komunitas terbatas, namun penggemarnya fanatik, dan diapresiasi secara gila-gilaan. Jadi persoalannya sebenarnya bukan tidak terkenal, tetapi belum mendunia karena berbagai alasan. Tentu tidak semua orang segera bisa menikmati Explosions in the Sky, Arcade Fire, Tears for Fears, Neutral Milk Hotel, atau yang lebih ekstrem seperti Slayer, The Mars Volta, Sunn O))), atau musik etnik Arab dan Afrika. Jangankan bisa mendengarkan, kepikiran untuk bisa mengakses musik-musik seperti itu pun hanya mungkin dilakukan oleh kalangan tertentu (alias elite) yang punya niat menggelegak di dada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih terasa elite lagi ketika karya musik tadi tak sekadar didendangkan atau disetel seperti dalam acara-acara musik &lt;i&gt;lip-synch&lt;/i&gt; di berbagai stasiun televisi sekarang ini, tetapi dikuliti dalam konteks sosial yang luas atau ditarik dalam penghayatan kenikmatan personal yang bisa sangat subtil. Lebih mengutamakan selera dan kritik daripada sekadar gegap gempita bunyi dan nada. Begitulah kira-kira kredo jurnalisme musik yang muncul di sini. "Aduh, kok repot amat sih mau dengar musik saja?" begitu mungkin terdengar omelan orang. Begitulah. Komunitas jakartabeat.net percaya bahwa karya musik merupakan upaya menangkap semangat zaman atau memahami pergolakan kegelisahan pribadi, bukan alat untuk merayu, mencari popularitas dadakan, atau meramaikan industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi humaniora kurang-lebih serupa. Para kontributor jelas tidak tertarik mendiskusikan ide pasaran seperti trend asesoris, misalnya, melainkan terbelah ke dalam perenungan personal atau persoalan berat dan besar terkait urusan negara, kegelapan sejarah, perdebatan agama, perubahan politik, strategi ekonomi negara, atau perubahan sosial-budaya. Sekalipun semua persoalan itu melibatkan massa, toh orang secara personal lebih sibuk dengan agenda dan target pribadi. Maka para kontributor bisa mendiskusikan urusan itu dengan pandangan yang jernih, detil, faktual, dan bahkan menggugat otoritas---meski sekali lagi bisa jadi pembaca akan menggugat dengan ketus, "Lantas apa pengaruhnya semua itu pada masyarakat langsung?" Kita tahu diskusi sejenis itu memang mencerahkan pikiran, tapi jelas gagal menghentikan kelaparan atau pertumpahan darah di tingkat bawah, kecuali dibarengi oleh kebaikan personal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ciri-ciri yang muncul dari isinya, mungkin kita boleh tebak-tebakan buah manggis bahwa buku ini mencerminkan kelas menengah-atas Indonesia di dekade awal abad ke-21. Para kontributornya berasal dari kalangan terdidik yang profesional (apa pun pekerjaannya), akademisi, politisi, juga peneliti. Lepas dari persoalan finansial dan kegelisahan personal yang bisa menjerat kalangan ini, mereka masih punya kesempatan untuk menikmati hidup secara maksimal, mengembangkan karir sampai puncak, bahkan sangat adaptif bila terjadi perubahan besar-besaran di sosial. Pokoknya menjalani hidup secara utuh dan seimbang. Basis pengetahuan mereka kuat, punya karakter, sementara modal kapital dan sosialnya kerap saling mendukung bila salah satu di antara mereka mengalami kejatuhan. Karena itu bila penerbit mengaku bahwa alasan terbitnya buku ini ialah fetisisme, itu justru tanda kejujuran yang hanya dimiliki orang berani. Mustahil dimiliki orang hipokrit. Untuk apa berharap duit bila yang dicari ialah kepuasan dan kebahagiaan bisa datang sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan baca buku ini atau langsung jelajahi situs jakartabeat.net. Meski mungkin nanti masih tersisa ruang untuk kritik, perdebatan, dan penjelajahan lain, jangan lupa untuk memberi tanda "like this."[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar Holid, salah satu kontributor jakartabeat.net. Penulis dan editor. Blogger @ http://halamanganjil.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SITUS TERKAIT&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jakartabeat.net/"&gt;http://jakartabeat.net&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-2188139386614662938?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/2188139386614662938/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=2188139386614662938' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/2188139386614662938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/2188139386614662938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/05/resensi-buku-jeli-elitis-membius-anwar.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-sJGlXflh43o/TdRmTgVR44I/AAAAAAAAA9w/KSSZgA1LuYA/s72-c/jakartabeatlikethis+cover.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-1268525090712274985</id><published>2011-04-24T22:07:00.000-07:00</published><updated>2011-04-24T22:07:44.550-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentukan Sendiri Makna Pekerjaanmu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[halaman ganjil]'/><title type='text'></title><content type='html'>[HALAMAN GANJIL]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Tentukan Sendiri Makna Pekerjaanmu&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dulu, waktu menjadi general manajer di sebuah perusahaan multinasional, aku menganalogikan pekerjaanku seperti burung dalam sangkar emas. Pekerjaan itu mentereng, digaji besar, nyaman, tapi entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang hilang dan kurang. Di kantor itu, yang paling sering aku lakukan ialah hanya menandatangani berbagai berkas kredit, perjanjian dengan perusahaan lain, dokumen karyawan, rapat, dan rutinitas yang menjemukan. Aku kehilangan kesempatan berbuat hal besar, yang bisa membuat aku merasa lebih punya makna terhadap lingkungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang, setelah punya perusahaan sendiri, aku menganggap pekerjaan ini sebagai pelayan, atau kalau mau sedikit lebih 'hebat', mengibaratkan pekerjaanku sebagai juru masak. Dengan menjadi pelayan untuk klien aku bisa memberi lebih banyak kepada orang dan lingkungan, dan karena itu aku mendapat kebahagiaan lebih besar. Dengan menganggap diriku sebagai juru masak, aku harus menyiapkan 'masakan' yang enak untuk pelanggan, sesuai selera dan kebutuhan mereka. Perusahaan mereka butuh apa, orang-orangnya perlu apa. Sama halnya, masak kan soal selera, bagaimana cara menyajikan. Kalau enak, harganya pas, layanannya memuaskan, pelanggan akan datang dan datang lagi. Kalau pelanggan terus-terusan datang, bisnis kita pun dengan sendirinya pasti akan langgeng," demikian kata seorang kenalan seniorku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa terdengar aneh bahwa seseorang bisa merasa lebih bahagia dengan menjadi pelayan daripada seekor burung yang tinggal dalam sangkar emas? Bisa jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang kawan lain menganggap pekerjaannya sebagai gigolo. Apa dengan begitu konotasi pekerjaannya jadi rendah? Kalau memperhatikan betapa seorang gigolo juga harus pandai menyenangkan dan memuaskan orang yang membayarnya, kita mungkin boleh menilai tidak ada salahnya dengan perumpamaan itu. Yang penting alasannya, bukan merasa jadi apa seseorang dengan pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar analogi makna pekerjaan bagi seseorang, pikiranku terlontar pada tukang pulung yang memunguti benda yang dianggapnya masih punya nilai. Kira-kira, paling luhur, mereka memaknai pekerjaan mereka sebagai apa? Apa mereka menilai dirinya sebagai sapu yang membersihkan ruangan atau halaman yang kotor, menyedot debu-debu yang menyesakkan, mengambili sampah yang dibuang oleh penghuni joroknya secara sembarangan. Pernahkah mereka menganggap pekerjaannya sebagai menteri kesehatan atau menteri pekerjaan umum, misalnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi bintang film porno, kira-kira mereka menganggap pekerjaannya sebagai apa? "Ah, kamu jangan ngomong soal bintang film porno. Bisnis dan industrinya saja sudah aneh," sergah kawanku. Di Amerika Serikat, bintang film porno pun bangga dengan profesinya. Kenapa? Mereka ikut berperan menyejahterakan negara dengan bayar pajak, selain itu, mereka tentu saja menghibur orang yang kesepian, memuaskan fantasi dan selera orang terhadap seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada rockstar yang menganggap dirinya sebagai messiah. Meski kehidupan pribadinya kacrut, dia tetap punya energi untuk terus menyuarakan kritik dan pesan moral. Ada pedagang yang merasa dirinya adalah pembawa berita gembira. Baik-baik saja bila barangnya hari itu tidak terbeli, yang penting dia telah memberi tahu dunia, ada benda miliknya yang bisa membuat kualitas hidup umat manusia jadi lebih hebat. Ada seniman yang menganggap dirinya sebagai lelaki penghibur. Ada pemain bola yang merasa dirinya adalah penari bila sedang berada di lapangan hijau. Ada orang yang merasa dirinya ialah lilin---sebuah analogi usang. Dia menerangi lingkungan sekitar, tapi lama-lama energinya habis dan sumbunya hangus. &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-bgDa8ndWEa8/TbUA8yUx3kI/AAAAAAAAA9s/0u3O_H5ndsw/s1600/ihatemyjob.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="286" src="http://3.bp.blogspot.com/-bgDa8ndWEa8/TbUA8yUx3kI/AAAAAAAAA9s/0u3O_H5ndsw/s320/ihatemyjob.gif" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dengan memaknai pekerjaan, orang punya alasan betapa hidupnya jadi berarti. Kesadaran itu memotivasi dirinya untuk berbuat hebat, memberi makna dalam kehidupan. Dalam perusahaan, dia mampu melampaui pekerjaan lebih dari sesuatu yang fisikal; sementara dalam kehidupan dia merasa ada sejumput manfaat dalam hidupnya di dunia ini. Mungkin itulah yang membuat seseorang jadi kreatif, betah, dan ingin terus memberi yang terbaik. Orang itu menemukan passionnya. Talentanya berkembang secara maksimal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu ada banyak paradoks tentang cara orang memaknai pekerjaannya. Seorang polisi bisa punya motivasi yang buruk ketika menangkap penjahat atau orang yang dituduh kriminal; seorang debt collector mungkin justru merasa sukses setelah mengintimidasi penunggak utang kaya yang mencoba berkelit bayar utang. Teroris maupun pelaku bom bunuh diri kerap mengganggap dirinya melaksanakan perintah mulia dari Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi seseorang justru menemukan kebahagiaan dan makna meski menurut kita pekerjaannya menjemukan dan remeh. Pikirkan office boy, penjual jamu, pelacur, rockstar, tukang reparasi mesin, penulis, operator, TKI di luar negeri, buruh kasar, sopir, babu, dan semua pekerjaan yang mungkin kita bayangkan. Sudah kerap terbukti betapa pekerjaan mentereng pun tidak menjamin memberi makna pada seseorang. Ada banyak orang yang berada di puncak karir, dengan jabatan tinggi, pengaruh besar, kekuasaan penuh, malah merasa kosong atas pekerjaan dan kehidupannya. Tapi lepas dari tekanan dan kehampaan, orang masih berusaha bertahan dan terus berjalan, karena ada banyak pertaruhan di sana. Perhatikan stres, interaksi, perintah, dan negosiasi tiada henti antara karyawan, kolega, manajer, dan perusahaan. Perhatikan pekerja atau bahkan direktur yang bingung karena gajinya tetap terus kurang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan orang yang dia tanggung, sebesar apa pun penghasilannya. Apa istrinya terlalu boros, kebutuhan anaknya terlalu besar, dan gaya hidupnya sangat mahal? Pikirkan orang bangkrut dan perusahaan besar yang utangnya tak terbayar sampai akhirnya divonis pailit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun bisa kehabisan alasan tentang makna pekerjaannya. Pekerja seperti ini sudah habis. Dia akan terlihat seperti bongkahan balok kayu mati. Semulia maupun setinggi apa pun predikatnya, sudah selayaknya dia dijadikan kayu bakar, dipaksa tutup buku, dan ganti profesi yang sesuai dengan gairahnya. Ada cerita tentang seorang musisi yang sudah jenuh menjalani hidup dari panggung ke panggung, pindah tempat setiap minggu, hilir mudik dengan kawan band, hiruk-pikuk konser dan belakang panggung, sampai dia menemukan gairah baru sebagai pilot untuk perusahaan transportasi. Ada dokter yang berhenti berkarir karena lebih mendapatkan kepuasan sebagai sales alat kesehatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua makna kerja didapat semata-mata karena orang sukses di bidang itu. Ada orang yang justru hancur setelah sukses. Pikirkan orang yang pernah membuat "one hit wonder." Seorang kawan senior pernah bilang begini tentang pekerjaannya sekarang, "Apa lagi coba yang ingin kita cari dalam pekerjaan? Aku pernah jadi manajer, general manager, direktur, bahkan komisaris perusahaan. Pernah ditawari head hunter dengan gaji di luar bayanganku sendiri. Tapi ternyata yang paling membuatku merasa berarti ialah ketika berbagi ilmu kepada orang lain, menyampaikan keyakinan terhadap sesuatu: begini lho cara membuat agar kita lebih baik menjalani karir dan kehidupan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai komentar itu, tak ada cara tertentu untuk memaknai pekerjaan. Namun pastikan bahwa Anda mencintai apa yang Anda kerjakan. Terlalu remeh, orang bisa disepelekan; terlalu sering, orang bisa lecet. Temukan sendiri kebahagiaan Anda dalam bekerja. Peran setiap orang beda-beda. Sebagian orang senang jadi pengendali, sebagian puas dengan menganggap dirinya sekrup. Orang mungkin sulit memuaskan dahaga dirinya dan tidak bisa selalu mendapat apa yang diinginkannya. Tapi orang jelas bisa bahagia oleh hal kecil. Formulanya bisa jadi sederhana, seperti kata John Ruskin, kritikus seni dan sosial asal Inggris yang hidup dua abad lalu. Dia bilang begini: &lt;span style="color: red;"&gt;"Agar bahagia dalam bekerja, ada tiga hal yang diperlukan. Cocok dengan pekerjaan itu. Tidak berlebihan mengerjakannya. Dan memiliki naluri kesuksesan di dalamnya."&lt;/span&gt;[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar Holid, menganggap pekerjaannya sebagai desainer.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-1268525090712274985?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/1268525090712274985/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=1268525090712274985' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/1268525090712274985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/1268525090712274985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/04/halaman-ganjil-tentukan-sendiri-makna.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-bgDa8ndWEa8/TbUA8yUx3kI/AAAAAAAAA9s/0u3O_H5ndsw/s72-c/ihatemyjob.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-4196509965552208481</id><published>2011-03-31T17:32:00.000-07:00</published><updated>2011-03-31T17:32:30.641-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kita Juga Bangsa yang Rajin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Halaman Ganjil'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Kita Juga Bangsa yang Rajin!&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi berkomitmen dan bersikap profesional terhadap janji, sudah sekitar tiga bulan ini aku selalu berusaha berangkat ke Jakarta sekitar pukul 04.00 dini hari. Tentu saja aku menyiapkan kepergian itu lebih dari setengah jam sebelumnya; jelas aku harus lebih sigap dari awal. Entah karena ngebut atau kehilangan orientasi waktu, bangun-bangun sering aku mendapati mobil travel yang aku tumpangi sudah berada di pintu gerbang tol Pondok Gede. Di waktu sepagi buta itu ternyata semua pintu tol sudah penuh oleh kendaraan. Antrean mobil mengular panjang, memenuhi semua jalur masuk. Kendaraan sudah begitu banyak. Beruntung para pengendara tertib, jadi lalu-lintas cukup lancar meski sangat padat. Mungkin mereka hanya perlu ekstra hati-hati agar tidak menyerempet maupun terjadi insiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk ke tengah kota lebih-lebih lagi, motor dan mobil saling berdempetan. Kali ini suasana lebih semrawut; tapi meski begitu tampaknya&amp;nbsp; masih terkendali. Orang-orang sudah menguasai jalanan, siap berlomba menuju tempat masing-masing. Belum lagi ternyata halte-halte&amp;nbsp; busway juga sudah penuh oleh penumpang. Menyaksikan itu semua, dalam hati aku bilang, &lt;span style="color: blue;"&gt;"Wah, orang Indonesia ternyata rajin-rajin kan?&amp;nbsp; Enggak semalas seperti cerita yang sering aku dengar."&lt;/span&gt; Buktinya orang sejak pagi buta sudah siap-siap berangkat kerja. Aku jadi ingat&amp;nbsp; seorang tetangga yang punya warung. Dia harus berangkat ke pasar induk pada dini hari untuk belanja barang, biar dirinya masih punya waktu untuk tidur sebelum shalat subuh, setelah itu langsung buka hingga menjelang magrib. Dulu banget, aku pernah diajak teman ke Depok sore-sore naik KRL. Wadao, tiada terbayang penuh dan berdempet-dempetnya. Kepadatan dan situasinya mungkin hanya bisa disaingi orang-orang Yahudi malang yang dipaksa masuk untuk diangkut ke dalam gerbong kereta oleh tentara Nazi. Kejam dan tidak manusiawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyaksikan kerja keras dan sifat rajin bangsa sendiri itu, entah kenapa rasanya terbit rasa bangga di dada. Tapi sebersit tanya juga muncul: "Kenapa ya kita masih terkenal sebagi bangsa yang malas atau tingkat kesejahteraannya rendah? Ini cap jelek atau kenyataan?&amp;nbsp; Bukannya ini semua bukti nyata bahwa kita pun sangat rajin?" Aku jadi rada jengkel dengan puja-puji terhadap kehebatan bangsa lain di negeri&amp;nbsp; tetangga. Kayaknya yang bagus-bagus itu selalu dari luar negeri. Bahwa mereka kayaknya lebih rajin dan giat. Contohnya pujian bertubi-tubi pada bangsa Jepang setelah peristiwa bencana tsunami pada awal Maret 2011. Wah, pujian itu justru membuat dadaku mendidih, sampai&amp;nbsp; menyemangati aku untuk menyelesaikan tulisan ini. "Kita juga bangsa yang rajin kok. Kita mungkin hanya terlalu undervalue dan underrated&amp;nbsp; terhadap diri sendiri, dan sebaliknya terlalu overvalue terhadap bangsa lain. Kita sudah sama-sama giat, tapi mungkin masih ada sesuatu yang salah hingga kondisi kita masih terbilang buruk." Nah, tanya kenapa. Memang rajin, bekerja keras, dan tabah itu seperti apa?&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Ada0d9MBTiI/TZUbkVvE5ZI/AAAAAAAAA9o/lhVrF5U0PAI/s1600/kerja.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://4.bp.blogspot.com/-Ada0d9MBTiI/TZUbkVvE5ZI/AAAAAAAAA9o/lhVrF5U0PAI/s320/kerja.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://markodia.blogspot.com/2010/10/renungan-hari-rabu-tgl-13-oktober-2010.html"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;http://markodia.blogspot.com/2010/10/renungan-hari-rabu-tgl-13-oktober-2010.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Seorang kawan berkomentar. "Kalo rajin datang tepat waktu terus absen, itu mah cuman rajin karena. Kebanyakan orang itu pada datang pagi-pagi hanya karena agar tidak telat masuk kantor. Sehabis itu banyak yang ngopi-ngopi sambil santai merokok… dan menunggu jam 5 datang. Apa rajin yang seperti itu? Sedangkan kerjaannya cuma melihat jam? Ini terjadi loh di kantor pemerintahan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan senior berkata, "Mesti dilihat dulu beda rajin dengan keharusan. Mereka rajin pagi-pagi datang ke kantor karena kemauan dan kesadaran diri atau karena 'takut' dapat teguran dari atasan yang notabene bisa mengancam karir mereka di kantor? Dilihat dari kehidupan sehari-hari memang harus diakui bangsa Indonesia masih jauh dibandingkan bangsa Barat." Tuh kan, meski mengakui bahwa kita memang bangsa rajin, teuteup saja terdengar nada undervalue di sana. Sengit pada bangsa sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendiri pernah menyaksikan kehebatan sebuah bangsa. Ceritanya aku ikut workshop buku fotografi di lembaga budaya negara tersebut. Aku melihat dan meraba sendiri seperti apa kehebatan dan kemajuan mereka dalam menciptakan produk. Benar-benar sampai membuat kami para peserta minder, bahkan aku sendiri pesimistik sampai membatin begini: "Entah apa yang harus kami lakukan untuk mengejar ketertinggalan itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bagi bangsa Indonesia, rajin dan tabah saja masih kurang. Belum ada nilai tambahnya. Masih dari senior tadi, dia menambahkan, bangsa lain itu punya budaya on-time yang hebat. "Bahkan di tempat hiburan pertunjukan anak, orang Barat sangat menghargai waktu. Aku pernah hanya telat sekitar 10 menit ke tempat pertunjukan, namun waktu negosiasi dengan petugas sambil menunjukkan&amp;nbsp; tiket, mereka bilang pertunjukan sudah mulai dan bila aku masuk akan mengganggu konsentrasi orang yang sedang menonton. &lt;i style="color: red;"&gt;They are very punctual person&lt;/i&gt;." Padahal soal jadi "punctual person" sebenarnya kita pun sudah dilatih, misal dari jadwal ibadah dan deadline. Tapi entah kenapa rasanya masih belum berpengaruh besar pada hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa ini soal skala kemassifan? Secara individu ada banyak di antara kita yang etosnya sangat rajin, bekerja keras, tepat waktu, dan profesional. Tapi karena jumlahnya masih minoritas dibandingkan bangsa Indonesia secara keseluruhan, kebiasaan baik itu masih gagal menciptakan budaya massa yang mampu mengalahkan secara telak kebiasaan buruk sebuah bangsa. Akibatnya, kita bangsa Indonesia masih begini-begini saja. Kekurangan, cacat, dan pelanggarannya masih terlalu banyak dibandingkan upaya memperbaikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh pengalamanku sendiri. Meski jadwal berangkat persis pukul 04.00, sering mobil travel baru berangkat lima belas menit atau bahkan setengah jam kemudian. Kenapa? Menunggu penumpang yang ketinggalan. Lebih parah lagi, beberapa kali kejadian mobil ternyata belum ada di lokasi. Akibatnya para penumpang jelas terlambat sampai di tujuan. Kawanku yang rutin naik KRL juga begitu. Gangguannya ada-ada saja. Entah jalur rusak, mati listrik, ubah jadwal seenaknya, atau antre giliran. Akibatnya, penumpang terlambat dan terlantar. Padahal mereka sudah berangkat jauh lebih pagi dan mengantisipasi kejadian buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang instruktur Barat pernah menyebutkan kunci kemajuan bangsanya: "Ini bukan untuk merasa jadi arogan. Barangkali pengalaman bicara. Kami belajar. Kami menemukan dan mencari." Aku memperhatikan, bagian paling sulit dari pencapaian itu antara lain soal penghargaan (apa pun bentuknya, berupa apresiasi maupun uang), upaya mencapai kesempurnaan (inovasi), juga eksplorasi dan suasana kompetisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada komentar, kawan-kawan? Apa yang harus kita lakukan untuk mengejar ketertinggalan itu? Apa ini soal karakter bangsa atau benar-benar soal sikap? Kasih tahu aku, biar kita tetap optimistik.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanah Abang, 03/29/2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-4196509965552208481?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/4196509965552208481/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=4196509965552208481' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/4196509965552208481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/4196509965552208481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/03/kita-juga-bangsa-yang-rajin-anwar-holid.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Ada0d9MBTiI/TZUbkVvE5ZI/AAAAAAAAA9o/lhVrF5U0PAI/s72-c/kerja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-9032276356952885684</id><published>2011-03-23T17:11:00.000-07:00</published><updated>2011-03-23T17:11:23.066-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menari-nari di Atas Bangkai Reputasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cut Tari'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[halaman ganjil]'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="color: red;"&gt;[Halaman Ganjil]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b style="color: blue;"&gt;Menari-nari di Atas Bangkai Reputasi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau lagi tertarik, aku baca headline di Yahoo!Indonesia, apa pun topiknya. Salah satunya ialah setiap kali media on-line ini menampilkan topik terkait Cut Tari, apa pun subjeknya, entah tentang suami, upayanya untuk bangkit dari keterpurukan dan kembali meraih kepercayaan diri, bahkan keinginannya kembali ke dunia yang melambungkan namanya, yaitu hiburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai media profesional, ada kesan Yahoo!Indonesia pun ingin mendukung upaya comeback Cut Tari, betapa perempuan ini benar-benar kapok dan tobat atas skandalnya yang terbongkar di masa lalu, dan kini pelan-pelan berupaya memperbaiki diri. Perempuan ini sudah jujur mengaku bahwa dirinya berzina dengan Ariel Peterpan, meski sang pria hingga kini masih menolak mengakui perbuatannya. Cut Tari bahkan berurai air mata ketika mengakui perbuatan itu. &lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-eCX5qD8K2ss/TYqLNn8G6CI/AAAAAAAAA9g/dbDwv6VoxF8/s1600/cut+tari+menutup+muka.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://lh3.googleusercontent.com/-eCX5qD8K2ss/TYqLNn8G6CI/AAAAAAAAA9g/dbDwv6VoxF8/s320/cut+tari+menutup+muka.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr align="left"&gt;&lt;td class="tr-caption"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Gambar dari Internet&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Tapi dari berita itu, yang jauh lebih menarik perhatianku ialah respons publik terhadap Cut Tari maupun upaya dia untuk bangkit. Ternyata publik sangat sulit memaafkan perzinaan dan kekhilafan itu. Buktinya ialah dari ratusan komentar setiap kali berita Cut Tari muncul, hanya sedikit sekali komentar yang nadanya membesarkan hati atau bernada positif. Boleh dibilang nol koma sekian persen dibandingkan komentar mayoritas. Sisanya ialah menghujat, memaki, mensyukuri (dalam arti "mampus kamu!"), sangsi, dan lebih mengerikan lagi: berprasangka, ngerasani, tega, dan mungkin bisa dibilang tanpa ampun. Setiap kali membaca komentar mengerikan itu, aku selalu gentar. Ternyata bangsa Indonesia itu bisa sangat kejam. Ternyata publik itu bisa sangat kasar. Ternyata respons orang lain itu di luar dugaan. Praduga atau hukuman dari publik itu ternyata lebih mengerikan dari upaya seseorang mencari keadilan. Padahal kita tahu, mayoritas penduduk Indonesia itu beragama dan memiliki bentuk religiositas yang sangat kentara. Alangkah sulit membangun lagi kepercayaan publik yang sudah terkontaminasi oleh kebusukan kelakuan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya, berita apa saja tentang Cut Tari di media justru jadi kesempatan publik untuk memuntahkan sifat brutal, menyerang, dan membuat dirinya jadi bulan-bulanan tanpa selaput pengaman sedikit pun. Mulai dari penyesalan hingga topik tentang suami, anak, upaya menjalani hidup secara normal, keinginan mendapat pekerjaan seperti dulu, hingga kerinduan terhadap teman setia. Oh, itu semua keinginan orang normal, kataku. Tapi dalam kasus Cut Tari, alangkah sulit dia mendapatkan kembali itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati aku membatin: alangkah ngeri kalau aku jadi Cut Tari. Belum tentu mentalku sekuat perempuan ini bila karena kesalahan fatal mendadak aib-aibku diuar-uarkan di depan publik. Mungkin aku langsung mengubur kepala ke dalam tanah dengan mental hancur berkeping-keping. Perempuan ini hebat. Meski banyak publik terang-terangan bilang bahwa dirinya tak tahu malu, dia tampak berusaha tabah untuk memperbaiki diri. Untuk hal itu, aku salut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman Cut Tari membuatku teringat beberapa kejadian kecil di komunitas tertentu---yang dialami beberapa kawanku, bahkan dalam beberapa taraf meyerempet aku juga. Ada kawan yang tampak rusak reputasinya karena publik menganggapnya melakukan tindakan tak etis atas karir profesionalnya. Ada kawan yang bukunya dicincang-cincang sampai tampak tiada berharga. Ada perusahaan yang reputasinya jadi terkenal jahat dan alangkah sulit membela diri bahwa mereka tengah berupaya memperbaiki diri. Sebagian orang tentu ingat akan wanprestasiku, dan karena itu mungkin mereka menertawakan aku diam-diam. Aku menerima itu dengan pasrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sebagian dari kita akan bilang, itulah bayaran dari perbuatan buruk seseorang. Bahasa Arabnya: Qisas. Kasarnya: Utang nyawa dibayar nyawa. Peribahasanya: Siapa menabur angin, dia akan menuai badai. Tuntas. Itulah bayaran setimpal bagi orang yang bermain-main dengan zina dan moralitas. Sayangnya, tidak setiap perbuatan seseorang langsung dibayar tuntas. Sebagian diangsur, sebagian ditunda entah kapan---sehingga pelaku kejahatan lain masih bisa tenang-tenang tanpa kuatir bakal digelandang massa. Mungkin dalam hal ini Tuhan tebang pilih atau kita buta apa misteri di balik peristiwa tersebut. Kalau mau uji nyali, bayangkanlah kalau Anda adalah Cut Tari. Bayangkanlah kalau reputasi Anda yang dicincang-cincang massa yang bisa begitu buas mencabik-cabik karakter seseorang. Tindakan brutal itu bisa jadi dipicu karena orang bisa menyembunyikan identitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arvan Pradiansyah di dalam Cherish Every Moment menulis salah satu alasan kenapa orang beragama gagal jadi orang baik ialah karena agama sering menggunakan pendekatan surga dan neraka yang bagi manusia kebanyakan terasa masih jauh dan amat lama. Kalau mau efektif, agama perlu menyosialisasikan bahwa neraka itu tidak hanya terjadi di akhirat. "Surga dan neraka itu juga ada di dunia ini, pada saat ini juga," demikian katanya. Contoh konkretnya bila kita berbuat jahat, mengumbar nafsu, meliarkan hasrat, maupun bertindak berlebihan, balasannya bukan hanya akan kita terima di akhirat nanti, melainkan kontan terjadi di dunia ini. Neraka itu ada di dunia ini. Kalau Anda selingkuh, kelakuan Anda bukan saja rentan terbongkar seperti kasus Cut Tari dan reputasi Anda langsung busuk, melainkan juga berisiko terhadap penyakit kelamin maupun AIDS. Di tingkat pribadi saja, Arvan menulis: "Kalau Anda sering marah dan dendam pada orang lain, tubuh Anda akan memicu timbulnya zat-zat yang sangat berbahaya seperti dopamin dan kortisol. Ini juga adalah bentuk neraka." Bisa kita bayangkan, komentator negatif atas kasus Cut Tari itu tanpa sadar merangsang zat-zat yang membahayakan tubuh sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda pernah mengalami neraka dunia itu. Ketika dunia jadi begitu jahat pada Anda. Cuma masih untung, beritanya tidak terendus penulis dan tingkat radiasinya lokal saja. Bayangkan kalau Anda Cut Tari, Zainuddin MZ, Suharto, Aa Gym, Nurdin Halid, atau Susilo Bambang Yudhoyono. Mereka semua sudah mengalami apa itu neraka dunia, dan orang menari-nari di atas bangkai reputasinya.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar Holid, penulis buku &lt;i&gt;Keep Your Hand Moving&lt;/i&gt; (GPU, 2010). Bekerja sebagai editor, penulis, dan publisis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONTAK: wartax@yahoo.com | http://halamanganjil.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copyright © 2010 Anwar Holid&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-9032276356952885684?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/9032276356952885684/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=9032276356952885684' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/9032276356952885684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/9032276356952885684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/03/halaman-ganjil-menari-nari-di-atas.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh3.googleusercontent.com/-eCX5qD8K2ss/TYqLNn8G6CI/AAAAAAAAA9g/dbDwv6VoxF8/s72-c/cut+tari+menutup+muka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-8777579256083180790</id><published>2011-03-22T17:55:00.000-07:00</published><updated>2011-03-22T18:00:20.836-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='How to Save PDS HB Jassin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='propaganda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Publisitas'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-6fl3AuN0E8Y/TYlEkhTv3cI/AAAAAAAAA9c/gZqBDvPCSH4/s1600/koin-sastra.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://lh3.googleusercontent.com/-6fl3AuN0E8Y/TYlEkhTv3cI/AAAAAAAAA9c/gZqBDvPCSH4/s320/koin-sastra.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;How to Save PDS HB Jassin&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku cukup kaget mendapati fakta ternyata Dewan Pembina Yayasan PDS HB Jassin adalah Ajip Rosidi. Tapi justru karena fakta itu mendadak aku kepikiran sesuatu: semoga upaya penyelamatan lembaga itu bisa jadi jauh lebih mudah. Kita anggap aksi Koin Sastra sebagai bonus saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira begini caranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1/ Jual lukisan koleksi Ajip Rosidi. Aku pernah dengar dari seseorang bahwa Ajip Rosidi punya banyak sekali koleksi lukisan karya maestro seni rupa Indonesia. Mungkin salah satu koleksi beliau harganya lima miliar satu lukisan? Kalau iya, alhamdulillah. Itu bisa menutup banyak biaya. Ditambah janji sumbangan satu miliar dari Fauzi Bowo kemarin, paling kotor bisa terkumpul enam miliar. Mungkin Fauzi Bowo akan malu kalau sumbangannya lebih rendah dari orang tua, dan karena itu kita bisa berharap dia akan menggelontorkan sumbangan lebih besar lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2/ Kita mohon sumbangan (dengan sindiran ala pengamen: mohon pengertian) baik kepada para penerbit penghasil bestseller dan penulis bestseller, seperti Kelompok-Kompas Gramedia, Kelompok Agromedia, Kelompok Mizan, Ayu Utami, Edy Zaqeus, Bambang Trim, Raditya Dika, Andrea Hirata, Ahmad Fuadi, Asma Nadia, Andreas Harefa, Jonru, dan seterusnya dan sebagainya. Insyaallah mereka pada mau bantu. Bukankah aksi ini demi menolong sesama teman yang lagi kesulitan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3/ Minta aksi amal dari para penulis yang jadi politisi maupun penguasa, seperti Rieke Diah Pitaloka, Fadel Muhammad, dan jangan lupa suami-istri SBY dan Ani SBY. Bukankah mereka semua peduli sastra, bahkan dua nama terakhir itu rela menggelontorkan uang untuk proyek-proyek penulisan bukunya? Menyumbang untuk lembaga sastra tentu sangat mulia dan insyaallah bayarannya ialah reputasi yang terjaga di mata publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4/ Mengajukan dana hibah ke CSR-CSR bikinan perusahaan kaya. Coba bikin proposal program ke yayasan-yayasan seperti Sampoerna Foundation, Djarum, Bir Bintang, Pertamina, perusahaan BUMN, multinasional, dan seterusnya, termasuk ke yayasan amal luar negeri seperti Ford Foundation. Semoga ada yang terkabulkan. Dana mereka biasanya besar dan bisa untuk membiayai banyak keperluan operasional dan manajemen. Janganlah gampang alergi terhadap sumbangan, termasuk dari Nasdem sekalipun. Yang penting kan bisa dimanfaatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5/ Menggalang sumbangan dan kerja sama dari semua pihak yang peduli sastra, penerbitan, dan perbukuan, baik dari Teater Salihara, kelompok Boemipoetra, termasuk orang yang merasa memiliki passion sastra seperti aku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat. Semoga dengan begitu PDS HB Jassin kembali jaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasalam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar Holid, aka Wartax&lt;br /&gt;Penulis &lt;i&gt;Keep Your Hand Moving&lt;/i&gt; (GPU, 2010). &lt;br /&gt;Tanah Abang, 22 Maret 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-8777579256083180790?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/8777579256083180790/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=8777579256083180790' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/8777579256083180790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/8777579256083180790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/03/how-to-save-pds-hb-jassin-aku-cukup.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh3.googleusercontent.com/-6fl3AuN0E8Y/TYlEkhTv3cI/AAAAAAAAA9c/gZqBDvPCSH4/s72-c/koin-sastra.png' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-41285231578359325</id><published>2011-03-21T22:49:00.000-07:00</published><updated>2011-03-21T22:49:29.607-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wawancara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arvan Pradiansyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tamparan untuk Sikap Beragama Bangsa Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritualitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='You Are Not Alone'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-t_zB7IaKAjY/TYg4KZkeHmI/AAAAAAAAA9Y/QXZar1RTeis/s1600/arvan+pradiansyah+You+Are+Not+Alone+cover+kecil.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://lh4.googleusercontent.com/-t_zB7IaKAjY/TYg4KZkeHmI/AAAAAAAAA9Y/QXZar1RTeis/s320/arvan+pradiansyah+You+Are+Not+Alone+cover+kecil.jpg" width="231" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;[WAWANCARA]&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tamparan untuk Sikap Beragama Bangsa Indonesia&lt;/b&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arvan Pradiansyah menerbitkan &lt;i&gt;You Are Not Alone: 30 Renungan tentang Tuhan dan Kebahagiaan&lt;/i&gt; pada trimester akhir tahun 2010 dan memasuki trimester awal 2011 buku ini terus mendapat sambutan positif. Dalam sebulan, buku tersebut sudah cetak ulang, dan hingga kini masih bertahan di display utama banyak toko buku. Sebuah toko buku di Jakarta baru-baru ini masih menyertakan buku tersebut sebagai pilihan dalam "Recommend of the Month" sejak awal tahun 2011. Di media massa mainstream, resensi buku tersebut antara lain muncul di &lt;i&gt;Republika&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Seputar Indonesia&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Suara Mandiri&lt;/i&gt; (NTB), dan &lt;i&gt;Media Indonesia&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah rapuhnya sikap terhadap keragaman dan fanatisme beragama di Indonesia, buku ini tanpa ragu memprovokasi pembaca betapa kadar spiritualitas orang beragama bisa jadi justru kosong---itu sebabnya mereka suka merasa benar sendiri, intoleran, sampai akhirnya mengamuk dan bertindak brutal. Kita lihat kekerasan atas nama agama terus terjadi secara berlarut-larut, sementara upaya solusinya terasa sukar dipahami terutama oleh pihak-pihak yang bertikai. Lebih gawat lagi, kadang-kadang para pemuka agama tanpa malu menyebarkan kebencian kepada pemeluk agama lain di tempat ibadah, di sela-sela ibadah ritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancara dilakukan via email, dijawab oleh Arvan di sela-sela kesibukannya sebagai konsultan sumber daya manusia untuk berbagai perusahaan, penulis, dan pembicara publik---terutama menjadi narasumber talkshow "Smart Happiness" di Smart FM setiap Jumat, pukul 07.00 - 08.00 WIB yang disiarkan ke-20 kota di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; /***/&lt;br /&gt;&lt;br style="color: red;" /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Anwar Holid (AH): Pada Jumat, 15 Oktober 2010 di episode JANGAN BUNUH DIRI acara Kick Andy membagi-bagikan 600 kopi &lt;/span&gt;&lt;i style="color: red;"&gt;You Are Not Alone&lt;/i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; kepada pemirsanya. Seperti apa perasaan Anda atas pilihan tersebut?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arvan Pradiansyah (AP): Tentu saja saya merasa senang sekali. Acara Kick Andy itu kan disiapkan oleh tim yang sangat selektif. Kalau pada akhirnya mereka memilih You Are Not Alone sebagai buku pilihan, itu merupakan apresiasi yang luar biasa kepada saya. Selain itu, acara Kick Andy ini kan secara eksposure-nya kan cukup baik dan diminati oleh banyak pemirsa di Indonesia, jadi penampilan buku You Are Not Alone di Kick Andy mudah-mudahan bisa membuat buku ini makin dikenal, dan yang lebih penting lagi membuat pesan yang ingin saya sampaikan di buku ini dapat menjangkau lebih banyak lagi anggota masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;AH: Menurut Anda, seserius apa persoalan spiritualitas bagi bangsa Indonesia? &lt;/span&gt;&lt;br style="color: red;" /&gt;&lt;br /&gt;AP: Sangat serius. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat religius. Semua orang berduyun-duyun memenuhi rumah ibadah. Bahkan jamaah haji kita merupakan jamaah yang terbesar di dunia. Tapi ternyata menjadi religius tidak serta merta mengubah perilaku kita. Kita masih "juara" dalam hal korupsi, pornografi, dan bajak-membajak. Bahkan tidak ada satu lembaga hukum pun di negara kita yang bebas dari mafia. Ini kan luar biasa sekali. Artinya, ketaatan beribadah ternyata tidak berdampak pada perilaku kita. Kesalehan individu tidak berimbas pada kesalehan spiritual. Padahal inti spiritualitas itu sederhana sekali. Spiritualitas adalah mengenai bagaimana menjadi orang baik. Sangat sederhana bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;AH: Sebagian orang ateis juga bisa sangat mendalam membicarakan spiritualitas maupun ketuhanan, misalnya Andre Comte-Sponville dan Friedrich Nietzsche. Apa komentar Anda mengenai hal itu? Spiritualitas seperti apa yang mereka bicarakan? Adakah spiritualitas yang dibicarakan orang ateis itu sama atau berbeda dengan maksud orang beragama?&lt;/span&gt;&lt;br style="color: red;" /&gt;&lt;br /&gt;AP: Menurut hemat saya orang yang ateis itu sesungguhnya adalah orang yang melakukan pemberontakan terhadap organized religion. Penyebabnya bisa banyak hal, misalnya karena keinginan untuk hidup bebas dan tidak terikat. Bukankah agama seringkali (dipersepsikan) membatasi kemampuan berpikir manusia? Bukankah agama seringkali (dipersepsikan) menjejali manusia dengan segala macam dogma yang tidak masuk akal? Jadi pada diri orang yang ateis itu sesungguhnya ada pemberontakan terhadap kemapanan yang diwakili oleh agama, ada benturan antara keinginan untuk berpikir bebas dengan keharusan untuk patuh pada keyakinan dan nilai-nilai tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jauh di lubuk hati mereka yang paling dalam sesungguhnya mereka percaya kepada Tuhan, paling tidak Tuhan dalam definisi mereka sendiri. Orang-orang seperti Andre Comte-Sponville misalnya, mengatakan bahwa manusia terdiri dari jasmani dan rohani. Nah, menyebutkan "rohani" saja sesungguhnya sudah menunjukkan indikasi bahwa dia percaya pada sesuatu yang tidak terlihat. Ini sesungguhnya sudah merupakan sedikit indikasi bahwa ia curiga bahwa Tuhan itu ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;AH: Andre Comte-Sponville mengajukan argumen bahwa spiritualitas bisa dilakukan (dimaknai oleh orang) tanpa Tuhan. Apa komentar Anda?&lt;/span&gt;&lt;br style="color: red;" /&gt;&lt;br /&gt;AP: Memang benar bahwa spiritualitas bisa dimaknai tanpa Tuhan. Inti spiritualitas kan adalah menjadi orang yang baik. Dalam konteks bisnis, spiritualitas berarti melayani orang lain dengan sepenuh hati, dengan segenap jiwa dan raga. Ini tentu saja dapat dilakukan tanpa dikaitkan dengan Tuhan. Namun tanpa dikaitkan dengan Tuhan spiritualitas tidak akan maksimal dan tidak akan sempurna. Kenapa demikian? Karena sesungguhnya dasar dari segala kebaikan itu adalah Tuhan. Tuhan adalah asal muasalnya segala bentuk kebaikan. Bahkan kenapa kita harus melayani orang lain (dengan melakukan pekerjaan) sesungguhnya adalah karena kita meneruskan pelayanan yang diberikan Tuhan kepada kita secara gratis. Tuhan sudah melayani dengan memberikan kehidupan yang begitu indah dan luar biasa kepada kita. Pelayanan ini sulit untuk kita balas karena Tuhan tidak membutuhkan balasan apa pun dari kita. Bukankah dia Yang Maha Kaya? Jadi cara kita membalas pelayanan Tuhan adalah dengan cara melayani sesama manusia. Inilah yang dilakukan orang di dalam bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, orang yang melakukan spiritualitas tanpa mengaitkannya dengan Tuhan tidak bisa melihat fenomena ini secara keseluruhan. Paradigmanya kurang lengkap, kurang paripurna. Ibaratnya dia hanya melihat perjalanan hidup ini dari A sampai M, bukan sampai Z.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;AH: Menurut Anda, dengan cara apa manusia bisa berhubungan secara ideal dengan Tuhan? Apa lewat doa, menaati perintah Tuhan, atau memeluk agama?&lt;/span&gt;&lt;br style="color: red;" /&gt;&lt;br /&gt;AP: Tentu saja dengan beribadah sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya. Tanpa menjalankan ibadah sesuai ajaran agama saya kira manusia tidak akan bisa berhubungan secara ideal dengan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama sesungguhnya mengandung dua unsur: Religiositas dan Spiritualitas. Religiositas menurut saya lebih pada tata cara untuk berhubungan dengan Tuhan, sementara Spiritualitas adalah pada "pertemuan" dengan Tuhan itu sendiri. Jadi inti dan hakikat setiap agama sesungguhnya adalah Spiriritualitas yaitu bagaimana berhubungan dan berkomunikasi langsung dengan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang melakukan ibadah sesuai dengan ajaran agamanya tapi tetap saja gagal "menjumpai" Tuhan. Mereka rajin beribadah tapi tidak pernah memahami apa maksudnya. Mereka sesungguhnya sedang menjalankan aktivitas ritual yang tidak bermakna lebih selain hanya sebagai menjalankan kewajiban. Mereka hanya takut pada Tuhan di rumah ibadah. Tapi begitu ke luar dari rumah ibadah mereka memasabodohkan Tuhan, menganggap Tuhan itu tidak ada dan tidak hadir dalam kehidupan mereka. Inilah orang yang religius tapi tidak spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak ada orang yang spiritual tapi tidak religius. Orang ini percaya pada Tuhan tapi tidak menganut ajaran agama apa pun. Mereka ini akan sulit berhubungan dengan Tuhan karena bagaimanapun kita membutuhkan cara dan sarana agar dapat berkomunikasi secara intensif dengan Tuhan. Cara inilah yang diatur oleh ajaran agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;AH: Ini soal penggunaan istilah asing. Seorang pembaca menanggapi You Are Not Alone sebagai berikut: "Sayang, mirip Rhenald Kasali dan Hermawan Kartajaya, Arvan tidak mengajarkan pembacanya mencintai bahasa Indonesia. Semua judul bukunya berbahasa Inggris. Padahal sang penulis mengajarkan tentang cinta. Kenapa kita enggak pakai judul bahasa Indonesia saja? Misal, "Kita tak sendiri". Atau "7 kaidah kebahagiaan". Saya agak iritasi membaca buku bahasa Indonesia, dikarang oleh orang Indonesia, ditujukan untuk pembaca orang indonesia, tapi bahasanya asing, entah itu Arab, Inggris, atau Belanda." Ini seakan-akan menunjukkan bahwa penulis seperti Anda tidak cinta bahasa Indonesia. Bagaimana komentar Anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AP: Menurut saya penggunaan judul buku dengan menggunakan bahasa asing bukanlah persoalan cinta. Ini persoalan efektivitas. Setiap bahasa memiliki nilai rasa yang berbeda. Saya pernah membaca bahwa bahasa Arab memiliki nuansa dan nilai spiritual yang tinggi. Sementara bahasa Inggris lebih solid dalam menyampaikan suatu konsep. Jadi sebuah konsep yang diungkapkan dalam bahasa Inggris akan terdengar lebih padat, compact dan bermakna. Coba saja Anda lihat buku-buku saya. Coba Anda rasakan, mana yang lebih solid: Andalah Sang Pemimpin atau You Are A Leader? Menghargai Setiap Saat atau Cherish Every Moment? 7 Kaidah Kebahagiaan atau The 7 Laws of Happiness. Ini sekali lagi adalah masalah rasa bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan halnya You Are Not Alone, menurut saya bukan hanya masalah rasa bahasa, tetapi juga berkaitan dengan maknanya. Dalam bahasa Indonesia mungkin kita menerjemahkannya dengan "Anda Tidak Sendiri". Kata "sendiri" dalam bahasa Indonesia bermakna seorang diri, padahal kata "alone" tidak bermakna seorang diri tapi bisa juga berdua, bertiga, maupun dengan banyak orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud saya begini, orang yang berselingkuh itu kan ketika sedang berselingkuh pasti berdua, tidak mungkin sendiri. Orang yang korupsi itu juga kan tidak mungkin sendirian, tapi berjamaah. Padahal pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa orang-orang yang selingkuh atau korupsi itu menyangka diri mereka tidak dilihat oleh Tuhan (bukan berarti bahwa mereka sedang sendirian, tapi bahwa mereka sedang jauh dari Tuhan). Karena itu kalimat yang lebih pas untuk menunjukkan hal ini adalah "You Are Not Alone", bukan "Anda Tidak Sendirian".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;AH: Sebagian pembaca berhati-hati bahwa spiritualitas dikhawatirkan bisa mencampuradukkan atau mengotori keyakinan (iman) terhadap agama. Bagaimana membedakan agama dan spiritualitas? Bagaimana cara You Are Not Alone bisa memberi manfaat mengenai kebertuhanan yang hakiki?&lt;/span&gt;&lt;br style="color: red;" /&gt;&lt;br /&gt;AP: Berhati-hati tentu baik-baik saja. Yang tidak baik itu curiga, karena dalam curiga itu ada berbagai prasangka. Banyak orang menyalahpahami spiritualitas karena tidak memahami apa artinya. Seolah-olah spiritualitas adalah ajaran tanpa agama. Padahal sesungguhnya inti dari setiap ajaran agama itu adalah spiritualitas. Tidak ada agama tanpa spiritualitas. Apa itu spiritualitas? Bagi saya spiritualitas itu adalah rasa terhubung (sense of connection) dengan Tuhan. Masalahnya ada banyak orang yang setelah menjalankan ritual keagamaan masih merasa jauh dengan Tuhan. Indikasinya adalah ketika mereka masih melakukan berbagai kemaksiatan walaupun mereka rajin beribadah, seolah-olah ibadah yang mereka lakukan itu tidak ada bekasnya sama sekali dalam keseharian mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi agama itu selalu berkaitan dengan ajaran dan aktivitas ritual sementara spiritualitas itu adalah keterhubungan dengan Tuhan. Nah, pesan utama dan terpenting yang saya sampaikan dalam You Are Not Alone adalah sebagai manusia kita mempunyai kebutuhan untuk selalu dekat dan terhubung dengan Tuhan. Kita harus menyadari bahwa Tuhan bukanlah sosok yang jauh, yang ada diluar angkasa sana. Tuhan justru ada di dekat kita bahkan lebih dekat dari urat leher kita sendiri. Kalau kita menyadari hal ini maka kita akan selalu optimis, tak pernah merasa sendiri, dan tidak akan melakukan perbuatan yang tercela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;AH: Sejauh pengamatan Anda, adakah komentar negatif terhadap You Are Not Alone? Apa tanggapan mas Arvan terhadap review seperti itu?&lt;/span&gt;&lt;br style="color: red;" /&gt;&lt;br /&gt;AP: Sejauh ini tanggapan terhadap You Are Not Alone sangat positif. Beberapa perusahaan bahkan memesan buku ini dalam jumlah banyak untuk dibagikan kepada para karyawannya. Saya juga banyak mendapatkan tanggapan dari berbagai orang yang merasa tercerahkan setelah membaca buku ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga mendapatkan apresiasi dari teman-teman dari berbagai ajaran agama. Ini merupakan bukti bahwa Tuhan adalah sesuatu yang universal. Tuhan ada dalam diri setiap manusia. Orang bisa saja memanggil Tuhan dengan nama yang berbeda, tapi Tuhan yang dimaksud ya Dia Dia juga. Dialah Tuhan Yang Satu. Tuhan Yang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;AH: Terakhir: apa harapan utama Anda atas terbitnya You Are Not Alone?&lt;/span&gt;&lt;br style="color: red;" /&gt;&lt;br /&gt;AP: Saya berharap buku ini dapat mengubah paradigma masyarakat Indonesia tentang Tuhan. Tuhan itu dekat, bukan jauh. Tuhan ada di mana-mana, bukan hanya di tempat ibadah. Tuhan ada di kantor, di pabrik, di bursa, di instansi pemerintah, di pengadilan, di kejaksaan, di kepolisian, di mana saja kita berada.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar Holid, penulis buku &lt;i style="color: blue;"&gt;Keep Your Hand Moving&lt;/i&gt; (GPU, 2010). &lt;br /&gt;KONTAK: wartax@yahoo.com | http://halamanganjil.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs terkait:&lt;br /&gt;http://www.ilm.co.id&lt;br /&gt;http://www.elexmedia.co.id/buku/detail/9789792779189&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copyright © 2010 Anwar Holid&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-41285231578359325?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/41285231578359325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=41285231578359325' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/41285231578359325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/41285231578359325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/03/wawancara-tamparan-untuk-sikap-beragama.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh4.googleusercontent.com/-t_zB7IaKAjY/TYg4KZkeHmI/AAAAAAAAA9Y/QXZar1RTeis/s72-c/arvan+pradiansyah+You+Are+Not+Alone+cover+kecil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-1055992025894569116</id><published>2011-03-02T16:49:00.000-08:00</published><updated>2011-03-02T16:49:26.845-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Natalie Goldberg'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keep Your Hand Moving'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ulfi Nugraha'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-h9ROcHqv0eU/TW7lLjng92I/AAAAAAAAA9U/gIYfgC7li0A/s1600/keep+your+hand+moving%252C+poster+edit.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://lh5.googleusercontent.com/-h9ROcHqv0eU/TW7lLjng92I/AAAAAAAAA9U/gIYfgC7li0A/s320/keep+your+hand+moving%252C+poster+edit.jpg" width="248" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;[RESENSI]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayo Gerakkan Tanganmu untuk Menulis!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;---Ulfi Nugraha, mahasiswa Institut Teknologi Telkom Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era yang serba canggih ini, mengemukakan sesuatu yang ada dalam pikiran seperti pendapat, curhat, gugatan, ataupun kisah pribadi dalam bentuk tulisan sudah merupakan hal yang umum. Lihat saja, saat blog begitu populer banyak orang menulis keseharian atau opini dalam blognya. Kemudian diikuti dengan era jejaring sosial seperti Multiply, Facebook, Twitter, dan lain-lain yang menggerakkan orang untuk terus menulis apa yang ada dalam benak mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya semua orang bisa menulis, tetapi kemampuan untuk menghasilkan ide, mewujudkannya jadi tulisan yang utuh, enak dibaca, serta layak dipublikasi itu perlu dipelajari secara terus-menerus. Bagaimana agar semua itu bisa terwujud? Anwar Holid mencoba memberikan tips bagaimana menulis, mengedit, dan memolesnya dalam buku berjudul &lt;i&gt;Keep Your Hand Moving&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keep Your Hand Moving" di buku setebal 160 halaman ini ialah slogan yang dicetuskan Natalie Goldberg, seorang guru penulisan kreatif. Dia mengusung metode &lt;i&gt;free writing&lt;/i&gt; yang mengaitkan peran mental dan spiritual dalam menulis. Teknik ini banyak dipuji, bahkan dianggap berhasil merevolusi pendekatan penulisan. Sebenarnya prinsip menulis Goldberg ini sederhana saja, yaitu &lt;b style="color: red;"&gt;"keep your hand moving"&lt;/b&gt; (gerakkan terus tangan kamu!); jangan mencoret dan jangan mengedit waktu menulis; jangan khawatir soal ejaan, tanda bacaan, tata bahasa; lepaskan kontrol; jangan berpikir, tidak mesti logis; carilah urat nadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam prinsip inilah---terutama slogan "keep your hand moving"---yang memberi inspirasi pada Anwar Holid untuk merumuskan panduan menulis berdasarkan pengalaman dan pengamatannya selama ini. Dia tak sekadar membeberkan prinsip menulis tersebut, tetapi melengkapi apa yang telah diutarakan Goldberg.&lt;br /&gt;____________________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Info Buku&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Judul: &lt;/span&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;Keep Your Hand Moving: Panduan Menulis, Mengedit, dan Memolesnya&lt;/i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Penulis: Anwar Holid&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (GPU), 2010&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Halaman: 160 hal.; format: 13.5 x 17 cm&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kategori: Nonfiksi; Penulisan; Pengembangan Diri dan Inspirasional&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;ISBN: 978-979-22-5844-8&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Harga: Rp.35.000,-&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;____________________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar Holid tampak hanya mengambil spirit Goldberg dalam menggerakkan seseorang untuk menulis. Selanjutnya, ia memberikan arahan yang lebih praktis dan membumi bagaimana menghasilkan tulisan yang bagus, mengedit, memolesnya sehingga layak untuk dipublikasikan. Di buku mungil ini dia membagi bukunya menjadi delapan bab, semua tersaji dengan padu, ringkas, dan padat. Dua bab pertama berbicara mengenai bagaimana kita harus melemaskan saraf menulis dengan cara membiasakan diri menulis sehingga perlu pengondisian agar kita dapat terus menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah slogan "keep your hand moving" diperlukan. Gerakkan terus jemarimu, pokoknya tulis saja walau itu hanya satu paragraf, menjawab e-mail, sekadar respons terhadap segala sesuatu, diari, unek-unek, dan sebagainya. Teruslah menulis, dengan demikian diperlukan alokasi waktu dan menyempatkan diri untuk menulis. Bagi penulis pemula, Anwar Holid menyarankan agar menulis 10-25 menit setiap hari untuk membangun kebiasaan menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran yang menarik dari Anwar Holid bagi penulis pemula adalah jangan takut untuk menyalin dan menempelkan pikiran orang pada tulisan dan pikiran sendiri (&lt;i&gt;copy and paste&lt;/i&gt;). Tentunya dengan syarat bahwa dalam tulisan itu kita harus mengutarakan bahwa pikiran itu milik orang lain. Ia mengungkapkan bahwa salah satu manfaat &lt;i&gt;copy and paste&lt;/i&gt; ialah agar kita belajar menggunakan istilah sebagaimana asalnya.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resensi ini awalnya dimuat di &lt;i&gt;Pikiran Rakyat&lt;/i&gt;, pada Kamis, 21 Oktober 2010.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-1055992025894569116?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/1055992025894569116/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=1055992025894569116' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/1055992025894569116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/1055992025894569116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/03/resensi-ayo-gerakkan-tanganmu-untuk.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh5.googleusercontent.com/-h9ROcHqv0eU/TW7lLjng92I/AAAAAAAAA9U/gIYfgC7li0A/s72-c/keep+your+hand+moving%252C+poster+edit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-8449055494543949657</id><published>2011-02-22T16:33:00.000-08:00</published><updated>2011-02-22T16:33:31.055-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='profil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life is Beautiful'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arvan Pradiansyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bintang Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wayan Diananto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="color: blue;"&gt;[Feature Profil]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Arvan Pradiansyah: Belajar dari Nenek&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Yang Menangis Tiap Hari&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;---Wayan Diananto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal pekan Januari 2011 di Purwakarta, di sebuah kelas intensif dengan peserta dua puluh orang. Seorang pembicara mengetengahkan topik rasa syukur. Dalam sebuah jeda, seorang peserta kelas berbicara tentang pahitnya kehilangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selama ini saya bermasalah dengan ayah. Sudah bertahun-tahun tidak menemuinya. Hari itu saya ingin menemuinya. Saya merasa ada sesuatu yang keliru dan harus segera diperbaiki. Pada saat niat itu muncul, saya menuju ke kediamannya. Saya memang bertemu ayah, tapi matanya terpejam. Dan tidak pernah bisa terbuka lagi. Saya menyesal. Saya tidak tahu seberapa besar nilai seorang ayah dalam kehidupan sampai kehilangan selamanya. Nyatanya, saya tidak pernah mensyukuri keberadaan ayah,” ujar si peserta. Rasa sesal menggores begitu dalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nenek Yang Menangis Tiap Hari&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Begitulah hidup. Manusia bercengkerama dengan dua hal bertentangan. Sedih dan bahagia. Menurut sang pembicara kelas itu, bahagia sebenarnya soal bagaimana sudut pandang kita memandang hidup. Perkenalkan, nama pembicara ulung itu ialah Arvan Pradiansyah. “Bahagia berhubungan dengan cara kita melihat dunia,” ujar Arvan di Sarinah Jakarta, Rabu (26/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, Arvan menyampaikan ilustrasi menyentuh. Kisah seorang nenek dan dua anaknya. Setiap hari nenek itu menangis. Tetangga yang melihat nenek itu menangis jadi bertanya-tanya, seberat apakah beban yang disandang wanita renta ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nek, kenapa sih tiap hari menangis?” tetangga bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya punya dua anak. Yang lelaki pekerjaannya jualan es. Yang perempuan jualan payung. Kalau musim cerah begini, saya menangisi anak perempuan karena dagangannya enggak laku. Kalau musim hujan, saya menangis memikirkan anak saya laki-laki. Es buatannya sepi pembeli,” keluhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nek, begini saja deh. Gimana kalau cara berpikirnya di balik. Siang nanti, kalau matahari terik, pikirkan anak Nenek yang jualan es. Pasti Nenek senang karena dagangannya laris manis. Kalau siang nanti ternyata hujan deras, pikirkan saja anak nenek yang jualan payung. Pasti hidup Nenek bahagia,” si tetangga sodorkan solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, sebetulnya kebahagiaan itu bisa didapat bukan dengan mengubah apa yang ada di sekitar kita. Semua dimulai dengan mengubah sudut pandang kita. Yang patut dipahami, masalah hidup tidak akan pernah habis. Satu masalah rampung, masalah lain menyongsong. Sejatinya, masalah adalah salah satu ciri kehidupan. Yang namanya hidup, suka atau tidak suka, pasti ada masalah. Pasti.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-GA7b94fPCB8/TWRUvMOIUMI/AAAAAAAAA9Q/Osjc5dO5Ppw/s1600/ARVAN-by-masteng.BI-edit-DF.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-GA7b94fPCB8/TWRUvMOIUMI/AAAAAAAAA9Q/Osjc5dO5Ppw/s320/ARVAN-by-masteng.BI-edit-DF.jpg" width="264" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr align="left"&gt;&lt;td class="tr-caption"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Arvan Pradiansyah.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Foto: Hono Mustanto&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Growing Up&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Growing Old&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;“Kita patut bersyukur saat masalah melanda, berarti kita masih hidup. Hanya, pastikan masalah yang menimpa kita berbeda. Jangan sampai dari tahun ke tahun masalahnya sama. Itu-itu melulu,” Arvan menyambung obrolan. Jika menghadapi masalah yang sama terus, kita tidak akan bertumbuh. Misalnya begini, masalah Anda tahun lalu ialah putus cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasakan putus cinta jauh lebih bagus ketimbang tak pernah putus cinta sama sekali. Artinya, pernah ada seseorang yang begitu mencintai Anda. Problemnya, tahun depan jangan sampai terjebak masalah yang sama, dengan orang yang sama. Tahun depan, bisa jadi masalah Anda bukan lagi putus cinta dengan si A. Melainkan deg-degan karena mempersiapkan pernikahan dengan si B. Atau, masih putus cinta sih tapi bukan lagi dengan si A, melainkan si C. Jangan terpaku dan terlarut dengan masalah yang sama, menahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika seseorang menghadapi masalah berbeda dari waktu ke waktu, itu disebut pengalaman. Itulah proses growing up, yang mendewasakan. Ketika Anda berlama-lama dengan satu masalah yang sama, itu disebut penglamaan. Itulah growing old, penuaan. Menjadi tua belum tentu menjadi dewasa,” ulas penulis buku &lt;i&gt;Life Is Beautiful&lt;/i&gt;. Menyelesaikan satu masalah bukanlah perkara mudah. Diperlukan upaya keras, bahkan mungkin menahun. Saat tahun berganti, bisa jadi masalah yang belum selesai itu dijalin dengan problem berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menanti Delapan Tahun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Arvan membagikan sebuah pengalaman untuk kita. Semasa kecil, alumnus Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia ini gemar pelajaran mengarang. Dengan menuliskan isi otaknya yang penuh ide, bisa dituang, lalu dibagi ke calon pembaca. Beranjak dewasa, Arvan memberanikan diri menulis ke beberapa surat kabar dan majalah nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tulisan saya dikembalikan. Alasannya, terlalu panjang. Lalu saya mencoba menulis efektif. Itu pun dikembalikan. Alasan redaksi, terlalu pendek. Seketika itu, semangat menulis anjlok. Beberapa tahun kemudian, saya mencoba lagi dan masih ditolak. Saya ngambek. Buat apa menulis lagi lha wong berkali-kali ditolak?” pikir Arvan kala itu. Ia mulai menulis pada 1990. Akhirnya, artikel Arvan terbit di sebuah majalah pada 1998. Bayangkan, delapan tahun ditolak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya berpikir, kalau berhenti mencoba, kita tidak pernah tahu apa yang terjadi selanjutnya. Akhirnya, saya coba lagi. Di situlah tunas harapan bertumbuh. Untuk kali pertama dalam hidup, tulisan saya dimuat di majalah ekonomi. Bangganya bukan main. Saya membawa majalah itu ke mana-mana. Sampai bertemu mertua pun, majalah itu saya bawa,” kenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya Arvan menyerah pada tahun kelima, keberhasilan tidak akan pernah dijemputnya. Keberhasilan datang kepada mereka yang terus dan terus berusaha. Kita tidak akan pernah mencapai apa yang kita inginkan, jika berhenti berusaha. Ketika kita berhenti berusaha, Tuhan juga akan berhenti bekerja bersama, menyokong kita. Itulah prinsip hidup Arvan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan di kolom majalah di pengujung pemerintahan Presiden Soeharto itu membentangkan karpet merah. Dari tangan dan penanya, tergores puluhan ribu kata. Ribuan kalimat. Dan diabadikan dalam banyak artikel serta buku. Buku pertama yang dirilis ialah &lt;i&gt;You Are A Leader&lt;/i&gt;. Menyusul kemudian &lt;i&gt;Life Is Beautiful&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Cherish Every Moment&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;The 7 Laws Of Happiness&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;You Are Not Alone&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arvan juga dikenal sebagai kolumnis di dua media ternama, majalah &lt;i&gt;SWA&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Bisnis Indonesia&lt;/i&gt;. Dia memberi pelatihan untuk puluhan bank, perusahaan minyak, asuransi, dan berbagai perusahaan lain. Suaranya menggema dalam talk show Smart Happiness, disiarkan sebuah jaringan radio ke dua puluh lima kota besar di penjuru Nusantara. Memasuki Februari 2011, Arvan akan mengisi rubrik konsultasi bertema “Life is Beautiful” di tabloid &lt;i&gt;Bintang Indonesia&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda memiliki masalah hidup, Anda bisa berbagi dengan Arvan. Layangkan surat maupun email Anda ke alamat pos redaksi atau email Bintang Indonesia. “Ketika Anda berbagi problem, dan saya berbagi alternatif pemecahan. Anda belajar dari saya, dan saya belajar dari masalah Anda. Saling belajar, itu salah satu hal termanis dalam hidup. Ibadah yang menyenangkan,” pungkas Arvan.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profil ini awalnya dipublikasi tabloid &lt;i&gt;Bintang Indonesia&lt;/i&gt; edisi 1028/tahun XX/minggu kelima Januari 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Untuk konsultasi dengan dengan Arvan Pradiansyah, kontak email:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;redaksi@bintang.co.id, tabloidbintangindonesia@gmail.com&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;Situs terkait:&lt;/div&gt;http://www.bintang.co.id&lt;br /&gt;http://www.ilm.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-8449055494543949657?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/8449055494543949657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=8449055494543949657' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/8449055494543949657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/8449055494543949657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/02/feature-profil-arvan-pradiansyah.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-GA7b94fPCB8/TWRUvMOIUMI/AAAAAAAAA9Q/Osjc5dO5Ppw/s72-c/ARVAN-by-masteng.BI-edit-DF.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-3846660537009328285</id><published>2011-02-16T16:51:00.000-08:00</published><updated>2011-02-16T16:51:30.930-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DEAR PROBLEMS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='katarsis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MY GOD IS BIGGER THAN YOU'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='problema'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[halaman ganjil]'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-1rVjmRHJpz8/TVxwos9PIJI/AAAAAAAAA9M/nZnC7WnB884/s1600/my+allah+is+bigger+than+you.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-1rVjmRHJpz8/TVxwos9PIJI/AAAAAAAAA9M/nZnC7WnB884/s1600/my+allah+is+bigger+than+you.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;[halaman ganjil]&lt;/span&gt;&lt;b style="color: red;"&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;DEAR PROBLEMS, MY GOD IS BIGGER THAN YOU!!&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam takzim,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kawan, surat kamu sekali lagi nadanya terdengar murung dan agak-agak self-deprecating---cenderung merendahkan/mengecilkan pencapaian diri sendiri alias undervalue terhadap kemampuan diri sendiri. secara keseluruhan aku suka sama isinya karena&amp;nbsp; di situ tetap ada semangat, loyalitas pada karir, dan pengabdian (dedikasi),&amp;nbsp; tapi aku berani bilang: "ayo kurangi nada seolah-olah kamu belum berbuat apa-apa." mungkin&amp;nbsp; kamu ingin mengakui bahwa karya-karya kamu itu secara finansial belum menjanjikan, tapi bukannya kamu juga bilang bahwa kekayaan finansial bukanlah&amp;nbsp; segala-galanya, bukan merupakan ukuran utama sebuah karir bisa dibilang sukses atau gagal. kalau kamu menemukan passion untuk yang kamu lakukan, itulah&amp;nbsp; duniamu, lepas dari pengamatan orang lain siapa tahu kamu gagal di situ. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemarin aku nemu &lt;i&gt;quotation&lt;/i&gt; ini: &lt;br /&gt;__________________________&lt;br /&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;Orang dengan banyak uang hidupnya lebih puas. Namun sebagian besar yang bahagia lebih karena pekerjaan menarik dan menantang yang&amp;nbsp; mereka miliki.&lt;/i&gt;---Gert Wagner, peneliti di Max Planck Institute for Human Development, Jerman.&lt;br /&gt;__________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku merasa kamu ingin meyakinkan diri bahwa inilah jalan hidup yang ingin aku tempuh, tapi kamu kayaknya gagal menanggapi tatapan sinis atau cap dari orang lain---terutama orang-orang terdekat dalam lingkaran emosimu, mulai dari keluarga hingga kawan pergaulan. kadang-kadang aku merasa seperti itu juga, tapi kalau aku tahu persis apa manfaat yang aku lakukan untuk diri sendiri dan untuk orang yang aku cintai atau merupakan kewajiban utamaku, buatku itu cukup. secara standar terpenuhi. tinggal aku berusaha meningkatkan kapasitas agar bisa berbuat lebih. aku tahu persis aku belum mampu mengeluarkan kemampuan dan energi terbaik secara maksimal, salah satunya gara-gara aku terlalu gampang berpuas diri atau suka berleha-leha setelah satu proyek selesai, atau gampang malas, padahal aku tahu aku bisa berbuat lebih. mungkin pilihannya kita harus lebih taktis dan menetapkan skala prioritas, ditambah lebih keras pada diri&amp;nbsp; sendiri. di luar itu, kita harus lebih berani menghargai diri sendiri, berhenti meremehkan kemampuan atau kinerja kita selama ini. tidak&amp;nbsp; selamanya seorang striker bisa mencetak gol, dan ada kalanya seorang pemain bola harus pensiun dini untuk beralih jadi penyanyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baru-baru ini aku sedikit dapat info menarik: karena berbagai faktor, sebagian orang bisa merendahkan kemampuan dirinya, salah satunya ialah bila kemampuan itu dia rasa ada begitu saja dari alam/Tuhan, seperti bakat. contoh, sebagian orang yang berbakat menulis menganggap bakatnya bernilai rendah karena kemampuan itu muncul begitu saja dalam dirinya tanpa perlu diasah. akibatnya dia tidak menghargai bakat khusus itu&amp;nbsp; sebagai kekuatan utama dirinya; sebab ada anggapan umum bahwa kemampuan diri yang terbaik hanya bisa dicapai bila kita bersusah-susah.&amp;nbsp; padahal bisa jadi tidak seperti itu. alfathri adlin punya konsep yang sangat menarik mengenai ini, namanya konsep "energi minimal."&amp;nbsp; singkatnya kira-kira seperti ini: kita bisa mengeluarkan kemampuan terbaik lewat sesuatu yang secara alamiah kita miliki. kalau dihubungkan&amp;nbsp; dengan passion tadi, ini sangat nyambung---meski belum tentu berkorelasi secara langsung secara finansial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;intinya adalah kita sendiri yang harus menentukan ukuran sukses itu seperti apa. terus-terang kalau ukurannya semata-mata pencapaian&amp;nbsp; finansial, aku juga buta cara mengatasinya kecuali dengan bekerja lebih gila-gilaan lagi. kemarin-kemarin aku mau bikin status begini di fb:&amp;nbsp; "kalo di siang hari kamu bisa menghasilkan 8 juta sebulan, bisakah kamu menghasilkan sejumlah yang sama di malam hari?" he he he... tapi&amp;nbsp; rasanya kedengaran terlalu kasar. kalau kamu gayus, akankah kamu harus merasa gagal? mungkin tidak. sebab yang kelihatan adalah gayus banyak uang&amp;nbsp; dan kamu enggak bisa beli barang. padahal yang enggak kelihatan orang lain, itu urusan kamu dengan Tuhan---atau tekanan yang harus kamu tanggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di sisi lain, mungkin kita harus melihat dari sisi spiritualitas lebih dalam dan rasa syukur terus-menerus terhadap semua anugrah yang kita&amp;nbsp; terima. jujur deh, rasanya ini memang basi banget. tapi aku sendiri masih perlu menyampaikan hal ini. dari dulu aku sinis dan sulit paham&amp;nbsp; soal "keadilan finansial", tapi dengan rasa syukur, ketidakpuasan dan unek-unek itu bisa hilang dengan sendirinya. setiap kali merasakan&amp;nbsp; anugrah yang luar biasa dari Tuhan, rasanya kesulitanku itu tidak ada apa-apanya. kamu boleh enggak percaya soal ini. kemarin aku lihat&amp;nbsp; gambar dengan tulisan begini: &lt;b&gt;DEAR PROBLEMS, MY GOD IS BIGGER THAN YOU!!&lt;/b&gt; ha ha ha... aku suka banget kalimat afirmasi seperti itu.&amp;nbsp; setiap kali lihat orang telanjang yang bekerja keras di bawah terik matahari sampai keringatnya bercucuran, tukang sampah/pulung yang bawa keranjang berukuran lebih besar dari badannya sendiri, aku langsung menunduk enggak tega melihat kenyataan seperti itu. malu dengan&amp;nbsp; banyaknya kenikmatan yang aku dapat, mulai dari copy album musik yang aku suka sampai tabu-tabu yang masih kesulitan aku langgar. dalam kasusku&amp;nbsp; sendiri, rasanya aku terlalu banyak mendapat pertolongan dari kawan dan saudara baik, meski aku sendiri kadang-kadang masih merasa&amp;nbsp; kurang. atau setiap kali benar-benar kekurangan, ada jalan ke luar berkat kebaikan sejumlah orang. buatku, itu sudah cukup membuatku harus&amp;nbsp; berhenti mengeluh minimal untuk sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ok kawan, untuk sementara sekian. ayo bekerja lebih taktis. laku (dihargai secara finansial) itu penting juga, sebab minimal kamu enggak rugi&amp;nbsp; bandar. ha ha ha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thanks for sharing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keep up the good work. keep your hand moving.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wartax&lt;br /&gt;Kamis, 17 Februari, 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-3846660537009328285?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/3846660537009328285/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=3846660537009328285' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/3846660537009328285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/3846660537009328285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/02/halaman-ganjil-dear-problems-my-god-is.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-1rVjmRHJpz8/TVxwos9PIJI/AAAAAAAAA9M/nZnC7WnB884/s72-c/my+allah+is+bigger+than+you.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-5103862260337047511</id><published>2011-02-07T16:22:00.000-08:00</published><updated>2011-02-07T16:22:11.251-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TVCMb4GrEuI/AAAAAAAAA9I/BFjc3FzYUuc/s1600/wartax%252C+laptop+iklan+warnet.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="198" src="http://3.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TVCMb4GrEuI/AAAAAAAAA9I/BFjc3FzYUuc/s320/wartax%252C+laptop+iklan+warnet.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;WARNET DI PURWOKERTO UNTUK DIKONTRAKKAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebuah warnet di jalan Riyanto no. 16, Purwokerto tersedia untuk dikontrakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lokasi dekat kampus Unsoed (Universitas Jenderal Soedirman), di pinggir jalan raya, bangunan baru renovasi.&lt;br /&gt;Ukuran: 5x9 m &lt;br /&gt;Jumlah komputer: 14 unit (13 untuk pengguna + 1 untuk billing)&lt;br /&gt;Masa kontrak: minimal 5 tahun &lt;br /&gt;Harga: 25 - 30 juta per tahun (bisa nego)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peminat bisa menghubungi pemiliknya, &lt;b&gt;Umi Kulsum, HP: 081542987447&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/*/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-5103862260337047511?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/5103862260337047511/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=5103862260337047511' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/5103862260337047511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/5103862260337047511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/02/warnet-di-purwokerto-untuk-dikontrakkan.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TVCMb4GrEuI/AAAAAAAAA9I/BFjc3FzYUuc/s72-c/wartax%252C+laptop+iklan+warnet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-9116234269899400801</id><published>2011-02-01T16:34:00.000-08:00</published><updated>2011-02-01T16:34:05.158-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[OBITER DICTA]'/><title type='text'></title><content type='html'>[OBITER DICTA]&lt;br /&gt;&lt;h2 class="uiHeaderTitle"&gt;Aku berusaha berhenti kuatir pada diri sendiri&lt;/h2&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TUimLTKSoBI/AAAAAAAAA9A/dgXApvaXzyM/s1600/self-drawing-interactive-macacolandia-6.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://4.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TUimLTKSoBI/AAAAAAAAA9A/dgXApvaXzyM/s320/self-drawing-interactive-macacolandia-6.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr align="left"&gt;&lt;td class="tr-caption"&gt;Gambar dari Internet.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Kalau orang sudah tahu diri masing-masing, mungkin aku enggak perlu terlalu kuatir tentang diri sendiri ataupun orang lain. Baik-baik saja. Aku toh masih bisa menikmati hidup dan mencerap banyak hal. Tapi apa iti cukup? Mungkin enggak. Kalau lagi enggak punya duit, apa aku akan baik-baik saja? Aku sudah mendapat sedikit dari rezeki itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang aku merasa kalah --&amp;gt; ya sudahlah.&lt;br /&gt;Dalam situasi terdesak, aku pernah kalap dan marah --&amp;gt; maafkanlah.&lt;br /&gt;Rasanya selalu ada jalan ke luar --&amp;gt; alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menerima yang aku dapat, dan berusaha memenuhi sisanya. Aku suka dikuatkan. Yah, kadang-kadang aku malas atau kalah, terlalu gampang pecah konsentrasi---padahal yang bikin banyak jebakan aku sendiri. Aku akan berusaha lebih baik. Aku berusaha menemukan sisi positif dari sinisme atau kecurigaanku. Ada masalah. Hidup itu masalah kok. Hadapilah. Tapi justru dari masalah aku mendapat sesuatu. Aku mendapat manfaat dari banyak hal. Aku meragukan banyak hal, apa karena itu aku jadi kelihatan keras kepala?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini aku sadar bahwa hidup buatku cukup berat---tapi meski begitu tetap terbuka kemungkinan mendapat kejutan dan keringanan. Jadi, selami dan berikan kemampuan terbaik untuk menjalaninya.[] 2/1/2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-9116234269899400801?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/9116234269899400801/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=9116234269899400801' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/9116234269899400801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/9116234269899400801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/02/obiter-dicta-aku-berusaha-berhenti.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TUimLTKSoBI/AAAAAAAAA9A/dgXApvaXzyM/s72-c/self-drawing-interactive-macacolandia-6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-7836144339878470299</id><published>2011-02-01T16:24:00.000-08:00</published><updated>2011-02-01T16:24:56.350-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arvan Pradiansyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menanam Benih-Benih Kebahagiaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritualitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Publisitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='You Are Not Alone'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TUikGD1usxI/AAAAAAAAA88/0XV1eqRZzuA/s1600/arvan+pradiansyah+You+Are+Not+Alone+cover+leutik.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TUikGD1usxI/AAAAAAAAA88/0XV1eqRZzuA/s320/arvan+pradiansyah+You+Are+Not+Alone+cover+leutik.jpg" width="215" /&gt;&lt;/a&gt;[RESENSI]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Menanam Benih-Benih Kebahagiaan&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;You Are Not Alone: 30 Renungan tentang Tuhan dan Kebahagiaan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Arvan Pradiansyah&lt;br /&gt;Penerbit: Elex Media Komputindo, 2010&lt;br /&gt;Halaman: 252 hal., soft cover&lt;br /&gt;ISBN: 978-979-27-7918-9&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Harga: Rp.52.800,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SPIRITUALITAS kerap menjadi subjek yang pelik, sulit dijelajahi, dan cenderung abstrak. Sebagian orang dengan mudah menyangka bahwa spiritualitas identik dengan religiositas (keberagamaan), sebab dua hal itu memang kerap bersinggungan, meskipun berbeda secara esensial, sampai muncul istilah "spiritual tapi bukan religius." Agama formal manapun pasti ditolak oleh penganut ateis, tapi belum tentu spiritualitas. Sudah kerap terbukti betapa sejumlah penganut ateis bisa membahas spiritualitas di luar prakiraan banyak orang, misalnya Andre Comte-Sponville. Dalam buku The Little Book of Philosophy (2005), Comte-Sponville secara sengit menyatakan: "Kita tidak tahu apa Tuhan itu ada. Itu sebabnya kita harus bertanya apa kita akan percaya atau tidak." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arvan Pradiansyah membantah pendapat itu dengan tandas. Di dalam buku terbarunya, You Are Not Alone yang terbit di pengujung 2010, dia berpendapat: kaum ateis gagal menemukan Tuhan seperti halnya para pencuri gagal menemukan polisi. Persoalannya ada di dalam mental. Arvan menegaskan: "Tuhan hanya dapat didekati dalam tataran spiritual." Itu sebabnya dia yakin hanya orang yang cerdas secara spiritual yang memiliki kesadaran bahwa Tuhan senantiasa melihat, memperhatikan, mencintai, memelihara, dan menjaga makhluk-Nya (hal. 11). Keyakinan ini senapas dengan pendapat Ludwig Wittgenstein---salah satu filosof paling berpengaruh di abad ke-20---yang yakin betapa &lt;span style="color: red;"&gt;"kita beriman kepada Tuhan untuk menyadari bahwa hidup punya makna."&lt;/span&gt; Persis seperti itulah semangat yang muncul dari buku ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arvan membangun basis teoretik mengenai Tuhan dan spiritualitas di buku sebelumnya, The 7 Laws of Happiness (2008), khususnya di puncak hukum kebahagiaan, yaitu Relasi Spiritual berupa berserah diri kepada Tuhan. Dia menyatakan: kita akan bahagia bila punya koneksi yang tak terbatas dengan Tuhan (hal. 137). Di buku terbaru ini dia langsung memberi ilustrasi betapa spiritualitas bisa terwujud dalam berbagai hal, dan secara khusus berusaha mengaitkan bahwa spiritualitas korelatif dengan kebahagiaan. Bila manusia penuh kesadaran akan Tuhan seperti itu, dirinya akan memperoleh kebahagiaan ultima dalam perjalanan kehidupannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spiritualitas menjadi prasyarat untuk merasakan kehadiran Tuhan maupun demi meraih kebahagiaan. Kebahagiaan kerap dianggap sebagai sesuatu yang kualitatif, meski faktor-faktornya bisa diukur secara fisikal. Misal soal kepemilikan. Survey Gallup terbaru (Juli 2010) menyatakan mayoritas orang kaya lebih bahagia daripada orang miskin, lepas dari mana kekayaan itu didapat. Peneliti menyatakan: Studi kami pada orang-orang terkaya memperlihatkan bahwa di sana hanya ada sedikit saja orang yang sangat tidak bahagia. Beruntung, studi itu masih menguatkan anggapan umum bahwa pada dasarnya kebahagiaan tidak bergantung pada materi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arvan Pradiansyah menyatakan bahwa kebahagiaan tidak dijual. Ia masih berupa benih yang harus ditanam. Benih-benih itu mengandung beragam unsur penghasil kebahagiaan, yaitu kesabaran, keikhlasan, rasa syukur, kasih sayang, kejujuran, rela memaafkan, dan berserah diri. Hanya orang yang mampu memelihara dan menumbuhkan benih dengan baik yang akhirnya memanen kebahagiaan dengan kualitas terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ARVAN mengaku bahwa gagasan menulis You Are Not Alone dipicu niat memprovokasi pikiran orang agar berubah. Dia prihatin dengan fakta bahwa di Indonesia yang dari permukaan tampak religius ini masyarakatnya justru kerap kehilangan kendali, mudah terbakar amarahnya, dan lebih buruk lagi merupakan sarang koruptor. Provokasi itu melahirkan definisi ulang yang berani mengenai agama dan spiritualitas. Arvan menyatakan percaya pada Tuhan tidak sama dengan beriman, sebab buktinya ada banyak orang mengaku percaya pada Tuhan tapi perilakunya justru kontradiktif dengan keimanan, misal berbuat jahat. Orang-orang yang melakukan kejahatan itu justru pantas disebut kafir---sebuah pendapat yang sekarang didukung oleh organisasi-organisasi besar agama di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You Are Not Alone berisi tiga puluh keping renungan dibumbui komentar dan pemahaman mendalam mengenai Tuhan dan kebahagiaan. Arvan mengawali setiap bab bukunya melalui kisah dengan subjek-subjek cukup kontroversial, misal betapa religius saja belum cukup, pilih mana: orang beragama atau orang baik?, agama merupakan keharusan atau kebutuhan?, buat apa kita mengharapkan surga, juga pertanyaan esensial yang membungkus seluruh isi buku ini: apa beda mendasar antara agama dan spiritualitas? Apa yang ditawarkan spiritualitas untuk manusia dan kehidupan di zaman kini? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun berbeda dengan tipikal buku agama formal, Tuhan yang dibicarakan dalam buku itu tidak mengacu pada agama tertentu, melainkan Tuhan sebagaimana dipahami orang secara universal---yaitu Tuhan semesta alam. Maka bertebaranlah khazanah spiritualitas dari beragam sumber, mulai kisah dari agama-agama di dunia, perlambang, kajian mengenai spiritualitas kontemporer, kritik terhadap praktik beragama yang intoleran, termasuk pendapat berani terhadap kecerdasan spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini memperlihatkan besarnya perhatian Arvan Pradiansyah sebagai ahli SDM yang lebih mengutamakan moral dan etika daripada agresivitas individu maupun organisasi. Dia melecut pembaca untuk menemukan esensi spiritualitas dan kebahagiaan melalui kesadaran yang terus-menerus dilatih. Kesadaran akan adanya Tuhan, nilai spiritualitas, juga keinginan mencapai kehidupan yang lebih bermakna merupakan bukti bahwa manusia itu memang memiliki kecenderungan mulia.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar Holid, penulis buku Keep Your Hand Moving (GPU, 2010). &lt;br /&gt;KONTAK: wartax@yahoo.com | http://halamanganjil.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resensi ini awalnya terbit di Media Indonesia pada Sabtu, 22 Januari 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copyright © 2010 Anwar Holid&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-7836144339878470299?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/7836144339878470299/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=7836144339878470299' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/7836144339878470299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/7836144339878470299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/02/resensi-menanam-benih-benih-kebahagiaan.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TUikGD1usxI/AAAAAAAAA88/0XV1eqRZzuA/s72-c/arvan+pradiansyah+You+Are+Not+Alone+cover+leutik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-661043978092423907</id><published>2011-01-19T16:21:00.000-08:00</published><updated>2011-01-19T16:21:11.260-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masjid salman itb'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='profil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wirausaha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Planet Sains'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hari Utomo'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TTd8FhnuKxI/AAAAAAAAA84/9nSvMv_-f8Q/s1600/Hari+Utomo_13+senyum%252C+kecil.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="284" src="http://4.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TTd8FhnuKxI/AAAAAAAAA84/9nSvMv_-f8Q/s320/Hari+Utomo_13+senyum%252C+kecil.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;[PROFIL WIRAUSAHAWAN]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Hari Utomo: "Budaya Wirausaha Perlu Proses."&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertemu di selasar Masjid Salman ITB, Hari Utomo tampak sedikit terburu-buru. "Dari sini saya mau langsung ke Subang," katanya sambil mengajak jalan ke Taman Ganesha, tempat dia menceritakan Planet Sains. Perusahaan yang bergerak di bidang penyedia jasa pendidikan itu dia kelola bersama Dian R. Basuki (seorang jurnalis, mantan wartawan di grup Tempo), Erliana (menangani keuangan dan pengembangan usaha), dan Fitria Yulianti (manajer operasional). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Planet Sains ingin memberikan pengalaman menyenangkan terhadap sains, khususnya anak-anak sekolah dasar. Mereka menyediakan banyak program baik untuk sekolah, kumpul bareng keluarga, pelatihan guru, maupun produk yang dilempar ke pasar umum---semua dengan nilai tambah sains. Para instrukturnya menyelenggarakan acara secara sederhana, mengedepankan sisi yang menarik, menyenangkan, namun tetap hebat, representatif, sekaligus meningkatkan kemampuan di bidang sains. Salah satu jasa mereka yang sudah dikenal di sejumlah sekolah di beberapa kota ialah Wisata Sains. Di acara ini, mereka membawa anak-anak untuk mengunjungi objek wisata dengan aktivitas sains, termasuk melakukan percobaan di tempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Misal ke Tangkuban Parahu. Selama ini kan rata-rata mereka datang ke sana hanya melihat pemandangan. Oh, pemandangannya bagus; udaranya dingin; melihat-lihat sesuatu yang indah. Itu saja. Padahal Tangkuban Parahu merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia, yang kawahnya berpindah dari barat ke timur. Kenapa kawah itu bisa pindah? Apa manfaat gunung berapi? Itu tidak pernah diceritakan, sementara anak-anak tidak tahu. Akhirnya mereka datang hanya mendapat aspek permukaan. Mereka tidak tahu kenapa Tuhan menciptakan gunung berapi, apa untungnya buat manusia, bahayanya apa saja. Itu semua seharusnya disampaikan kepada anak-anak kita," ujarnya bersemangat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua pusat sains di Bandung boleh dibilang telah diajak kerja sama oleh Planet Sains, mulai dari Observatorium Bosscha, Museum Geologi, kebun binatang Bandung, instalasi pengolahan air, air panas alam Ciater, Puspa Iptek Sundial (jam matahari), juga wisata ke kampus ITB. Di kampus Ganesha ini peserta diajak bertemu dengan ilmuwan, pakar teknologi, melihat produk berteknologi, juga praktik di laboratorium dan mengadakan percobaan sains. Hari Utomo merasa perlu sejak dini memperkenalkan sains kepada anak-anak. Itu sebabnya Planet Sains punya slogan "Setiap anak bisa jadi Einstein."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami Erliana ini alumni Jurusan Geologi ITB angkatan 1981. Dulu dia aktif di Masjid Salman. Bersama kawan-kawan, dia termasuk salah seorang pendiri PAS (Pembinaan Anak-Anak Salman), sebuah unit organisasi yang aktivitasnya fokus menangani mentoring anak-anak. Di periode ke dua organisasi itu (tahun 1983), dia dipercaya menjadi ketuanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di sana saya dapat pelajaran banyak bagaimana mengelola organisasi dan lembaga seperti Planet Sains," akunya. Tampaknya Hari Utomo mendapat visi untuk menekuni bisnis pendidikan anak-anak berkat pengalaman di PAS. Jadi meski pernah berkarir di pengeboran minyak---bekerja di perusahaan vendor Caltex, Duri, Pekanbaru, juga mengelola perusahaan produsen chamois orisinal (kain lap dari kulit domba), setelah sekitar sepuluh tahun ikut orang lain, dia memutuskan jadi entrepreneur, salah satunya mendirikan Planet Sains pada Agustus 2005. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan ini mendedikasikan diri untuk pengembangan sains buat anak-anak dan sekolah. Klien utamanya ialah sekolah swasta, masyarakat umum, dan sejumlah sekolah negeri. Perusahaan berbasis di Bandung ini juga telah memproduksi alat eksperimen sains yang banyak diminati, termasuk dijual via online. Sementara mereka telah diminta untuk melayani konsumen di luar Bandung, terutama Jabodetabek, Cikarang, Jogjakarta, dan Purwokerto. Mereka sekarang bahkan tengah menggodok prosedur standar operasi untuk permintaan membuka cabang di luar Bandung yang pasarnya potensial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Usaha ini tidak seratus persen profit, ada aspek layanan ke masyarakat untuk pendidikan sains, juga keinginan mencerdaskan bangsa. Kadang-kadang harganya bisa berubah," akunya. Planet Sains bersedia melayani klien sekolah kurang mampu dengan harga khusus, tanpa mengurangi standar layanan. Syaratnya: anak-anak bersemangat ikut. "Dari segi bisnis, secara finansial ini tidak besar-besar amat. Tapi alhamdulillah sampai hari ini kita bisa bertahan dan kinerjanya makin bagus," demikian paparnya. Omset Planet Sains berkisar antara 30 - 50 juta rupiah per bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengandalkan lima orang pegawai, mengefektifkan organisasi yang ramping, ditambah banyak tenaga outsource yang kompeten terutama lulusan muda dari berbagai perguruan tinggi di Bandung (antara lain ITB, Unpad, UPI, dan Unisba), Planet Sains berusaha melakukan penetrasi pasar dan mengedukasi pelanggan. Hari Utomo bertindak sebagai direktur utama, tugasnya mengembangkan perusahaan agar bisa menjangkau kalangan lebih luas lagi. Dia menyatakan keberhasilan Planet Sains sejauh ini ialah berkat SDM berkualitas, visi perusahaan yang jelas, juga sistem usaha dan operasional yang bagus. Kondisi ini menghasilkan tim yang solid, apalagi didukung oleh dedikasi terhadap karir dan pekerjaan. Perusahaan membiasakan diri berbagi (sharing) ke karyawan, melakukan inovasi dan pembinaan internal, juga memiliki tim supervisi yang bertugas mendiskusikan materi baru, memperhatikan trend ke depan, termasuk memperbaiki kinerja. Tanpa sungkan dia memuji peran rekan kerjanya, Fitria Yulianti, seorang alumni UPI (Universitas Pendidikan Indonesia). "Dia sangat bagus dan punya dedikasi, baik pada anak-anak maupun masyarakat. Dia juga tahu persis metode dan materi pengajaran yang cocok," &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TTd7txcO_MI/AAAAAAAAA80/PHps2ecZs-U/s1600/Planet+Sains+img01.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="126" src="http://4.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TTd7txcO_MI/AAAAAAAAA80/PHps2ecZs-U/s320/Planet+Sains+img01.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hari mengaku banyak belajar sekaligus tertantang mengembangkan kemampuan wirausaha (entrepreneurship) demi mendirikan Planet Sains. Pada dua tahun pertama, sejumlah karyawan sempat ke luar-masuk, peminat masih sedikit, dan sekolah kerap terlalu mudah menyatakan tidak ada dana untuk tawaran dari Planet Sains. Padahal seluruh aktivitas itu tentu butuh biaya. "Sebagian sekolah enggan berpikir lebih untuk kemajuan anak-anak atau merasa tidak punya masalah dengan pendidikan sains yang mereka ajarkan," ucapnya. Berkat presentasi, pendekatan ke sekolah dan orangtua, termasuk mau bekerja sama dengan kompetitor, perlahan-lahan membuahkan hasil. Dia juga memetik pelajaran dari pengalaman kerja sebelumnya, praktik di lapangan, termasuk kelas formal dari lembaga manajemen dan marketing. Dia mengibaratkan entrepreneur sebagai lokomotif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Harusnya Indonesia memiliki jumlah entrepreneur yang cukup banyak. Ibarat kereta api, kalau lokomotifnya hanya sedikit, jalannya jadi lambat. Mungkin kita tidak selalu berhasil; itu tidak masalah. Yang penting generasi setelah kita jadi lebih baik. Kalau kita meminta anak kita jadi entrepreneur, kita harus beri contoh. Nah, saya ada dalam fase harus membangun perusahaan sendiri agar jadi entrepreneur," ucapnya dengan tatapan serius. Hari mengingatkan, bila sebentar lagi pasar bebas benar-benar dibuka dan perusahaan besar luar negeri boleh bersaing di Indonesia, entrepreneur Indonesia harus siap bersaing dan bisa berkembang jadi perusahaan besar. Kalau tidak, bangsa Indonesia hanya kembali akan jadi penonton. "Kalau jumlah entrepreneur banyak, pemerintah juga akan mudah mencari perusahaan dalam negeri yang bisa dikembangkan untuk kerja sama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang melaju ke Subang, Hari sempat mengenalkan istri bersama seorang anaknya. "Ini Rifki Auliaarrahman. Dia baru jadi juara Lomba Roket Tingkat Nasional di Palembang, 4 Oktober 2010 lalu. Bulan depan dia mau ke Australia untuk lomba tingkat Asia," tuturnya antusias. Si anak tersenyum-senyum. Rifki duduk di kelas 1 SMP. Rupanya kecintaan pada sains telah menitis pada anak-anaknya. Anak sulung mereka kuliah di Fakultas Teknik Industri ITB tahun 2010. Keluarga ini dikaruniai empat anak.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONTAK PLANET SAINS&lt;br /&gt;Jalan Sadang Serang No. 11 B Bandung 40134&lt;br /&gt;Telepon: (022) 70654998&lt;br /&gt;Email: planet.sains@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link terkait:&lt;br /&gt;http://planet-sains.info&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copyright © 2010 oleh Anwar Holid&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-661043978092423907?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/661043978092423907/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=661043978092423907' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/661043978092423907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/661043978092423907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2011/01/profil-wirausahawan-hari-utomo-budaya.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TTd8FhnuKxI/AAAAAAAAA84/9nSvMv_-f8Q/s72-c/Hari+Utomo_13+senyum%252C+kecil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-8890075537351202219</id><published>2010-12-27T15:28:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T15:28:27.548-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arvan Pradiansyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritualitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='You Are Not Alone'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='M. Iqbal Dawami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esensi Beragama'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TRkgvDFUiQI/AAAAAAAAA8s/v9My52vXgbw/s1600/arvan+pradiansyah+You+Are+Not+Alone+cover+kecil.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TRkgvDFUiQI/AAAAAAAAA8s/v9My52vXgbw/s320/arvan+pradiansyah+You+Are+Not+Alone+cover+kecil.jpg" width="231" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;[RESENSI]&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Spiritualitas, Esensi Beragama&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---M. Iqbal Dawami&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Seputar Indonesia&lt;/i&gt;, Sabtu, 25 Desember 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETIKA manusia mengalami peristiwa dahsyat yang bakal merenggut nyawanya,seketika itu pula dia membutuhkan kekuatan di luar&amp;nbsp; dirinya,yaitu Tuhan, yang bisa menyelamatkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar gak sih masih ada Tuhan dalam diri kita? Coba Anda tes dengan mengunjungi Gunung Merapi...Pasti Ada Tuhan!" Begitu bunyi status&amp;nbsp; Facebook seorang teman saat kejadian erupsi Gunung Merapi yang memakan korban jiwa. Status tersebut mengindikasikan ketika seseorang&amp;nbsp; dihadapkan pada musibah, biasanya manusia sadar bahwa mereka membutuhkan pertolongan Tuhan. Stalin, seorang tokoh komunis&amp;nbsp; Rusia, secara tidak langsung mengakui juga adanya Tuhan. Arvan Pradiansyah dalam buku You Are Not Alone mengisahkannya. Waktu itu Stalin bersama&amp;nbsp; rombongannya tengah berada di dalam pesawat, tiba-tiba pesawatnya mengalami kerusakan parah tepat di atas pegunungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ayal, Stalin merasakan ketakutan yang luar biasa dan secara spontan dia berkata, "Tuhan, tolonglah aku!" Kisah Stalin itu menandakan&amp;nbsp; bahwa di dalam bawah sadar seorang ateis sekalipun terdapat kesadaran mengenai keberadaan Tuhan. Peristiwa dahsyat yang merenggut nyawa bisa menghentakkan kesadaran manusia akan keberadaan dan kekuatan Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat buku ini Arvan memberikan pesan bahwa&amp;nbsp; manusia senantiasa diperhatikan Tuhan.Tuhan selalu ada dalam kancah kehidupan manusia. Kehadiran Tuhan itu terejawantahkan lewat&amp;nbsp; agama. Hanya saja kemudian Arvan merenungkan, mengapa sebagian manusia beragama yang notabene memercayai adanya Tuhan tidak kunjung berkelakuan baik? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa agama seolah tidak berhasil membuat penganutnya menjadi orang yang baik? Mengapa Indonesia yang dikenal sangat religius&amp;nbsp; sekaligus juga dikenal sebagai negeri terkorup di dunia? Mengapa kita juga memperoleh predikat nomor dua untuk pornografi dan nomor tiga&amp;nbsp; untuk masalah narkoba? &lt;br /&gt;___________________________________________&lt;br /&gt;DETAIL BUKU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;You Are Not Alone: 30 Renungan tentang Tuhan dan Kebahagiaan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Penulis: Arvan Pradiansyah&lt;br /&gt;Penerbit: Elex Media Komputindo, 2010&lt;br /&gt;Halaman: 252 hal., soft cover&lt;br /&gt;ISBN: 978-979-27-7918-9&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Harga: Rp.52.800,-&lt;br /&gt;___________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama Minus Spiritualitas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arvan mencoba mencari akar penyebab perihal pertanyaan-pertanyaan di atas. Salah satu penyebabnya adalah manusia kerap kali&amp;nbsp; beragama,tapi minus spiritualitas. Padahal, esensi beragama sejatinya adalah spiritualitas. Inti spiritualitas adalah bagaimana menjadi orang&amp;nbsp; baik. Adapun landasan kecerdasan spiritualitas adalah kesadaran akan kehadiran Tuhan: dalam setiap situasi merasa selalu dilihat Tuhan dan&amp;nbsp; merasakan kebersatuan dirinya dengan Tuhan [hal. 7-8]. Kesadaran spiritual di atas membuat Arvan yakin bahwa masalah yang terjadi dalam hidup kita bisa selesai dengan sendirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak, ketika seseorang demikian dihadapkan pada persoalan, dia akan langsung ingat Tuhan. Jika melakukan perbuatan buruk, dia&amp;nbsp; sadar bahwa dia akan mengecewakan Tuhannya yang senantiasa memperhatikannya dari waktu ke waktu. Sayangnya, kata Arvan, agama&amp;nbsp; sering kali terpisah dari spiritualitas. Sembari mengutip pendapat John Naisbitt, Arvan mengatakan pada abad ke-21 ini agama semakin kurang&amp;nbsp; diminati orang, sebaliknya orang semakin berminat terhadap spiritualitas. Minat ini tentu saja didorong kebutuhan untuk mengisi spiritualitas&amp;nbsp; kita yang semakin lama semakin kering karena percepatan kehidupan. Di sinilah terletak masalahnya: agama semakin terpisah dari&amp;nbsp; spiritualitas, padahal sebenarnya spiritualitas itulah inti dari keberagamaan seseorang [hal. 112]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui buku ini Arvan mengajak pembaca untuk beragama secara spiritualitas. Spiritualitas merupakan kebutuhan manusia yang sangat&amp;nbsp; mendesak sekarang ini. Kita butuh tempat yang kokoh untuk bersandar, sesuatu yang memberikan ketenangan, kepastian, dan ketenteraman&amp;nbsp; yang sejati. Adapun efek dari beragama plus spiritualitas adalah rasa cintanya kepada sesama manusia. Manusia beragama seperti itu akan&amp;nbsp; senantiasa menghadirkan Tuhan dalam kesehariannya seperti pada saat bekerja dan berinteraksi dengan orang lain. Tuhan selalu hadir dalam&amp;nbsp; dirinya, dalam gerak langkahnya, dan dalam segala hal yang dilakukannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Agama spiritualis" yang digagas Arvan ini sejatinya mirip dengan konsep tasawuf Ibnu Arabi, sufi-filsuf Andalusia, yaitu "tajalli." Kata "tajalli"&amp;nbsp; berarti "penampakan diri Tuhan" yang bersifat absolut dalam bentuk alam yang bersifat terbatas. Dengan kata lain, Tuhan seolah-olah telah&amp;nbsp; menyatu kepada orang yang telah mengalami mukasyafah (merasakan kehadiran Tuhan). Karakter dan kepribadian mereka dipenuhi sifat-sifat&amp;nbsp; Tuhan, seperti mencintai, menyayangi, menolong, dan sebagainya. Tampaknya buku ini tepat sekali untuk menjadi obat dari tiga penyakit jiwa&amp;nbsp; masyarakat modern, sebagaimana dikatakan Sayyid Hossein Nasr, yaitu kehilangan orientasi ilahiah, kehampaan spiritual, dan degradasi&amp;nbsp; moral. Setiap pembahasan dalam buku ini dibuka dengan kisah-kisah yang segar, menarik, kadang berhumor, tapi sarat hikmah dan nilai-nilai&amp;nbsp; kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk kisahnya pun beraneka ragam dalam pelbagai macam gaya. Namun,semuanya menarik pembaca kepada renungan-renungan soal&amp;nbsp; ketuhanan dan kebahagiaan. Terdapat kekuatan besar dari pelbagai kisahnya. Jika kita membaca buku ini dengan penuh penghayatan&amp;nbsp; mendalam kemudian mengamalkan pesan-pesannya, kita akan mendapatkan perubahan pikiran dan perilaku yang positif. Buku ini sangat&amp;nbsp; relevan dengan situasi yang ada sekarang.(*) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Iqbal Dawami, bergiat di Kere Hore Jungle Tracker Community (KHJTC) Yogyakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-8890075537351202219?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/8890075537351202219/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=8890075537351202219' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/8890075537351202219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/8890075537351202219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2010/12/resensi-spiritualitas-esensi-beragama-m.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TRkgvDFUiQI/AAAAAAAAA8s/v9My52vXgbw/s72-c/arvan+pradiansyah+You+Are+Not+Alone+cover+kecil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-5845659369098358843</id><published>2010-12-14T03:31:00.000-08:00</published><updated>2010-12-19T20:46:15.917-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesulitan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebaikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dan Keajaiban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2010'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[halaman ganjil]'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TQdUCwERX2I/AAAAAAAAA8o/D6jrZb20RnA/s1600/sebatang+pohon%252C+edit.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TQdUCwERX2I/AAAAAAAAA8o/D6jrZb20RnA/s320/sebatang+pohon%252C+edit.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[Halaman Ganjil]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Kesehatan, Kebaikan, Kesulitan, dan Keajaiban&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini aku mendapati dua orang kawanku patah tangan dan seorang lagi patah kaki. Beberapa bulan lalu seorang lagi kawanku terpeleset waktu mau membuka gagang kunci kamar mandi, membuat jempolnya patah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekitar akhir Maret 2010 kemarin aku kecelakaan. Ketabrak ojek. Tangan kiriku patah. Dioperasi deh. Aduh, enggak kebayang kalau ketua yayasan tempatku kerja enggak membayari semua ongkosnya. Aku juga enggak cukup kaya bisa bayar 25-30 juta untuk operasi itu. Kesehatan ternyata kalau dihargai dengan uang adalah rejeki juga, ya...gede lagi jumlahnya..." demikian cerita temanku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patah tangan yang menimpa kawanku yang lain terdengar miris. Waktu itu dia survey ke desa. Jalan berlumpur, becek, dan licin. Mungkin karena kebiasaannya pakai sandal, dia terpeleset. Badannya yang gemuk menimpa tangan sampai patah. Dia terpaksa pulang kampung biar bisa dirawat maksimal oleh keluarga, sebab di Bandung dia hidup sebatang kara. Dia merasa malu kalau tambah merepotkan kawan-kawan yang selama ini berhubungan dekat dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak bungsuku, umur 3 tahun, jemarinya sempat terjepit oleh bantingan pintu mobil, tapi alhamdulillah baik-baik saja setelah dironsen. Ibu mertuaku dua kali terserang stroke, sampai membuat istriku mudik, ikut merawat berhari-hari, bahkan merelakan sebagian honornya untuk sedikit membantu pengobatan atau menyediakan makanan favorit bergizi untuk ibunya. Konyolnya, pada saat bersamaan kondisi keuanganku tengah buruk, membuatku memutuskan enggak menengok mertua. Sebab kalau tetap nekat konsekuensinya tambah berat dan merepotkan buat keluarga batihku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada trimester kedua tahun 2010 aku terlibat menulis kisah perusahaan pembuat vaksin dan serum. Keterlibatan itu sungguh menyadarkan betapa kesehatan merupakan kondisi yang jangan sampai lengah kita jaga. Bahkan bila nahas, sudah kita jaga semaksimal pun bisa jadi penyakit menyerang tanpa permisi, dan orang langsung kelenger tanpa bisa menyalahkan siapa atau keadaan apa pun. Virus dan bakteri adalah dua sumber penyakit yang mustahil kita kendalikan. Bahkan sebagian penyakit belum ada obatnya atau belum ditemukan pencegahannya. Antivirus flu belum kita temukan. Penyakit malaria belum ada vaksinnya. Penyakit dari virus bisa menyerang kapan dan di mana saja. Kalau pasanganmu mengidap sirosis (gagal hati akut), kamu, keturunan (anak), bahkan anggota keluarga yang berinteraksi setiap hari bisa terkena tanpa disadari. Menggunakan gelas bekas minum orang lain, sikat gigi atau sisir orang lain berisiko menyebarkan penyakit karena virus. Ini bisa membuat kita mati kutu. Fakta: sejak Oktober 2010 ini wabah kolera menghantui negara Haiti dan telah merenggut nyawa lebih dari 5000 orang, seolah-olah merupakan lanjutan dari bencana gempa bumi di awal tahun di negeri itu dan menewaskan sekitar 300.000 jiwa. Kita di sini lebih peduli pada gunung berapi yang muntah-muntah tanpa kuatir bahwa bakteri kolera bisa menyebar entah lewat celah mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesehatanku sendiri prima sejak akhir 2009 dan hingga menjelang akhir 2010 tidak sakit ringan sama sekali, baik berupa flu, sakit perut, atau sariawan. Ini sangat menakjubkan dan rasa syukurku atas kondisi ini masih sangat kurang, mustahil bisa mengimbangi anugerah. Setiap kali ingat atas anugerah kesehatan yang hebat, aku berusaha berterima kasih kepada Tuhan, meski kerap tergesa-gesa dan cuma di dalam hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau berkecukupan, asuransikanlah kesehatan maupun jiwa kita. Itu investasi yang pantas diambil. Di negara maju, itu jadi standar layanan masyarakat. Jujur, aku sendiri enggak punya asuransi kesehatan maupun jiwa. Kondisi ini kadang-kadang membuat aku nelangsa. Bayangkanlah kalau kamu mendadak celaka, mengidap penyakit fatal, langka, atau belum ada obatnya. Atau kalau ada ternyata harganya enggak terjangkau oleh penghasilanmu. Kita sudah sering tahu ada sebagian penduduk Indonesia gagal membayar obat dan yang bisa kita ekspresikan cuma mengulang umpatan Iwan Fals, "Hai modar aku. Hai modar aku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita baru bisa menghargai kesehatan setelah sengsara karena sakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebaikan itu semacam jaring pengaman bila kita ada di tubir putus asa dan gagal mengandalkan kekuatan sendiri untuk menolong diri sendiri. Kondisi paling khas dari situasi ini ialah ketika kita kehabisan uang, sementara kerjaan belum beres, deadline sudah lewat, dan kita frustrasi karena terdesak serta kesulitan menyelesaikan order dengan baik. Menagih panjer mungkin malah berisiko menghancurkan reputasi di mata klien. Siapa yang bisa menolong kamu? Bisa jadi teman dekat, teman jauh yang nyaman kamu utangi, mungkin orang tua kamu, atau saudara yang menurutmu baik dan lebih sukses. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk kebaikan sering mengejutkan dan rentangnya sulit kita perkirakan. Di awal bulan Puasa 1431 H perusahaan rekanan kerjaku mengirim sekarung beras kualitas prima, lima kilo minyak goreng, lima toples kue kering, lima kilo gula pasir, dua kotak susu bubuk, sirup, satu set jas hujan, dan sarung. Sampai Desember ini, sebagian di antara kiriman itu belum habis kami konsumsi. Buat aku sekeluarga, itu mencengangkan. Beberapa bulan sebelumnya, seorang kawan memberi aku laptop. Meski dia merendah bahwa itu barang lama dan baterenya sudah drop, tetap saja perangkat itu sebelumnya entah kapan bisa aku jangkau. Setelah Lebaran, seorang saudaraku membebaskan utang yang sudah terlalu lama sulit aku kembalikan. Dan di saat-saat kritis, aku ternyata sesekali masih kembali menelepon orang tua untuk minta bantuan. Pasti juga karena kebaikan bila aku diajak kerja sama oleh rekanan lama, yang insya Allah akan dimulai pada Januari 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak semua kebaikan terjadi sesuai keinginan. Aku sempat memohon bea siswa untuk ikut pelatihan jadi entrepreuner tangguh di sebuah lembaga milik seorang ahli perubahan perusahaan, tapi ditolak. Aku sesekali membalas para pengirim spam yang menjanjikan gaji tiga puluh tujuh juta per bulan sambil klak-klik di Internet mengikuti tawaran programnya untuk sekadar menyisakan dana CSR buat aktivitasku, tapi semua respons mereka negatif. Dari situ aku berprasangka mungkin mereka pun masih punya masalah finansial. Bahkan sempat terpikir menempel pesan begini: Tuhan, kamu tahu aku butuh keajaiban finansial, tapi kenapa transfer dari Gayus enggak sampai-sampai saja ke nomor&amp;nbsp; rekeningku? Tapi baru sekarang berani aku tulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kawan mentraktir, mengajak liburan, menghadiahi sesuatu, memberi keringanan, kenalan lama memberi pekerjaan, maupun klien memanggil kita lagi sudah merupakan kebaikan, apalagi bila kita pada tahun ini terhindar dari malapetaka akbar berakibat fatal dan menyengsarakan banyak orang. Rasanya konyol bila kita berdoa jangan mendapat cobaan, sebab Tuhan bisa berbuat semaunya dan bencana yang maha merusakkan belum terjadi, tapi kita mesti bersyukur karena masuk daftar orang yang selamat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesehatan dan kebaikan adalah dua hal yang ingin aku tebalkan menjelang akhir tahun 2010 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesehatan dan kebaikan berpadu melahirkan energi untuk aktivitas sehari-hari, meski hasil dan kualitasnya bisa diperdebatkan. Misal soal tulisan. Ada orang bilang tulisanku mencerminkan keputusasaan, karena suka mengungkap kesulitan keuangan; sebagian lagi menilai tulisan itu mencerminkan aku terus berjuang demi mendapat penghasilan mencukupi. Aku sendiri suka masih merasa kekurangan, meski tidak berarti aku kehilangan alasan untuk bersyukur. Situasi ini absurd bagi orang beragama. Kamu mesti menghindari bencana, tapi jangan takut mati; sebab mati itu pasti terjadi. Bila kamu mati di tengah jalan demi menghindari bencana, kamu ada di jalan Tuhan dan dalam kesaksian terhadapnya. Kawanku berkata, "Biar aja soal rejeki mah. Yang penting berusaha. Aku juga sering merasa kekurangan kalau nurutin semua keinginan mah. Meski kekurangan, toh sampai hari ini aku masih hidup dengan baik dan bisa bercanda ria ha ha ha."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pun kondisinya, jangan putus asa dan kita harus bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul kesulitan menghadang, situasinya bisa bikin kondisi mental dan emosi labil, gagal menenangkan diri, atau jadi gelap mata, tapi kesempatan selalu ada. Hukum menyatakan manusia hanya akan menerima cobaan atau ujian sesuai kadarnya. Jadi semua orang pasti mampu mengatasi cobaan. Tapi kalau faktanya dia gagal? Artinya dia putus asa dan kurang berusaha. Itu membuat aku berpikir, kesulitanku sebenarnya masih biasa. Akui saja, aku suka kurang keras berusaha atau terlalu santai, hingga ketinggalan kereta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirkan kondisi Julian Assange, salah seorang pendiri Wikileaks---situs pembocor informasi sensitif, terutama yang dianggap sebagai rahasia negara, korupsi gila-gilaan, konspirasi rencana jahat, penyiksaan, kecurangan, dan kesewang-wenangan terhadap kemanusiaan. Setelah semua saluran donasi untuk organisasinya ditutup dan rekening banknya dibekukan, dia diuber-uber Interpol sebagai penjahat, dan barusan saja ditangkap di Inggris untuk dibawa ke Swedia dengan dakwaan perkosaan maupun pelecehan seksual. Situasi dia sangat sulit dan menyengsarakan. Apa pernah penangkapan menyenangkan? Tidak. Kecuali yang kamu tangkap adalah ikan bernama Gayus, karena kamu bisa kecipratan duit dari dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assange, Gayus, Anwar Holid, juga kamu, sama-sama mengalami kesulitan dengan kadar dan kelas berbeda-beda. Maksudnya: manusia itu sama saja, cuma beda nasib dan pendapatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 2010 tercatat juga cuaca di Indonesia agak aneh. Musim hujan berlangsung sepanjang tahun, bahkan di sejumlah tempat kebanjiran. Kasihan ketika banjir melanda pesawahan, desa atau perkampungan, sebab ia menimpa banyak petani dan penduduk biasa yang sulit untuk segera mengungsi atau mendapat bantuan. Entah berapa ribu hektar tanah terendam dan mengakibatkan gagal panen. Deras hujan membongkar selokan, mengelupaskan aspal, melongsorkan tanah, membobol tanggul. Dari akhir 2009 hingga akhir 2010 curah hujan tetap tinggi, membuat musim kemarau batal mentas. Bagaimana 2011 nanti? Apa gantian ia bakal tampil gila-gilaan setelah setahun ngumpet? Entah. Tuhan tidak mengirim bocoran ramalan cuaca tahun depan ke Wikileaks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya aku bersyukur. Lepas dari kekurangan, keburukan, maupun sikap keterlaluan yang sudah aku perbuat ketika dalam kondisi terpuruk kehabisan kesabaran atau sulit menerima keadaan. Ingat: Tuhan tidak akan menguji manusia di luar batas kemampuannya. Sesengsara apa pun orang bakal diuji, potensi menang tetap ada, sebab ujian di bawah standar kemampuannya. Aku lega tahu kunci ini. Cobaan itu konon perlu bagi manusia, sebab ia jadi ukuran bagi kesempurnaan kualitas seseorang. Tapi kalau sudah menyangkut soal mental dan emosi, lain lagi reaksinya. Kadang-kadang suka kalap, terutama kalau lagi kesal karena kerjaan enggak selesai-selesai, penghasilan menipis, sementara transfer dari Gayus enggak datang-datang.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar Holid, penulis buku &lt;i&gt;Keep Your Hand Moving&lt;/i&gt; (GPU, 2010). Bekerja sebagai editor, penulis, dan publisis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONTAK: wartax@yahoo.com | http://halamanganjil.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copyright © 2010 Anwar Holid&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-5845659369098358843?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/5845659369098358843/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=5845659369098358843' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/5845659369098358843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/5845659369098358843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2010/12/halaman-ganjil-kesehatan-kebaikan.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TQdUCwERX2I/AAAAAAAAA8o/D6jrZb20RnA/s72-c/sebatang+pohon%252C+edit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-2201705509347682852</id><published>2010-12-05T16:44:00.000-08:00</published><updated>2010-12-05T16:44:10.290-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sifat Bunglon dalam Diri Norah Jones'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='...Featuring Norah Jones'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Norah Jones'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musik'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TPwxu_SmqpI/AAAAAAAAA8k/iCOWnLKJTxA/s1600/Norah-jones-...featuring.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TPwxu_SmqpI/AAAAAAAAA8k/iCOWnLKJTxA/s320/Norah-jones-...featuring.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;[Review Album] &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Sifat Bunglon dalam Diri Norah Jones&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;...Featuring Norah Jones&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Musisi: Norah Jones (album kompilasi)&lt;br /&gt;Durasi: 83 menit (19 track)&lt;br /&gt;Rekaman: 2001-2010  &lt;br /&gt;Rilis: November 2010&lt;br /&gt;Label: Blue Note&lt;br /&gt;Genre: Jazz, pop, pop country, alternative rock&lt;br /&gt;Rating: ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa Norah Jones sudah baikan lagi dengan Lee Alexander hingga album kompilasi ini dirilis? Lee Alexander ialah pemain bass sekaligus produser yang menemani perjalanan karir musik Norah Jones sejak awal. Dia memimpin The Handsome Band, band yang dulu setia mendukung dan menemani Norah tampil di setiap tur. Lebih dari itu, Norah Jones dan Lee Alexander ialah sepasang kekasih sekaligus kawan kerja, sebelum akhirnya mereka pisah ketika Norah Jones merilis The Fall tahun 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kaitan hubungan personal dua orang ini dengan kompilasi ini? Album ini mengumpulkan nyaris semua proyek Norah Jones dengan musisi lain, sejak awal karir di awal tahun 2000-an hingga 2010. Ini artinya minimal di empat track, minimal secara virtual Norah harus bersanding lagi dengan Lee. Track pembuka pun berjudul "Love Me" yang mereka bawakan ketika sama-sama mendirikan The Little Willies di awal karir. Lantas "Loretta" (bareng The Handsome Band), "Creepin' in" (karena diambil dari album Feels Like Home yang di situ Lee berperan besar), bahkan ketika berduet amat mesra dengan M. Ward menyanyikan "Blue Bayou", itu pun dilakukan ketika bersama The Handsome Band konser di kota Austin, Amerika Serikat, dengan Ward sebagai musisi pembuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda telah mengikuti setiap proyek sampingan Norah Jones dengan musisi lain, album ini mungkin terasa kurang mengejutkan, meski tentu menyenangkan dan memuaskan selera fanatik karena sengaja mengumpulkan hampir semua proyek sempalan selain sebagai penyanyi solo. Memudahkan kita menyimak secara utuh. Dari album ini akan terasa betapa Norah Jones sangat adaptif, memberi energi positif, dan berusaha selalu tampil istimewa di setiap proyek yang melibatkan dirinya. Rentang musik dalam kompilasi berdurasi panjang ini lebar dan beragam sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Norah terkenal berkat kekhasan musik, cara berdendang, dan permainan piano. Di kompilasi ini ketiga unsur tersebut menonjol dengan manis, baik saat jadi lead vocalist maupun ketika harus berduet dengan orang lain. Kehadiran Norah senantiasa berpengaruh baik dan perannya seakan-akan selalu memberi nilai lebih pada sebuah komposisi. Terlebih-lebih dalam lagu balada yang menuntut nafas panjang demi mengeluarkan energi lebih untuk mencapai nada tinggi, kemampuannya akan muncul secara maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bisa muncul murni membawakan jazz murni bareng Ray Charles, Herbie Hancock, Dirty Dozen Brass Band, Charlie Hunter, juga Willie Nelson; memadukan dengan country bareng Sasha Dobson dan Dolly Parton; melantunkan lagu pop bersama M. Ward, Belle &amp;amp; Sebastian, Sean Bones; hip-hop dengan OutKast, Q-Tip, Talib Kweli, Wyclef Jean; juga merambah genre alternatif-manis bersama Foo Fighters, Ryan Adams, juga El Madmo---trio pseudo punk yang dibentuk Norah entah setelah kesambet apa. Di El Madmo Norah mencampakkan piano, mengganti nama, menyamar dengan mengenakan stocking jaring, rok mini, memakai wig blonde, bermakeup topeng, mengubah dirinya jadi lead guitarist sekaligus berani nyanyi dengan menggeram. Dari band ini dipilih "The Best Part", lagu bertempo lambat bernada repetitif-monoton, biar penggemar utama Norah tahu bahwa penyamarannya terbongkar meski berusaha keras menyembunyikan jati diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jelas sangat menggairahkan, menyenangkan, dan membuat tersanjung bila diminta bernyanyi dengan seseorang yang aku kagumi," kata Norah tentang album ini. "Bekerja dengan musisi lain memang sedikit menarik kamu ke luar dari zona nyaman. Kita mungkin cuma bisa meraba-raba apa yang bakal bisa diharapkan dari sana. Rasanya seperti jadi bocah yang sedang asyik main-main."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di album ini kita akan menyaksikan Norah Jones berperan sebagai bunglon yang menunjukkan minat tinggi pada berbagai jenis musik dan bahkan mungkin memang sengaja ingin menghindarkan dirinya dari cap sempit terhadap genre tertentu. Hanya saja untuk tujuan komersil dan keterbatasan media, eksperimen musiknya yang sangat ajaib---misal dengan Mike Patton atau Anoushka Shankar---diabaikan dari daftar. Dia leluasa bekerja sama baik dengan musisi veteran, seumuran, maupun junior. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena campur aduk dari berbagai sumber, susunan daftar tracknya juga terasa makin pas. Di awal-awal kita mendengar lagu smooth jazz dengan nuansa main-main dan menghibur yang pasti bakal segera disukai para penggemar berat Norah. Di tengah album hadir musik hip-hop, alternatif, dan pop dengan kadar cukup besar, dan di akhir bagian kembali hadir lagu-lagu manis. Durasi yang sangat panjang seperti sengaja menjadi persembahan atau usaha memanjakan agar pendengar betah berlama-lama menyimak penyanyi favoritnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau toh album ini dirilis semata-mata untuk keperluan komersil dan bukan untuk rekonsiliasi, kita masih bisa berharap bahwa di masa depan Norah Jones bisa bekerja sama dengan siapa saja, selama proyek itu menarik dan berhasil, meski untuk keperluan jangka pendek sekalipun. Sebab untuk mampu mengeluarkan album utuh memang butuh dukungan musisi dengan chemistry yang kuat, biar hasilnya lebih dari sekadar featuring.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar Holid, penulis buku Keep Your Hand Moving (GPU, 2010). Bekerja sebagai editor, penulis, dan publisis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONTAK: wartax@yahoo.com | http://halamanganjil.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copyright © 2010 oleh Anwar Holid&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-2201705509347682852?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/2201705509347682852/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=2201705509347682852' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/2201705509347682852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/2201705509347682852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2010/12/review-album-sifat-bunglon-dalam-diri.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TPwxu_SmqpI/AAAAAAAAA8k/iCOWnLKJTxA/s72-c/Norah-jones-...featuring.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-594243492458424849</id><published>2010-12-04T13:48:00.000-08:00</published><updated>2010-12-04T13:48:43.903-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sembilan Hari Lagi Kiamat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[halaman ganjil]'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TPq2ploHtHI/AAAAAAAAA8c/_Loy_ptabH0/s1600/Chile-Earthquake-Earth-Axis-Chile-Earthquake-Death-Toll-300x201.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TPq2ploHtHI/AAAAAAAAA8c/_Loy_ptabH0/s1600/Chile-Earthquake-Earth-Axis-Chile-Earthquake-Death-Toll-300x201.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;[HALAMAN GANJIL] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Sembilan Hari Lagi Kiamat!&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembilan hari lagi kiamat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika kita semua tahu persis bahwa sembilan hari lagi alam semesta ini bakal kiamat, dan Tuhan dengan cara tertentu sudah memberi tahu jauh-jauh hari? Kita tahu Tuhan senantiasa menepati janji maupun bisa melakukan apa pun sesuka-sukanya tanpa pernah bisa kita duga sama sekali. Ngeri kali kedengarannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, seorang temanku pernah bilang dengan nada sedih, "Coba ya, sekarang kita selalu digiring oleh media. Kita diawaskan bahwa 66 hari lagi akan ada Piala Dunia. Seminggu lagi sebuah program akan ditayangkan di tv, atau sebulan lagi sebuah band manggung. Tanggal sekian album sebuah band akan dirilis. Tiga hari lagi buku seorang penulis terkenal akan diluncurkan. Atau kita tahu hari, jam, tempat, dan dengan siapa seorang selebritis menikah untuk ketiga kalinya. Coba, apa yang terjadi kalau semua orang tahu bahwa sembilan lagi dunia bakal kiamat? Atau katakanlah terjadi begitu saja, apa yang akan kita lakukan? Toh aku yakin kita juga enggak pernah tahu rencana Tuhan terhadap sesuatu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata temanku lainnya, "Kalau sembilan hari lagi kiamat, mungkin aku harus ke diskotik atau klub eksekutif dulu, habis seumur-umur belum pernah menginjakkan kaki ke sana." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, orang---bahkan aku sendiri---bisa berdebar-debar menantikan final Piala Dunia atau Liga Champions kapan saja berlangsung, gelisah menanti kelahiran anak, termehek-mehek mencari uang untuk biaya hidup, kecewa terhadap sebuah kejadian, jengkel menghadapi klien, menangisi kematian seseorang, atau gembira ria karena mendapatkan sesuatu, tapi tampaknya cuek saja terhadap segala rahasia yang dipegang Tuhan. Bisa juga malas-malasan mendekatkan diri pada rahasia dan rencana masa depan Tuhan. Padahal jika kita tahu persis bahwa kiamat bakal terjadi dalam sembilan hari ke depan, segalanya bisa jadi berubah sama sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang belum ada jaminan bahwa sajadah, tasbeh, atau rosario akan jadi laku banget dalam hari-hari itu, atau gereja jadi dipenuhi umat, sejumlah orang melakukan pertobatan massal, atau aku langsung mengurung diri, tapi pastilah "peristiwa besar" seperti Piala Dunia, menanti kedatangan Barack Obama, serta-merta dihentikan kegiatannya, Amerika Serikat berhenti mencerca Islam, orang Islam berhenti bertikai dengan Israel dan Yahudi, dan aku berhenti menulis. Pada saat seperti itu, tampak bisa dipastikan semua orang hanya akan mempersoalkan satu masalah itu saja. Meskipun ada juga kemungkinan lain, misal seseorang harus merasakan sesuatu yang belum pernah dia cicipi, sebelum dunia ini bakal benar-benar berakhir dan berantakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyambut dan mementingkan Piala Dunia saja, kita sudah melakukan banyak sekali hal, merelakan banyak waktu, meluangkan banyak kesempatan. Di supermarket orang memborong tv, karena mereka ingin nonton pertandingan seru. Sebuah kantor bahkan bisa menganggarkan dana khusus untuk beli tv. Industri maupun media massa bersaing demi memanfaatkan kesempatan hajatan besar empat tahunan itu. Jika melewatkan, itu artinya kehilangan sejumlah pasar dan uang. Untuk semua hal yang dianggap penting, kita tampak mustahil menghilangkan sopan-santun atau adat jika seseorang yang dipentingkan datang berkunjung. Bahkan dengan cara yang munafik sekalipun. Seperti itukah yang akan kita perbuat seandainya kita tahu betul bahwa sembilan hari lagi kiamat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu memang persoalannya. Andai Anda kenal seseorang yang begitu dekat dengan Tuhan dan dia diberi tahu bahwa kiamat akan berlangsung sembilan hari lagi, akankah Anda percaya padanya? Sering kita justru tertawa jika ada orang mengaku bahwa dia mendapatkan sesuatu dari Tuhan. Andai Tuhan sejak dulu sudah bikin pengumuman di Al-Quran, Injil, maupun lembaran suci lain bahwa kiamat ditetapkan pada 9 Januari 2011, pukul 05.13 pagi, masih bisakah kita menyibukkan diri dengan persoalan lain kecuali tentang kiamat dan Tuhan sejak November 2010? Masihkah media massa atau kita, orang biasa, presiden, ulama, maupun para aparat pemerintahan menaruh perhatian pada penanggulangan bencana, konspirasi kekuasaan dan kejahatan, gejolak gunung berapi, gosip selebritas, korupsi, pornografi, pelanggaran HAM dan HAKI yang terjadi pada esok hari? &lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TPq2tdPaBDI/AAAAAAAAA8g/OJIGfuV4B6o/s1600/tsunami%252C+ilustrasi.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="311" src="http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TPq2tdPaBDI/AAAAAAAAA8g/OJIGfuV4B6o/s320/tsunami%252C+ilustrasi.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang-disayang, tampaknya kita memang kehabisan satu orang pun yang bisa dipercaya bahwa dia tahu langsung dari Tuhan bahwa kiamat bakal terjadi pada tanggal itu atau nanti. Benarkah itu artinya jelas tiada manusia yang kenal langsung dengan Tuhan hingga dia tahu segala yang Dia rahasiakan? Mungkin bukan seputus asa ini artinya. Atau mungkin kita sangsi karena kita juga sangat ragu dengan kualitas pengenalan kita sendiri terhadap Tuhan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata seorang guru ngaji, kita kesulitan mengenal Tuhan karena belum menjadikan ia sebagai isu paling penting dalam kehidupan kita. Akibatnya kita enggak tahu apa agenda Tuhan, prospek, berikut visi-misi Tuhan. Jangankan yang terang, apalagi pada hidden agenda Tuhan. Konon, andai ada seseorang tahu persis rahasia Tuhan, dia akan dihormati siapa pun sebelum hari mengguncangkan itu terjadi---karena semua orang akan bersandar dan berencana pada informasi mahabesar itu. Atau bisa juga sebaliknya: nyaris semua orang menolak berita fatal itu---kecuali sedikit dan merupakan lingkaran pertama dari pemegang rahasia itu. Kita bisa becermin dari peristiwa banjir bandang di zaman Nuh atau ketika kota Sodom dan Gomorah dihancurkan di zaman Luth. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lepas dari buta informasi itu, kita orang masih bisa berharap banyak pada Tuhan untuk selalu bermurah hati agar selalu menurunkan berkah dan kasihnya. Kita masih optimistik terhadap banyak hal, termasuk tetap berniat mau melangsungkan segala yang masih kita bisa. Sampai saatnya habis, untuk waktu yang tidak ditentukan. Itu mungkin pentingnya rahasia buat kita. Sebab kata seorang bijak, tidak hanya orang haus yang mencari air, air pun menghampiri mereka yang kehausan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tampaknya baik kalau kita bersiap-siap terhadap kemungkinan terburuk atau berdoa semoga lebih tabah, sebab bencana paling buruk pasti terjadi atau setiap orang pasti mengalami sesuai versi masing-masing. Sebab kita toh mustahil juga berjudi dengan itu, kan?[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-594243492458424849?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/594243492458424849/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=594243492458424849' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/594243492458424849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/594243492458424849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2010/12/halaman-ganjil-sembilan-hari-lagi.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TPq2ploHtHI/AAAAAAAAA8c/_Loy_ptabH0/s72-c/Chile-Earthquake-Earth-Axis-Chile-Earthquake-Death-Toll-300x201.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-7770148768162684828</id><published>2010-12-04T13:43:00.000-08:00</published><updated>2010-12-04T13:43:19.943-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yang Lebih Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Heru Hikayat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kematian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AYAH'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TPq1rw2ztiI/AAAAAAAAA8Y/q9iIiMFekeQ/s1600/heru+hikayat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TPq1rw2ztiI/AAAAAAAAA8Y/q9iIiMFekeQ/s320/heru+hikayat.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr align="left"&gt;&lt;td class="tr-caption"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Heru Hikayat dari belakang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Yang Lebih Diri&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---Heru Hikayat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun lalu ayah pergi. Mendadak. Kami, anak-anaknya, merasa tak siap. Bahkan para pedagang langganan ayah pun kaget. "Oh, Bapak itu, yang suka jalan-jalan dan jajan itu, kan dia sehat?", demikian komentar khas mengenai kepergian ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memangnya ada orang yang siap menyongsong kematian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon ayah kehilangan kesadarannya dalam posisi sujud. Kami memang tidak tahu persis, tak ada di antara kami yang melihat kejadiannya langsung. Senja itu, gelap dan hujan. Ayah pulang dari mesjid. Kata seorang pedagang, ia melihat ayah duduk di pinggir jalan, pada sebuah pembatas tembok. Para tetangga yang kemudian membawa ayah ke pos jaga dan membersihkan tubuhnya bersaksi: wajah dan bagian lutut ayah kotor, namun tak ada jejak benturan keras, tampaknya beliau bersujud perlahan. Barangkali ia pusing luar biasa, karena stroke yang diakibatkan tekanan darah tinggi---keterangan yang kami dapat kemudian dari dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para tetangga sempat bingung, tak mengenali identitas ayah. Setelah beberapa usaha ditempuh, salah seorang dari mereka mengenali wajah ayah karena mereka sering sholat bersama di mesjid. Barangkali mesjid memang tidak semata-mata tempat bertemu dengan Tuhan, mesjid merupakan tempat pertemuan manusia dengan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para tetangga itu, saat melihat sosok orang tua yang bersujud di pinggir jalan, di tengah hujan, menjadi lebih memanusia karena melihat manusia yang sedang tidak berdaya. Ada sesuatu yang lebih besar dari manusia hadir di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali ayah sujud bukan karena tak tahan dengan rasa pusing. Barangkali ia melakukannya karena itu adalah posisi yang paling merendah. Ia merasa perlu merendah, serendah-rendahnya, di hadapan sesuatu yang mutlak tak terhindarkan: mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat martir. Para martir bukan hanya menyongsong kematian dengan sukarela, mereka bersemangat seperti menjelang seorang kekasih. Bukankah semangat itu datang dari suatu keyakinan bahwa kematian mereka akan memiliki makna? Makna yang melampaui diri mereka sendiri. Makna itu, baru tampak ketika kita mau menerima, ada yang lebih besar dari kita. Dengan begitu, diri juga menjadi berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kira, memang ada orang yang siap menjelang kepastian mutlak bernama kematian itu.[] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasir Impun, 14 November 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heru Hikayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note: awalnya esai ini diposting di Facebook pada 17 November 2010.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-7770148768162684828?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/7770148768162684828/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=7770148768162684828' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/7770148768162684828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/7770148768162684828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2010/12/heru-hikayat-dari-belakang.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TPq1rw2ztiI/AAAAAAAAA8Y/q9iIiMFekeQ/s72-c/heru+hikayat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-4169813007928404960</id><published>2010-11-21T13:16:00.000-08:00</published><updated>2010-11-21T13:16:40.543-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dream Theater'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='A Sort of Homecoming'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='An Evening with Dream Theater and Octavarium (Double CD)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musik'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TOmLdaCaqqI/AAAAAAAAA8U/MxyUTNi0y9s/s1600/Dream+Theater+A+Sort+Of+Homecoming+cover_311113262005.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TOmLdaCaqqI/AAAAAAAAA8U/MxyUTNi0y9s/s1600/Dream+Theater+A+Sort+Of+Homecoming+cover_311113262005.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;[Repost]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;A Sort of Homecoming, An Evening with Dream Theater &amp;amp; Octavarium (Double CD)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Band: Dream Theater&lt;br /&gt;Rilis: 2005&lt;br /&gt;Label: Universal Music&lt;br /&gt;Genre: Progressive Metal, prog-rock&lt;br /&gt;Produser: Dream Theater&lt;br /&gt;Rating: ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bandung, bisa jadi hanya Rumah Buku/Kineruku yang memiliki double cd langka ini: gabungan antara konser tur Dream Theater usai merilis album Train of Thought (2003) dan Octavarium (2005). CD pertama berisi live concert di Madison Square Garden, sebuah gedung pertunjukan legendaris di New York City, Amerika Serikat. CD ini antara lain berisi single hit "Caught in A Web" (dari album Awake tahun 1994), permainan drum solo Mike Portnoy, lantas berduet dengan bitang tamu Scott Rockenfield (drummer Queensryche), solo guitar John Petrucci, banyak melakukan jam session dan improvisasi berlama-lama, termasuk membawakan nomor instrumental berdurasi terpanjang mereka, yaitu "Stream of Consciousness" (11 menit). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya jam sessions dan improvisasi ini membuat James LaBrie (vokalis) jadi sering menganggur. Bagi penikmat musik, terlebih-lebih penggila genre prog-rock, menu sajian seperti itu jelas seperti oleh-oleh dari surga---tentu surga versi pecinta musik, bukan versi penganut agama. Improvisasi dalam "The Spirit of St. Louis" misalnya, mula-mula seakan-akan mengurung pendengar di dalam hutan yang penuh oleh bunyi-bunyi misterius dan menakjubkan, namun mulai pertengahan hadir kejar-kejaran cukup lama antara solo dan melodi gitar John Petrucci dengan hentakan drum Portnoy, dibungkus dalam suasana sensasional yang melambungkan angan-angan. Sangat memuaskan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cd kedua persis berisi album Octavarium (2005). Member Rumah Buku/Kineruku sangat beruntung bila mau meminjam album ini, karena pinjam satu item dapat dua album. Dijamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dream Theater merupakan band yang penuh pengabdian, baik demi mencapai kualitas keterampilan musikalitas maupun memuaskan para fans. Durasi lagu mereka panjang-panjang dan dengan senang hati mengumbar kepiawaian masing-masing anggota. Mereka jelas bukan jenis band yang jadi favorit pilihan di acara musik di teve-teve, tapi tetap saja mereka memiliki nomor yang mudah dinikmati dan sebenarnya cukup mudah didengar dan didendangkan, seperti "I Walk Beside You" dan "Caught in A Web." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau didengar per cd atau simultan langsung dua cd juga sama nikmat---tapi tentu durasinya jadi tambah lama lagi. Dengan dua cd seperti ini, dijamin pendengar segera mudah beralih-alih nuansa; dari suasana progressive rock/metal yang cepat, rumit, rancak, berubah-ubah tempo secara drastik, bisa juga menuju ke irama slow rock yang manis, antara lain berkat "Answer Lies Within" dan "I Walk Beside You."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan A Sort of Homecoming yang mungkin bisa mengganggu para pendengar perfeksionis bertelinga super ialah sound yang dihasilkan dari konser ini terasa kurang jernih. Bisa jadi ini masalah teknis mixing rekaman, namun sebentar menyesuaikan equalizer akan menyelesaikan persoalan minor tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai band, Dream Theater saat kini boleh dibilang merupakan eksponen genre progressive rock/metal yang paling sukses dan berpengaruh sangat besar. Mereka juga inovatif dalam berkarya, termasuk antara lain merilis album "official bootleg" yang mula-mula disalurkan lewat Dream Theater's International Fan Club (DTIFC). Nah, cd pertama dari A Sort of Homecoming ini merupakan salah satu produk dari DTIFC. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas bahwa Dream Theater sering dikritik karena selalu gagal menciptakan hits melalui jalur mainstream atau sukses komersial lewat jalur umum, band ini diakui oleh semua kritik sebagai band yang pantang menyerah dalam menyiasati perubahan zaman dan penjelajahan musik. Album studio terakhir mereka ialah Black Clouds &amp;amp; Silver Linings (2009), dan di tahun 2010 tersiar kabar mengejutkan dari band ini bahwa Mike Portnoy---drummer sekaligus satu dari tiga orang founding father dan konseptor band ini---memutuskan ke luar dan bergabung dengan band junior yang mengaku terpengaruh oleh Dream Theater, yaitu Avenged Sevenfold.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar Holid, penulis buku &lt;i&gt;Keep Your Hand Moving&lt;/i&gt; (GPU, 2010). Bekerja sebagai editor, penulis, dan publisis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONTAK: wartax@yahoo.com | http://halamanganjil.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copyright © 2010 oleh Anwar Holid&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-4169813007928404960?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/4169813007928404960/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=4169813007928404960' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/4169813007928404960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/4169813007928404960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2010/11/repost-sort-of-homecoming-evening-with.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TOmLdaCaqqI/AAAAAAAAA8U/MxyUTNi0y9s/s72-c/Dream+Theater+A+Sort+Of+Homecoming+cover_311113262005.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-2653437011395341966</id><published>2010-11-21T13:06:00.000-08:00</published><updated>2010-11-21T13:11:03.452-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cahaya Lilin yang Menerangi Sekeliling'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bambang Joko Susilo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mula Harahap'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='in memoriam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TOmJFrqwbHI/AAAAAAAAA8I/K_Es_-ajRbU/s1600/mulaharahap-adjiesoeroso.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="264" src="http://3.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TOmJFrqwbHI/AAAAAAAAA8I/K_Es_-ajRbU/s320/mulaharahap-adjiesoeroso.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;[Inmemoriam] &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Cahaya Lilin yang Menerangi Sekeliling&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;--Kenangan Bersama Pak Mula Harahap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Bambang Joko Susilo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAYA pertama kali bertemu Pak Mula sekitar tahun 2000. Waktu itu, seusai mengikuti pelatihan penulisan cerita anak yang diadakan oleh Pusat Perbukuan di Cipayung, Bogor, tahun 1999, saya menghadap Pak Frans M. Parera, Direktur Bank Naskah Gramedia, untuk menyerahkan lima naskah cerita anak. Kebetulan Pak Frans ikut memberi ceramah dalam pelatihan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua minggu kemudian saya ditelepon Pak Frans. "Bambang, kamu milih ingin jadi pengarang atau mau bekerja?"&lt;br /&gt;Saya langsung menjawab, "Ingin jadi pengarang, Pak!"&lt;br /&gt;"Kalau begitu naskahmu sekarang ada di tangan Pak Mula Harahap. Coba temui dia!" &lt;br /&gt;Lalu Pak Frans memberi alamat kantor Penerbit Komindo Mitra Utama di Jalan Howitzer, Cempaka Putih. Saya langsung menemuinya. Dari kantor itu saya dibawa Pak Mula menuju kantornya yang lain di daerah Rawa Lumbu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di ruang kerjanya, lelaki bertubuh jangkung dengan ciri rambut putih setengah gondrong, berkumis, dan brewokan itu langsung menyelonjorkan kakinya di atas meja dengan posisi menyilang sementara saya duduk di hadapannya. Saya agak terkejut melihat gayanya itu, tapi saat itu juga saya dibuat tahu, dengan tampilan seperti itu Pak Mula seolah ingin menunjukkan dirinya bahwa ia orang yang bertipe santai dalam menjalani hidup. Ia menyalakan rokok sigaretnya, menghisap dengan gaya santai pula, lalu sambil mendecak-decakkan ujung lidahnya bertanya, "Sejak kapan kau menulis cerita anak-anak?" suaranya ngebas dan berwibawa.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun bercerita tentang suka-duka pengalaman saya jadi penulis sambil menunjukkan buku kumpulan cerpen anak, Bebek dari Kakek (Balai Pustaka,1997). Pak Mula tertawa. Ia tertawa karena tiba-tiba teringat puluhan ekor bebek yang dipeliharanya di kandang belakang kantor Penerbit Kesaint Blanck. Saya diajaknya melihat bebek-bebek itu. "Bapak ternak bebek?" saya terheran-heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki yang selalu tampil bersahaja itu bercerita, saat menempati kantor itu ia didatangi seorang penduduk setempat yang menawarkan dua ekor bebek karena butuh uang. Pak Mula membelinya dengan niat menolong dan menaruhnya di kandang belakang. Lama-lama bebek itu menjadi banyak. "Sekarang pusing kepala saya dibuatnya!" katanya. (Belakangan 'ternak' bebeknya ditutup karena bau kotorannya dan suara berisik kwek-kweknya diprotes penduduk kampung yang tinggal di belakang kantornya itu). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, saya diajaknya kembali ke meja direkturnya. Dari percakapan singkat dengannya akhirnya saya tahu, Pak Mula dulunya juga seorang pengarang cerita anak. Cerpennya pernah dimuat di majalah si Kuncung; ia mengagumi Soekanto SA. Hari itu saya dipinjami beberapa buku karangannya untuk saya baca. Karangan Pak Mula, yang memakai nama Mulauli Haharap dalam setiap bukunya, sangat bagus. Tokohnya lucu dan jenaka, dan kadang nakal. Happy endingnya selalu mengejutkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berikutnya, saya disuruh datang untuk menandatangani kontrak buku saya yang akan diterbitkannya. Saya diberi uang panjar satu juta rupiah. Akan tetapi, hingga satu setengah tahun kemudian, buku itu tidak terbit juga. Saya datang mondar-mandir ke kantornya untuk melihat proses editing naskah itu, baik yang ada di kantor Cempaka Putih maupun yang menumpang di Penerbit Kesaint Blanck di Rawa Lumbu. Klimaksnya terjadi tahun 2002, Jakarta dilanda banjir besar. Kantor Pak Mula di Cempaka Putih ikut kebanjiran. Dan lebih celaka lagi, lima naskah cerita anak saya yang sedang dalam proses terbit terkena imbasnya, terendam air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah banjir reda, dengan sisa-sisa semangat yang ada, saya kembali mendatangi kantornya menanyakan kelanjutan penerbitan buku saya. Pak Mula seperti menyerah. Agaknya ia sedang mengalami kesulitan uang, sehingga tidak jadi menerbitkan naskah saya. Saya pun agak lemas. Lalu ia mengamati keadaan saya, "Hei, kurus sekali kau sekarang?" katanya dengan logat Medan yang kental. &lt;br /&gt;"Ternyata tidak mudah hidup jadi pengarang, pak!" jawab saya.