Monday, December 29, 2008


UNDANGAN TALKSHOW THE 7 LAWS OF HAPPINESS

Resolusi Tahun Baru untuk Hidup yang Lebih Bahagia
--Oleh Anwar Holid


Tiga bulan terakhir menjelang tahun 2009 ini kita dihantui oleh bencana "Krisis Finansial Global." Secara mengejutkan, krisis yang berdampak besar-besaran ini justru berasal dari negara adidaya Amerika Serikat. Lepas dari bahwa semua pihak bahu-membahu mengatasi persoalan ini, toh pengaruh buruknya telah terasa oleh kita semua, yang paling terasa ini ialah melonjaknya harga, baik untuk barang kebutuhan pokok dan sekunder.

Bagaimana dengan peralihan menuju tahun 2009 yang sebenarnya hanya selisih sedetik saja tepat ketika tengah malam menjelang 1 Januari 2009 nanti?

Time waits nobody, lantun Freddie Mercury. Waktu meninggalkan siapapun; ia jalan terus. Tinggal orang sibuk dan pontang-panting mengisi kehidupannya, berusaha waras menghadapi berbagai peristiwa, yang kadang-kadang bisa begitu berat, menegangkan, melelahkan, bahkan mengancam keselamatan dan kebahagiaan. Mestikah kita kalah oleh berbagai krisis, apa pun bentuknya? Haruskah kita khawatir pada ketidakpastian dan ancaman, seabstrak apa pun perwujudannya? Dan kalaupun kita memang mesti kalah, bagaimana cara paling pantas menghadapinya? Sebab dalam kehidupan ini ada kala kita harus tertunduk menghadapi bencana, sakit, salah prakiraan, maupun kecewa. Arvan Pradiansyah, seorang konsultan SDM yang juga penulis dan pembicara publik, pernah berkata, "Kalau kamu kalah, jangan sampai kamu kehilangan pelajaran."

Kaifa--penerbit yang fokus pada dunia pembelajaran, motivasi, dan manajemen--menggandeng Arvan Pradiansyah untuk bersama-sama mengajak masyarakat memasuki dan mengisi 2009 ini dengan iktikad yang cukup lain, yaitu agar menjalani hidup yang lebih bahagia. Mereka akan mengadakan talkshow dengan topik "Resolusi Tahun Baru untuk Hidup yang Lebih Bahagia." Acara ini terbuka untuk umum, akan dilaksanakan pada Sabtu, 3 Januari 2009, pukul 14.00 WIB, di toko buku Gramedia Matraman, Jalan Matraman Raya 46-48 Jakarta 13150.

Kaifa menerbitkan buku keempat Arvan Pradiansyah , The 7 Laws of Happiness (423 h.), pada Oktober lalu, dan kini sudah cetak ulang. Dia mengakui sebenarnya ide mengenai isi buku tersebut sudah muncul sejak 2004, namun karena kesibukannya yang begitu padat, membuat naskah buku ini baru selesai ditulis pada pertengahan 2008. Bersama tim dari ILM yang dia pimpin, Arvan malah lebih dulu menyelenggarakan pelatihan "The 7 Laws of Happiness at Work" sejak 2007 untuk karyawan di sejumlah perusahaan.

Alih-alih menganjurkan meraih kesuksesan yang bersifat material, di buku tersebut Arvan mempromosikan agar orang menemukan kebahagiaan yang lebih esensial bagi manusia, meskipun boleh jadi kebahagiaan sangat kualitatif bagi setiap orang. Bagaimana menemukannya? Rahasia itulah yang dia bahas secara cukup komprehensif dalam bukunya. Secara garis besar, ada tujuh rahasia hidup yang bahagia. Tiga unsur pertama berkaitan dengan hubungan seseorang dengan dirinya sendiri; tiga unsur kedua berkaitan dengan hubungan antara seseorang dengan orang lain; satunya lagi ialah berkaitan dengan hubungan seseorang dengan Tuhan.

"Orang yang bahagia ialah orang yang dapat berdamai dengan dirinya, orang lain, dan Tuhan," demikian tegas Arvan.

Tentu kita semua bisa mendiskusikan kebahagiaan ini pada pertemuan tersebut. Boleh jadi makna kebahagian menurut Anda lain dengan maksud teman Anda; adakah benang merah di sana? Arvan sendiri, misalnya, dengan hati-hati membedakan kebahagiaan dan kesenangan. Kesenangan sesaat yang biasanya berjangka pendek kerap dianggap sebagai kebahagiaan. Padahal barangkali ia menipu perasaan orang tersebut. Karena itu, kebahagiaan pun harus memiliki prinsip dasar yang kuat.


Mungkin Anda sudah menulis resolusi untuk 2009 ini sejak awal Desember lalu, menempelkannya di samping meja komputer, di dalam notebook, dalam file dengan kode rahasia, atau baru mencanangkannya setelah liburan ke gunung, pulang kampung, bahkan setelah merasa hidup Anda tak keruan. Mungkin juga kita bertanya-tanya kenapa tahun lalu kita merasa hampa dan sia-sia, padahal telah banyak yang Anda lakukan.

Yang jelas, orang kerap butuh momen untuk berubah dan melakukan hal baru, melanjutkan kehidupan, mengisinya dengan beragam aktivitas yang bermanfaat. Momen itu memungkinkan manusia memikirkan segala hal relevan: merencanakan, memprediksi, menangguhkan, mendahulukan; pada saat bersamaan tahu kemungkinan berhasil dan bisa menerima kegagalan. Karena berencana, manusia belajar menentukan prioritas; apa yang penting, mendesak, ditunda, juga malah dihapus. Kalau cukup yakin bahwa dengan berjanji dan melaksanakannya hidup kita bakal lebih baik, berarti, setiap saat, dengan segala perubahannya, ketika itulah resolusi itu harus dilaksanakan sekarang, dengan kemampuan maksimal kita.[]

Konfirmasi undangan: Lina (021) 75910212; Rista (022) 7834310/sms 081320711171.

Oleh Anwar Holid

Copyright ゥ 2008 BUKU INCARAN oleh Anwar Holid

Informasi lebih banyak:
http://www.ilm.co.id
http://www.mizan.com

Kontak dengan Mizan dan Arvan Pradiansyah di http://www.facebook.com

2 comments:

Pencerah said...

salam kenal

[HALAMAN GANJIL] & TEXTOUR said...

Salam kenal juga! Senang berkenalan dengan kamu.

Semoga perkenalan kita bermanfaat.

Wasalam,

Wartax