Tuesday, July 04, 2006

ALIF MIM RA
-----------
>> "haris fauzi" <harissolid@yahoo.com>


Konon, pada saat Muhammad merintis penyebaran agama Islam, beliau mendapat banyak hambatan. Pendukung beliau terlalu sedikit, sementara masyarakat yang menentang penyebaran Islam terlalu banyak. Belum lagi diperkuat status quo sistem pemerintahan, tokoh masyarakat dan kepemimpinan yang kebanyakan kontra dengan Muhammad.

Di antara tokoh yang seringkali menghambat dakwah Muhammad ada dua orang, yakni orang - orang yang bernama Umar dan Amru. Begitu hebatnya pengaruh penentangan kedua orang ini terhadap upaya Muhammad, hingga seringkali menyudutkan posisinya. Amru adalah analis ekonomi, pakar perdagangan, dan lagi dia menguasai ilmu hukum. Walaupun bukan pemimpin suatu suku ataupun kelompok masyarakat, Amru malah sering dimintai nasehat dan pendapat oleh para elite dan petinggi pemerintahan. Ucapannya sering dijadikan pedoman dan dijadikan landasan pengambilan keputusan pemerintahan kala itu. Umar kabarnya adalah tokoh kuat di suatu suku. Memiliki mental baja, pemimpin dan organisator ulung, serta menguasai jaringan mafia hingga ke dunia hitam. Cerdik, cerdas, berani. Disamping memiliki banyak anak buah yang sangat loyal, Umar juga menjalin hubungan yang baik dengan pemerintahan untuk melawan mafioso dari suku lain. Bagaimanapun juga sektor ilegal harus mampu dirangkul oleh pemerintah, dan Umar adalah orangnya.

Di suatu malam, Muhammad berdoa kepada Tuhannya,"...Ya Allah, berilah hidayah Islam kepada salah seorang dari kedua Alif Mim Ra. Sehingga dia bisa memeluk Islam dan membantuku menyebarkan Agama-Mu...". Dalam bahasa arab, huruf 'Alif' berarti vokal. Bisa 'A', 'I', atau 'U'. Huruf 'Mim' sepadan dengan konsonan 'M'. Sementara'Ra' sepadan dengan 'R'. Baik Umar maupun Amru memiliki huruf arab yang sama, yakni Alif Mim Ra. Dan dengan permohonan Muhammad ini, maka turunlah Hidayah Tuhan kepada Umar. Setelah memeluk Islam, Umar bin Khattab termasuk sahabat pilihan Muhammad, hingga sempat menjadi khalifah kedua setelah Abubakar. Sementara Amru bin Hisjam sampai meninggalnya tidak sempat mengecap hidayah Islam dan selama hidupnya terus merongrong jalannya dakwah Islam. Dia populer dengan julukan Abu Jahal, yang artinya 'Bapak Kebodohan'.[]
haris fauzi - 22 Juni 2006 salam,
haris fauzi

www.kenisah.solid.or.idkenisah.blogspot.com

1 comment:

estananto said...

thanks, wartax...