Tuesday, April 16, 2013



Gairah Masa Lalu, Dibongkar Sekarang

Possession 
Sutradara: Neil LaBute | Penulis: David Henry Hwang, Laura Jones, Neil LaBute, berdasar novel Possession: a Romance karya A. S. Byatt | Produser: Barry Levinson, Stephen Pevner, Paula Weinstein | Musik: Gabriel Yared | Distribusi: Warner Bros., Vision Entertainment | Rilis: Agustus 2002 | Durasi: 102 menit | VCD dengan subtitle Indonesia

Pemeran: Aaron Eckhart (Roland Michell), Gwyneth Paltrow (Maud Bailey), Jeremy Northam (Randolph Henry Ash), Jennifer Ehle (Christabel LaMotte)


Kategori: drama, roman, film tentang penulis, film LGBT



Meski sudah berkali-kali nonton Possession dan menurutku termasuk film yang bagus dan menarik, entah kenapa aku selalu kesulitan setiap kali berniat menuntaskan komentar setelah menontonnya. Kemarin aku nonton lagi dan sekarang mau memaksakan diri sedikit menulis komentar.

Rata-rata aku selalu tertarik pada film bertema sastra maupun penulis. Tentu tidak semua film tentang sastra istimewa, tapi ada saja sisi yang membuatnya menarik. Possession bukanlah film tentang betapa mencekam hidup seorang sastrawan untuk bisa mencapai kemampuan puitik atau seberapa penting arti menulis bagi seseorang, tapi mengungkap sastrawan sebagai orang yang punya emosi, gairah, bahkan terseret-seret oleh perasaannya. Gejolak maupun kedalaman perasaan itu mungkin sulit terlampiaskan dalam karya-karya yang terpublikasi dan bisa dibaca umum, tapi begitu jujur dan luber di dalam tulisan personal yang ditujukan pada seseorang istimewa.

Berbarengan dengan perayaan satu abad puisi-puisi cinta Randolph Henry Ash, diadakan pula lelang atas manuskrip-manuskrip tulisan tangannya. Beliau adalah nama fiktif seorang penyair resmi dan agung kerajaan Inggris zaman Victoria. Reputasinya dikenal sebagai laki-laki sempurna, suami setia, tidak pernah diberitakan berhubungan dengan perempuan lain. Mungkin hanya satu kekurangan pernikahannya: mereka tidak dikaruniai anak.

Tapi suatu ketika Roland Michell, seorang sarjana sastra, secara kebetulan menemukan surat-surat Ash kepada perempuan tak dikenal di dalam sisipan buku kuno yang tengah ditelitinya. Kepenasarannya menguat apalagi mendapati fakta bahwa arsip maupun manuskrip apa pun dari Ash diburu para kolektor dan berharga sangat mahal di balai lelang. Ketertarikannya pada manuskrip ini membawanya berkenalan dengan Maud Bailey, seorang dosen studi gender yang dikenal dingin pada laki-laki. Maud mau membantu Ash meneliti karena alasan sederhana: dia adalah keluarga jauh Christabel LaMotte, perempuan yang dituju dalam surat Ash. Maud kaget karena sepengetahuannya Christabel hanya sosok minor yang jadi teman lesbian seorang pelukis terkemuka di zaman itu. Mereka berdua menelusuri seberapa jauh kebenaran hubungan Ash dan Christabel, berusaha menemukan bukti dari komunikasi halus lewat surat, memecahkan kode dalam bait-bait puisi, arsip-arsip kuno di perpustakaan, bersaing melawan kolega dan kolektor rakus lain yang juga menghendaki artifak peninggalan Ash.

Kejar-kejaran berburu benda pribadi berharga mahal dan bernilai sejarah, pertukaran kisah dalam lintasan masa lalu dan masa sekarang, seperti apa perselingkuhan Ash dan Christabel, bagaimana gairah cinta itu merusakkan orang-orang terdekatnya---namun kenapa tetap terjaga kerahasiaannya hingga sekarang, juga perubahan emosi hubungan Roland dan Maud menjadi drama yang menarik dinikmati. Film ini bisa jadi tidak sedramatik My Left Foot atau Dead Poets Society, tapi penyajiannya tertata indah. Sebuah review memuji-muji bahwa Possession merupakan film paling romantis setelah The English Patient, tapi tampaknya film ini tidak meledak jadi heboh dan legendaris.

Possession diadaptasi dari novel berjudul sama karya A. S. Byatt yang memenangi dobel anugerah sastra tahun 1990, yaitu Booker Prize dan Irish Times International Fiction. Waktu terbit novel itu jadi bestseller di Inggris dan Negara Persemakmuran, kemudian masuk daftar seratus novel terbaik majalah Time. Di Inggris, A. S. Byatt dikenal ahli memainkan tema hubungan manusia dan seni berbingkai historical fiction.

Di sisi roman, Possession menghadirkan gelora emosi dan nafsu cinta seorang pria terhormat pada wanita yang diabaikan sejarah. Di sisi lain ia memperlihatkan upaya independensi wanita terhadap pilihannya, meski berisiko menghancurkan hidup orang-orang dekat yang tidak rela. Sementara sang narator secara mulus menimpali kisah itu dengan persaingan akademik, upaya memecah kode sastra, dan nilai sejarah di zaman kini.[]

Link terkait:
- Possession (2002 film): http://bit.ly/3a9An
- Possession: A Romance: http://bit.ly/3JC1NF

1 comment:

Ice said...

blog walkiin'