&lt;br /&gt;"Kalau begitu, coba kerjakan Warta IKAPI. Besok ada acara pembukaan Islamic Book Fair di Senayan. Liputlah!" Kemudian Pak Mula memberi saya uang dua ratus ribu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah awal saya dekat dengan Pak Mula dan awal kembali terjun ke dunia wartawan. Padahal sejak mengikuti pelatihan cerita anak, saya sebetulnya sudah berkomitmen ingin jadi pengarang. Tapi tak apalah, pikir saya. Hitung-hitung ini untuk memperluas pergaulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir tiga tahun saya menangani Warta IKAPI sambil menggunakan sela waktu yang ada untuk mengarang. Saya pun sempat diminta menangani Siaran IKAPI Pusat. Setelah mengalami titik jenuh, akhirnya secara baik-baik saya minta izin kepada Pak Mula mengundurkan diri untuk kembali terjun ke dunia mengarang secara total agar bisa menghasilkan karya lebih baik. Sejak itu saya mulai jarang bertemu dengan Pak Mula. Apalagi setelah saya menikah tahun 2008. Waktu saya tersita habis hanya untuk menulis dan menulis demi mengejar kebutuhan hidup, sebab saya tidak punya penghasilan lain selain dari mengarang. Hanya sesekali kami bertemu di pameran buku. Namun komunikasi lewat sms atau telepon tetap berjalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Ramadhan 1431 H kemarin, tiba-tiba keinginan saya berjumpa dengan Pak Mula begitu kuat. Setelah lebaran, saya berniat menemuinya. Bahkan saya telah mengepak beberapa buku cerita anak saya yang telah terbit untuk saya hadiahkan kepadanya. Akan tetapi Tuhan ternyata berkehendak lain. Berita itu datangnya begitu mengejutkan bagai petir di siang bolong. Beliau dipanggil ke pangkuan-Nya pada 16 September 2010 secara mendadak terkena serangan jantung. Alangkah sedih hati saya kehilangan orang sebaik beliau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, perjalanan hidup Pak Mula yang singkat di dunia ini bagai nyala lilin yang menerangi sekeliling. Dirinya rela terbakar dan ikhlas berkorban demi untuk kebaikan dan kemajuan orang lain. Terlepas dari kekurangannya yang ada sebagai manusia, kita tidak bisa memungkiri bahwa jasa beliau sangat besar di dunia perbukuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan, Pak Mula. Selamat istirahat dengan tenang di Pangkuan Allah yang Maha Asih lagi Maha Agung. Jasamu takkan kami lupakan. Sejarah dan waktu telah mencatat dan mengukir namamu dengan indah. Selamat jalan, abangku...[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambang Joko Susilo, pengarang, penulis cerita anak, mantan wartawan Warta IKAPI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link terkait:&lt;br /&gt;http://mulaharahap.wordpress.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-2653437011395341966?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/2653437011395341966/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=2653437011395341966' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/2653437011395341966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/2653437011395341966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2010/11/inmemoriam-cahaya-lilin-yang-menerangi.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TOmJFrqwbHI/AAAAAAAAA8I/K_Es_-ajRbU/s72-c/mulaharahap-adjiesoeroso.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-6059365349617117911</id><published>2010-11-19T12:27:00.000-08:00</published><updated>2010-11-19T12:27:00.816-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rock instrumental'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Guru Behind the Axe'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Joe Satriani'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Black Swans and Wormhole Wizards'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TObc1V74UtI/AAAAAAAAA8A/XrMxVohoYRY/s1600/joesatriani+black+swans++cover.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TObc1V74UtI/AAAAAAAAA8A/XrMxVohoYRY/s320/joesatriani+black+swans++cover.jpg" width="275" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[REVIEW] &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;The Guru Behind the Axe&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Black Swans and Wormhole Wizards&lt;/i&gt; (album studio)&lt;br /&gt;Musisi: Joe Satriani&lt;br /&gt;Rilis: Oktober 2010&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Rekaman: Skywalker Sound, California, Amerika Serikat, 2010&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Durasi: 53:23 menit (11 track)&lt;br /&gt;Label: Epic/RED&lt;br /&gt;Genre: rock instrumental, hard rock&lt;br /&gt;Produser: Mike Fraser &amp;amp; Joe Satriani&lt;br /&gt;Rating: ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sebenarnya daya tarik rock instrumental bila sebagian musisi rock mutakhir telah menemukan genre post-rock yang mengksplorasi wilayah itu secara gila-gilaan? Apalagi rock instrumental dari dulu tipikalnya sangat bergantung pada permainan gitar? Ambil contoh "Brighton Rock" dari Queen, sebuah lagu yang memberi kesempatan sehebat-hebatnya kepada Brian May, gitaris mereka, untuk unjuk kepiawaian dan sebentar mengistirahatkan ketiga personil lain. Post-rock tidak mengistimewakan gitaris, dan justru memberi keleluasaan para anggotanya untuk menciptakan suasana yang cenderung psikedelik tanpa harus dibatasi oleh interpretasi terhadap lirik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi nyatanya genre instrumental rock tetap bertahan dan hingga kini secara konsisten melahirkan dewa-dewanya---terlebih-lebih gerakan yang dikomandani para gitaris utama (lead guitarist). Di antara para dewa itu tersebutlah nama Joe "Satch" Satriani yang reputasinya satu tingkat di atas mereka sebab beliau bergelar "Profesor Satchafunkilus" dan sudah lama dikenal sebagai mahaguru para dewa gitar itu. Kirk Hammett, Alex Skolnick, dan Paul Gilbert hanyalah sedikit dari muridnya yang sangat menonjol di kelas masing-masing, begitu juga muridnya yang terkenal lebih flamboyan dan atraktif bernama Steve Vai. Bila para muridnya sudah pada jago dan malang melintang menguasai dunia persilatan, apa perlu sang guru juga turun gunung? Mau membuktikan apa lagi dia bila tetap bersikeras ingin unjuk kebolehan? Barangkali ada pendekatan lain atau jurus baru yang hendak dia perlihatkan, bahwa dia terus berusaha inovatif dan dinamik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Black Swans And Wormhole Wizards&lt;/i&gt; merupakan album yang dirilis sang mahaguru setelah dirinya bergabung dengan para veteran hard rock dalam supergrup Chickenfoot. Grup ini terbilang sukses sebab di Amerika Serikat saja album debut mereka terjual lebih dari 500 ribu kopi. Sejumlah pengamat menilai bahwa Satch melakukan pendekatan cukup lain dalam Chickenfoot, karena dia harus mengiringi vokalis untuk bernyanyi dan membangkitkan emosi, sementara pemain bas dan drummer mereka pun harus mendapat ruang setara. Pendekatan seperti itu konon terbawa lagi dalam &lt;i&gt;Black Swans And Wormhole Wizards&lt;/i&gt;, meski tentu saja unsur vokal dan lirik dihapus bersih-bersih dari sini. Untuk proyek album ini Satch mengatur ulang studio dan peralatannya demi mendapatkan &lt;i&gt;sound&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;chemistry&lt;/i&gt; yang hebat di antara pendukungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya ialah mirip pertemuan antara album Joe Satriani dengan &lt;i&gt;Strange Beautiful Music&lt;/i&gt; yang &lt;i&gt;soulful&lt;/i&gt;, melodius, &lt;i&gt;bluesy&lt;/i&gt;, enggak mengumbar efek atau teknologi berlebihan, cenderung minimalis, namun justru mencari sound yang dalam, &lt;i&gt;catchy&lt;/i&gt;, serta mampu melahirkan efek emosional. Satch kembali ke pola lama yang terbilang tradisional dalam menjelajahi musik rock, sederhana, dan langsung menggebrak, sementara di tengah-tengah itu dia mengeksplorasi kekuatan dan kekhasannya di setiap track. "Premonition", sebagai track pembuka, menggambarkan itu dengan baik. Lagu ini dinamik, mampu membuat pendengar melonjak-lonjak, dan penuh dengan sayatan dan kocokan gitar yang menggairahkan. Unsur &lt;i&gt;bluesy&lt;/i&gt; dan balada misalnya terungkap pada "Littleworth Lane", "Two Sides To Every Story", "The Golden Room", serta track pamungkas, "God Is Crying." Sisi simpel Satch hadir dalam nomor "Solitude" dengan memanfaatkan echo dan sentuhan sederhana, meskipun durasinya terasa terlalu singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wind In The Trees", selain menjadi track terpanjang (berdurasi lebih dari 7 menit) bagi saya terdengar begitu sempurna dan karena itu mungkin bisa dibilang merupakan track terbaik di album ini. Lagu bertempo lambat ini seakan-akan mengumpulkan semua chemistry dan penjiwaan seluruh musisi pendukung yang terlibat dalam album ini, yaitu Allen Whitman (bass), Mike Keneally (keyboards), dan Jeff Campitelli (drums &amp;amp; perkusi). Keindahannya terletak pada harmoni antara gitar dan keyboards yang lama, intens, dan saling timpal sampai menjelang akhir lagu. Sangat melodius sekaligus emosional.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TObc5krmeYI/AAAAAAAAA8E/LYUs1CP0O_k/s1600/joesatrianiplayeditpost.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="284" src="http://2.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TObc5krmeYI/AAAAAAAAA8E/LYUs1CP0O_k/s320/joesatrianiplayeditpost.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di zaman post-rock, rock instrumental memang jadi terasa usang dan terkesan jadi pertunjukan perseorangan, bahkan bila itu merupakan karya sang mahaguru sekalipun---meski komentar ini mungkin sulit diterima dan bisa jadi gegabah di mata penggemar umum musik rock. Album seperti ini tetaplah kelanjutan dari formula-sukses-khas Satriani. Dia misalnya menolak merambah musik klasik atau orkestra sekadar untuk mengayakan khazanah, sebagaimana telah dilakukan Uli Roth, Vai, ataupun Malmsteen. Sementara mengubah instrumentasi jadi bernuansa post-rock juga berisiko dikecam lantaran latah dan belum tentu sukses. Satch lebih suka sedikit menoleh pada musik etnik (terutama dari wilayah Arab dan Afrika) atau mengentalkan unsur musik blues. Itu merupakan sikap dan pilihan sang profesor. Wajar bila sebagian orang tetap sulit menerima rock instrumental sebab jenis ini tidak menawarkan interpretasi lirikal. Dalam kasus aura musik Profesor Satch, dia menyodorkan imajinasi yang cenderung sci-fi dan futuristik, selain terasa sensasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu lebih menarik mengungkap sisi lain kesuksesan &lt;i&gt;Black Swans and Wormhole Wizards&lt;/i&gt;. Di negeri Abang Sam, album ini terjual 10.000 kopi pada minggu pertama rilisnya, bertengger di urutan no. 45 daftar The Billboard 200. Rekor tersebut menjadi posisi pembukaan tertinggi bagi catatan penjualan album sang mahaguru dalam rentang karir musiknya yang panjang. Artinya album studio ke empat belas beliau ini masih diminati para umat penikmat musik rock dan jelas akan digalakkan lagi di panggung konser.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar Holid, penulis buku &lt;i&gt;Keep Your Hand Moving&lt;/i&gt; (GPU, 2010). Bekerja sebagai editor, penulis, dan publisis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONTAK: wartax@yahoo.com | http://halamanganjil.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copyright © 2010 oleh Anwar Holid&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-6059365349617117911?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/6059365349617117911/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=6059365349617117911' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/6059365349617117911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/6059365349617117911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2010/11/review-guru-behind-axe-anwar-holid.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TObc1V74UtI/AAAAAAAAA8A/XrMxVohoYRY/s72-c/joesatriani+black+swans++cover.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-3148581607493369455</id><published>2010-11-14T17:01:00.000-08:00</published><updated>2010-11-14T17:01:35.672-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pukat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tere-Liye'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Publisitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menjala Keemasan Masa Kanak-Kanak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TOCGARxFfhI/AAAAAAAAA78/_e68VDlbrY0/s1600/pukatcover34+tebal.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TOCGARxFfhI/AAAAAAAAA78/_e68VDlbrY0/s320/pukatcover34+tebal.JPG" width="189" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Menjala Keemasan Masa Kanak-Kanak&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru sekarang aku berkesempatan mengakses sebuah karya Tere-Liye, yaitu &lt;i&gt;Pukat&lt;/i&gt; (Penerbit Republika, 2010, 343 hal.), padahal dia sudah menulis selusin karya fiksi dan banyak orang mengaku mengoleksi lebih dari setengah buku-bukunya. Blogger di tatayulia.wordpress.com mengaku: "Kalau ditanya siapa penulis/pengarang novel Indonesia yang paling saya favoritkan saat ini, jawabannya adalah Tere-Liye." Bambang Joko Susilo, penulis yang berdedikasi tinggi di ranah buku kanak-kanak, juga berpendapat positif tentang karya Tere-Liye. Bambang berkomentar: "Tere-Liye menurutku penulis berbakat, hebat, dan produktif. Bahasanya lincah dan lancar. Bukunya banyak yang &lt;i&gt;best seller&lt;/i&gt;." Selain pembaca dewasa-umum, mayoritas pembaca karya Tere-Liye ialah anak-anak dan remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pukat&lt;/i&gt; merupakan buku ketiga dari tetralogi Serial Anak-Anak Mamak. Hanya karena munculnya acak, Pukat menjadi buku kedua yang terbit. Volume pertama dari seri ini yang sudah terbit ialah &lt;i&gt;Burlian&lt;/i&gt; (2009), meski ia merupakan buku kedua. Kenapa membingungkan begitu? Di diskusi Goodreads.com, Tere-Liye menerangkan, "Serial Anak-Anak Mamak dimulai dari anak-anak cowok dulu, baru cewek, dan tidak urut kecil-besar atau sebaliknya. Bisa mulai dibaca dari mana saja." Tere menjanjikan bahwa dua buku tentang anak perempuan Mamak akan segera beredar, yaitu Eliana dan Amelia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam diskusi pada Jumat, 12 November 2010 di Masjid Salman ITB, Tere-Liye menyatakan bahwa Serial Anak-Anak Mamak punya ciri khas antara lain tiap judulnya memuat kisah tertentu (spesifik) tentang seorang anak di keluarga itu, bukan merupakan sekuensial, fokus memotret kehidupan anak-anak dan keluarga, serta bernostalgia dengan masa kanak-kanak di kampung---sebab sebagian pembaca kota tak mengalami peristiwa tersebut. &lt;br /&gt;_________________________________________&lt;br /&gt;DETAIL BUKU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pukat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Tere-Liye&lt;br /&gt;Penerbit: Republika, 2010&lt;br /&gt;Tebal: vi + 351 hal.; 205x135x0 mm; softcover&lt;br /&gt;ISBN-13: 9789791102735&lt;br /&gt;Harga: Rp 50.000&amp;nbsp; &lt;br /&gt;_________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh keluarga Mamak menjuluki Pukat sebagai si anak pandai dan panjang akal karena rajin mencari tahu jawaban atas segala pertanyaan. Sifat tersebut berbeda dari Burlian yang dianggap si tukang tanya, meski dia dijuluki anak spesial. Karena pandai dan hampir tahu segala rupa, secara alamiah Pukat tumbuh menjadi anak yang bijak dan jujur. Meski begitu ada kala dia juga kurang sabar, enggan mengalah, bahkan bila perlu ngotot demi memegang prinsip yang dianggapnya benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga mereka tinggal di kampung di pulau Sumatera. Kampung itu cukup terpencil, berada di dekat hutan tropik, belum memiliki sarana listrik, namun jalan menuju kota cukup terbuka, dilalui jalur rel kereta api, dan ada stasiun kereta api di sana. Sungai di kampung itu masih jernih, di sanalah anak-anak mandi, saling terjun, dan bermain bola. Meski terbilang sederhana, keluarga Pukat memiliki televisi hitam-putih bertenaga aki untuk para tetangga dan kawan-kawan mereka suka menumpang nonton bersama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokus dalam novel ini ialah ketika Pukat kelas 5 hingga lulus SD. Dalam dua tahun itu dia mengalami sejumlah peristiwa dramatik yang amat berbekas sekaligus membentuk mentalnya menuju masa pertumbuhan hingga dewasa. Kala itu, misalnya, dia bersama Burlian untuk pertama kali diajak ayah naik kereta api mengunjungi kawannya di kota kabupaten. Malang, persis ketika masuk terowongan panjang, kereta mereka dibajak dan para penumpangnya dirampok secara terencana. Setelah saling olok dan bantah-bantahan, Pukat akhirnya bermusuhan amat sengit dengan kawan dekat sekaligus pahlawan permainan bola air mereka, Raju. Bersama Can dan Burlian, dia juga nyaris mati terbakar hidup-hidup ketika ayahnya bersama para tetangga membuka hutan untuk dijadikan ladang. Kampung mereka juga sempat dilanda banjir dan menyengsarakan semua penduduknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa kanak-kanak itu Pukat belajar arti kejujuran, kerja keras, rasa tabah, kasih sayang orang tua, persahabatan, berani bertindak, menghargai rezeki, sekalian belajar perbedaan pertumbuhan anak laki-laki dan perempuan, serta betapa panjang dan mengesankan perjalanan segenggam beras sampai akhirnya menjadi nasi yang siap disantap. Sikap positif di masa pembentukan mental yang bisa dikatakan terjaga itu membuat Kak Seto (Seto Mulyadi) memberi endorsement sebagai berikut: "&lt;i&gt;Pukat&lt;/i&gt; mengajak kita untuk memahami nilai kejujuran, persahabatan, dan kreativitas yang dikemas dalam sebuah kecerdasan spiritual yang jernih." Karena itu, selain pantas disarankan sebagai bacaan anak-anak dan keluarga, idealnya novel ini dikoleksi perpustakaan sekolah di seluruh Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tere-Liye cukup mengesankan menuturkan kisah Pukat. Drama dan kelakuan khas anak-anak hadir secara proporsional dan segar, tokoh-tokohnya memiliki jiwa dan emosi, begitu pula dengan kejutan maupun denyut masyarakat kampung yang mayoritas penduduknya memeluk Islam. Penulis bertutur dari sudut pandang "aku" sebagai Pukat. Dia mengenang masa-masa pertumbuhan itu dalam perjalanan pulang dua belas jam dari Amsterdam ke Jakarta, ketika dirinya di luar dugaan menemukan jawaban atas teka-teki dari uanya yang seumur hidup jadi pertanyaan besar dalam dirinya dari surat yang dikirim Burlian dari Tokyo. Pertanyaan itu ialah &lt;span style="color: red;"&gt;"Apa harta karun paling berharga di kampung ini?"&lt;/span&gt; Penemuan itulah yang memberi dia energi untuk mudik menziarahi pusara uanya dan menyatakan dirinya telah menemukan rahasia atas limpahan kasih sayang yang selama ini memberkatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, karena merupakan kisah dari pengalaman orang dewasa yang sudah jadi orang kota, Pukat kini sudah sulit sekali melepaskan diri dari belitan kosakata urban seperti konfirmasi, disiplin, teknis, komunikasi, eksotis, juga ekstase yang jadi terdengar aneh dalam konteks cerita masa kanak-kanak, apalagi settingnya terjadi pada tahun 80-an. Sisi plusnya, novel ini mengandung kekayaan kosakata Indonesia yang khas, seperti lanting, umbut, dan belincong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang kualitas penyuntingan buku ini terbilang masih buruk. Ada banyak kesalahan di novel ini yang mengganggu pembacaan, terutama dari cara penulisan, penggunaan tanda baca, ejaan, juga inkonsistensi istilah. Kesalahan mendasarnya terlalu banyak. Contoh paling klise antara lain penulisan &lt;span style="color: red;"&gt;'rubah', 'dimana', 'ijin', juga 'takjim.'&lt;/span&gt; Kecerobohan ini menunjukkan bahwa pekerjaan rumah bagi industri penerbitan Indonesia masih menumpuk---terutama untuk editor dan penulis. Bagi penulis berpengalaman seperti Tere-Liye, kekurangan ini patut disayangkan.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar Holid, penulis buku &lt;i&gt;Keep Your Hand Moving&lt;/i&gt; (GPU, 2010). Bekerja sebagai editor, penulis, dan publisis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONTAK: wartax@yahoo.com | http://halamanganjil.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copyright © 2010 oleh Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link terkait:&lt;br /&gt;http://darwisdarwis.multiply.com --&amp;gt; blog Tere-Liye&lt;br /&gt;http://www.goodreads.com/author/show/838768.Tere_Liye&lt;br /&gt;Facebook: Darwis Tere-Liye&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-3148581607493369455?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/3148581607493369455/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=3148581607493369455' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/3148581607493369455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/3148581607493369455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2010/11/menjala-keemasan-masa-kanak-kanak-anwar.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TOCGARxFfhI/AAAAAAAAA78/_e68VDlbrY0/s72-c/pukatcover34+tebal.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-1270424189868025090</id><published>2010-11-08T16:29:00.000-08:00</published><updated>2010-11-08T16:29:41.023-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='proses kreatif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penulisan fiksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Energi Menulis: Dari Mana Datangnya?'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berbagi Ilmu Penulisan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penulisan'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TNiVknvBLwI/AAAAAAAAA74/BLybXP0AlJo/s1600/20080203-lessons+pena.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="205" src="http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TNiVknvBLwI/AAAAAAAAA74/BLybXP0AlJo/s320/20080203-lessons+pena.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Energi Menulis: Dari Mana Datangnya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis punya pengalaman khas masing-masing yang menyebabkan mereka mampu bertahan untuk menghasilkan karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat misalnya Jamal berlatar belakang seni rupa; dulu Clara Ng menerbitkan buku sendiri; Veven SP Wardhana terinspirasi fakta sejarah; Anjar sudah "mengandung" kisah dalam novel &lt;i&gt;Beraja&lt;/i&gt; sejak 2000; sementara Djenar Maesa Ayu sejak awal kemunculannya konsisten membawa subjek seksualitas dari beragam aspek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuh tahun lalu aku dengar seorang peserta diskusi bertanya kepada Djenar Maesa Ayu kenapa kebanyakan ceritanya bertema seks. Dia menjawab, "Barangkali karena saya suka seks ya?" Ada kejujuran di sana, dan itu jadi salah satu pokok dalam proses menulis. "Kalau tidak jujur waktu menulis, buat apa karya itu?" dia balik tanya. Karena inti menulis ialah mengungkapkan perasaan secara kreatif, melepaskan gagasan, mencari pengakuan, sejumlah orang berpijak pada sesuatu yang sangat dekat dengan dirinya. Itulah hal yang dapat mereka ungkapkan dengan tepat dan tegas. Penulis harus tahu persis yang dihadapi dan ditulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa sejumlah orang memilih menulis fiksi? "Sebab dalam fiksi segala kemungkinan ada," jawab Veven. Ada dunia imajinasi dalam diri manusia atau angan-angan maha luas yang coba mereka isi dengan upaya pencarian makna. Di sana mereka mencari kemungkinan untuk memenuhi kebutuhan manusia akan pelampiasan emosi, mental, maupun spiritual setelah lelah menghadapi alam fisikal yang kering, sukar berkompromi, bahkan kerap dipenuhi kebohongan. Jamal mendapat kenikmatan menulis fiksi karena dia mampu mereka-reka jalan hidup seseorang, menentukan nasib tokoh ciptaannya. Rupanya keinginan berperan bebas sebagai Tuhan (&lt;i&gt;playing God&lt;/i&gt;) memotivasi Jamal dalam berkreasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ada keinginan bermain-main dengan bahasa, jelas para penulis harus kreatif melakukan sejumlah eksplorasi literer. Perhatikan frasa "matahari malam hari" pada judul &lt;i&gt;Centeng&lt;/i&gt; karya Veven. Apa frasa tersebut terkesan janggal atau malah membangkitkan rasa penasaran para pembaca? Clara Ng menjuduli novelnya &lt;i&gt;Tujuh Musim Setahun&lt;/i&gt;, dan itu membuat orang terangsang untuk bertanya-tanya: di manakah tempat yang punya tujuh musim dalam setahun? Atau dia ingin menggunakan perlambang untuk mengungkapkan sesuatu secara khusus? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan bahasa menunjukkan bahwa manusia memiliki dinamika dalam komunikasi dan persisten mencari kemungkinan baru. Misal, sebagian pengguna bahasa Indonesia masih merasa asing dengan kata "beraja", padahal sebenarnya bisa ditemukan di berbagai kamus bahasa Indonesia yang otoritatif. Anjar, seorang novelis tinggal di Bandung, dalam hal ini berusaha mengingatkan bahwa kita memiliki kekayaan bahasa luar biasa. Memang, demi menjaga dan mengembangkan bahasa, kita berutang banyak kepada penulis. Merekalah yang secara sinambung membangkitkan lagi kata yang lama dilupakan atau mencoba menciptakan kemungkinan makna dengan inovasi, menempuh cara ungkap berbeda yang sebelumnya di luar imajinasi generasi terdahulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fiksi memiliki logika sendiri. Segila-gilanya imajinasi dalam fiksi, penulis biasanya tetap merujuk pada sesuatu yang dapat dipertanggungjawabkan. Ada alasan masuk akal kenapa sebuah dunia dalam ceritanya bisa berlangsung secara ajaib atau di luar nalar. Kekayaan pengetahuan, kedekatan dengan seseorang, atau subjek yang mereka kuasai, juga latar belakang kehidupan, biasanya kerap dirujuk untuk menjelaskan bahwa sejumlah peristiwa, percakapan, dan kejadian dapat ditelusuri jejak-jejaknya. Dalam novelnya, Clara Ng perlu menulis halaman bibliografi untuk membuktikan dirinya menolak berspekulasi tanpa dasar eksperimen yang pernah dilakukan orang lain, baik itu ilmuwan, sejarahwan, dan kritikus. Jamal melampirkan biografi filsuf Soren Kierkegaard dalam novelnya. Kini ada banyak novel yang ditambahi catatan kaki---baik yang sama-sama fiktif ataupun faktual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar latar belakang dan subjek karya, para penulis otomatik memberi pelajaran tentang proses dan kesabaran. Menurut pengakuan Clara Ng, total sekitar empat tahun dia habiskan untuk mewujudkan Tujuh Musim Setahun. Sebelum jadi novel, naskah itu awalnya berupa catatan berserak baik di kertas, komputer, juga ingatan. Dia mencoba menyimpan iktikad itu sekuat tenaga, memelihara, menjaga agar tak lenyap, bahkan ketika proses penciptaan terhenti oleh banyak hal. Sujinah, penulis &lt;i&gt;In a Jakarta Prison&lt;/i&gt;, tak menyerah menulis meski di penjara tanpa proses pengadilan lebih dari lima belas tahun lamanya karena alasan politik. Dia menjadikan karya sebagai kesaksian atas hidupnya yang getir, keras, penuh perjuangan dan idealisme. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya upaya menulis sebuah karya merupakan proses berlanjut. Pengorbanan waktu dan energi untuk menyelesaikannya membutuhkan kesabaran luar biasa. Berproses lebih dari dua tahun demi menunggu kelahiran buku tentu belum bisa dihadapi setiap orang dengan mudah. Anjar membuktikan dia berhasil melewati masa sejak awal persemaian hingga memetik buah atas bukunya. Ada sejumlah karya yang baru bisa terbit setelah bertahun-tahun kesulitan menemukan penerbit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal abad ke-21 para penulis berdesak-desakan muncul ke ranah sastra dan industri perbukuan. Generasi terbaru juga beruntung dapat menikmati kemajuan teknologi dan beragam media ekspresi. Dunia penerbitan tambah dinamik meramaikan khazanah sastra Indonesia. Di luar media cetak umum, banyak penulis melatih kemampuan dan eksperimentasi melalui internet, blog, Facebook, situs pribadi, termasuk Twitter. Energi menulis mereka meluap-luap secara luar biasa, gagasannya kadang-kadang tak tertampung sarana umum, dan eksplorasinya menarik untuk diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sejumlah orang, energi menulis bisa jadi tak pernah terbayang kapan akan muncul dan menggerakkan proses kreatif. Namun belajar dari banyak penulis, kita tahu proses itu ialah gabungan antara tekad besar, proses menciptakan, dan upaya memenangi pertarungan melawan keragu-raguan.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note: Versi ini merupakan revisi dari yang aku tulis pada Rabu, 28 Mei 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar Holid, penulis buku &lt;i&gt;Keep Your Hand Moving&lt;/i&gt; (GPU, 2010). Bekerja sebagai editor, penulis, dan publisis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONTAK: wartax@yahoo.com | http://halamanganjil.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copyright © 2010 oleh Anwar Holid&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-1270424189868025090?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/1270424189868025090/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=1270424189868025090' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/1270424189868025090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/1270424189868025090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2010/11/energi-menulis-dari-mana-datangnya.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TNiVknvBLwI/AAAAAAAAA74/BLybXP0AlJo/s72-c/20080203-lessons+pena.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-4396757927683526415</id><published>2010-11-08T16:23:00.000-08:00</published><updated>2010-11-08T16:23:46.141-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuhan Selalu di Sekitar Kita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arvan Pradiansyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anif Punto Utomo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritualitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Publisitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='You Are Not Alone'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TNiT_PRFtHI/AAAAAAAAA70/b2vgK6EFSpc/s1600/arvan+pradiansyah+You+Are+Not+Alone+cover+kecil.