Monday, October 27, 2008




"Kunci kebahagiaan itu ada dalam pikiran," Kata Arvan Pradiansyah
-------------------------------------------------------------

Di buku terbarunya, Arvan Pradiansyah membicarakan prinsip meraih kebahagiaan.


JAKARTA - "Buku tentang cara meraih kesuksesan sudah banyak, tapi buku tentang mencapai kebahagiaan masih sedikit; padahal banyak orang yang sukses ternyata tidak bahagia," demikian kata Arvan Pradiansyah di awal talkshow The 7 Laws of Happiness yang diadakan di MP Book Point, Jumat, 24 Oktober 2008. Talkshow dipandu oleh Mutia Shahab dan acara tersebut akan ditayangkan Jak TV.

The 7 Laws of Happiness (Kaifa, 2008) sudah berada di rak-rak toko buku sejak awal Oktober. Pada 27 September 2008 lalu, buku tersebut pertama kali didiskusikan lewat teleconference di Islamic Center, Kompleks Graha Hijau 2 dan Masjid Villa Cendana. Sejak terbit, sejumlah orang telah mengomentari buku keempat Arvan tersebut, di antaranya ialah Hernowo, penulis Mengikat Makna yang terkemuka sebagai ahli kepenulisan dan editor senior. Hernowo menyatakan: "Buku terbaru Arvan ini memiliki ragam-bahasa-tulis yang indah-menenteramkan. Kita akan setuju dengan apa yang dikatakannya: Jadi, kunci kemenangan sebenarnya ada di dalam pikiran kita dan sangat bergantung pada pikiran yang kita pilih. Sebaliknya, jika memilih pikiran positif, kita akan senantiasa diliputi rasa bahagia."

Di Facebook, situs jaringan sosial, Sari Meutia menulis: Saya baru mulai membaca buku The 7 Laws of Happiness, dan saya mulai dari bab Gratefulness dan Patience karena saya rasa bersyukur dan sabar ini sesuatu yang mudah kita ucapkan, tapi sulit sekali dilaksanakan. Terima kasih atas pencerahan yang saya dapatkan dari buku bapak. Saya sangat merekomendasikan buku ini untuk dibaca karena urutan penulisannya, pemuatan kutipan yang sangat mencerahkan, dan fontnya yang menyenangkan untuk dibaca, bahkan untuk orang-orang berusia lanjut. Sementara itu Mirza Dewi Yanti berkomentar: Saya sudah baca buku The 7 Laws of Happiness. Saya beruntung membacanya karena isi di buku ini adalah rangkuman dari kepingan-kepingan temuan saya dari beberapa pendapat orang-orang yang saya hormati.

Arvan Pradiansyah dikenal sebagai fasilitator pengembangan SDM, pembicara publik, host talk show, dan kolumnis. Dia menggunakan latar belakang keahliannya di bidang SDM untuk menghasilkan kolom dan buku-buku inspirasional, dengan rentang subjek mulai dari kepemimpinan, manajeman, profesionalisme, sampai manajemen kehidupan. Tiga buku pertamanya terserap pasar dengan baik dan semua sudah cetak ulang, bahkan Cherish Every Moment (2007) kini bisa diakses melalui Amazon.com. Di kalangan pendengarnya, Arvan kerap dijuluki sebagai "Your personal inspirator."

Di talkshow tersebut Arvan menyatakan bahwa dia berniat menebarkan tujuh vitamin kehidupan yang bahagia ke dalam pikiran pembaca. "Kunci kebahagiaan ada dalam pikiran. Pikiran orang yang bahagia akan menghasilkan kebaikan." Dia menyarankan agar orang lebih banyak mengonsumsi "makanan positif" masuk dalam pikiran, karena studi membuktikan kebanyakan orang justru sakit psikis (jiwa) karena pikirannya terganggu. Orang yang berpikir positif cenderung mampu melakukan hal-hal yang terbaik dalam kehidupannya.

Pendapat ini sejalan dengan studi psikologi positif yang dikembangkan Martin E.P. Seligman, terutama dalam buku Authentic Happiness (2002). Pada akhir tahun itu pula Arvan menyatakan bahwa ide tentang The 7 Laws of Happiness sudah muncul. Dia mengembangkan konsep itu pada 2004; namun kesibukan yang begitu padat, termasuk kehilangan data naskah di hard disk, membuat buku ini baru selesai pada pertengahan 2008.

"Fondasi kebahagiaan itu sabar," tegas dia, sambil mengoreksi bahwa sabar di sini bukan mengelus dada, melainkan terus mencari jalan lain agar berhasil menyatukan pikiran, badan, dan jiwa dalam satu tindakan. Setelah sabar, ada enam lagi hukum kebahagiaan, yang puncaknya ialah surrender, yakni berserah diri (pasrah) kepada Tuhan.

Begitu talkshow selesai, Arvan dikerubungi para pendengar yang ingin lebih lanjut membicarakan pemikirannya. Sebagian pengunjung membeli The 7 Laws of Happiness dan meminta tanda tangannya. "Buku ini untuk kado saudara saya yang akan menikah," kata seorang perempuan yang sekaligus membeli dua kopi buku tersebut.[]


Oleh Anwar Holid

Copyright © 2008 BUKU INCARAN

Situs terkait:
http://www.ilm.co.id
http://www.mizan.com

4 comments:

liza fathiariani said...

assalamualaikum mas wartax,..ini liza, masih ingat ngga? peserta seuramoe teumuleh yang pernah mas adakan bersama teman2 mas yang lain... kebetulan waktu baca2 di milis penulis lepas ada alamat blog mas,..gimana kabar mas n keluarga serta ilalang?

[HALAMAN GANJIL] & TEXTOUR said...

Salam lagi,

Halo liza, insya Allah saya ingat.

Kami kabar baik.

Aku kadang-kadang masih email-emailan dengan anak Banda Aceh, sekarang yang lagi sering ialah Nurul Falah---teman sejurusan kamu kan?

Wasalam,

wuaduhduh said...

Maafkan, saya hanya dapat memandang tulisanmu dengan sedih.
Kebahagian kaucari tidak pada tempat yang benar.

Sepertinya ilmu-ilmu klasik tentang kebahagian sudah tidak berarti bagimu.
Padahal kebahagiaan bergantung pada kesadaran. Bukan sekedar akal dan perasaan.

Maaf sekali lagi.
Semoga Allah segera karuniakan bimbinganNya padamu.

Wasalamu 'alaina.

Buku Islami said...

kebahagian adalah satu satunya yang dicari dalam hidup...