Thursday, April 29, 2010


Cara Cepat Menghakimi Buku
--Anwar Holid

Apa yang harus dilakukan seseorang bila ia ingin segera bisa memperkirakan subjek sebuah buku? Mula-mula orang tersebut mesti memperhatikan anatomi buku. Sofia Mansoor-Niksolihin, mantan direktur Penerbit ITB, berpendapat secara umum anatomi buku terdiri dari tiga bagian:

1. Halaman awal, yaitu segala halaman yang isinya berupa materi non isi naskah karya penulis. Ciri bagian ini antara lain halamannya menggunakan angka romawi kecil. Halaman awal antara lain berisi: halaman copyright, daftar isi buku, halaman persembahan, pengantar, ucapan terima kasih, slogan, dan lain-lain.

2. Halaman isi (nas), yaitu isi utama yang dijelajahi oleh penulis.

3. Halaman penyudah, yaitu sesudah halaman isi selesai. Cirinya antara lain berupa: catatan, lampiran, daftar buku (bibliografi), indeks (penjurus), kredit foto, dan sejenisnya.

Bagaimana cara kita agar bisa lebih cepat menyimpulkan subjek sebuh buku, baik sebelum memutuskan membeli atau membacanya maupun mengategorikan buku itu masuk jenis apa.

Pertama, baca sinopsis (book description) yang ada di cover belakang (back cover). Tentukan kira-kira sinopsis buku itu subjeknya tentang apa? Namun seiring perkembangan komunikasi marketing dan pentingnya posisi back cover, penerbit kini cenderung mengubah book description sebagai cara untuk mempersuasi calon pembaca alih-alih menerangkan isi buku dengan jernih. Mereka bisa membungkus sinopsis sambil membangkitkan penasaran, provokasi, bahkan kalau perlu sekalian menggantinya dengan tumpukan blurb dari orang-orang terkemuka yang dinilai akan mampu menaikkan daya jual.

Kedua, baca cepat pengantar penulis, bab pendahuluan atau pertama, bisa juga pengantar orang lain yang biasanya ada di bagian awal. Tentukan semua pembicaraan mereka kira-kira mengarah pada subjek apa?

Ketiga, kalau masih ragu, cari informasi tambahan lain tentang buku itu, antara lain berupa resensi, informasi dari di internet, atau detail produk buku bersangkutan---biasanya ada di website penerbit masing-masing atau di toko buku online.  Penelusuran ini mudah dilakukan berkat adanya search engine seperti Google. Situs ensiklopedia gratis seperti Wikipedia bahkan sering menyediakan informasi lebih lengkap tentang sebuah buku, ditambah link sumber terkait dan penerimaan publik terhadap buku itu.

Perhatian: jangan tertipu oleh judul. Kita harus sensitif dan perhatian terhadap judul. Contoh sebuah buku berjudul: "BOB MARLEY dan 11 Cerpen Pilihan Sriti.com 0809." Di toko buku Gramedia Merdeka, Bandung, buku ini ditaruh di rak "biografi", sementara di toko buku Gramedia Parisj van Java ditaruh di rak "sosial politik." Kecerobohan ini pasti terjadi karena petugas toko buku terkecoh oleh nama "BOB MARLEY"---yang memang lebih terkenal sebagai penyanyi, atau mirip seorang tokoh massa dan pemimpin gerakan sosial, padahal jelas-jelas lanjutan judul itu---yaitu "dan 11 Cerpen Pilihan Sriti.com 0809"---sudah pasti mengacu ke buku cerpen, atau minimal mengarahkan pikiran orang pada sastra dan fiksi. Orang memang suka tergesa-gesa menyimpulkan, dan celakanya salah.

Nah, kalau buku berjudul "Biola Tak Berdawai" kira-kira akan masuk rak mana? Bagian buku musik atau keterampilan?

Kesalahan-kesalahan mendasar seperti itu kini membuat penerbit berusaha sedini mungkin memposisikan klasifikasi buku sejelas mungkin, bahkan mereka menugaskan "checker" agar memantau bahwa buku tersebut masuk ke rak yang tepat. Di cover belakang kini umum ada keterangan seperti NON FIKSI, FIKSI, MEMOAR, CULTURAL STUDIES, BIOGRAFI, PANDUAN, PSIKOLOGI, PUISI, MASAKAN, REFERENSI, HOW TO, SEJARAH, MOTIVASI, FILSAFAT, AGAMA ISLAM, dan lain sebagainya. Ini sebenarnya sudah membantu calon pembaca dan pihak toko buku, walaupun terasa terlalu umum. Perhatikan intensitas penerbit; bisa jadi buku itu memang betul biografi, misalnya biografi seorang tokoh agama. Nah, lantas mau ditaruh di mana buku seperti itu: rak "agama" atau "biografi"? Di sinilah pentingnya keputusan pemilah klasifikasi buku.

Contoh lain bila ada buku berjudul "Humor Gus Dur", kira-kira lebih pas masuk bagian buku humor (kalau ada), ke bagian sosial-politik, atau malah biografi? Di sini pentingnya menentukan isi buku minimal dari sinopsis dan pengantar.

Semoga Anda tepat mengambil buku sesuai keinginan, tidak terkecoh dan salah pilih.[]

Anwar Holid bekerja sebagai editor, penulis, dan publisis. Blogger @  http://halamanganjil.blogspot.com.

KONTAK: wartax@yahoo.com | HP: 085721511193 | Panorama II No. 26 B Bandung 40141.

No comments: