Showing posts with label REVIEW PRODUK. Show all posts
Showing posts with label REVIEW PRODUK. Show all posts

Saturday, June 02, 2012



FIELD SCRIPT (Arloji Quartz)
---Anwar Holid
   
Dengan harga fantastik yang dirahasiakan, aku beli arloji quartz (batere) model jam militer merek FIELD SCRIPT buatan J-Axis Watch, Jepang. Desain jam ini simpel, terkesan tegas, dan kondisinya OK banget. Masih mulus, mengkilap, enak dilihat. Wadahnya berbentuk lingkaran terbuat dari stainless steel, disertai pelindung crown (pemutar). Jarum penunjuk jam dan menit berbentuk pedang, sementara jarum detiknya mirip anak panah warna merah.

Desain FIELD SCRIPT sangat tipikal jam militer, sehingga kalau mau kita bisa dengan mudah melacak atau mencari kemiripannya dengan berbagai model jam militer keluaran merek-merek lain. Ciri utama dari jam militer ialah ia lazimnya menggunakan penunjuk angka arab (angka romawi atau tanda lain sangat jarang digunakan) dengan sub-dial 24 jam, sering menggunakan tali nilon atau kulit warna khaki (hijau kecokelatan), dan jarum penunjuk maupun angkanya dilapisi bahan yang bisa menyala kala gelap. FIELD SCRIPT memiliki ciri itu semua. Tapi karena jam ini mungkin bukan jam militer asli yang digunakan tentara melainkan cuma 'rasanya' berkarakter militer, nyalanya sudah redup. Ia baru menyala terang kalau didekatkan dulu ke sumber cahaya. Dari desainnya kita tahu bahwa jam militer memang lain dengan jam untuk tampil (dress watch) yang biasanya terlihat lebih elegan dan mentereng. Menurut saran etiket, jangan sampai jam militer dipakai dalam situasi formal seperti meeting. Jam seperti ini cocoknya dipakai waktu beraktivitas informal terlebih-lebih yang sangat aktif seperti main dan olahraga.

Pelindung crown pada FIELD SCRIPT di satu sisi mengamankan crown dari kecelakaan, tapi akibatnya sedikit mengurangi kebebasan bila kita sedang mengatur waktu. Untuk arloji quartz biasa, tiadanya fitur tanggal dan hari pastilah menjadi kekurangan yang amat terasa. Tapi lagi-lagi, secara tradisional jam militer memang cuma berfungsi sebagai penunjuk jam, menit, dan detik, bukan yang lain-lain. Karena itu barangkali hal ini bisa dipahami. Info water resistance 10 BAR di dial berarti jam ini aman bila tetap digunakan ketika mandi, renang, apalagi wudhu. Tapi tidak untuk yang lebih berat, misalnya scuba diving.

Arloji quartz selalu memiliki akurasi yang lebih baik daripada jam mekanik (otomatik). Meski begitu ia kurang favorit di mata para peminat horologi. Salah satu penyebab utamanya ialah arloji quartz dinilai 'tidak punya nilai seni' karena bisa jadi ia tidak memiliki mesin (movement) rumit dan artistik yang mengagumkan serta asyik untuk diperhatikan. Tapi banyak orang ternyata sudah cukup senang bila jamnya bisa diandalkan sebagai penunjuk atau pengingat waktu. FIELD SCRIPT pun mampu berfungsi seperti itu dengan baik.[]

Tertarik pada arloji maupun benda vintage keren lain? Pls klik http://garasiopa.com.

FIELD SCRIPT orisinal, dari sini http://global.rakuten.com/en/store/jimu/item/008413k

Sunday, October 17, 2010


[REVIEW PRODUK]

Perekam Suara Digital ICR-FP550 Sanyo
---Anwar Holid

Dengan menunda kewajiban bayar tagihan rutin bulan Oktober 2010 ini, aku membeli perekam suara digital (digital voice recorder) untuk menunjang karir. Aku berharap perabot ini memudahkan pekerjaan, karena faktanya berkali-kali selalu ada fase aku harus menggunakan alat seperti itu, yaitu ketika wawancara atau merekam pembicaraan. Biasanya alat ini disediakan klien atau pemilik proyek, sampai terakhir kali aku kesulitan mendapatkan saat butuh untuk menyelesaikan pekerjaan. Dengan memilikinya, aku siap merekam atau wawancara kapan saja.