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TNiT_PRFtHI/AAAAAAAAA70/b2vgK6EFSpc/s320/arvan+pradiansyah+You+Are+Not+Alone+cover+kecil.jpg" width="231" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Tenang,Tuhan Selalu di Sekitar Kita&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---Anif Punto Utomo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini bukan bercerita tentang pencarian Tuhan, namun mengingatkan keberadaan Tuhan. Suatu ketika, Stalin bersama seluruh anggota politbiro terbang menuju salah satu negara bagian Uni Soviet. Ketika pesawat melintasi daerah pegunungan yang terkenal dengan jurang-jurang menganganya, mendadak pesawat mengalami gangguan. Pilot segera mengumumkan kerusakan tersebut dan meminta penumpang memasang sabuk pengaman. Kemungkinan selamat &lt;i&gt;fifty-fifty&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat terguncang dengan keras. Seluruh penumpang panik. Tiba-tiba, di antara kepanikan penumpang itu terdengar teriakan spontan, "Tuhan, tolonglah aku." Semua kaget dan menoleh ke suara itu. Ternyata, teriakan minta tolong kepada Tuhan itu ke luar dari mulut Stalin, sang ateis dedengkot komunis Uni Soviet. Peristiwa itu membuktikan kesadaran bahwa Tuhan itu ada---sekalipun pada diri orang ateis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, di manakah Tuhan? Seperti ditulis Arvan Pradiansyah dalam buku terbarunya, Tuhan ada di mana-mana. Tuhan bukanlah sosok yang jauh. Tuhan sangat dekat dengan kita, bahkan selalu memperhatikan kita. Tuhan selalu berada di sekitar kita. Tuhan juga tak pernah sekali pun mengabaikan dan meninggalkan kita. Dalam khazanah mengingatkan akan adanya Tuhan, dari budaya Jawa muncul istilah &lt;i&gt;Gusti Allah ora sare&lt;/i&gt;. Artinya, Tuhan tidak pernah tidur. Karena itu Tuhan memang selalu ada, bukan hanya mengawasi, tapi juga mencatat apa yang kita perbuat.&lt;br /&gt;____________________________________&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;DETAIL BUKU&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; You Are Not Alone: 30 Renungan tentang Tuhan dan Kebahagiaan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Arvan Pradiansyah&lt;br /&gt;Penerbit: Elex Media, 2010&lt;br /&gt;Halaman: 252 hal., soft cover&lt;br /&gt;ISBN: 978-979-27-7918-9&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Kategori: Spiritualitas; Inspirasional; Pengembangan Diri&lt;br /&gt;Harga: Rp.52.800,-&lt;br /&gt;_____________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, manusia baru ingat Tuhan jika sedang terjadi musibah. Semakin besar musibah yang menimpa diri manusia, semakin kental ingatan akan Tuhan. Setiap saat nama Tuhan disebut. Sebaliknya, ketika sedang diuji dengan kegembiraan, nama Tuhan nyaris tidak pernah disebut. Ingatan akan Tuhan seolah masuk ke dalam laci dan terkunci rapat. Laci itu kelak akan dibuka ketika kegembiraan berganti dengan musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran Tuhan dirasakan Arvan ketika bersekolah di London, Inggris. Pada awal-awal kedatangannya, dia merasa kesepian. Sepi karena meninggalkan keluarga di tanah air, kawan dan sahabat, dan karena belum menemukan sahabat di kota itu. Di dalam suasana kesepian itulah kemudian dia merasakan lebih dekat dengan Tuhan. Baru tersadar bahwa di tengah kesepian di dunia ini Tuhan selalu hadir di dekat kita. Hati pun menjadi tenang. Pada dasarnya, menurut Arvan, kita tidak pernah sendirian. Karena itulah buku kelimanya ini diberi judul &lt;i&gt;You Are Not Alone&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku ini Arvan juga berani menyentuh masalah sensitif, yakni tentang orang beragama dan orang baik. Orang beragama belum tentu baik, begitu salah satu judul tulisannya. Bahasan ini sempat jadi perbincangan panas ketika dia mengangkatnya dalam siaran radio secara live. Topik ini memang sangat relevan, setidaknya kalau kita lihat fenomena yang terjadi di negeri kita sekarang ini. Ketika kehidupan beragama tampak begitu menonjol, perilaku melupakan Tuhan pun tak kalah meriah. Masjid dan gereja banyak didatangi umat, tetapi pub dan diskotek juga tak pernah sepi. Doa selalu dipanjatkan setelah shalat, tetapi korupsi jalan terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi itu mencerminkan bahwa kesalehan spiritual tidak seiring dengan kesalehan sosial. Maksudnya, seseorang telah menjalankan ajaran agama sesuai perintah Tuhan, tetapi perilaku sosialnya bertentangan dengan perintah Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa bisa terjadi kontradiktif semacam itu? Menurut Arvan, ada tiga kesalahan pokok dalam memaknai agama. Pertama, agama dimaknai hanya sebagai bentuk ritual, kita tidak diajarkan untuk memahami kenapa ibadah itu harus dilakukan. Kedua, agama sering diartikan sebagai kewajiban yang bila dilakukan akan memperoleh pahala dan masuk surga, sedangkan jika tidak, akan diganjar dosa dan masuk neraka. Ketiga, agama sering ditafsirkan sebagai urusan kita dengan Tuhan. Padahal, esensi beragama adalah kasih. Bukankah Tuhan itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang? Karena itu, orang beragama mestinya dikenal karena rasa cintanya terhadap sesama manusia.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Buku ini tetap menarik untuk menjadi bahan renungan---meski tidak sedalam buku-buku Arvan sebelumnya terutama &lt;i&gt;The 7 Laws of Happiness&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;You Are Not Alone&lt;/i&gt; juga bisa menjadi bekal untuk mematangkan hubungan kita dengan Tuhan dan dengan sesama manusia. Ini juga bisa menjadi cermin apa selama ini kesalehan spiritual kita sudah sejalan dengan kesalehan sosial atau belum.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resensi ini awalnya dimuat &lt;i&gt;Republika&lt;/i&gt;, Minggu, 17 Oktober 2010.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-4396757927683526415?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/4396757927683526415/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=4396757927683526415' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/4396757927683526415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/4396757927683526415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2010/11/tenangtuhan-selalu-di-sekitar-kita-anif.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TNiT_PRFtHI/AAAAAAAAA70/b2vgK6EFSpc/s72-c/arvan+pradiansyah+You+Are+Not+Alone+cover+kecil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-8164234027575360354</id><published>2010-11-08T16:15:00.000-08:00</published><updated>2010-11-08T16:15:37.752-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kanak-kanak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kartu Efek Domino Lalang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keep Your Hand Moving'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[halaman ganjil]'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TNiRkBYDwsI/AAAAAAAAA7g/j0bGBdYS2RU/s1600/kartudominolalang_013.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TNiRkBYDwsI/AAAAAAAAA7g/j0bGBdYS2RU/s320/kartudominolalang_013.JPG" width="229" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Kartu Efek Domino Lalang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesenangan terbaru Ilalang (10 tahun) ialah menyusun kartu hingga jadi rangkaian tertentu, lantas dirobohkan menjadi efek domino yang dramatik. Dia bisa menyusun kartu berpuluh-puluh menit baik dalam posisi tegak dan melintang---caranya dengan dilengkungkan sebelumnya---ditambah variasi antara lain berupa lorong, rangkaian bunga, memadukannya dengan tambahan buku, tanjakan, juga bisa dengan efek saling bertabrakan. Untung dia punya koleksi kartu yang amat banyak, bekas mainan favoritnya dulu, jadi rangkaian kartu itu bisa mengular panjang mengelilingi ruang. &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TNiSMDaIOuI/AAAAAAAAA7o/k-oZ_JaImik/s1600/kartudominolalang_015.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="247" src="http://4.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TNiSMDaIOuI/AAAAAAAAA7o/k-oZ_JaImik/s320/kartudominolalang_015.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari lalu dia tanya, "Yah, aku boleh pinjam kartu nama ayah enggak?"&lt;br /&gt;"Buat apa?"&lt;br /&gt;"Buat tambahan kartu Lalang."&lt;br /&gt;Aku menjawab dengan mengambil segepok kartu nama yang cetakannya buruk. Aku sampai sungkan bila terpaksa memberi kartu itu ke rekanan baru. Sekarang ada manfaatnya. Aku berikan semua kartu itu ke dia; dan aku akan segera bikin yang baru. Kartu Ilalang tambah banyak dan itu menambah efek dramatik dalam kehancuran kartu-kartunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah mulai menyusun kartu, dia tahan berlama-lama tanpa ribut sama sekali. Konsentrasinya penuh, dan imajinasinya tentang efek domino sangat macam-macam. Dia sekarang bahkan sedikit lupa dengan game Command &amp;amp; Conquer yang suka dimainkan sehabis sekolah atau kalau diizinkan ibunya; dia juga jadi mengabaikan ngelayap berlama-lama dengan sepedanya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TNiRtH9ugAI/AAAAAAAAA7k/Nneyub_We6w/s1600/kartudominolalang_127.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="211" src="http://2.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TNiRtH9ugAI/AAAAAAAAA7k/Nneyub_We6w/s320/kartudominolalang_127.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku enggak tahu kapan persisnya dia mulai suka permainan itu atau dia dapat ide dari mana. Aku pernah tanya, tapi jawabnya cuma, "Dari video." Sebelumnya dia sempat tanya-tanya ke aku apa itu domino, di mana bisa dibeli, apa bahannya, dan seterusnya. Jawabanku jelas membuat dia mengira bahwa domino itu mahal, dan mustahil ayah atau ibunya bakal mau membelikan barang seperti itu. Tapi daya kreatifnya ternyata terus jalan. Dia memanfaatkan kartu-kartu yang dulu pernah digila-gilainya untuk diubah fungsi. Dulu dia menggunakan kartu untuk mengadu. Aku sendiri agak heran bagaimana dia akhirnya bisa mengumpulkan kartu sebanyak itu. Dia bilang itu dapat dari menang bertarung. Sudah lama ratusan kartu itu tampak dia lupakan, sampai akhirnya kini jadi berguna lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilalang sangat menikmati saat mulai menyusun rangkaian dan mengembangkan imajinasi kira-kira akan seperti apa efek robohnya. Jadi saat yang dia nantikan ialah merobohkan kartu terakhir dan memperhatikan efeknya seperti apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan ditanya kalau sedang merangkai tiba-tiba kartunya tumbang sebelum waktunya, dia akan sangat ngambek. Apalagi kalau jatuhnya karena hentakan angin dari seseorang yang lewat. Wah, dia bisa nangis, marah, dan mengadu. Jadinya kelihatan rewel sekali. Huh, khas anak-anak saja. &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TNiSZjT_xEI/AAAAAAAAA7s/2mC9rZu4kd8/s1600/kartudominolalang_018.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TNiSZjT_xEI/AAAAAAAAA7s/2mC9rZu4kd8/s320/kartudominolalang_018.JPG" width="245" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bagi Ilalang, kegiatan ini menyenangkan dan menenangkan. Bahkan mungkin merupakan segala-galanya. Sebuah kebahagiaan sederhana bagi anak-anak.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar Holid, penulis buku &lt;i&gt;Keep Your Hand Moving&lt;/i&gt; (GPU, 2010). Bekerja sebagai editor, penulis, dan publisis. Blogger @&amp;nbsp; http://halamanganjil.blogspot.com. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copyright © 2010 oleh Anwar Holid&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-8164234027575360354?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/8164234027575360354/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=8164234027575360354' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/8164234027575360354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/8164234027575360354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2010/11/kartu-efek-domino-lalang-anwar-holid.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TNiRkBYDwsI/AAAAAAAAA7g/j0bGBdYS2RU/s72-c/kartudominolalang_013.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-8045702048684284435</id><published>2010-10-31T14:44:00.000-07:00</published><updated>2010-10-31T14:44:41.210-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Linkin Park'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='A Thousand Suns: Album Politis Linkin Park'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TM3i8r4VspI/AAAAAAAAA7U/R1sornZSWcY/s1600/Linkin+Park+-+deluxe_large.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="246" src="http://2.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TM3i8r4VspI/AAAAAAAAA7U/R1sornZSWcY/s320/Linkin+Park+-+deluxe_large.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;[REVIEW ALBUM]&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;A Thousand Suns&lt;/i&gt;: Album Politis Linkin Park&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;A Thousand Suns&lt;/i&gt; (album studio)&lt;br /&gt;Band: Linkin Park&lt;br /&gt;Produser: Rick Rubin, Mike Shinoda&lt;br /&gt;Rilis: 8 September 2010&lt;br /&gt;Proses rekaman: 2008-2010&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Genre: Alternative rock, nu-metal&lt;br /&gt;Durasi: 47:56&amp;nbsp; (15 track)&lt;br /&gt;Label: Warner Bros. &lt;br /&gt;Rating: ****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bertindak cukup drastik di album &lt;i&gt;Minutes to Midnight&lt;/i&gt; (2007), Linkin Park kembali mengambil inisiatif mengejutkan di &lt;i&gt;A Thousand Suns&lt;/i&gt;, album studio ke empat mereka. Mereka membuat album konsep. Ini merupakan langkah ambisius dan berani bagi band yang sudah sangat &lt;i&gt;hype&lt;/i&gt;, bahkan dianggap sebagai salah satu band terdepan dan tipikal nu-metal yang masih eksis namun tengah menghadapi tantangan besar karena genre ini terdengar mulai usang dan sebagian eksponennya mengalami kesulitan mengikuti perkembangan zaman. Di titik ini, Linkin Park bisa dianggap jadi komandan bagi genre rock/alternatif yang bisa bertahan dengan baik di medan peperangan industri musik, bahkan kini kembali menguasai jalannya pertempuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa konsep di album ini? Mike Shinoda menyatakan, "Bila orang membayangkan album konsep, aku kira mereka membayangkan suatu kisah tertentu---nyaris seperti opera rock atau sesuatu yang bercerita tentang kisah tertentu, mulai dari konflik dan berakhir dengan resolusi. Kami merasa tampaknya pandangan seperti itu bakal sedikit mengekang. Jadi kami memutuskan akan membiarkan konsep itu sebagaimana yang ingin kami bicarakan, lantas membuatnya sedikit lebih abstrak dan lepas." Dalam wawancara dengan MTV, dia menambahkan, "Di album ini, konsepnya ialah gabungan antara gagasan manusia dengan teknologi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;A Thousand Suns&lt;/i&gt; merupakan metafora untuk ledakan bom atom. Album ini secara keseluruhan bicara tentang perang nuklir, militerisme, kehancuran, juga efek peperangan pada manusia. Boleh dibilang ini album politis. Maka bebunyian ledakan hebat, dentuman, derit kekacauan, rentetan tembakan, derap pasukan tengah melakukan penyergapan, kericuhan di medan perang, suasana chaos, teriakan marah, jeritan putus asa, suasana panik dan menderu-deru, juga makian kekesalan amat terasa di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album konsep idealnya didengar dari awal hingga akhir tanpa jeda. Linkin Park mengawali album ini dengan lagu kematian ("The Requiem") yang meski bertempo lambat dan bernada murung, tapi tetap optimistik:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;God save us &lt;br /&gt;everyone will be burn&lt;br /&gt;inside the fires of a thousand suns&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas dilanjutkan dengan dentuman besar diiringi pernyataan ancaman akan munculnya perang nuklir, berasal dari ucapan Robert Oppenheimer, Direktur Proyek Bom Atom Los Alamos (1943-1945) dan Komisi Energi Atom Amerika Serikat (1946-1953), yang mengutip ucapan Wishnu di Bhagawad Gita: &lt;span style="color: red;"&gt;"Now I am become Death, the destroyer of worlds."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua intro itu menjebloskan pendengar pada intensitas situasi perang, para tentara yang terhadang kematian, betapa mereka jadi seperti robot yang sudah diprogram melaksanakan perintah untuk mengakhiri kehidupan, meskipun dahulu mereka cinta damai. Semua orang terancam keselamatannya. Tambah lama suasana semakin kacau. Dua lagu di pertengahan album ini menggambarkan situasi dengan sangat emosional. "Blackout" dan "Wretches And Kings" benar-benar penuh dengan kegaduhan bertempo cepat yang muncul dari semua instrumen, terutama turntable, distorsi gitar, dan derap drum; sementara duet Chester Bennington dan Shinoda mewartakan kehancuran dengan hebat. Resolusi di album ini berlangsung dengan mulus; situasi kembali damai, masa-masa gawat telah lewat, dan meyakinkan bahwa ke depan akan lebih selamat. Untuk itu mereka menawarkan lagu bertempo sedang dan balada yang kuat, terutama "The Messenger" yang jadi track penutup; di situ Brad Delson memainkan gitar akustik dengan perlahan-lahan. "Secara harfiah, lagu ini sebenarnya surat kepada anak-anakku betapa aku mencintai mereka," ungkap Bennington pada &lt;i&gt;Yahoo!News&lt;/i&gt;. Lagu ini kalem, dalam, dan kembali optimistik:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;When life leaves us blind&lt;br /&gt;Love, keeps us kind!&lt;br /&gt;When life leaves us blind&lt;br /&gt;Love keeps us kind!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan vokal Bennington menjadi pusat emosi album ini. Dia berteriak, meradang, menjerit, ngotot, sekaligus menyanyi dengan energi dan emosi yang kental. Mereka juga mengambil kekuatan aktivisme dari orasi Mario Savio dan Martin Luther King, Jr. yang menggugah. Secara musikal mereka berbalik lagi ke rap-metal dengan haluan cukup besar; kembali ada banyak sound bites dan berbagai manipulasi bebunyian. Satu-satunya lagu yang disertai solo gitar cukup menonjol hanya "Iridescent." Shinoda kembali banyak ngerap untuk menguatkan situasi, seperti muncul dalam "The Catalyst" dan "Waiting For The End" yang berturut-turut mereka lempar sebagai single dari album ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama hampir satu jam, &lt;i&gt;A Thousand Suns&lt;/i&gt; menjadi karya yang bisa dinikmati secara utuh dan kuat. Mungkin belum sehebat &lt;i&gt;The Dark Side of The Moon&lt;/i&gt; (Pink Floyd) atau seberani Radiohead saat bereksperimen dalam &lt;i&gt;Kid A&lt;/i&gt;, namun Linkin Park maju selangkah lagi ke jenjang yang lebih dewasa dari tingkat sebelumnya. Ini memuaskan, patut dipuji dan dihargai.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar Holid bekerja sebagai penulis &amp;amp; editor. Buku barunya ialah &lt;i&gt;Keep Your Hand Moving&lt;/i&gt; (GPU, 2010). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONTAK: wartax@yahoo.com | http://halamanganjil.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-8045702048684284435?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/8045702048684284435/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=8045702048684284435' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/8045702048684284435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/8045702048684284435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2010/10/review-album-thousand-suns-album.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TM3i8r4VspI/AAAAAAAAA7U/R1sornZSWcY/s72-c/Linkin+Park+-+deluxe_large.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-4530848950572005554</id><published>2010-10-30T14:12:00.000-07:00</published><updated>2010-10-31T02:17:39.100-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kompetisi menulis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jakartabeat Music Writing Contest I'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wajah Musik Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jakartabeat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TM00I9pVikI/AAAAAAAAA7Q/fqyC4aVHm4A/s1600/Jakartabeat+Music+Writing+Contest+I+-+2010+poster,+edit+profil.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TM00I9pVikI/AAAAAAAAA7Q/fqyC4aVHm4A/s1600/Jakartabeat+Music+Writing+Contest+I+-+2010+poster,+edit+profil.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;[Kompetisi Menulis] &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Jakartabeat Music Writing Contest I &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;"Wajah Musik Indonesia"&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak era Bing Slamet membius para penggemar hingga gerakan indie menggebrak massa, musik Indonesia senantiasa menyajikan serpihan fenomena yang memikat untuk dicatat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakartabeat.net mengundang mahasiswa di seluruh Indonesia untuk mengikuti kompetisi menulis musik yang baru pertama kali diadakan ini, berkontribusi pada peningkatan keragaman jurnalisme musik di Tanah Air, pun pada perkembangan musik Indonesia itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa ditulis? Bisa tentang musisi, kelompok musik, perusahaan rekaman, album musik, produser, lirik lagu, radio yang mendedikasikan diri pada musik tertentu, komunitas fans&amp;nbsp;genre tertentu, tentang toko musik/kaset/CD/piringan hitam legendaris di tempat Anda tinggal, komunitas indie di kota masing-masing, konser musik, hubungan politik dengan musik, dan apa saja, sejauh terkait dengan musik Indonesia, dari seluruh ragam genre dan lintas waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakartabeat Music Writing Contest I juga bertujuan mengembangkan jurnalisme musik Indonesia pada teritori baru, melampaui pemahaman dan praktik jurnalisme musik yang hanya menyampaikan&amp;nbsp;facts dan&amp;nbsp;who’s who. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan sedapat mungkin mengikuti gaya tulisan Jakartabeat.net yang menekankan pada esai/feature, mengekspresikan pengalaman dan kecintaan pada musik, serta segala aspeknya. Peserta dipersilakan mengeksplorasi tulisan, tidak terbatas di rubrik musik, di&amp;nbsp;http://www.jakartabeat.net.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETENTUAN LOMBA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta mengirimkan dua file: file pertama ialah tulisan yang diikutkan dalam lomba, file kedua berisi curriculum vitae (CV).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESERTA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa program Strata 1 atau Diploma di seluruh kampus Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENULISAN NASKAH &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tulisan diketik rapi, 1,5 spasi pada halaman kwarto, font Times New Roman 11 point.&lt;br /&gt;- Panjang tulisan minimal 5 halaman, maksimal 8 halaman. &lt;br /&gt;- Di pojok kiri atas, tuliskan nama dan nama kampus Anda. &lt;br /&gt;- Peserta hanya bisa mengirimkan satu naskah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENULISAN CV &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Panjang CV cukup 1 halaman. &lt;br /&gt;- Tiga informasi utama yang harus dicantumkan: (1) nama lengkap, (2) data kelahiran, (3) alamat lengkap. &lt;br /&gt;- Tulis informasi pengalaman organisasi mahasiswa dan pengalaman menulis di media apa pun (bila ada). &lt;br /&gt;- Cantumkan alamat blog pribadi Anda (bila punya).&lt;br /&gt;- Di bagian bawah CV, tulis komentar pendek Anda tentang perkembangan jurnalisme musik di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENAMAAN DAN PENGIRIMAN FILE &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;File naskah dan CV ditulis dalam format rtf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama file naskah: nama Anda-judul naskah. Contoh: Agus Lirboyo-Iwan Fals, Kelahiran Baru Setelah Kematian Sang Anak &lt;br /&gt;Nama file CV: nama Anda-CV. Contoh: Agus Lirboyo-CV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;File dikirim ke e-mail: &lt;br /&gt;nuran@jakartabeat.net &lt;nuran[at]jakartabeat.net&gt;&lt;br /&gt;cc: fakhri@jakartabeat.net &lt;fakhri[at]jakartabeat.net&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subject: Jakartabeat Music Writing Contest I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEADLINE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;File paling lambat diterima pada Rabu, 5 Januari 2011, pukul 17.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGHARGAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga pemenang terbaik akan diumumkan di Jakartabeat.net pada Senin, 31 Januari 2011. &lt;br /&gt;&amp;nbsp; * Pemenang I memperoleh Rp 3 juta.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&amp;nbsp; * pemenang II memperoleh Rp 2 juta.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&amp;nbsp; * Pemenang III memperoleh Rp 1 juta.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Ketiga pemenang ini juga akan bergabung menjadi kontributor Jakartabeat.net.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh naskah yang masuk jadi milik panitia dan mungkin dimuat di Jakartabeat.net (penulis akan diberi tahu via e-mail).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi lebih jauh bisa diperoleh melalui dua e-mail di atas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan dewan juri final dan tidak dapat diganggu-gugat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TENTANG JAKARTABEAT MUSIC WRITING CONTEST I &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakartabeat Music Writing Contest I diselenggarakan untuk merayakan ulang tahun kedua Jakartabeat.net, online magazine tentang musik, buku, film, dan ide humaniora yang jatuh pada Selasa, 18 Januari 2011. Program ini direncanakan akan menjadi kegiatan rutin tahunan Jakartabeat.net.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompetisi ini diselenggarakan atas kerja sama Jakartabeat.net dengan Yayasan Interseksi. Hingga hari ini, Jakartabeat.net adalah media online volunteer, para kontributor menulis sukarela tanpa imbalan. Kecintaan pada musik dan music writing, minat pada ide-ide humaniora, dan dorongan berbagi menjadi motivasi para kontributor Jakartabeat.net.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yayasan Interseksi merupakan yayasan non-profit yang fokus pada kajian kultural dan hak minoritas di Indonesia. Kegiatan Yayasan Interseksi di antaranya penelitian, penulisan buku, dan pembuatan film dokumenter bertema budaya. &lt;br /&gt;Link: http://www.interseksi.org.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TENTANG DEWAN JURI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan juri Jakartabeat Music Writing Contest I terdiri dari empat orang, merupakan representasi empat wilayah: praktisi musik, jurnalis, akademisi, dan penulis lepas. Seluruh anggota dewan juri adalah kontributor Jakartabeat.net sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar Holid, penulis beberapa buku, di antaranya Keep Your Hand Moving: Panduan Menulis, Mengedit, dan Memolesnya (Gramedia Pustaka Utama, 2010). Ia bisa dijangkau di http://halamanganjil.blogspot.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harlan Boer, manajer band Efek Rumah Kaca dan produser Jangan Marah Records yang menaungi band-band indie seperti Bangkutaman; ia juga mantan personil The Upstairs. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Taufiqurrahman, wartawan harian berbahasa Inggris The Jakarta Post, rutin menulis tentang musik. Taufiq ikut serta mendirikan Jakartabeat.net. Belum lama berlalu ia menyelesaikan studi pascasarjana di Department of Political Science, Northern Illinois University, Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roby Muhamad, staf pengajar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Semasa SMA menekuni musik blues. Ia menyelesaikan studi doktoral di Columbia University, New York, Amerika Serikat pada 2010. Bidang keahliannya ialah social network. Roby pernah menjadi anggota tim penelitian bertaraf global, The Small World Project, yang berpusat di Columbia University. Sila lihat Roby menjelaskan riset ini di CNN via http://www.youtube.com/watch?v=V2biPHBGm3c.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikuti kami di:&lt;br /&gt;Facebook Page: jakartabeat.net | Twitter: jakartabeat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copyright © 2009-2012 Jakartabeat.net&lt;/fakhri[at]jakartabeat.net&gt;&lt;/nuran[at]jakartabeat.net&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-4530848950572005554?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/4530848950572005554/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=4530848950572005554' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/4530848950572005554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/4530848950572005554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2010/10/kompetisi-menulis-jakartabeat-music.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TM00I9pVikI/AAAAAAAAA7Q/fqyC4aVHm4A/s72-c/Jakartabeat+Music+Writing+Contest+I+-+2010+poster,+edit+profil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-2606769377735164563</id><published>2010-10-16T14:08:00.000-07:00</published><updated>2010-10-16T14:08:47.542-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='REVIEW PRODUK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ICR-FP550 Sanyo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='digital voice recorder'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TLoT0GflGZI/AAAAAAAAA6w/aJLf8BWu_G8/s1600/sanyo-digital-voice-recorders-ICR-FP550.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TLoT0GflGZI/AAAAAAAAA6w/aJLf8BWu_G8/s320/sanyo-digital-voice-recorders-ICR-FP550.jpg" width="117" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;[REVIEW PRODUK]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="color: blue;"&gt;Perekam Suara Digital ICR-FP550 Sanyo&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menunda kewajiban bayar tagihan rutin bulan Oktober 2010 ini, aku membeli perekam suara digital (&lt;i&gt;digital voice recorder&lt;/i&gt;) untuk menunjang karir. Aku berharap perabot ini memudahkan pekerjaan, karena faktanya berkali-kali selalu ada fase aku harus menggunakan alat seperti itu, yaitu ketika wawancara atau merekam pembicaraan. Biasanya alat ini disediakan klien atau pemilik proyek, sampai terakhir kali aku kesulitan mendapatkan saat butuh untuk menyelesaikan pekerjaan. Dengan memilikinya, aku siap merekam atau wawancara kapan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya aku ingin barang yang sudah biasa aku gunakan, yaitu alat keluaran pabrik S. Tapi karena harganya meningkat tajam dari info yang aku dapat dan spesifikasinya juga berlebihan, akhirnya aku beli barang ini, yang harganya Rp.750.