Tuesday, December 10, 2013


Menamatkan Dengan Semestinya
--Anwar Holid

13 
Studio album karya Black Sabbath
Genre: Rock, Heavy Metal
Durasi: 68 menit
Rilis: 10 Juni 2013
Rekaman: Agustus 2012 - Januari 2013 di Shangri La Studios, Malibu, Amerika Serikat, dan Tone Hall, Warwickshire, Inggris
Label: Vertigo, Universal
Produser: Rick Rubin


Jika kita browse dan baca-baca selintas sejumlah review atas album terbaru Black Sabbath di tahun 2013, 13, sungguh mengherankan betapa penikmat musik rock, jurnalis/reviewer musik, maupun fans berat grup heavy metal gaek ini banyak yang kecewa. Padahal album ini sukses di pasar bahkan akhirnya sempat jadi album no. 1 di Inggris. Album terakhir Black Sabbath yang bisa menjadi album no. 1 ialah Paranoid (1970), 43 tahun lalu. Artinya, 13 secara komersil jelas sukses di pasar, ditunggu-tunggu, dan mendapat sambutan antusias, tapi barangkali menurut pendengar ahli secara musikal dan artistik ada yang salah.

Pertama, banyak orang menyayangkan betapa Bill Ward, drummer orisinal Black Sabbath, akhirnya mengundurkan diri dari proyek album ini karena berselisih paham soal kesepakatan bayaran kontrak; kedua, Rick Rubin, produser proyek album ini, dianggap gagal menghadirkan signature Black Sabbath klasik; dan ketiga, Brad Wilk, drummer pengganti Bill Ward, dinilai gagal menggantikan seniornya, meskipun ia seorang drummer rock angkatan muda dengan reputasi terhormat. Singkatnya, mayoritas komentar menyangka 13 hanya album Black Sabbath biasa yang reuninya kurang sempurna dan semata-mata didasari oleh keinginan untuk mengeruk uang lebih banyak. Pantaskah tuduhan itu pada Black Sabbath?

Banyak band reuni demi alasan uang dan hasilnya memang kerap menjanjikan, meskipun secara emosional awut-awutan, sisi musikalnya menyedihkan, dan sebenarnya sudah kehilangan chemistry (ruh) sebagai band. Ini bisa terjadi karena fans ternyata bodoh, tapi tetap mau membayar kerinduan atas gegap-gempita konser dari rock stars yang pernah punya masa jaya. Black Sabbath merupakan salah satu band legendaris yang punya masalah tipikal: pemecatan Ozzy Osbourne dari band ini merupakan salah satu peristiwa getir utama dalam sejarah musik rock dan bisa dieksploitasi jadi bahan komodifikasi setiap kali diperlukan.

Dengan segala kharisma dan kontroversinya, Ozzy Osbourne jelas irreplaceable. Buktinya sehebat apa pun kemampuan para penggantinya di Black Sabbath, mereka gagal jadi frontman yang bisa mengambil hati fans dan kesulitan menghasilkan album sehebat masa Ozzy; seolah-olah di sana ada sesuatu yang kosong. Jadi harus diakui reuni ini sebenarnya pantas ditunggu dan memuaskan dahaga para fans. Dibalut uzur, gerogotan penyakit, kesulitan komunikasi dan problem masa lalu, rintangan berproses bersama dalam menciptakan lagu dan proses rekaman yang kurang-lebih makan waktu dua tahun lamanya, membuat album ini seolah-olah makin berharga. Dilihat dari umur dan kesehatan, banyak pihak berspekulasi jangan-jangan 13 bakal menjadi album terakhir Black Sabbath original recipe. Dari sinilah muncul tudingan kepada Rick Rubin yang dinilai harus bertanggung jawab atas hasil akhir album ini secara keseluruhan.
Geezer Butler Ozzy Osbourne, Tony Iommi (l-r), Black Sabbath original recipe.

Sebagai produser terkemuka dan punya ciri khas, Rubin ingin sesuatu yang lain dari Black Sabbath. Dia mau Black Sabbath menggarap seolah-olah ini adalah album kedua mereka dan jangan sampai terdengar retro. Kenapa? Dalam musik ada mitos "kutukan" album kedua, terlebih dari musisi yang melahirkan debut album revolusioner maupun sukses gila-gilaan. Black Sabbath menghadapi situasi serupa; mereka kerap dapat publisitas buruk, notorius, bahkan dianggap sebagai pelopor band pemuja setan, membuat album-album di masa awal karir mereka sangat sulit mendapat review positif.

Kali ini hasilnya memang cukup beda. Dua lagu pertama album 13 berdurasi 16 menit. Ini luar biasa bagi Black Sabbath yang durasi lagunya rata-rata 4 menit. Total durasi album ini lebih dari 60 menit, padahal selama ini album mereka panjangnya rata-rata di bawah 45 menit. Seolah-olah mengakui pengaruh kondisi fisik tua, rata-rata lagu di album ini bertempo lambat, bahkan sebagian orang bilang di lagu bertempo lambat itu Ozzy terdengar menyanyi seperti seorang pensiunan yang kelelahan. Tony Iommi (gitar) dan Geezer Butler (bass) kerap tampil berpanjang-panjang dengan akrobat instrumentalia, sampai dinilai sebagian orang sebagai siasat mereka menutupi power vokal Osbourne yang terdengar agak kepayahan karena habis digasak renta, alkohol, dan obat-obatan---tapi siasat tersebut terbukti sungguh kena. Sebagai pengiring yang lahir dari 2 generasi lebih muda, di luar dugaan banyak orang Brad Wilk bisa tampil brilian. Dia tidak keder atau berpretensi menggantikan Bill Ward yang nada-nada pukulannya dianggap bluesy/jazzy, melainkan mengisi ruang dengan hentakan kuat dan berisi. Dari segi sound, sebagian orang menilai album ini terdengar terlalu "jernih" sehingga mengurangi keliaran dan kekelaman Black Sabbath. Lirik-liriknya masih bicara soal perang, korupsi, pertanyaan atas keyakinan religius, kehancuran, juga soal usia tua dan kesendirian.

Adakah para komentator kecele atau mereka lupa sesuatu? Sukses komersil 13 mengejutkan semua pihak, bahkan melampaui harapan Black Sabbath sendiri. Apa pun komentar negatif orang, album ini punya chemistry solid dengan intensitas hebat, dan entah apa rahasinya bisa jadi album no. 1. "Kami tahu ramuan buatan sendiri," kata Osbourne. "Seperti musisi gaek lain, kami punya sesuatu yang beda. Ini bukan album musik kodian seperti yang muncul akhir-akhir ini."

Walhasil, sebenarnya apa 13 hanyalah album reuni biasa atau lebih baik dari itu? Osbourne memberi garansi: "Saya malas memberi harapan apa pun kepada setiap orang. Kami sudah menghabiskan waktu cukup lama untuk bisa menghasilkan album ini, dan mustahil bisa menunggu 43 tahun berikutnya untuk punya album no. 1 satu lagi. Jika itu terjadi, kami pasti sudah tidak kuat untuk rekaman lagi. Jadi sekarang kami bisa istirahat dengan tenang karena tahu sudah menamatkan dengan semestinya melalui album 13 ini."

Bapak heavy metal sudah kembali dan bisa jadi inilah parade kekuatan mereka untuk terakhir kali.[]

Anwar Holid, fans Queen dari Bandung.

Foto dari Internet.

No comments: