Thursday, April 12, 2012


Jika Kawan Dekat Menganggap Kamu Hantu

GHOST WORLD
Sutradara: Terry Zwigoff | Penulis: Terry Zwigoff dan Daniel Clowes, berdasar pada serial komik karya Clowes | Produser: Lianne Halfon, John Malkovich, dan Russell Smith | Distribusi: United Artists | Durasi: 111 menit | DVD dengan English subtitle.

Pemain: Thora Birch (Enid), Scarlett Johannson (Rebecca), Steve Buscemi (Seymour)


Berbeda dengan kebanyakan teman-temannya, Enid dan Rebecca memutuskan untuk tidak kuliah setelah lulus SMU. Mereka ingin pisah dari orang tua, tinggal bareng di apartemen, kerja, hidup mandiri. Tapi tanpa pekerjaan dan dukungan finansial, rencana itu sulit terwujud. Apalagi Enid harus menempuh kursus kelas seni terlebih dahulu.

Meski tipe "best friend forever", suka berbagi banyak hal, sering iseng bareng, dan sama-sama tidak populer di kalangan temannya, Enid dan Rebecca berbeda cukup mencolok. Enid eksentrik, suka seni dan musik, dan susah basa-basi. Rebecca cenderung bisa "normal", dan itu membuat Rebecca lebih cepat dapat kerja dan mudah "terarah."

Suatu hari Enid dan Rebecca bermaksud mempermainkan Seymour, seorang pria yang memasang iklan personal mencari kenalan perempuannya. Pria ini ternyata sudah berumur, canggung, jomblo. Setelah diselidiki, dia seorang penjual sekaligus kolektor rekaman (vinyl) dan benda-benda seni. Pengetahuannya di dunia musik luar biasa dan langka, tahu nyaris sedetil-setilnya. Enid segera tertarik pada Seymour dan masuk ke dalam kehidupan pribadinya, sementara Rebecca mulai bisa menikmati hari-hari kerjanya.

Berkat keeksentrikannya, Enid mendorong Seymour agar meraih hidup normal, terutama dalam berhubungan dengan wanita. Tapi usaha itu sering gagal karena Seymour jauh lebih tertarik pada rekaman beserta segala aspeknya, sesuatu yang cukup sulit dibagi apalagi pada perempuan dengan selera kebanyakan. Koleksi seni Seymour yang langka menolong Enid mewujudkan niatnya membuat karya yang berpengaruh, meski ujung-ujungnya proyek seni itu membuatnya kecewa karena terlalu kontroversial dan malah menyebabkannya gagal mendapat beasiswa kuliah. Hubungan dengan Rebecca lama-lama juga mulai retak, apalagi Enid sulit bekerja sehingga mereka berdua gagal menyewa apartemen bareng---kenyataan yang membuat Enid benar-benar marah dan merasa nelangsa.

Kekecewaan, sering disalahpahami membuat Enid putus asa dan ingin kabur dari kondisi itu. Di ujung kecewa, pada suatu sore dia menyaksikan bahwa bus yang setahu dia trayeknya sudah ditutup, ternyata akhirnya mengangkut seorang kakek yang setiap hari menunggu-nunggu kedatangan bus itu. Terdorong oleh ilusi itu, akhirnya secara absurd Enid pun menanti bus itu dan siap-siap pindah.

Meski bergenre drama komedi, Ghost World bukanlah tipe komedi haha, melainkan bisa membuat kita tertegun. Film seperti ini ujung-ujungnya malah mengharukan bukan karena koflik besar dan harus diselesaikan dengan heroik, melainkan karena terbayang kita pun bisa mengalami hal-hal seperti itu. Ia memikat karena berhasil menyajikan situasi misfit (salah sangka/tempat) yang tetap harus dihadapi dalam berhubungan dengan orang-orang dekat. Apalagi di situ ada kesenjangan generasi, baik dengan orang dewasa, orangtua, juga norma masyarakat. Ghost World menghadirkan masalah secara subtil dan kecil-kecil. Orang salah paham terhadap orang lain, dan itu membuat mereka kecewa, padahal dia hanya terlambat sedikit lagi untuk memaklumi yang sebenarnya. Pernah Seymour di satu fase sakit hati karena sadar awalnya dia adalah bahan olok-olok Enid dan Rebecca, dan baru terhenyak ketika melihat di diari Enid bahwa seiring waktu kenyataannya gadis ini justru sayang dan menjadikan dirinya sebagai pahlawan.

Ghost World seperti menguatkan bahwa orang pada akhirnya akan terserap ke dunia masing-masing, menyiratkan betapa masuk ke dalam hati seseorang secara menyeluruh, apa adanya butuh kelapangan hati dan pengorbanan besar, bahkan sangat mungkin harus diuji dengan makan hati lebih dulu.[]

Anwar Holid, blogger @ http://halamanganjil.blogspot.com

DVD dan komik Ghost World tersedia di Kineruku.

3 comments:

baghendra said...

salam kenal kang anwar holid...
makasih referensi filmnya, langsung cari..

[HALAMAN GANJIL] and TEXTOUR said...

sama-sama! makasih ya sudah baca review simpel ini. senang kenalan dengan kamu. wasalam.

Wildan Nugraha said...

Film keren Kang! Saya suka endingnya.