Monday, May 03, 2010


Apakah Publisis Itu?
---Anwar Holid

Artikel ini bermula dari email-emailan saya dengan seorang penulis. Awalnya dia menanyakan salah satu pekerjaan yang telah beberapa kali saya lakukan, yaitu jadi publisis. Lantas email itu saya olah dan tambahi.

* Apakah publisis itu?

Publisis ialah orang yang kerjanya bertanggung jawab mendapatkan publisitas (pemberitaan) dari media dan publik bagi kliennya. Bandingkan dengan definisi dari Wikipedia: publisis ialah orang yang pekerjaannya mengeluarkan atau mengatur publisitas bagi seorang publik figur, terutama selebritas, (komoditas) bisnis, atau untuk karya tertentu seperti buku dan film.

* Apa fungsi publisis?

Fungsi utama publisis ialah mengusahakan agar buku tersebut mendapat perhatian sebesar-besarnya baik dari media massa (apa pun bentuknya) dan publik calon pembaca.

* Kalau begitu, apa beda publisis dengan marketing communication (markcom) di penerbitan?

Beda utama ialah markcom harus mengurus seluruh buku yang mereka terbitkan, bahkan kadang-kadang sampai harus juga mengurus checker dan toko buku. Publisis lebih mengurus judul tertentu yang jadi tanggung jawabnya, mengusahakan agar buku tersebut bisa menonjol di antara buku lain, dan bisa mendapat perhatian yang bagus dari publik dan pembeli.

Tugas publisis lebih spesifik. Yang paling dasar ialah publisis harus menentukan kekuatan sebuah buku, menemukan subject matter yang dibahas penulis, dan kekuatan itu disebarkan kepada publik, agar publik dan media tertarik dengan isu tersebut, dan akhirnya menoleh pada buku itu. Publisis perlu mampu menghargai buku dan menonjolkan bahwa isi buku tersebut berharga untuk diperhatikan pembaca.

Kalau fasilitasnya lengkap, publisis bisa menyediakan semua bahan kebutuhan agar buku tersebut mendapat perhatian (misalnya press release, poster, leaflet, sinopsis, flash, dan sampai bikin situs).

* Apakah publisis itu seseorang yang bisa membantu membungkus sebuah novel agar bisa dibaca oleh banyak orang?

"Membungkus" sebuah buku merupakan kesepakatan sejak awal antara penerbit (diwakili penyunting) dengan penulis, yaitu mereka mau mengemas atau mendesain naskah itu seperti apa. Publisis menangani publisitas buku yang sudah terbit (sudah menjadi produk atau komoditas.)

* Apakah penerbit dan editor itu publisis juga?

Dari tugas utama dan kewajiban umum, ya. Penerbit besar punya divisi promosi yang bertanggung jawab memberi tahu buku baru, baik lewat iklan maupun katalog. Editor yang suka dengan naskah garapannya selalu senang bercerita lagi bila buku itu sudah terbit, apalagi bila mendapat perhatian luas. Tapi lazimnya, setelah selesai mengedit satu naskah, editor langsung pindah ke naskah lain. Naskah lama hanya mendapat perhatian ala kadarnya, karena ia memang harus beranjak ke naskah baru. Setelah terbit, buku lebih merupakan tanggung jawab bagian marketing, distribusi, dan promosi. Tujuan bagian ini pada dasarnya sama dengan keinginan penulis dan publisis, yaitu agar menjadi karya sekaligus produk (buku) yang perlu perlakuan tertentu biar mendapat perhatian yang pantas dan luas.

* Apa seorang penulis perlu publisis?

Fakta ini sebenarnya agak menyedihkan bagi para penulis, meskipun pertimbangan bisnisnya masuk akal. Penerbit idealnya memperhatikan publisitas setiap terbitannya, tapi harapan ini jarang terjadi. Dana promosi penerbit kebanyakan untuk seluruh terbitan, bukan buku tertentu---kecuali penerbit sejak awal memprioritaskan/mengunggulkan buku tertentu yang diperkirakan bisa menguntungkan mereka.

Saya dengar sendiri, staf di bagian promosi sebuah kelompok penerbitan besar mengaku tidak menyediakan dana promosi untuk judul buku tertentu, misalnya untuk launching, iklan, atau talkshow. Penulis yang pernah berhubungan dengan saya selalu bilang, penerbit menolak mendanai seluruh biaya launching, tapi harus kerja sama. Mereka hanya mau membayar item tertentu. Bahkan ada penerbit yang lebih pelit lagi, mereka menolak memberikan hadiah buku kepada media massa---meskipun di MOU penerbitan ada opsi "kelebihan" produksi kurang-lebih 100 eksemplar.

Saya suka bilang cara mempromosikan buku yang paling bagus ialah meminta opsi promosi khusus kepada pihak penerbit. Mungkin masing-masing penulis bisa menegosiasikan hal itu kepada bagian promosi maupun marketing. Tapi biasanya penerbit baru mau mempromosikan sebuah buku yang dalam pertimbangan mereka akan menguntungkan, baik dari sisi finansial maupun nama (brand, image, dan positioning.) Kalau begitu kondisinya, penulis harus bisa mengungkapkan keunggulan buku itu dan meyakinkan penerbit bahwa buku itu pantas dipromosikan.

Alternatif lain ialah penulis atau penerbit harus menyewa seorang publisis, ia bertugas memperlihatkan keunggulan bahwa buku tersebut pantas diperhatikan publik, dan akhirnya dibeli pembaca.

Tugas publisis bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan target, mulai dari menulis press release, menyediakan informasi, menggalang peresensi, mengadakan jumpa pers, sampai mengusahakan agar buku atau penulis bisa tampil di talkshow atau acara yang relevan dengan buku dan citranya.

Saya baca salah satu faktor utama Laskar Pelangi sukses ialah ada organizer khusus yang menangani setiap event terkait buku itu dan Andrea Hirata. Saya perhatikan, dulu di awal-awal terbit, komentar soal Laskar Pelangi sangat banyak muncul di milis pasarbuku@yahoogroups.com. Menurut saya itu sangat mempengaruhi awareness publik pada produk tersebut.[]

ANWAR HOLID bekerja sebagai editor, penulis, publisis. Blogger @  http://halamanganjil.blogspot.com.

KONTAK: wartax@yahoo.com | HP: 085721511193 | Panorama II No. 26 B Bandung 40141

2 comments:

Anonymous said...

Support ME, thanks. :D
Bisnis Online & Bisnis Internet

[HALAMAN GANJIL] & TEXTOUR said...

baiklah. makasih ya.