Monday, March 02, 2009



Bersama-sama Mengupayakan Keluarga Bahagia

--Oleh Anwar Holid


Arvan Pradiansyah & Asma Nadia jadi magnet dalam talkshow The 7 Laws of Happiness for Muslim Family di Islamic Book Fair 2009. Kedua penulis setuju bahwa setiap suami-istri bisa mengupayakan keluarga bahagia.


JAKARTA - "Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, kemudian cintailah pasangan Anda," demikian salah satu saran Arvan Pradiansyah terhadap krisis yang kerap terjadi dalam keluarga Indonesia sekarang. Penulis buku The 7 Laws of Happiness ini sengaja dipasangkan dengan Asma Nadia untuk membicarakan topik vital yang merupakan perhatian semua pasangan suami istri. Arvan kali ini menggunakan ketujuh poin dalam The 7 Laws of Happiness untuk membangun kebahagiaan keluarga. Dalam buku itu dia cukup banyak menceritakan kasus rumah tangga, mulai dari hal yang "ringan" seperti cara sederhana mengungkapkan kasih sayang, sampai hal "berat" misalnya perceraian, perselingkuhan, juga kekerasan dalam rumah tangga.


Keluarga merupakan salah satu masalah paling personal yang bisa dialami setiap orang, sekaligus pengalaman paling general bagi umat manusia. Sayangnya, manusia justru kurang mendapat bekal memadai ketika mereka memasuki jenjang pernikahan. Pendidikan pranikah nyaris tidak diperhatikan banyak kalangan, kecuali ceramah singkat orangtua kepada anaknya menjelang mereka nikah. Sementara calon suami-istri menilai menjalani pernikahan itu sesuatu yang mudah.


Asma Nadia lebih menyoroti sisi perempuan, terutama sebagai istri. Ini terkait dengan tema bukunya yang akhir-akhir ini banyak mengolah curahan hati perempuan. Sejumlah orang bilang kepadanya, kenapa buku dia jadi terasa cengeng dan banyak menguras air mata? Asma menegaskan buku-bukunya justru untuk menguatkan kaum perempuan. "Bagaimana setelah luka itu dihikmati agar bisa menjadi cara kita menuju bahagia," katanya.


Problem keluarga dan rumah tangga memang begitu luas. Dari masalah peliknya hubungan suami-istri hingga ekonomi. Menarik, Arvan mengungkapkan data statistik bahwa masalah terbesar keluarga Indonesia justru perceraian yang dipicu oleh perselingkuhan dan ketidakharmonisan pasangan. Sementara ekonomi ada di peringkat bawahnya. "Ini menunjukkan bahwa kebahagiaan itu berawal dari pikiran, bukan dari harta benda," tegasnya. Dia juga menilai bahwa taraf perselingkuhan sekarang sudah gawat, sebab secara bawah sadar pun merasuk deras baik lewat lagu pop, sinetron, dan iklan.


Ketika ada peserta bertanya apa yang paling dasar harus dilakukan agar keluarga bahagia, Arvan menjawab tegas, "Sabar dan syukur." Sabar merupakan dua fondasi paling dasar The 7 Laws. Namun Arvan segera secara retorik bertanya, "Sabar seperti apa yang bisa membuat orang bahagia?" Yaitu sabar dalam pengertian aktif, bukan mengelus dada. Sabar di sini ialah berusaha terus, mengupayakan yang terbaik untuk melakukan perubahan. Misal saat pasangan bermasalah serius. Bila pasangan mau cerai, mereka mestinya mempertahankan pernikahan habis-habisan, apalagi ada faktor keluarga dan anak-anak di sana. Hal seperti ini malah jarang dilakukan. Beda bila orang bermasalah dengan perusahaan. Mereka menempuh berbagai cara agar kerja tetap langgeng dan perusahaan selamat.


"Biasanya, orang yang mau menikah terlalu berlebihan melihat sisi positif pasangannya, sementara kalau mau cerai selalu melihat sisi yang buruk-buruk, sisi positifnya dilupakan," tegas Arvan. Akibatnya perceraian terjadi dengan mudah, keluarga berantakan, dan orang-orang terdekat--terutama anak-anak--jadi trauma dan bermasalah.


Asma Nadia, berkat jaringan pembacanya yang sangat luas, kerap menjadi "keranjang sampah" sesama perempuan. Masalah itu mulai dari istri yang merasa terkungkung oleh beban rutinitas rumah tangga, perubahan peran dari lajang jadi istri, suami dianggap kurang romantis, atau malah abai terhadap perhatian istri. "Kita harus lebih fokus pada kelebihan pasangan, dan mensyukuri setiap keadaan pada diri kita," tuturnya.


Acara di Panggung Utama Islamic Book Fair ini dipadati peserta yang bertahan sampai acara tuntas. Mereka bahkan sudah tumpah di lantai dan mengerumuni batas arena ketika talkshow diawali doorprize oleh penerbit Mizan dan informasi manfaat Internet bagi keluarga oleh layanan Speedy.


Banyak peserta datang karena telah mengenal Arvan Pradiansyah sebagai host talkshow di berbagai radio. Sekarang dia membawakan acara "Smart Happiness" di Smart FM, Jakarta. Sementara Asma Nadia terkenal sebagai penulis prolifik dan salah satu tokoh organisasi penulis terbesar di Indonesia, Forum Lingkar Pena.[]

Copyright © 2008 BUKU INCARAN oleh Anwar Holid

Situs terkait:

Kontak dengan Arvan Pradiansyah dan Asma Nadia di http://www.facebook.com/

3 comments:

Bahtiar Baihaqi said...

Halo, Mas Kholid (sori gak konsisten, kadang pakai sapaan Mas Anwar, Mas sendiri suka yang mana?). Aku sengaja komen pakai alamat url di blogspotku karena kebetulan aku kemarin juga hadir di acara Mas Arvan-Asama Nadia ini dan serbasedikit aku tulis hasilnya di sana. Eh, tapi aku kok gak liat Mas Kholid ya; apa beda ma tampang pada foto2 di sini sehingga aku gak ngeh?
Tapi, sudahlah, mungkin lain kali aku bisa bertemu dengan Mas Kholid.
Ini saja oleh-olehku dari acara itu:
http://awamologi.blogspot.com/2009/03/cukup-7-cara-agar-bahagia-ala-arvan.html

[HALAMAN GANJIL] & TEXTOUR said...

aku cukup dipanggil wartax

Ya, semoga kita bisa ketemu suatu saat. aku juga sudah baca posting mas. makasih ya...

edi said...

Menulis itu buat saya sulit, jadi saya harus belajar nih dari yang Mas yg cukup produktif karyanya.