Awalnya aku ingin barang yang sudah biasa aku gunakan, yaitu alat keluaran pabrik S. Tapi karena harganya meningkat tajam dari info yang aku dapat dan spesifikasinya juga berlebihan, akhirnya aku beli barang ini, yang harganya Rp.750.000,-

"Ini biasanya dipakai mahasiswa dan dosen, pak," promo penjualnya. Oh, jadi aku disangka mahasiswa atau dosen, bukan profesional atau wartawan. Aku mengira mungkin para wartawan asli dia tawari produk S itu. Tapi ah, aku juga biasa menggunakan benda itu kok.

Penjual menerangkan keunggulan dan memperagakan penggunaannya. Di tangannya, semua berjalan lancar. "Ini juga bisa menjadi mp3 player," tambahnya. Sebenarnya, selain mp3, alat ini bisa memainkan file wma (file audio standar dari Microsoft).

Pada dasarnya aku enggak butuh mp3 player; jadi aku anggap kemampuan itu sebagai bonus. Dengan begitu sekarang aku akan bisa dengar lagu lagi kalau sedang ada di angkot atau tengah di jalan---seperti dulu kala masih punya Walkman atau Diskman. Ini cukup menyenangkan. Beberapa bulan lalu aku survey harga iPod, dan menurutku harganya terlalu mahal hanya untuk mendengar lagu.

Setelah mengutak-atik mode penggunaan dan baca manual, alat ini cukup mudah digunakan. Mungkin awalnya terasa agak ribet, tapi dalam beberapa kali percobaan, gampang dikuasai. Kalau sedang merekam, dengan pencet tombol rekam, ia otomatis jadi "pause", dan kalau pencet "stop" langsung jadi satu file save. Hasilnya berupa file mp3 dengan kualitas suara memuaskan dan bisa dibuat dalam tiga mode. Dengan kapasitas 1 GB, kita bisa merekam apa saja untuk waktu yang lama. Alat ini merekam file secara otomatis ke dalam enam folder yang sudah disediakan. Di satu folder kita bisa merekam sampai 99 file; ia total bisa menyimpan 594 file di semua folder.
______________________________________
DETAIL PRODUK

ICR-FP550
Jenis: perekam suara digital (digital voice recorder)
Produsen: Sanyo
Power: batere AAA x 2
Loudspeaker: 28 mm dia.
Dimensi: 46 x 98 x 19 mm
Berat: 40 g (tanpa batere)

KEUNGGULAN
* bisa menjadi stereo media player (file mp3 & wma)
* ada colokan untuk mik eksternal
* bonus sepasang batere AAA alkalin

KELEMAHAN
* enggak ada earphone
* lelet mengopi file mp3/wma dari komputer
______________________________________

Soal mp3 playernya, ICR-FP550 ini hanya bisa memainkan file dari dalam folder MUSIC, tidak bisa memainkan dari folder lain, meskipun di subfolder MUSIC yang sebenarnya bisa kita bikin sendiri dari komputer. Jadi ia hanya bisa memainkan file satuan yang disimpan di folder ini. Kalau mau memainkan satu album secara utuh dan berurut, kita harus mengaturnya secara manual, agar nanti terdengar secara sekuensial.

Kualitas suara mp3 playernya standar. Artinya, ini seperti Walkman biasa tanpa equalizer. Suara terdengar jelas, tapi enggak bikin kita tertegun karena sangat jernih atau canggih berkat hasil pabrikan yang hebat. Tapi minimal alat ini bisa menyetel album atau lagu favorit kamu.

Yang paling butuh kesabaran dari alat ini ialah bila kita mengopi file mp3/wma ke folder MUSIC, leletnya minta ampun. Rasanya lambat sekali. Entah kenapa begitu, padahal kalau kita mengopi file hasil rekamannya, kinerja normal. Dengan tuntutan akan kecepatan yang luar biasa di zaman ini, rasanya keterlaluan bahwa untuk mengopi file satu album saja kita butuh waktu beberapa puluh menit.

Secara keseluruhan alat ini memuaskan. Aku sudah menggunakannya di dua keperluan. Pertama di aula GKI Taman Cibunut, Bandung, tempat diskusi novel Only a Girl (Lian Gouw) yang menghadirkan sang penulis bersama Remy Sylado; kedua wawancara dengan Hari Utomo dari Planet Sains di Taman Ganesha. Hasilnya bagus; daya tangkapnya hebat. Aku bersyukur punya alat ini. Sekarang giliran pikir-pikir bagaimana cara membayar tagihan bulanan yang tertunda.[]

Anwar Holid bekerja sebagai penulis & editor. Buku barunya ialah Keep Your Hand Moving (GPU, 2010).

KONTAK: wartax@yahoo.com | http://halamanganjil.blogspot.com