Wednesday, March 23, 2011

How to Save PDS HB Jassin

Aku cukup kaget mendapati fakta ternyata Dewan Pembina Yayasan PDS HB Jassin adalah Ajip Rosidi. Tapi justru karena fakta itu mendadak aku kepikiran sesuatu: semoga upaya penyelamatan lembaga itu bisa jadi jauh lebih mudah. Kita anggap aksi Koin Sastra sebagai bonus saja.

Kira-kira begini caranya:

1/ Jual lukisan koleksi Ajip Rosidi. Aku pernah dengar dari seseorang bahwa Ajip Rosidi punya banyak sekali koleksi lukisan karya maestro seni rupa Indonesia. Mungkin salah satu koleksi beliau harganya lima miliar satu lukisan? Kalau iya, alhamdulillah. Itu bisa menutup banyak biaya. Ditambah janji sumbangan satu miliar dari Fauzi Bowo kemarin, paling kotor bisa terkumpul enam miliar. Mungkin Fauzi Bowo akan malu kalau sumbangannya lebih rendah dari orang tua, dan karena itu kita bisa berharap dia akan menggelontorkan sumbangan lebih besar lagi.

2/ Kita mohon sumbangan (dengan sindiran ala pengamen: mohon pengertian) baik kepada para penerbit penghasil bestseller dan penulis bestseller, seperti Kelompok-Kompas Gramedia, Kelompok Agromedia, Kelompok Mizan, Ayu Utami, Edy Zaqeus, Bambang Trim, Raditya Dika, Andrea Hirata, Ahmad Fuadi, Asma Nadia, Andreas Harefa, Jonru, dan seterusnya dan sebagainya. Insyaallah mereka pada mau bantu. Bukankah aksi ini demi menolong sesama teman yang lagi kesulitan?

3/ Minta aksi amal dari para penulis yang jadi politisi maupun penguasa, seperti Rieke Diah Pitaloka, Fadel Muhammad, dan jangan lupa suami-istri SBY dan Ani SBY. Bukankah mereka semua peduli sastra, bahkan dua nama terakhir itu rela menggelontorkan uang untuk proyek-proyek penulisan bukunya? Menyumbang untuk lembaga sastra tentu sangat mulia dan insyaallah bayarannya ialah reputasi yang terjaga di mata publik.

4/ Mengajukan dana hibah ke CSR-CSR bikinan perusahaan kaya. Coba bikin proposal program ke yayasan-yayasan seperti Sampoerna Foundation, Djarum, Bir Bintang, Pertamina, perusahaan BUMN, multinasional, dan seterusnya, termasuk ke yayasan amal luar negeri seperti Ford Foundation. Semoga ada yang terkabulkan. Dana mereka biasanya besar dan bisa untuk membiayai banyak keperluan operasional dan manajemen. Janganlah gampang alergi terhadap sumbangan, termasuk dari Nasdem sekalipun. Yang penting kan bisa dimanfaatkan.

5/ Menggalang sumbangan dan kerja sama dari semua pihak yang peduli sastra, penerbitan, dan perbukuan, baik dari Teater Salihara, kelompok Boemipoetra, termasuk orang yang merasa memiliki passion sastra seperti aku sendiri.

Semoga bermanfaat. Semoga dengan begitu PDS HB Jassin kembali jaya.

Wasalam,


Anwar Holid, aka Wartax
Penulis Keep Your Hand Moving (GPU, 2010).
Tanah Abang, 22 Maret 2011