Monday, April 09, 2012

Dari Blog Jadi Buku Best-Seller
Acara: Gathering Blogger Mizan 2012
Bandung, Sabtu, 7 April 2012
Tempat: The Amaroossa Hotel, Bandung

Penerbit Mizan mengadakan Gathering Blogger Mizan 2012 diikuti lima puluhan blogger dari berbagai kota di Indonesia. Gathering itu bertema From Blog to Best-Seller Book, tujuannya berusaha mendekatkan penerbit Mizan dengan bakat-bakat baru di dunia penulisan untuk diterbitkan dan meramaikan industri buku.

"Blog mereka punya potensi menjadi buku," demikian kata Yuliani Liputo, ketua panitia acara. Mizan menyeleksi para blogger terutama berdasarkan frekuensi update, jumlah pengunjung, dan komentar atas tulisan mereka. Tema blog beragam, mulai dari kuliner, pelesir dan perjalanan (travelling), mode, pendidikan, humor, fiksi, termasuk diari. Penerbit Mizan percaya, dengan kerja sama dan sedikit sentuhan editorial, isi blog mereka bisa menjadi buku yang menarik dan bisa meraih pembaca lebih luas. Dari sana, jalan menjadi penulis yang sukses pun menjadi terbuka.

Sebagian blogger memang belum terbiasa berhubungan dengan penerbit, bahkan ada yang mengaku tidak tahu persis apa daya tarik utama blog mereka bagi pembaca. Yang mereka tahu ialah mereka rata-rata menulis karena suka (hobi) dan mencintai subjek yang sering mereka tulis. Dari situ tulisan mereka kerap dibaca orang, baik oleh kawan dekat maupun pengunjung yang lama-lama akhirnya berteman juga.

Pengalaman Muhammad Assad, blogger yang jadi narasumber acara itu, tampaknya tipikal di dunia blog. Dia baru berani memutuskan menawarkan isi blognya ke penerbit setelah didorong oleh kawan-kawan yang suka membaca dan mengomentari tulisannya. Dari sana terbit buku Notes From Qatar yang jadi best-seller. Dengan penerbit Mizan dia berencana menerbitkan buku Good Morning Qatar.

Narasumber lain di gathering itu ialah Pidi Baiq, penulis Drunken Monster dan Drunken Mama. Dia menyatakan hal terpenting dalam kreativitasnya ialah nyali. Itu sebabnya dia menulis saja tanpa teori. "Seandainya semua orang mengabaikan teori, maka semua orang bisa berkarya," kata dia penuh semangat.

Sosial media telah terbukti menarik banyak penerbit sebagai sumber naskah buku. Sudah banyak buku best-seller dari berbagai genre yang awalnya muncul di blog. Blogger maupun penulis pemula yang cerdik memanfaatkan semua kelebihan jejaring sosial media untuk berinteraksi, mempublikasi tulisan, menyebar info, juga memperbanyak teman dan pengaruh. Media sosial juga semakin mengerucut dan terhubung, mudah digunakan. Para blogger merasa bahwa blog merupakan media menulis yang paling simpel dan jujur.

Memang kebanyakan tulisan yang diterbitkan dari blog bertema kesenangan (leisure), populer, dan keseharian, tapi potensi dari sana mampu mengguncang industri buku dan mempengaruhi banyak pembaca. Penerbit Mizan berharap kegiatan seperti ini mampu menghubungkan blogger lebih akrab dengan penerbit, baik dari segi keredaksian maupun promosi.[]

Anwar Holid, blogger @ http://halamanganjil.blogspot.com.

Situs terkait:
www.mizan.com
FB: Penerbit Mizan
t: @penerbitmizan

1 comment:

milliyya said...

Iya kang semoga komunikasi antara penerbit dan penulis jadi gampang :)