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini biasanya dipakai mahasiswa dan dosen, pak," promo penjualnya. Oh, jadi aku disangka mahasiswa atau dosen, bukan profesional atau wartawan. Aku mengira mungkin para wartawan asli dia tawari produk S itu. Tapi ah, aku juga biasa menggunakan benda itu kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjual menerangkan keunggulan dan memperagakan penggunaannya. Di tangannya, semua berjalan lancar. "Ini juga bisa menjadi mp3 player," tambahnya. Sebenarnya, selain mp3, alat ini bisa memainkan file wma (file audio standar dari Microsoft).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya aku enggak butuh mp3 player; jadi aku anggap kemampuan itu sebagai bonus. Dengan begitu sekarang aku akan bisa dengar lagu lagi kalau sedang ada di angkot atau tengah di jalan---seperti dulu kala masih punya Walkman atau Diskman. Ini cukup menyenangkan. Beberapa bulan lalu aku survey harga iPod, dan menurutku harganya terlalu mahal hanya untuk mendengar lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengutak-atik mode penggunaan dan baca manual, alat ini cukup mudah digunakan. Mungkin awalnya terasa agak ribet, tapi dalam beberapa kali percobaan, gampang dikuasai. Kalau sedang merekam, dengan pencek tombol rekam, ia otomatis jadi "pause", dan kalau pencet "stop" langsung jadi satu file save. Hasilnya berupa file mp3 dengan kualitas suara memuaskan dan bisa dibuat dalam tiga mode. Dengan kapasitas 1 GB, kita bisa merekam apa saja untuk waktu yang lama. Alat ini merekam file secara otomatis ke dalam enam folder yang sudah disediakan. Di satu folder kita bisa merekam sampai 99 file; ia total bisa menyimpan 594 file di semua folder.&lt;br /&gt;______________________________________&lt;br /&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;DETAIL PRODUK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ICR-FP550 &lt;br /&gt;Jenis: perekam suara digital (&lt;i&gt;digital voice recorder&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;Produsen: Sanyo&lt;br /&gt;Power: batere AAA x 2&lt;br /&gt;Loudspeaker: 28 mm dia.&lt;br /&gt;Dimensi: 46 x 98 x 19 mm&lt;br /&gt;Berat: 40 g (tanpa batere)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEUNGGULAN&lt;br /&gt;* bisa menjadi stereo media player (file mp3 &amp;amp; wma)&lt;br /&gt;* ada colokan untuk mik eksternal&lt;br /&gt;* bonus sepasang batere AAA alkalin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KELEMAHAN&lt;br /&gt;* enggak ada earphone&lt;br /&gt;* lelet mengopi file mp3/wma dari komputer&lt;br /&gt;______________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal mp3 playernya, ICR-FP550 ini hanya bisa memainkan file dari dalam folder MUSIC, tidak bisa memainkan dari folder lain, meskipun di subfolder MUSIC yang sebenarnya bisa kita bikin sendiri dari komputer. Jadi ia hanya bisa memainkan file satuan yang disimpan di folder ini. Kalau mau memainkan satu album secara utuh dan berurut, kita harus mengaturnya secara manual, agar nanti terdengar secara sekuensial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas suara mp3 playernya standar. Artinya, ini seperti Walkman biasa tanpa equalizer. Suara terdengar jelas, tapi enggak bikin kita tertegun karena sangat jernih atau canggih berkat hasil pabrikan yang hebat. Tapi minimal alat ini bisa menyetel album atau lagu favorit kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling butuh kesabaran dari alat ini ialah bila kita mengopi file mp3/wma ke folder MUSIC, leletnya minta ampun. Rasanya lambat sekali. Entah kenapa begitu, padahal kalau kita mengopi file hasil rekamannya, kinerja normal. Dengan tuntutan akan kecepatan yang luar biasa di zaman ini, rasanya keterlaluan bahwa untuk mengopi file satu album saja kita butuh waktu beberapa puluh menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan alat ini memuaskan. Aku sudah menggunakannya di dua keperluan. Pertama di aula GKI Taman Cibunut, Bandung, tempat diskusi novel &lt;i&gt;Only a Girl&lt;/i&gt; (Lian Gouw) yang menghadirkan sang penulis bersama Remy Sylado; kedua wawancara dengan Hari Utomo dari Planet Sains di Taman Ganesha. Hasilnya bagus; daya tangkapnya hebat. Aku bersyukur punya alat ini. Sekarang giliran pikir-pikir bagaimana cara membayar tagihan bulanan yang tertunda.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar Holid bekerja sebagai penulis &amp;amp; editor. Buku barunya ialah &lt;i&gt;Keep Your Hand Moving&lt;/i&gt; (GPU, 2010). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONTAK: wartax@yahoo.com | http://halamanganjil.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-2606769377735164563?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/2606769377735164563/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=2606769377735164563' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/2606769377735164563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/2606769377735164563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2010/10/review-produk-perekam-suara-digital-icr.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TLoT0GflGZI/AAAAAAAAA6w/aJLf8BWu_G8/s72-c/sanyo-digital-voice-recorders-ICR-FP550.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-5171078330469440228</id><published>2010-10-10T12:19:00.000-07:00</published><updated>2010-10-10T12:19:24.596-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Doa dan Masalah dengan Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritualitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[halaman ganjil]'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TLIRPBGez5I/AAAAAAAAA6s/eUmqe3rcpNM/s1600/tornado-natural-disaster-400a061807-copy.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TLIRPBGez5I/AAAAAAAAA6s/eUmqe3rcpNM/s320/tornado-natural-disaster-400a061807-copy.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;[HALAMAN GANJIL]&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Doa dan Masalah dengan Tuhan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilalang (10 tahun) baru saja melihat aku selesai berdoa di atas sajadah. Mungkin dia memperhatikan aku sejak shalat beberapa menit lalu. Sambil melipat sajadah, kami bertatapan.&lt;br /&gt;"Yah, apa aja yang ayah doakan kalau habis shalat?"&lt;br /&gt;"Banyak Lang. Ayah bersyukur, mohon ampun, berusaha biar lebih tabah, tambah sabar, dan kuat, juga berdoa biar tambah rezeki, diberi kecukupan, dan lain-lain."&lt;br /&gt;"Apa ayah mau tambah kaya?"&lt;br /&gt;"Ya iya dong!"&lt;br /&gt;"Tapi bukannya banyak orang yang setelah kaya jadi lupa diri?"&lt;br /&gt;Ha ha ha... aku ngakak, terus bilang, "Wah, banyak juga kok orang kaya yang bersyukur. Banyak teman ayah yang kaya, dan menurut ayah mereka baik. Suka menyumbang atau memberi sebagian rezekinya ke orang lain, bahkan ngasih ke kita juga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percakapan itu entah kenapa secara acak segera membuatku memikirkan betapa kisah tentang para nabi memperlihatkan karakter manusia yang amat beragam, baik secara fisikal maupun psikologi. Aku sudah beberapa lama mencari-cari tahu dari bacaan mengenai hal itu. Sebagian nabi ada yang sangat miskin, misalnya Isa dan Ayub (kala dia jatuh miskin), namun ada juga yang jumlah kekayaannya terlalu sulit kita bayangkan wujudnya, seperti dalam kehidupan Sulaiman dan Daud. Aku pernah baca kisah Isa yang tidur berbantalkan batu. Ini mencengangkan bila dibandingkan bahwa aku yang kerap merasa nelangsa ini sudah punya rumah, kasur, dan bantal empuk. Sebagian nabi hidup membujang, misalnya Isa dan Yahya, banyak istri (Muhammad, Sulaiman), merantau ke negeri jauh dan mengalami fase hidup yang drastik (Yusuf, Ibrahim, dan Musa), dan berbagai karakter lain. Bahkan kalau aku baca dari literatur Katolik maupun Kristen (Nasrani) ada nabi yang peragu, pemarah, pernah berselingkuh. Ini hebat. Mereka semua punya sifat yang sangat manusiawi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin suatu saat bisa merefleksikan kondisi fisik dan mental orang-orang hebat itu ke dalam kepribadian manusia kontemporer. Kualitas mereka kan macam-macam. Aku sendiri belum tahu muaranya akan ke mana pikiran seperti itu. Cuma aku agak yakin ada sesuatu yang istimewa dari sana, entah karena mereka punya kualitas nabi---yaitu mulia &amp;amp; bersifat ilahiah---atau karena itu akan memperlihatkan sejumlah sifat manusia yang fluktuatif, yakni membuktikan ada sifat profan (bersifat duniawi) yang berpadu dengan bagaimana mereka berusaha tabah, tobat, bangkit lagi, termasuk beriman (sangat yakin) pada sesuatu yang dinilai orang lain tampak absurd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bukan orang yang punya koneksi langsung dengan Tuhan. Maksudku, aku belum pernah menatap cahayanya, bercakap-cakap dengan dia, langsung menerima wahyu dari dia, atau bahkan menerima sms dari dia. Aku enggak punya nomor hp dia bila terdesak butuh sesuatu. Aku juga sadar bahwa Tuhan juga kayaknya enggak akan mengubah isi rekening bankku jadi trilyunan rupiah, kecuali ada seorang koruptor atau makelar kasus salah melakukan cuci uang. Aku hanya mengandalkan keyakinan halus dan purba pada Tuhan yang ada di dalam hatiku. Aku bukan Fahri bin Abdullah Shiddiq. Aku bahkan kadang-kadang dengan ketus dicap tidak beriman oleh orang tertentu. Tapi semua itu tidak membuat aku jadi punya masalah dengan Tuhan. Aku hanya punya masalah tertentu dengan sesama manusia dan kehidupan di dunia ini. Karena itulah aku masih berdoa. Aku pada dasarnya juga enggak punya masalah dengan keyakinan menjalani hidup, tapi aku punya masalah dengan uang dan biaya. Karena itulah aku masih berdoa. Terus, apa aku berdoa minta uang? Tidak. Aku hanya minta rasa cukup, kewarasan, dan ketabahan menjalani kehidupan. Aku ingin berani menghadapi orang yang intoleran, karena tahu mereka suka melakukan kekerasan secara sembarangan dan mencederai orang lain. Benih-benih sejenis itulah yang aku minta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam renungan mengenai Tuhan dan kebahagiaan di buku &lt;i&gt;You Are Not Alone&lt;/i&gt; (Elex Media, 2010, 252 hal.), Arvan Pradiansyah menulis tiga hal tentang salah berdoa, yaitu doa yang bakal ditolak Tuhan. &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, bila kita berdoa justru untuk meminta buah, bukan benih. Buah adalah akibat, sementara benih adalah sebab. &lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, bila orang berdoa tanpa punya tujuan lain selain untuk kepentingan diri sendiri. Sebuah doa tanpa rencana akan gagal meyakinkan Tuhan untuk apa manfaat dari permintaan itu. &lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;, doa tidak terkabul karena kita sering salah meminta. Misal ketika menghadapi sesuatu yang ingin kita ubah, kita malah berdoa meminta "ketenangan", bukannya "keberanian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tahu persis dan benar-benar yakin, sebenarnya apa yang dilarang diminta pada Tuhan? Kalau Tuhan berkehendak, kita mau apa? Kalau dia mau kocok-kocok dunia untuk bikin gempa bumi atau kiamat, bukankah alam semesta ini miliknya? Bukankah dia Mahakuasa? Jangankan jodoh, ingin tambah kaya, minta keselamatan dunia-akhirat, atau rekening jadi lokasi tempat cuci uang, minta kerajaan saja akan Tuhan kasih. Sulaiman, seorang manusia di zaman dulu yang darah dan dagingnya sama-sama punya nafsu, hasrat, dan kuasa seperti kita sekarang ini, pernah berdoa: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahilah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seseorang pun sesudahku." Apa tidak sangat fisikal permintaan itu? Mau tahu, setelah menimbang kualitas pribadi dan permintaan Sulaiman, Tuhan mengabulkan permintaan itu. Hebat! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia mudah sekali keberatan dengan kehidupan orang lain, padahal Tuhan tampaknya baik-baik saja. Dia membiarkan itu terjadi. Manusia suka sekali rewel terhadap keputusan hidup yang diyakini orang lain, dan selalu berhasrat untuk menggantikan sesuai keinginannya, seolah-olah pilihan itu salah. Tuhan membiarkan semua berkembang sesuai tabiat, tapi manusia suka mengatur-atur seakan punya sifat absolut. Tuhanlah yang absolut, tapi manusia suka sekali membeda-bedakan. Karena itu, kenapa kita tidak mendukung saja sesuatu yang jelas-jelas baik bagi orang lain?[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar Holid bekerja sebagai penulis &amp;amp; editor. Buku barunya ialah &lt;i&gt;Keep Your Hand Moving&lt;/i&gt; (GPU, 2010). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONTAK: wartax@yahoo.com | http://halamanganjil.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-5171078330469440228?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/5171078330469440228/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=5171078330469440228' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/5171078330469440228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/5171078330469440228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2010/10/halaman-ganjil-doa-dan-masalah-dengan.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TLIRPBGez5I/AAAAAAAAA6s/eUmqe3rcpNM/s72-c/tornado-natural-disaster-400a061807-copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-3298089407736640353</id><published>2010-09-29T17:39:00.000-07:00</published><updated>2010-10-04T12:42:51.794-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penerbutan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Proofreader'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='copy editor'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TKPcJWE2XfI/AAAAAAAAA6g/c_l2fmPlq7U/s1600/shcool+big.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="256" src="http://3.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TKPcJWE2XfI/AAAAAAAAA6g/c_l2fmPlq7U/s320/shcool+big.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;[PENERBITAN]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Proofreader: Cermat, Teliti, dan Peka pada Kata&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam organisasi penerbit, secara struktural proofreader (penyunting teks/nas; atau copy editor) kerap berada di bawah editor kepala atau pengelola; namun bekerja di bawah editor pelaksana. Proofreader bertanggung jawab terhadap naskah buku yang digarapnya dari masing-masing editor bersangkutan. Oleh karena itu sudah niscaya proofreader terus-menerus bekerja sama dengan beragam editor untuk menjaga kualitas buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proofreaderlah yang menjaga keseragaman teks (nas) dalam sebuah naskah/buku. Dia pula yang menerapkan gaya selingkung penerbit, mulai dari penerapan ejaan, istilah, hingga ke detail kelengkapan buku, antara lain isi buku (daftar isi), indeks, lampiran, dan memeriksa dummy (cetak coba).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena proofreading merupakan tahap akhir proses penyuntingan, diharapkan semua masalah maupun kesalahan penyuntingan sudah ditemukan dan diperbaiki ketika ada di tangan proofreader. Seusai diperiksa, mestinya naskah sudah sempurna, baik dari segi dan tampilan. Dalam hal ini, proofreader jangan diminta mengerjakan tugas editor, melampaui pekerjaan utamanya, atau jadi editor gadungan. Ini semata-mata untuk efisiensi. Beberapa penerbit bila mengout source orang sebagai proofreader ada yang berpesan begini: "Sekalian kalau ada kalimat yang inefektif, bertele-tele, atau tidak enak dibaca, tolong diperbaiki ya." Wah, itu bukan tugas proofreader! Itu tugas editor. Itu membebani tugas proofreader namanya. Kenapa? Karena tugas utama editor ialah justru mengefektifkan kalimat sesuai maksud penulis. Tugas proofreader sudah harus bebas dari tahap penyuntingan, misal dalam hal akurasi data dan ketepatan istilah. Kalau seorang proofreader menemukan hal seperti itu, tentu harus menjadi kredit baginya. Kasarnya, bukan tugas proofreader untuk memberi tahu atau mengecek ada terlalu banyak kata 'yang' dalam satu kalimat hingga membuat kalimat itu menjengkelkan asal dia persis tahu bahwa 'yang' di situ ditulis y-a-n-g, bukan y-a-n-c atau y-a-n-h. Proofreader mungkin tidak perlu tahu persis apa beda Columbia dan Kolombia, apa itu kolumnis atau komunis, asal dia bisa memastikan bahwa ejaan keduanya benar dan penempatannya benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecermatan, ketelitian, kehati-hatian, kepekaan pada ejaan dan kata, serta konsentrasi sudah semestinya jadi dasar kinerja proofreader, sebab dia menjadi "penyaring kedua" setelah nas diolah sedemikian rupa oleh penyunting sampai layak dan siap terbit. Sederhananya, proofreading merupakan proses membetulkan ceceran pekerjaan editor yang sengaja dilewatkan demi efektivitas produksi. Bisa juga proofreader menjadi orang yang berempati kepada (calon) pembaca. Ia membaca teks (nas), menempatkan diri sebagai pembaca yang sangat mungkin kecewa terhadap buku (produk) karena ada kesalahan sekecil apa pun di dalamnya. Akibatnya seorang proofreader tak akan membiarkan satu pun kesalahan muncul pada nas garapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tanggung jawab proofreader antara lain meliputi:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Akurasi penulisan (ejaan) kata dan tanda baca.&lt;br /&gt;2. Pemenggalan kata.&lt;br /&gt;3. Ketaatasasan istilah dan gaya yang digunakan dalam naskah.&lt;br /&gt;4. Konsistensi penyajian bentuk naskah:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a. Setting.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b. Penggunaan font (jenis huruf).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; c. Judul dan subjudul.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; d. Catatan kaki.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; e. Nomor dan penempatan halaman (sesuai tidak dengan di isi buku).&lt;br /&gt;5. Kata atau istilah yang perlu ditulis italic.&lt;br /&gt;6. Akurasi penempatan dan urutan catatan kaki.&lt;br /&gt;7. Akurasi catchword (belah kiri: biasanya berupa nama penulis atau judul buku; belah kanan: bagian/bab buku).&lt;br /&gt;8. Membuat isi buku.&lt;br /&gt;9. Membuat indeks (indeks subjek, indeks umum, nama).&lt;br /&gt;10. Ketepatan transliterasi maupun transkripsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Langkah kerja proofreading:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Memeriksa kelengkapan materi naskah.&lt;br /&gt;2. Mengeja dan memeriksa secara tepat unsur paling vital dalam naskah:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a. Judul dan subjudul.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b. Catchword dan halaman.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; c. Pemenggalan kata.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; d. Kata atau istilah yang perlu ditulis italic.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; e. Akurasi nama orang (contoh: betapa susah mengeja nama ini: Mihaly Csikszentmihalyi), geografi, organisasi, kata asing (contoh: déjà vu).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; f. Ejaan dalam isi buku dan tanda baca kalimat.&lt;br /&gt;3. Memeriksa dummy (cetak coba).[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar Holid bekerja sebagai penulis &amp;amp; editor. Buku barunya ialah &lt;i&gt;Keep Your Hand Moving&lt;/i&gt; (GPU, 2010). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONTAK: wartax@yahoo.com | HP: 085721511193 | http://halamanganjil.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copyright © 2009 oleh Anwar Holid&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-3298089407736640353?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/3298089407736640353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17631250&amp;postID=3298089407736640353' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/3298089407736640353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17631250/posts/default/3298089407736640353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halamanganjil.blogspot.com/2010/09/penerbitan-proofreader-cermat-teliti.html' title=''/><author><name>[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08821802693843388343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/S-cXe19UOTI/AAAAAAAAAz4/PzjDZozlmls/S220/halamanganjil.iklan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TKPcJWE2XfI/AAAAAAAAA6g/c_l2fmPlq7U/s72-c/shcool+big.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17631250.post-1315296747489999071</id><published>2010-09-24T14:41:00.000-07:00</published><updated>2010-09-24T14:41:29.570-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arvan Pradiansyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anwar Holid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lian Gouw'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUKU INCARAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Publisitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku puisi. goethe-institut jakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rileks Karena Buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'></title><content type='html'>[BUKU INCARAN]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Rileks Karena Tiga Buku&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;---Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Rabu, 22 September 2010 sebelum ke Mizan untuk menyerahkan kerjaan yang sudah lama sekali terbengkalai, aku dapat sms dari mas Rinto di GPU Bandung, "mas, kalau kebetulan ke luar, silakan mampir ke gpu. ada titipan buku dari mas dwi helly."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu Bandung cerah. Di Mizan aku menyerahkan pekerjaan ke Ibeq, setelah beberapa menit sebelumnya ngobrol ini-itu soal dunia penerbitan. Kemudian ketemu Dwi, disambung ngobrol mengenai dunia tulis-menulis dengan mas Hernowo. Dia banyak membahas soal ide, cara mengungkapkan pikiran sebagaimana maksud penulis, persoalan copy-paste, juga bagaimana mengelaborasi pemikiran. Di Mizan aku mendapat edisi revisi &lt;i&gt;You Are A Leader!&lt;/i&gt; (Arvan Pradiansyah), padahal aku sekarang sedang terus mengumpulkan ide dan energi untuk menggali isi dari buku terbarunya, &lt;i&gt;You Are Not Alone&lt;/i&gt; (Elex Media, 2010, 252 hal.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari Mizan kepalaku mulai terasa pening. Tengah hari terasa sangat terik, sebentar duduk di angkot aku tertidur, dan sampai di Cicaheum mendapati Bandung sudah basah diguyur hujan yang entah kapan turun. Jelas ketika aku tidur ia cepat-cepat muncul dan menyisakan gerimisnya sepanjang jalan aku menuju kantor GPU di Grha Kompas-Gramedia di jalan Riau (R.E. Martadinata). Sepanjang jalan dari Cicaheum ke Riau macet, mungkin ditambah karena Persib mau menundukkan lawan di Stadion Siliwangi. Kepalaku tambah berat ketika sampai di kantor GPU, tapi keramahan mas Rinto membuatku berusaha mengabaikannya. Aku tahu ini merupakan gejala alamiah yang kadang-kadang terjadi bila aku bepergian agak lama di tengah lalu lintas yang macet dan penuh polusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini mas, ada novel &lt;i&gt;Only a Girl&lt;/i&gt; karya Lian Gouw. Sudah ditandatangani beliau khusus untuk mas," begitu kata mas Rinto. Lian Gouw menandatangani buku itu pada 20 Mei 2010. Wah, begitu perhatiannya. "Novel ini akan terbit dalam minggu-minggu ini, kemudian kami akan mengadakan launching di Jakarta dan Bandung. Rencananya, di Bandung novel ini akan dibahas pak Remy Silado yang tahu banyak soal sejarah dan mengenal Bandung luar-dalam." Setting awal &lt;i&gt;Only a Girl&lt;/i&gt; terjadi di Bandung tahun 1932; bahkan covernya pun menggunakan siluet gunung Tangkuban Parahu. Lian Gouw dulu tinggal di sini sebelum pindah sekeluarga ke Amerika Serikat. Meski bahasa ibunya ialah Belanda, dia akhirnya belajar menulis dalam bahasa Inggris dan karyanya dimuat media negeri Abang Sam itu, di antaranya dalam &lt;i&gt;SF Writers Conference&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TJ0ZLkozaOI/AAAAAAAAA6U/QUgM_m3pUr8/s1600/lian+gouw,+close+up.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TJ0ZLkozaOI/AAAAAAAAA6U/QUgM_m3pUr8/s200/lian+gouw,+close+up.JPG" width="133" /&gt;&lt;/a&gt;Dari GPU aku menuju Rumah Buku/Kineruku untuk menyiapkan acara yang aku siapkan untuk besok; tapi kepalaku tambah tegang. Untung bayangan bahwa aku akan segera bisa menikmati segelas kopi tetap membuatku semangat. Maka begitu menyimpan tas di locker, aku segera shalat, kemudian minta izin bikin kopi. Cuaca tambah dingin, meski sapuan hujan mulai lenyap. Karena nama Lian Gouw di sini aku jadi sedikit ngobrol dengan Joedith tentang keluarga-keluarga keturunan Cina. Menyeruput sedikit demi sedikit segelas kopi sambil buka-buka di sana betul-betul mampu mengurangi pening di kepalaku. Maka ketika sampai di depan pintu rumah, rasanya aku sudah lepas dari gejala kambuhan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayah, bawa hadiah apa?" sergah Ilalang sambil membukakan pintu. "Tuh, tadi aku beli lumpia kering di Cicaheum." Kemarin waktu puasa aku mendapati ternyata kami suka lumpia kering dan satu toples makanan itu sudah habis menjelang Lebaran lalu. "Ada buku kiriman dari Dinyah Latuconsina," tambah Ilalang. Buku itu ialah &lt;i&gt;Nietzsche: Syahwat Keabadian&lt;/i&gt;, sebuah buku puisi karya Nietzsche terjemahan Agus R. Sarjono &amp;amp; Berthold Damshauser. Paket untukku biasanya langsung dia buka. Mungkin anak-anakku menyangka mereka bisa menemukan harta karun dalam bingkisan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dalam sehari itu aku mendapat tiga buku. Aku memegang-megang ketiganya dengan perasaan rileks sempurna. Ini sekilas info untuk mengenalkan mereka pada Anda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1/ &lt;i&gt;You Are A Leader!&lt;/i&gt; karya Arvan Pradiansyah (Kaifa, 2010, 347 hal.) Harga: Rp.69.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TJ0Y61-4XTI/AAAAAAAAA6I/ib6-uv5E6X8/s1600/you+are+a+leader+cover,+edit+kecil.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TJ0Y61-4XTI/AAAAAAAAA6I/ib6-uv5E6X8/s1600/you+are+a+leader+cover,+edit+kecil.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Buku ini merupakan edisi baru (revisi) setelah sukses dicetak ulang sebanyak sepuluh kali sejak pertama kali terbit pada tahun 2003. Apa saja revisinya? Tentu saja berbagai materi yang sangat kontekstual dengan kondisi manajemen perusahaan dan industri zaman sekarang, misalnya membahas knowledge management, visi organisasi di masa depan, maupun kepemimpinan yang hebat di zaman sekarang itu seperti apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Premis buku Arvan ini kuat, yaitu keyakinan bahwa setiap orang itu memiliki bakat terbesar dalam dirinya, yaitu "setiap orang adalah pemimpin." Bagaimana cara agar potensi itu muncul? Dengan membangunkan orang untuk menggunakan potensi utamanya, yaitu kekuatan memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arvan Pradiansyah ialah seorang ahli sumber daya manusia sekaligus pembicara publik dan penulis di beberapa media bisnis, di antaranya &lt;i&gt;SWA&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Bisnis Indonesia&lt;/i&gt;. Buku-bukunya juga diterima dengan baik oleh pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link terkait: http://www.mizan.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2/ &lt;i&gt;Only a Girl&lt;/i&gt; karya Lian Gouw (American Publishing, 2009, 295 hal.) Harga: US$27.95 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TJ0ZHnGi3AI/AAAAAAAAA6Q/7e-whkR-480/s1600/Only+a+Girl+%28Paperback%29+cover+big.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TJ0ZHnGi3AI/AAAAAAAAA6Q/7e-whkR-480/s200/Only+a+Girl+%28Paperback%29+cover+big.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Edisi Indonesia novel ini sebentar lagi akan diterbitkan GPU. Lian Gouw lahir di Jakarta, tumbuh di Bandung, kini tinggal di Amerika Serikat. Only a Girl menceritakan tiga generasi perempuan Cina yang berusaha mempertahankan identitas di tengah perubahan situasi sosial-politik yang mereka alami secara drastik dari zamam penjajahan Belanda di Indonesia, invasi Jepang, dan Revolusi Indonesia---ditambah pengaruh Perang Dunia II. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keluarga Cina totok, mereka mendapat pengaruh budaya dan adat Belanda maupun Barat. Begitu Belanda tersingkir dari Indonesia dan Indonesia merdeka, mereka sadar bahwa kebiasaan dan pandangan itu tak bisa lagi diterima, bahkan dikata-katai sebagai "buangan anjing peliharaan Belanda." Bagaimana mereka menghadapi situasi seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link terkait: http://www.amazon.com/Only-Girl-Lian-Gouw/dp/1607493977/ref=cm_cr_pr_product_top&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3/ &lt;i&gt;Nietzsche: Syahwat Keabadian&lt;/i&gt; karya Agus R. Sarjono &amp;amp; Berthold Damshauser (editor), (Komodo Books, 2010, 192 hal.) &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TJ0ZBypjXRI/AAAAAAAAA6M/Hi4IqyKmtaQ/s1600/nietzsche-syahwat+keabadian,+coverkecil.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/_AZmQpYmqrKA/TJ0ZBypjXRI/AAAAAAAAA6M/Hi4IqyKmtaQ/s320/nietzsche-syahwat+keabadian,+coverkecil.jpg" width="227" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Buku ini merupakan "Seri Puisi Jerman VI" hasil kerja sama dengan Goethe-Institut Jakarta, berisi dwi bahasa Jerman dan Indonesia kumpulan puisi Friedrich Nietzsche (oh, harus jeli banget menulis namanya!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua peminat budaya-seni-filsafat sudah tahu siapa Nietzsche dan apa pengaruhnya bagi dunia pemikiran dan masyarakat hingga di zaman posmodern ini. Jadi kita tinggal membaca lagi dan merasakan apa pemberontakannya terhadap norma-norma usang di dunia ini masih punya getaran atau tetap susah diakses? Puisi tersebut antara lain berasal dari buku "Kepada Tuhan yang Tak Dikenal (1858 - 1877), Sabda sang Bijaksana (1882), Yang Kelak Terdesak Banyak Berkabar (1882 - 188), Nyanyian Zarathustra (1883 - 1885), Cuma Pandir! Cuma Penyair! (1882 - 1888).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila buku ini sudah tidak tersedia di toko buku, Anda bisa menemukannya di perpustakaan Goethe-Institut Jakarta dan Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link terkait: http://www.goethe.de/jakarta.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar Holid bekerja sebagai penulis &amp;amp; editor. Buku barunya ialah &lt;i&gt;Keep Your Hand Moving&lt;/i&gt; (GPU, 2010). Blogger @ http://halamanganjil.blogspot.com. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONTAK: wartax@yahoo.com | HP: 085721511193 | Panorama II No. 26 B Bandung 40141.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copyright © 2009 oleh Anwar Holid&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17631250-1315296747489999071?l=halamanganjil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halamanganjil.blogspot.com/feeds/1315296747489999071/comments/default' title='Post Comments'/><link rel
